He Mine

He Mine
Episode 6


__ADS_3

” AAHHKK " teriak senja


Senja melemparkan kotak tersebut dan menjatuhkan dirinya ke lantai, wajah Senja kini ketakutan dan berkeringat, tubuhnya bergetar hebat.


” Bunda ” Ucap Senja lirih


Evan pun langsung menoleh saat mendengar teriakan Senja, dia melihat Senja yang ketakutan. Evan pun menghampiri Senja.


” Ada apa Senja ” Tanya Evan kebingungan


Evan pun melihat kemana arah pandangan Senja, Di sana ada sebuah foto yang berlumuran darah, foto itu adalah foto Rantih dan foto Senja. Evan pun ngambil tisu dan mengambil 2 lembaran foto. Foto nyonya Maria yang sudah lesu seperti bekas remasan dan yang satu foto Senja dewasa, ada sebuah tanda seperti lingkaran hitam pekat tepat di dahi Senja. Evan pun segera menyingkirkan kotak dan foto itu.


” ARNOLD ” Teriak Evan


” ARNOLD ” Teriak sekali lagi Evan


Arnold dan Ela yang berada kamar masing masing pun keluar dan segara berlari naik ke atas. Tanpa mengetuk pintu Arnold pun langsung membuka pintu, Dia melihat kedua majikan nya, melihat mata Evan yang memerah menahan amarahnya dan melihat senja yang duduk lemas dengan wajah sulit di artikan.



” ada apa tuan ” tanya Arnold dan Ela bersamaan


Ela pun masuk dan menghampiri Senja, Ela pun memanggil Senja.


” Nona ” Panggil Ela


Senja pun menoleh dengan lemas menatap kedua mata Ela.


” Bunda..” Ucap Senja lirih


Setelah mengatakan satu kata tubuh Senja pun ambruk ke dalam pelukan Ela. Ela pun segera merangkul tubuh Senja.


” Apa yang sebenarnya terjadi tuan ” panik Ela.


Evan melihat Senja pingsan pun segera membopong tubuh senja ke atas kasur.


” Ela cepat panggil dokter, Cepatt!!! ” Ucap Evan


” Baik tuan ” Jawab Ela panik.


” Arnold singkirkan semua itu ” Suruh Evan dengan menunjukkan kotak dan Foto tersebut


Arnold pun segera menyingkirkan kotak tersebut, dia melihat ada 2 foto yang berlumuran darah. segara dia singkirkan semua barang itu.


Kini dokter sedang memeriksa keadaan Senja di dalam kamar. Evan yang duduk di sebelah Senja pun melihat wajah Senja yang pucat.


” Bagaimana dok ” Tanya Evan


” Nona mengalami syok yang hebat, Saya sudah menyuntikkan obat penenang untuk nona tuan. Untuk saat ini biarkan nona beristirahat dulu ” Ucap dokter menjelaskan.


” hemm terima kasih ” Ucap Evan


” mari dok saya antar ke depan ” Ajak Ela


Ela mengantar kan dokter Erwin turun. Di dalam kamar Evan masih melihat keadaan Senja, dia mengamati setiap inci wajah istrinya.


” Cek semua cctv di rumah ini. Cari tau siapa yang mengirimkan kotak itu ” Evan memberikan perintah


” Baik tuan ” Jawab Arnold


Arnold pun keluar dari kamar, dan masuklah Ela. Ela mendekatkan diri ke ranjang Senja.


” Tuan ” Panggil Ela


Evan pun menoleh.

__ADS_1


” Ada apa? ” Tanya Evan


” Bisa saya bicara dengan tuan ” Tanya Ela


” Hem ” Jawab Evan


Evan pun mengerti apa maksud Ela. Ela dan Evan pun keluar dari kamar, mereka berbicara di depan Kamar.


” Apa yang sebenarnya terjadi tuan ” Tanya Ela


” Aku pun tidak tahu, sore tadi sewaktu aku pulang, aku menemukan kotak paket di depan gerbang, dan paket itu untuk Senja ” Jawab Ela


” paket? ” Tanya Ela


” Iya ” Jawab Evan mengangguk


” Tapi Nona tidak pernah mencantumkan alamat rumah ini untuk setiap pesanan online tuan, Nona selalu mencantumkan alamat rumahnya. Saya tau karena saya sendiri yang mengurus semua tentang nona Senja ” Jelas Ela


” heemm, kau tidak perlu khawatir bagaimana pun Senja adalah istriku, apa pun yang menyangkut tentang dia aku akan selalu melindungi dia. Dan siapa pun yang akan melukai dia orang itu akan berhadapan denganku ” Ucap Evan penuh dengan amarah


Ela begitu tersentuh hatinya, Ela pun tau pernikahan mereka tidak di dasari cinta, tapi melihat Evan yang sangat bertanggung jawab terhadap Senja, Ela pun merasakan senang.


Saat Ela dan Evan sedang berbicara, Arnold pun datang.


” Tuan ” Panggil Arnold


Ela dan Evan pun menoleh ke arah suara Arnold.


” Tuan ada yang harus sayang laporan ” Ucap Arnold


” Kau masuklah temani Senja, kalau ada apa apa segera hubungi aku, aku ada di bawah di ruangan kerja ku ” Perintah Evan untuk Ela


” Baik tuan ” Jawab Ela


Ela pun masuk ke dalam kamar, Evan dan Arnold pun turun dan menuju keruang kerja.


