
Malam ini Linda sedang duduk di meja makan sendirian dengan keadaan gelap tanpa lampu menerangi nya, dia menangis dan merasakan sakit pada hatinya.
Sedangkan Laura berada di dalam kamar vano adiknya, dia tidur di samping adiknya dan terus menatap wajah adiknya yang tidur dengan lelap, Dia berfikir bagaimana caranya menjelaskan kepada adiknya bawah keluarga Cemara nya kini sudah hancur.
Saat Laura sedang dalam pikiran lamunannya nya, ponsel nya berada di atas meja belajar adiknya berbunyi, dia segera turun untuk mengambil ponselnya, dia melihat siapa yang malam-malam seperti ini menghubungi nya.
” Steve ” ucap Laura
Laura segera mengangkat panggilan dari Steven.
” halo ” sapa Laura dengan suara serak nya
” halo lau ” sapa Steven dari seberang
” iya ada Steve? ” tanya Laura
” lau apa kau baik-baik saja? ” tanya Steven balik
Laura tidak menjawab pertanyaan dari kekasihnya tersebut, dia kembali meneteskan airmata nya saat Steven sedang mempertanyakan keadaan nya saat ini.
” hhmn aku baik-baik saja ” Jawab Laura yang mencoba menahan tangisnya
” tapi aku rasa kau sedang tidak baik-baik saja Lau ” ucap Steven yang tidak bisa di bohongi
Laura akhirnya menangis dan membiarkan Steven tau bahwa saat ini dirinya memang sedang tidak baik-baik saja. Steven sendiri yang mendengar tangis kekasihnya itu hanya diam dan menutup matanya, dia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini selain membiarkan Laura menangis untuk meringankan sedikit sakit hatinya.
” menangislah lau, jangan kau pendam sendiri lukamu, jika perlu berteriak lah untuk mengurangi rasa sakit di hatimu ” Ucap Steven
Laura menangis sesenggukan dan berusaha mengontrol suaranya agar tidak membangunkan adiknya yang sedang tidur.
” aku tidak apa-apa Steve ” ucap Laura lagi
” maaf Steve ” sambung Laura
” kenapa kau harus meminta maaf padaku Lau? ” tanya Steven
” mungkin untuk beberapa hari ini aku akan jarang memberikan mu kabar ” jawab Laura
” kau jangan memperdulikan ku Lau, yang terpenting sekarang adalah keadaan mu. Aku akan setia menunggu mu memberikan kabar kapan pun ” ucap Steven
” thank you Steve ” ucap Laura
Laura memutuskan sambungan telponnya dan meletakkan ponselnya , dia meletakkan kepalanya di atas meja dan menangis dalam diam, Laura menangis tanpa mengeluarkan suaranya.
...----------------...
Steven meletakkan ponselnya di atas meja setelah sambungan telponnya dengan Laura terputus, Steven kini sedang berada di taman belakang untuk menyendiri. dia menyenderkan tubuhnya dan mendongak ke atas untuk melihat langit malam yang indah.
Senja terbangun dari tidurnya karena merasakan haus, dia mengambil gelas yang berada di meja sampingnya, tapi gelas itu sudah kosong. Senja turun perlahan-lahan agar tidak membangunkan suaminya yang sedang tidur dengan nyenyak.
Senja keluar dari kamarnya dan menuju ke arah dapur, tapi saat akan memasuki dapur dia melihat pintu yang menyambung ke taman belakang terbuka, dia mengintip dan melihat Steven yang sedang duduk di sana.
Senja mengurungkan niatnya untuk ke dapur dan meletakkan gelas nya di meja, dia berjalan ke luar ke arah taman belakang untuk menemui Steven di sana.
” kau belum tidur? ” tanya Senja
Steven segera bangkit dan melihat kakak iparnya itu sudah berdiri di hadapannya.
” kakak kenapa keluar malam-malam seperti ini, hawa malam ini sangatlah dingin kak ” ucap Steven
” lalu bagaimana denganmu sendiri, sudah tau malam ini sangatlah dingin kenapa masih berada di luar? ” tanya Senja yang duduk di hadapan adik iparnya
__ADS_1
Steven segera melepaskan jaketnya dan berjalan ke arah kakak ipar itu.
” aku lelaki jadi kuat ” ucap Steven memakaikan jaketnya kepada Senja
” kau sedang ada masalah? ” tanya Senja
” tidak ada kak ” jawab Steven yang kembali duduk
” jangan bohong Steve, apa kau sedang ribut dengan Laura? ” tanya Senja menyelidiki
Steven segera menoleh ke arah Senja, Dia lupa kalau Senja adalah sahabat dari kekasihnya itu dan otomatis Senja pasti tau tentang keluarga Laura.
