He Mine

He Mine
Episode 64


__ADS_3

Saat tiba di depan kamarnya, Evan segera membuka pintunya dan ternyata tidak di kunci oleh Senja, Evan membuka pintunya secara perlahan dan melihat setiap sudut kamarnya. Saat Evan sudah masuk ke dalam kamarnya, Kehadiran nya sudah di sambut dengan tatapan dingin dari istrinya, Senja duduk di sofa panjang dan melipatkan tangan di dada, seolah-olah Senja memang sudah menunggu kehadiran nya.


” Sayang ” panggil Evan berjalan mendekati Senja


Tanpa menjawab panggilan dari Evan, Senja segera melempar kan ponselnya di atas meja tepat di hadapan Evan.


” jelaskan ” ucap Senja dingin


Evan yang tidak mengerti apa maksud dari Senja itu segera mengambil ponsel milik Senja dan melihat nya. Evan melihat foto dirinya bersama dengan Aurel sewaktu dia bertemu dengannya di cafe, posisi yang dekat saat Aurel berbisik kepadanya tadi. Dan percayalah itu adalah posisi dimana semua yang tidak tau akan salah paham dengan kedekatan nya dengan Aurel.


” sayang ” panggil Evan


” ini tidak seperti apa yang kau pikirkan ” ucap Evan


” memang pikiran seperti apa yang sedang berada di pikiranku? ” tanya Senja balik


” sayang__ ” ucapan Evan terpotong


” aku hanya butuh penjelasan mu Van, jadi jangan buang-buang kata-kata mu ” ucap Senja memotong ucapan Evan


Evan menarik nafasnya dan segera duduk di sebelah Senja, Dia berusaha mendekati Senja dan menjelaskan seperti apa kejadian tersebut.


” aku memang bertemu dengan Aurel ” ucap Evan


” tapi aku sama sekali tidak ada niatan bertemu dengannya ” ucap Evan beralasan


” tadi aku menemui klien ku untuk membicarakan soal kontrak kerja yang akan aku lakukan dengannya. Tapi di akhir pertemuan ku dengan klienku, Aurel datang dan langsung duduk di hadapan ku ” ucap Evan


” Dia hanya menyapa ku sayang, aku tidak mengajaknya berbicara sama sekali sayang, hanya menyapa saja ” sambung Evan


” lalu posisi itu? ” tanya Senja


” sayang ” panggil Evan meraih tangan Senja


” kau tau kan bagaimana sikap Aurel. Aku benar-benar tidak tau sayang kalau dia tadi mendekati ku ternyata hanya untuk mengambil gambar ini dan mengirimkan nya kepadamu. Hubungan kita sedang di buat gonjang olehnya, dia membuat fitnah-fitnah agar kita bertengkar dan berselisih paham ” ucap Evan


Senja yang mendengar ucapan dari Evan itu berpikir masuk akal juga. Dia menoleh ke arah samping dan menatap wajah Evan, Senja sedang mencari kebohongan dari tatapan Evan.


” Aku mohon jangan terkecoh dengan kiriman-kiriman seperti ini ya. Aku mohon kau jangan terlalu banyak pikiran sayang, kau harus ingat bahwa sekarang kau sedang hamil anak kita. Jadi aku mohon buang semua pikiran-pikiran yang tidak-tidak itu sayang ” ucap Evan


Senja menarik nafas nya dalam-dalam agar bisa menenangkan pikiran dan hatinya itu. Dia melihat wajah Evan dan matanya, tidak ada kebohongan sama sekali dari tatapan nya. Tatapan Evan yang sayu dan penuh kasih sayang itu akhirnya meluluhkan dirinya dan menepis semua pikiran yang memenuhi otak nya sedari tadi.


Senja membalas menggenggam tangan Evan dengan hangat, genggaman yang menjelaskan bahwasanya dia juga sangat menyayangi Evan dan takut untuk kehilangan dirinya.


” aku percaya ” ucap Senja


” tapi aku dengan sangat mohon padamu Van, tolong jauhi Aurel. Sengaja atau tidak sengaja bertemu, aku mohon jangan terlalu dekat dengan nya.Aku hanya tidak mau perasaan ku kalah dengan pikiran sesaatku, dan aku juga tidak suka ketika miliki ku merespon bentuk apa pun yang di berikan oleh wanita lain ” ucap Senja


” iya sayang. Mulai hari ini aku sangat berhati-hati agar tidak menyakiti perasaan mu ” ucap Evan

__ADS_1


Evan Segera meraih tubuh Senja dan memeluknya, Jujur sekali Evan merasa bersalah dan menyesal karena telah berbohong dengan Senja. Tapi percayalah ini semua Evan lakukan untuk Senja agar dia tidak tersakiti lagi oleh keluarganya.


...----------------...


malam telah tiba, kini Steven dan Laura yang bersama adiknya sudah berada di apartemen yang Laura tadi beli. Laura hanya membawa beberapa barang-barang nya dan perlengkapan Vano saja. Saat ini Laura telah selesai menyusun beberapa barang yang dia bawa dari rumahnya, Sedangkan Steven telah selesai memasak untuk Laura dan adiknya.