Arnold pun mengeluarkan handphone nya, dia menyalakan layarnya dan memberikan sebuah gambar yang di ambil dari layar cctv. Di cctv itu terlihat ada sebuah mobil yang berwarna hitam terparkir tepat di mansion nya yang mengarah di kamarnya . Tapi tidak tau dan tidak jelas siapa yang berada di dalam nya. Gambar ke dua menunjukkan seseorang laki laki yang membawa kotak paket yang berisi foto Senja dan nyonya Rantih tersebut, lelaki itu menggunakan pakaian serba hitam dan wajah yang tertutup.


” tuan saya menebak semua ini ada kaitannya dengan kejadian masa lalu nona Senja ” Ucap Arnold


Evan yang sedari tadi memandang layar handphone Arnold kini pun menatap Arnold.


” Jadi dia adalah salah satu dalang dari kasus pembunuhan ibu mertuaku ” Tanya Evan


” saya rasa seperti itu tuan ” jawab Arnold


” aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh yang sudah menjadi milik ku ” Ucap Evan


” kerahkan semua orang orang ku untuk menjaga Senja, aku tidak akan memaafkan siapa pun yang gagal menjaga nya ” Perintah Evan


” Baik tuan ” Jawab Arnold


” Satu lagi, perketat penjagaan di mansion ini. jangan sampai hal ini terjadi lagi ” perintah Evan


” Baik tuan, saya permisi ” pamit Arnold


Arnold pun keluar dari ruangan yang meninggalkan Evan seorang diri. Evan kini memutar kursi nya dan menatap langit malam dari kaca jendela nya.


” Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh atau melukai apa yang sudah menjadi milik ku. Siapa pun kalian, kalian telah salah milih musuh ” Ucap Evan


...----------------...


Ela yang duduk di samping Senja memandangi wajah nona nya yang terlelap tidur, sedari tadi Senja selalu mengigau memanggil Bunda nya.


Ela perihatin melihat kondisi Senja yang seperti ini.

__ADS_1


” Nona, lebih baik nona menjadi Nona senja yang seperti biasa nya. yang angkuh dan sombong. Aku tidak mau melihat nona yang seperti sekarang ” ucap Ela yang mengelus telap tangan Senja


Ela menemani Senja hingga waktu pukul 02.00. Evan yang masuk melihat Ela tertidur di kursi. Evan pun membangunkan Ela


” Ela ” panggil Evan


Ela yang merasa ada suara yang memanggil nya pun membuka mata nya, dia melihat Evan yang berdiri.


” Tuan ” ucap Ela dengan suara khas bangun tidur


” Kembalilah ke kamar mu biarkan aku yang menjaganya ” Perintah Evan


Ela pun segera berdiri. Dia membungkuk kan badan nya dan keluar dari kamar. dia menuruni anak tangga dan melihat Arnold yang baru saja memasuki rumah.


” Kau belum tidur ” Tanya Arnold


” Aku tidur sebentar tadi di kamar nona, Kau dari mana? ” Jawab dan tanya Ela.


” Aku baru saja dari luar melihat kondisi luar ” Jawab Arnold


Ela hanya mengangguk tanda dia mengerti.


” Mau kopi ” Tawar Arnold


” heem boleh ” Jawab Ela.


...----------------...


Di kamar Kini Evan tidur di samping Senja, dia membaringkan tubuhnya di sisi Senja. Dia menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah istri nya.


” Kau harus tau Senja. Saat ini mungkin aku sudah jatuh cinta padamu ” ungkap Evan


Cupppp....


Kecupan bibir Evan mendarat tepat di kening Senja, dia mengelus ngelus pipi istrinya.


” Selamat tidur istriku ” ucap Evan


Evan pun menyusul Senja ke dalam alam mimpi. Kini pasangan suami istri yang menikah karena perjodohan salah satu dari mereka telah menyadari bahwa ada sebuah cinta yang tumbuh di antara mereka. apakah Senja pun akan menyadari itu.


Ela dan Arnold Kini Tengah menikmati secangkir kopi di halaman belakang mansion. Ela yang menikmati kopi buatan Arnold pun merasa lebih jauh tenang.


” Enak? ” tanya Arnold basa basi


” Hemm kopi nya enak ” Jawab Ela


” bagaimana perasaan mu saat ini. sudah jauh lebih tenang ” tanya nya lagi


” lumayan, sudah jauh lebih tenang dari pada tadi ” Jawab Ela


” Ternyata kau dekat dengan nona ” Ucap Evan sambil menyeruput kopi nya


” Aku dan Nona sudah bersama saat masih kecil. ayah ku adalah Asisten pribadi dari tuan Bagas. Kita tumbuh bersama, bersekolah di sekolah yang sama dan kuliah di universitas yang sama ” Jelas Ela


” Jadi kau tau semua tentang Nona ” Tanya Arnold


Ela hanya mengangguk kan kepalanya, dia meletakkan cangkir kopi nya dan lalu berdiri.


” thks untuk kopi nya ” Ucap Ela.


Ela pun masuk kedalam dan meninggalkan


Arnold seorang diri. Arnold melihat punggung Ela semakin menjauh dan hilang .


” Manis ” ucap Arnold

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2