
Satu Minggu telah berlalu. Kini adalah hari dimana perusahaan milik keluarga Maheswari sedang mengadakan acara ulang tahun perusahaan. Acara tersebut akan di adakan di sebuah hotel yang ternama, banyak sekali para undangan yang ada di dalam negeri maupun dari luar negeri yang sudah tidak sabar untuk menghadiri pesta tersebut. Wartawan pun sudah berdatangan di hotel tersebut sedari pagi tadi. Sedangkan acaranya akan di mulailah tepat jam 20.00 malam.
Senja saat ini masih sedang berada di mansion nya, dia sedang duduk bersama dengan Ela dan Laura, Vano adik Laura pun turut ikut nanti ke dalam acara. Meraka bertiga saat ini Sedang duduk dan menikmati setiap sentuhan yang di berikan para pegawai salon yang Senja undang, Sedangkan Vano sedang asyik bermain game dengan Steven di ruang tengah.
” apa mertua mu nanti juga akan hadir Senja? ” tanya Laura yang memejamkan matanya
” hhmm sudah pasti Lau ” jawab Senja yang juga memejamkan matanya
” sepertinya malam ini adalah malam pesta yang megah untuk keluargamu ” Ucap Laura
” hahaha itu sudah pasti Lau, bagaimana pun kolega ayahku sangat banyak dan ada dimana mana ” ucap Senja
” tapi tidak masalah kan jika Vano ikut bersama ku untuk menghadiri pesta tersebut? ” tanya Laura
” kau bertanya apa Lau, Sudah pasti tidak masalah lah ” ucap Senja
Ela hanya diam dan memejamkan matanya, dia hanya menjadi pendengar yang baik untuk kedua sahabat tersebut. Saat ketiga wanita itu sedang menikmati perawatannya, seorang pelayan datang dan menginformasikan bahwa seorang yang di utus dari butik yang Senja pesan telah tiba.
” nona, ada nona berlian datang ” ucap Pelayan tersebut
Senja membuka matanya dan melihat pelayan yang berdiri di hadapannya.
” Segera suruh masuk dan layani dia. Sebentar lagi kita akan selesai, suruh dia menunggu ” ucap Senja
” Baik nona ” ucap pelayan
Pelayanan tersebut pergi dan segera menemui tamu itu. Beberapa menit setelah itu Senja telah selesai dengan perawatan nya, dia berjalan ke arah ruang tamu untuk menemui orang butik yang datang.
” Siang berlian ” sapa Senja
” Selamat siang nona Senja ” jawab Berlian tersenyum
” apa kau lama menungguku? ” tanya Senja
” tidak nona. Walaupun lama anda tidak perlu khawatir, Karena jadwal ku hari ini full hanya untuk melayani anda ” jawab Berlian
” hahahaha masuklah ” ucap Senja
Senja masuk dan berjalan ke arah kamarnya, Berlian dan beberapa pegawai lainnya hanya mengikuti langkah Senja. Saat sudah berada di kamarnya, Ela dan Laura duduk dan menoleh ke arah Senja yang masuk dengan beberapa pasukan yang dia bawa.
” sepertinya hari ini kau sedang menguras banyak uang suamimu Senja ” ucap Laura tertawa
” tidak Sampai menguras habis juga Lau ” jawab Senja
” hhmm aku tau itu, siapa yang tidak tau tentang kekayaan dari suamimu itu ” ucap Laura tertawa
__ADS_1
Di sana para pegawai butik mengeluarkan satu persatu pakaian yang mereka bawa, Sedangkan berlian menjelaskan satu persatu gaun yang dia pilihkan untuk Senja,Laura dan Ela. Senja memilih tiga gaun yang menurut nya cocok untuk dia dan kedua sahabat nya itu.
” Baiklah nona, apa anda tidak memerlukan gaun lain? ” tanya berlian
” tidak, Jika aku perlu lagi aku akan segera memanggil mu ” jawab Senja
” dengan senang hati saya akan datang nona ” ucap Berlian
Para pegawai butik itu segera meletakkan gaun pilihan Senja ke dalam almari gantung. Satu persatu pegawai itu keluar dengan membawa kembali beberapa gaun yang tidak di pilih Senja. Hanya berlian yang masih berada di sana, Beberapa menit kemudian pintu kamar milik Senja terketuk, dan muncul lah seorang pelayan dan beberapa pegawai salon untuk merias Senja dan kedua sahabatnya tersebut.
” Kerja mu sangat baik hari Berlian ” ucap Senja tersenyum senang
” terimakasih nona, Saya hari ini akan menservis anda dan kedua teman nona ” ucap Berlian
” El, kau duluan saja ” ucap Senja
” baik nona ” jawab Ela
Ela segera berdiri dan duduk di depan cermin, Berlian segera berjalan menghampiri Ela dan memulai merias wajah Ela, Berlian di bantu dengan kedua pegawai untuk merias wajah Ela.
Seharian ini Senja memanjakan kedua sahabatnya tersebut dan tentu saja itu adalah ide dari Evan, Dia menyediakan semua keinginan Senja dengan sekali tepukan, Evan tidak mau jika istrinya itu kelelahan dan sering berpergian dari rumah.
...----------------...
