
Saat ini Steven berada di ruang tengah dengan Senja dan Ela, Steven yang asyik dengan gamenya dan Senja yang asyik dengan Majalahnya, berbeda dengan Ela, Ela sedang mengatur kembali jadwal-jadwal harian untuk Senja.
” Nona ” panggil Ela
” kenapa ” jawab Senja tanpa menoleh
” bulan depan nona akan tampil, Jadi saya sudah membuatkan jadwal untuk latihan nona ” ucap Ela
Senja yang mendengar kata latihan itu segera menutup majalahnya dan menoleh ke arah Ela.
” apa tidak sekarang saja kita latihannya ” ucap Senja tersenyum
” kau ingin aku di bunuh kakak ku ” saut Steven
” disini aku yang di perintahkan kak Evan untuk menjaga mu, jadi kau sebaiknya tidak membuat nyawa ku di ujung tanduk ” Sambung Steven yang masih memainkan gamenya
” tidak usah terburu-buru , jika satu Minggu ini luka mu sudah mengering dengan cepat maka kita bisa memulai latihannya pun dengan cepat ” ucap Ela
” Iya ” Jawab lemas Senja
Senja pun kembali dengan majalahnya. Saat ketiga orang itu sedang asyik dengan aktivitasnya masing-masing, pelayanan datang memberikan laporan kepada Senja.
” nona Senja ” panggil pelayan
” iya ” jawab Senja menoleh
” diluar ada tamu untuk nona ” lapor pelayan
” Siapa? ” tanya Ela memastikan
” nona Aurel ” Jawab pelayan
” Aurel? ” Ucap mereka bertiga
Senja yang hendak berdiri di cegah oleh Ela.
” biarkan aku yang menemuinya ” ucap Ela
Ela berdiri dan melangkah ke rumah tamu, di sana Ela melihat Aurel sedang duduk dan membawa satu keranjang buah.
” aku disini mencari Senja, kenapa kau yang muncul ” Ucap Aurel saat melihat Ela yang menemui nya
” nona Senja sedang beristirahat, jadi saya yang menemui anda ” ucap Ela
” panggil dia kesini, katakan ada tamu yang menjenguk dia ” ucap Aurel memberikan perintah
” jika anda memiliki kepentingan dengan nona Senja anda bisa sampaikan kepada saya ” ucap Ela
Aurel berdiri dan mendekati Ela, dia berdiri tepat di hadapan Ela saat ini.
” tapi aku tidak butuh berbicara denganmu ” Ucap Aurel
” Kalau begitu bicaralah sekarang ” ucap senja yang muncul dari dalam
Aurel dan Ela menoleh ke arah Senja, Senja keluar bersamaan dengan Steven, Aurel yang melihat keberadaan Steven di sana tersenyum.
__ADS_1
” Hay Stev ” sapa Aurel
Steven yang mendapatkan sapaan dari mantan kekasih kakak nya itu hanya melambaikan tangan nya.
” bagaimana kabar mu Senja ” tanya Aurel
” bisa kau lihat kabarku baik ” Ucap Senja
” syukurlah kalau begitu, dimana Evan aku tidak melihatnya ” tanya Aurel
” kau disini bukankah ingin bertemu denganku, lalu kenapa kau mencari suamiku ” jawab Senja
” kau jangan salah faham Senja aku hanya bertanya, apa aku salah menanyakan tuan rumah ini ” ucap Aurel
” jelas salah, yang kau tanyakan itu adalah suamiku. Apa menurut mu bertanya mengenai suami orang itu tidak salah? ” tanya balik Senja
” apa kau cemburu? ” tanya Aurel
” Cemburu? Untuk apa aku cemburu dengan wanita yang tidak selevel denganku, Aurel jika kau ingin bersaing denganku setidaknya kau harus bisa mendapatkan hati Evan, tapi nyatanya Evan bahkan tidak menoleh ke arahmu sama sekali ” ucap Senja menjawab Aurel
Aurel yang mendengar ucapan Senja dia mengepalkan tangan nya erat-erat, dia mencoba untuk menahan amarahnya.
