He Mine

He Mine
Episode 11


__ADS_3

Setelah Tuan Bagas dan Nyonya Mayang berpamitan Evan segara menyusul istri nya ke dalam kamar, tapi ketika Evan membuka pintu kamarnya, Evan tidak menemukan keberadaan Senja di sana, Evan pun mengecek kamar dan hasil nya nihil.


Evan pun segera turun untuk mencari keberadaan istrinya. Dia melihat pintu yang mengarah taman belakang terbuka, dia mencoba mencari istrinya ke arah taman belakang. Benar saja dia melihat sesosok wanita yang sedang menari di pinggiran kolam renang.


Senja yang memejamkan mata nya dan menari dengan begitu elegan, Senja sendiri tidak menyadari kedatangan suaminya. Dia sedang asyik menikmati lagu yang terdengar di earphone nya. Senja menikmati setiap alunan musik yang dia dengarkan.


Evan pun mendekatkan diri nya memberhentikan tarian Senja.


” Kau ” Ucap Senja kaget saat tangan nya di cekal Evan


Senja pun melepaskan earphone nya dan mematikan lagunya melalui handphone nya.


” Ada apa ” Tanya Senja


” Sudah malam ayo kita ke kamar ” Ajak Evan menggandeng tangan istrinya


” Van.. ” Ucap Senja Yang memberhentikan langkah suaminya


” ada apa sayang ” tanya Evan dengan lembut


” apa kau ingin minum bersamaku ” tanya Senja


” Kau mau minum apa ” Tanya Evan


” Wine ” Jawab Senja dengan tersenyum kecil


Evan tau saat ini pasti suasana hati istrinya sedang tidak baik baik saja, Evan pun mengangguk kan kepalanya dia bersedia menemani istrinya untuk minum.


Senja yang duduk dan menunggu Evan di kursi yang berada di pinggir kolam pun merasakan kedinginan. Evan pun datang dan menyelimuti tubuh Senja dari belakang dengan selimut yang dia bawa.


” Dingin ” Tanya Evan


” iya ” Jawab Senja tersenyum


Evan pun segara duduk dan manaruh sebotol wine di meja.


” Gelasnya ” Tanya Senja


” Kita akan minum langsung dari botolnya ” Jawab Evan


Senja pun tertawa mendengar ucapan Evan. Evan pun segera membuka botol nya dan meneguk wine dari botol nya langsung.


” Wahh ini jauh lebih nikmat ” Ucap Evan yang selesai meneguk wine.


Senja pun tidak mau kalah, dia merebut botol wine yang ada di tangan Evan dan meneguknya.


” Aahhh, Nikmat ” Ucap Senja


Evan yang melihat ekspresi Senja pun begitu sangat gemas.


” Senja ” Panggil Evan


” hemm ” Jawab Senja


” Berhentilah membenci ayahmu ” Ucap Evan


Senja yang mendapatkan perkataan itu dari Evan pun langsung menoleh ke arah Evan


” Van, apa aku terlihat jahat ” tanya Senja


” Tidak senja bu-- ” Ucapan Evan terpotong


” Jika aku memang orang jahat, percayalah itu karena mereka ” Potong senja


” Sama hal nya jika aku membenci ayahku, itu karena dia sendiri yang menciptakan rasa benciku ” Lanjut Senja

__ADS_1


” Kau mungkin terlahir dari orang tua yang yang sangat menyayangi mu, tapi aku.. Aku sudah merasakan tidak mempunyai kedua orang saat usia ku 9 tahun. Dan selama itu juga aku menguatkan diriku sendiri ” Ucap Senja


Evan pun hanya diam, dia hanya mendengar kan setiap perkataan Senja yang keluar dari mulutnya.


” Dulu sebelum aku membenci dia, aku pernah menaruh semu harapanku kepadanya, Aku menaruh semua kasih sayang ku kepadanya. Karena saat itu aku sadar orang tuaku hanya tinggal dia ” Ucap Senja yang memandang lurus ke depan


” Aku hanya berharap kita hidup berdua tanpa ada seseorang yang menggantikan bunda dalam rumah itu ” Sambung Senja


” Tapi nyatanya dia secepat itu melupakan Bunda Van ” Ucap Senja yang menoleh ke arah Evan


” Senja. ayah mu juga butuh pendamping dalam hidupnya, Mungkin sampai 10 atau 13 tahun dia bersamamu ,tapi di saat kau sudah menikah bukan dia akan seorang diri ” Jelas Evan


” Ayah mu butuh pendamping dan teman saat sudah menua ” sambung Evan


Senja hanya tersenyum mendengarkan Ucapan Evan.


” Hidupmu terlalu bahagia Van, untuk memasuki ranah permasalahan hidupku, kau tidak akan bisa mengerti ” Ucap Senja


Evan pun sadar dan diam, Dia kelepasan berbicara soal keluarga, Yang Evan sendiri tidak tahu bagaimana keadaan Senja waktu itu.