Di tempat lain kini Mayang sudah berada di Hotel Dimana tempat pesta itu tergelar. Mayang Sendiri lah yang mengintruksikan semua para pelayan hotel yang menyiapkan pesta tersebut, Dia tidak sendiri, dia di bantu ole Aurel, Aurel pun yang berada di sana juga membantu Mayang untuk menyiapkan pesta untuk malam ini. Tetapi siapa yang tau, Aurel juga sudah menyiapkan dan menyusun sebuah rencana untuk malam ini. Dia menyusun rencana itu dengan sangat rapi.
” Aurel ” panggil Mayang
” iya ibu ” jawab Aurel menoleh ke arah Mayang
” apa kau sudah makan siang? ibu dari tadi melihat mu sibuk sendiri ” tanya Mayang
” belum Bu, tanggung ini juga hampir selesai ” jawab Aurel
” biarkan saja, Ayo kita makan siang ” ajak Mayang
” tapi Bu ” ucap Aurel
” tidak usah tapi-tapian sayang, biarkan para pelayan yang meneruskan nya ” ucap Mayang
” baiklah Bu ” ucap Aurel
Aurel dan Mayang meninggal gedung tersebut dan berjalan ke arah restoran hotel, mereka berdua memesan makanan untuk makan siang mereka berdua. Mayang yang duduk di hadapan Aurel tersebut terus memandangi Aurel.
” Kenapa Bu? ” tanya Aurel
__ADS_1
” tidak ada, ibu hanya ingin memandangi mu saja ” ucap Mayang
” Malam ini akan menjadi malam yang bahagia untuk ibu ” ucap Mayang
” kenapa begitu Bu? ” tanya Aurel
” malam ini, Ayah Bagas akan mengumumkan calon pewaris dari keluarga Maheswari ” jawab Ibu
” oh iya? Siapa Bu? ” tanya Aurel
” sudah pasti Deon sayang ” jawab Mayang
” apa tidak apa Bu? Apa Senja akan menerima nya? ” tanya Aurel lagi
” terima tidak terima itu bukan urusan ibu, Bagaimana pun Deon adalah anak lelaki, jadi sudah sepantasnya dia yang mendapatkan posisi tersebut ” jawab Mayang
” ibu benar, bagaimana pun Senja yang harusnya mengalah ” ucap Aurel
Mayang dan Aurel tertawa bersama. Mayang tidak tau bagaimana liciknya Aurel, Dia juga tidak bagaimana Aurel menyusun rencana untuk menghancurkan keluarga Maheswari.
...----------------...
Malam telah tiba, Saat ini para tamu undangan sudah mulai masuk dan memenuhi gedung pesta, Mayang sibuk menyambut para tamu yang berdatangan. Bagas pun sama dia juga menyambut para kolega-kolega yang bekerja sama dengan perusahaan nya itu berdatangan. Deon dan Aurel juga sudah berdiri di sana untuk membantu menyambut para tamu. Dengan senyuman yang lebar Mayang dan Bagas terus menyapa setiap tamu.
Mobil milik Evan kini berhenti tepat di depan pintu lobby Hotel. Arnold yang mengendarai mobil tersebut segera turun dan membukakan pintu untuk Evan, Evan keluar dengan gagahnya dan dia sangatlah tampan malam ini.
Evan berjalan ke arah samping pintu sebelah untuk membukakan pintu mobil untuk Senja, Dia mengulurkan tangannya untuk membantu Senja turun. Dengan cepat Senja meraih uluran tangan Evan, Dia turun dengan begitu sangat anggun. Ela pun juga turun dari mobil itu, dan masuk bersama dengan kedua majikan nya.
Setiap para wartawan tidak menyia-nyiakan untuk memotret Senja dan Evan yang berjalan berdampingan, Senja dengan senyuman yang lebarnya menyapa para wartawan dan melambaikan tangannya.
Mobil milik Steven pun juga terparkir di sana, dia turun dan berjalan berputar untuk membukakan pintu milik Laura dan pintu belakang untuk Vano. Laura keluar bersamaan dengan Vano, wartawan yang melihat itu juga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil gambar dari putra sulung keluarga Mahendra, Apalagi saat ini Steven datang bersama wanita yang tidak asing di kalangan permodelan.
Mereka berjalan bertiga dengan bergandengan tangan, Vano berada di tengah-tengah Steven dan Laura.
Kedatangan Senja langsung di sambut oleh ayahnya, Bagas segera memeluk putri kesayangan nya itu, dan berjongkok untuk mencium perut rata milik Senja. Semua orang yang di sana mengalihkan pandangan nya saat Bagas mencium perut Senja, tepuk tangan meriah di sana menandakan bahwa ada kabar bahagia malam ini dari keluarga Maheswari.
” Selamat tuan, sepertinya sebentar lagi kau akan segera menimang cucu ” ucap Salah satu kolega Bagas
” hahahaha terimakasih tuan Raga, ucapan anda memang benar, putri saya saat ini tengah mengandung cucu pertama dari keluarga Maheswari ” ucap Bagas
__ADS_1
Semua tamu yang berada di sana bertepuk tangan dan bahagia setelah mendengar kabar kehamilan Senja, Senja yang berada di sana tersenyum manis dan menerima banyak sekali ucapan selamat dari para tamu.
Bersambung.....