” kak ” panggil Steven
” apa? ” tanya Senja
” apa kau tau bagaimana hubungan Laura dengan keluarga nya? ” tanya Steven
” keluarganya? Hhmm...tau tapi tidak semua. ” jawab Senja
” tapi aku taukan? ” tanya Steven
” iya tau, kenapa? ” jawab Senja dan bertanya
” apa di dalam keluarga nya dia atau papa nya tidak akur? Atau hubungan keluarga nya yang tidak harmonis? ” tanya Steven
” hhmm tidak semua ” jawab Senja
” maksudnya? ” tanya Steven tidak mengerti
” Laura lahir di keluarga yang bahagia Steve, dia sangat dengan papa dan mamanya, keluarga mereka termasuk keluarga yang sangat harmonis. Papa nya seorang lawyer yang hebat dan mamanya hanya ibu rumah tangga biasa, walaupun begitu Laura lahir dari keluarga yang sangat berada. ” jawab Senja
” lali bagaimana dengan kejadian kemarin ” ucap Steven dalam hati
Senja yang melihat adik ipar itu melamun, dia memukul pelan kaki Steven, Steven segala sadar dan melihat Senja.
” ada apa? ” tanya Senja Selidik
” apa nya? ” tanya Steven
” maksudku, kenapa kau dengan tiba-tiba menanyakan tentang keluarga Laura? ” tanya Senja
” tidak apa-apa kak, hanya bertanya biasa ” jawab Steven
” kai tidak mau jujur ” ucap Senja
” tidak ada kak, sungguh tidan ada apa-apa ” ucap Steven
Saat kedua sedang mengobrol, Evan muncul untuk mencari keberadaan Senja.
” sayang..” panggil Evan
Senja dan Steven segera menoleh ke arah Evan yang berjalan menghampiri mereka.
” kau terbangun? ” tanya Senja
” hhmm.. Kenapa kau disini sayang? ” tanya Evan
” aku tadi berniat untuk mengambil air minum Van, tapi aku melihat Steven duduk disini sendirian jadi aku menghampiri nya sebentar ” jawab Senja
” kau ada masalah? ” tanya Evan kepada Steven
__ADS_1
” tidak ada kak, sudahlah sekarang kau ajak istri mu untuk masuk, disini sangat dingin ” ucap Steven
” hhmm.. Ayo sayang kita masuk ” ajak Evan
Senja berdiri dan meraih tangan Evan yang terulur, Mereka berdua masuk kembali ke dalam dan melanjutkan tidurnya. Sedangkan Steven masih tetap duduk di sana, dia kembali dengan pikirannya lagi.
...----------------...
Di tempat lain, malam ini Aurel sedang duduk di bar menikmati minuman nya, dia sedang menunggu seseorang yang sudah dia sewa untuk menghancurkan Senja.
Seorang lelaki datang dan duduk di depan, dengan cepat Aurel menuangkan botol birnya ke dalam gelas kosong di hadapan lelaki itu.
” aku mau untuk yang ini harus benar-benar berhasil ” ucap Aurel
” kau tidak perlu khawatir, berikan alamat mansion nya, aku yang akan mengirim nya ke sana ” ucap Lelaki itu
Aurel mengambil amplop coklat dan selembar kertas di dalam tasnya, dia melemparkan amplop dan kertas itu ke atas meja.
” ini, di situ juga ada alamat lengkapnya. ” ucap Aurel
” satu lagi, pastikan Senja sendiri yang menerima amplop itu, faham!!! ” ucap Aurel
” tenang saja, kau tidak perlu khawatir rel, besok aku akan mengirimkan amplop ini ” ucap lelaki itu
Aurel mengangguk-anggukkan kepalanya, Dia menatap lurus ke depan dan tersenyum.
” aku harap kau suka dengan hadiah yang aku berikan padamu Senja ” ucap Aurel dalam hati
Saat lelaki itu bergi dari sana, Aurel menoleh ke arah sisi lain, pandang nya terhenti saat melihat seorang laki-laki yang dia kenal sedang minum dan mabuk berat.
” Deon ” ucap Aurel
Aurel segera berdiri dan menghampiri kekasihnya yang sedang mabuk berat di meja itu.
” Deon ” panggil Aurel
Deon menoleh ke arah Aurel dan tersenyum.
” Hay sayang ” ucap Deon yang sudah mabuk
” kau sedang apa disini? ” tanya Aurel
” hahahaha, aku sedang minum ” ucap Deon menunjukkan gelas dan lima botol bir yang sudah habis
” kenapa kau banyak minum seperti ini Deon, ayoo aku antar kau pulang ” ucap Aurel yang berusaha menuntun Deon
Deon dengan cepat menangkis tangan Aurel, dia melihat Aurel yang sedang berdiri dan memasang wajah kagetnya.
” kau mau antar aku pulang kemana? ” tanya Deon datar
” apa maksudmu Deon, ya pasti aku akan mengantarmu ke mansion milik ibu dan ayah ” jawab Aurel
” hahahaha.. Iya benar sayang kau sangat benar. mansion itu dan semuanya adalah milik ku ” ucap Deon
Aurel tidak mengerti dengan sikap Deon saat ini, Deon yang biasanya tidak pernah minum sampe mabuk berat seperti ini, apalagi sampai mengoceh tentang yang tidak penting.
” kau tau, aku lah yang pantas mendapatkan semua itu Aurel, aku... Karena bagaimana pun aku adalah anak pertama lelaki dari keluarga Maheswari ” ucap Deon
” dan putra kandung dari Bagas Maheswari ” sambung Deon
Bersambung.....
__ADS_1