” Maaf ” Ucap Evan


Senja pun menoleh dan memberikan botol wine yang dia pegang. Evan menerimanya dan meneguknya.


” Kau ingin tidur ” Tanya Senja


” Kau sudah mengantuk ” tanya balik Evan


Senja mengangguk kan kepalanya. Evan pun mengerti dan langsung berdiri, Dia mengandeng tangan istrinya untuk masuk ke dalam dan naik atas kamarnya.


...----------------...


Siang pun telah datang, Evan dan Arnold kini sudah berangkat untuk ke kantornya. Senja dan Ela pun pergi keluar untuk bertemu dengan ibu mertuanya. Mereka sudah janjian bertemu di mall. Senja masuk dan segera mencari keberadaan mama mertuanya, Saat sudah menemukan keberadaan mama mertua nya dia melihat seorang wanita yang sedang mengobrol dengan mama mertua, dia adalah Aurel.




” Hay sayang ” Sapa mama Rita melihat kedatangan Menantunya


” Halo ma ” Sapa Senja


” Selamat siang nyonya ” Sapa Ela


” siang Ela ” Sapa mama Rita


” sayang kenalkan dia adalah Aurel, teman Evan ” Ucap Mama Rita memperkenalkan Aurel


” Hay ” Sapa Aurel mengulur tangan nya ke arah Senja


” Kita sudah pernah bertemu ma ” Ucap senja yang mengabaikan Tangan Aurel


Mama Rita yang melihat respon dari Senja pun mengerti, pasti menantu nya ini sudah tau siapa Aurel.


” oh iya sayang ” Ucap mama Rita


” Tante mau kemana ” Tanya Aurel


” Tante mau pergi mencari kado untuk besan Tante ” Jelas mama Rita


” Apa perlu saya bantu Tante ” Tawar Aurel


” Tidak perlu ” Jawab cepat Senja


” Kau tidak melihat keberadaan ku, apa perkataan ku kemarin memang benar ada nya” Sambung Senja

__ADS_1


Aurel pun hanya tersenyum, mama Rita yang melihat suasananya menjadi dingin pun membuka Suara.


” Terimakasih Aurel, tapi Tante sudah di temani menantu Tante, kita pergi dulu ya ” Pamit mama Rita


Mereka bertiga pun meninggal kan Aurel seorang diri, dari jauh Aurel menatap punggung Senja.


” Kau akan segera tersingkirkan Senja ” Ucap Aurel



Kini mama Rita, Senja dan Ela pun memasuki toko jam tangan yang terkenal. Mereka memilih milih jam yang bagus untuk di jadikan kado untuk Tuan Bagas.


Mama Rita yang merasa tidak enak dengan Senja atas kejadian tadi pun meminta maaf kepada Senja.


” Senja ” Panggil mama Rita


Senja yang sedang memilih jam tangan pun menoleh ke arah mertua nya.


” Iya ma ” Jawab Senja


” Mama minta maaf ya sayang ” Ucap mama Rita yang memegang tangan Senja


” Mama tadi tidak mengatakan sejujurnya siapa Aurel ” Sambung Mama Rita


Senja pun tersenyum dan membalas pegangan tangan mertuanya.


” Tidak apa apa ma, Senja yakin mama melakukan nya untuk menjaga hati Senja bukan ” Jawab Senja


" Kau tidak marah kepada mama ” Tanya Mama Rita


” Tidak ma ” jawab Senja tersenyum tulus


Mereka pun akhirnya melanjutkan kegiatan mereka kembali.


Setelah hampir 3 jam mereka mencari kado Mereka pun akhirnya mendapatkan kado masing masing untuk Bagas.


” Sayang kita makan siang bersama ya ” Ucap mama Rita


” Iya ma ” Jawab Senja


Mama Rita pun memilih restoran di depan mall. Ketika Senja keluar dari mall Ada sebuah motor yang melajukan motornya dengan kencang ke arah Senja, Ela yang melihat motor itu semakin mendekati Senja, Ela berlari dan berteriak


” NONA AWAS ” teriak Ela


Ela berlari dengan sangat kencang dan meraih tangan Senja dan menyeretnya untuk menghindari motor yang sudah mendekat.


BUGH.....


” SENJA, ELA ” Teriak mama Rita


mama Rita pun segera berlari mendekati kedua nya


” Kalian tidak apa apa ” Tanya mama Ela


Ela terluka di bagian tangan nya. Dan Senja pun selamat dan tidak terluka sama sekali


” Ela ” Panggil Senja panik


Di dalam mobil ada seseorang tersenyum melihatnya. Dia tersenyum puas


” Ini masih permulaan sayang, tunggu kelanjutannya ” Ucap seseorang tersebut


” Jalan ” Perintah orang tersebut


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2