” kau sudah selesai? ” tanya Steven menghampiri Laura


” hhmm sudah ” ucap Laura


” kalau begitu cepatlah mandi dan panggil Vano untuk makan malam, aku sudah selesai menyiapkan makanan untuk kalian ” ucap Steven


” kau tidak makan disini? ” tanya Laura


” hhmm aku akan makan disini sayang ” jawab Steven


” baiklah aku akan masuk ke dalam kamar dan segera mandi dulu ” ucap Laura


Laura segera masuk ke dalam kamar baru nya untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Steven duduk di ruang kecil yang dimana di buat ruang tamu oleh Laura, di sana Steven menatap foto keluarga milik Laura yang terpasang di dinding tembok, Namun sayangnya foto keluarga itu tidak lengkap, Laura dengan sengaja melipat foto papanya agar tak terekspos di sana. Steven mengerti dengan perasaan Laura saat ini, perasaan kecewa dan marah yang Laura rasakan kepada papanya.


Saat Steven tengah duduk bersantai di ruang tamu itu, Vano keluar dari kamarnya dan melihat Steven yang sedang duduk menyendiri di sana.


” kak Steven ” panggil Vano


Steven segera menoleh dan melihat Vano yang berdiri diam di depan pintu kamar miliknya.


Vano berjalan menghampiri Steven dan ikut duduk di sofa ruang tamu.


” ada apa? ” tanya Steven


” apa aku boleh berbicara dengan kakak ” tanya Vano hati-hati


” hhmm bicaralah ” jawab Steven tersenyum


” apa kak Steven menyayangi kakak ku? ” tanya Vano


Steven yang mendengar pertanyaan adik dari kekasihnya itu tersenyum dan mengangguk.


” hhmm aku sangat menyayangi kakakmu ” jawab Steven


” bolehkah aku meminta tolong kalau begitu? ” tanya Vano


” jelas, katakan apa yang kau mau? ” tanya Steven balik


” tolong jaga kakakku, tolong lindungi kakakku. Aku tidak mau kau menyakiti nya seperti apa yang di lakukan papaku padanya. Kak Laura itu baik kak, walaupun terkadang dia suka marah-marah ” ucap Vano


Steven kaget saat mendengar permintaan dari Vano. Bagaimana bisa seorang anak yang masih umur dua belas tahun itu berbicara sangat dewasa. Steven merasakan tersentuh hatinya dengan sikap Vano yang menyayangi Laura.


” baik, aku berjanji padamu bahwa aku akan selalu menjaga kakakmu ” ucap Steven

__ADS_1


” tapi kau juga harus berjanji satu hal padaku ” sambung Steven


” apa? ” tanya Vano


” jangan pernah pergi meninggalkan kakakmu. Walaupun aku akan menjaganya, tetapi sebenarnya yang dia butuhkan adalah dirimu. Kau adalah satu-satunya yang kakakmu miliki saat ini, jadi aku mohon jangan pernah meninggalkan kakakmu sendirian, karena itu akan membuat kakakmu benar-benar hancur ” ucap Steven


” pasti kak, aku pasti akan terus bersama dengan kak Laura dan terus menjaganya. Bagaimana pun saat ini aku harus menggantikan papa untuk menjaganya ” ucap Vano


Steven tersenyum dan membelai rambut pendek milik Vano itu. Betapa beruntungnya Laura memiliki adik laki-laki yang sangat sayang padanya.


Tida berselang lama Laura keluar dari kamarnya dan melihat Vano yang sedang duduk bersama dengan Steven, Laura tersenyum saat melihat kedekatan adiknya dengan kekasihnya tersebut. Laura berjalan mendekati keduanya dan ikut bergabung disana.


” Seperti nya seru ” ucap Laura


Kedua orang itu menoleh ke arah Laura yang sudah segar setelah mandi.


” kau sudah selesai mandi? ” tanya Steven


” iya ” jawab Laura


” baiklah kalau begitu kita segera makan ” ucap Steven berdiri


Vano juga ikut berdiri dan menyetujui ajakan dari Steven. Mereka bertiga berjalan ke arah dapur dan duduk di meja makan, Laura memasukkan nasi ke dalam piring adiknya dan mengambilkan lauk. Vano segera menyantap makanan itu melebarkan matanya saat merasakan kenikmatan makanan itu.


” woww ini enak kak ” ucap Vano


” benarkah? ” tanya Steven


” iya, siapa yang masak kak ” tanya Vano kepada Laura


” kak Steven yang memasak makanan ini ” jawab Laura


Vano segera memberikan dua jempol nya di hadapan Steven dan tersenyum. Steven yang melihat tingkah dari adik kekasihnya itu hanya tertawa. Mereka bertiga kini menikmati makanan yang di masak Steven, Sesekali Steven juga menghibur kedua orang itu dengan banyolan nya.


Setelah selesai menikmati makan malam, Laura mencuci piring yang mereka gunakan tadi. Sedangkan Steven menemani Vano untuk tidur malam. Beberapa menit Steven berada di dalam kamar vano, dia segera keluar setelah Vano benar-benar tertidur dengan lelap. Steve melihat Laura yang sedang beres-beres di dapur dan menata peralatan yang dia cuci.


” Lau ” panggil Steven


Laura segera menoleh dan melihat Steven yang sudah berdiri di belakangnya.


” iya. Apa vano sudah tidur? ” tanya Laura


” hhmm dia sudah tidur ” jawab Steven


” aku harus pulang sekarang ” ucap Steven


” hhmm baiklah, biar aku antar kau ke depan ya ” ucap Laura yang mengelap tangan nya


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2