” dan satu lagi, Sebaiknya kau segera resmikan hubunganmu dengan Deon agar kau tidak perlu repot-repot mencari suamiku ” Ucap Senja tersenyum mengejek
” Senja, aku disini hanya ingin menjenguk mu apa pantas kau bersikap seperti ini ” Ucap Aurel datar
” Aurel, aku bahkan tidak perlu kau jenguk ” Jawab Senja dengan tersenyum
” El, tolong antarkan tamu tak di undang ini keluar, aku takut dia tidak tahu jalan karena mansion ini terlalu besar ” suruh Senja ke Ela
Senja masuk ke dalam meninggalkan Aurel, Aurel melihat punggung Senja yang semakin jauh dari pandangan nya, dia mengepalkan tangannya dan menarik nafas dalam-dalam.
” tidak perlu, aku bisa keluar sendiri ” ucap Aurel
Aurel meletakkan keranjang buah-buahan yang dia bawa di atas meja, dia melangkah keluar dengan hati yang panas.
” kau masuk saja biar aku yang mengantar nya ” ucap Steven yang menyusul Aurel
Aurel sudah sampai di halaman depan, Saat dia ingin memasuki mobilnya, tiba tiba suara Steven dari belakang menghentikan nya.
” kak Aurel ” panggil Steven
Aurel menoleh ke arah Steven yang berdiri di pintu, dia menutup kembali mobilnya saat melihat Steven melangkah mendekati nya.
” ada apa stev? ” tanya Aurel
” berhentilah ” ucap Steven yang sudah sampai di depan Aurel
” berhentilah mengusik kehidupan kak Evan, dia sudah bahagia dengan kehidupan nya sekarang ” sambung Steven
” kau tidak akan faham Stev ” ucap Aurel
” apa yang tidak aku fahami kak, bukankah kau sendiri yang meninggalkan kak Evan saat itu, bukankah keputusan mu sendiri yang akhirnya membuat hubungan mu dengan kak Evan berakhir ” ucap Steven
” kak sudah 5 tahun kau meninggal kan nya, apa kau pikir kak Evan masih mencintai mu lagi dengan apa yang sudah ku perbuat dulu ” sambung Steven
__ADS_1
” kau tidak tau apa-apa stev, pada saat itu aku masih ingin mengejar impianku, aku punya impian yang besar saat itu tapi Evan justru sama sekali tidak mendukungku. aku pun juga berat saat itu meninggalkan Evan. Apa kau pikir keputusan itu sangat mudah bagiku, tidak stev!! ” ucap Aurel
” kalau begitu berhentilah sekarang kak, ini adalah hasil yang kau pilih dulu ” ucap Steven
” Dan satu lagi kak, kak Evan sudah tau siapa yang hampir membuat Senja celaka pada saat di mall, jadi sebelum kak Evan benar-benar membencimu sebaiknya kau berhenti mulai dari sekarang ” Ucap Steven yang langsung meninggalkan Aurel
” apa? Evan tau? ” ucap Aurel lirih
Aurel kaget saat mendengar ucapan Steven bahwa Evan tau siapa dalang di balik itu semua, Dia segera memasuki mobilnya dan menancap gasnya untuk pergi dari mansion Evan, Dia melajukan kan mobilnya ke tempat perusahaan Evan.
Sesampai di perusahaan Evan, dia keluar dan segera masuk kedalam perusahaan, dia berjalan masuk ke lift dan naik ke ruangan Evan, lift terbuka Aurel keluar dan melangkahkan kan kakinya. Sekertaris Evan yang melihat mantan kekasih bosnya itu mendekat segera berdiri dan menghampiri Aurel.
” Selamat siang nona Aurel ” sapa Sekertaris
” Diaman Evan? ” tanya Aurel
” Tuan ada didalam nona, tapi mohon maaf nona tuan tidak bisa ganggu, sekarang tuan masih ada klien di dalam ” Ucap sekertaris
Aurel tidak memperdulikan ucapan sekertaris nya Evan dia langsung menerobos masuk ke dalam kantor, saat dia masuk dia melihat Evan dan Arnold sedang duduk bersama tiga orang yang dia tidak kenal.
” maaf tuan saya sudah mengatakan bahwa tuan masih ada tamu di dalam ” ucap sekertaris
Evan yang melihat Aurel itu berdiri dan menghampiri Aurel.
” ada apa kau kesini ” tanya Evan
” ada yang harus aku jelaskan kepadamu ” jawab Aurel
” aku masih ada tamu ” ucap Evan
” aku akan menunggumu ” ucap Aurel
Evan membuang nafasnya, dia menoleh ke arah Arnold dan memberikan isyarat kepada nya, Arnold yang mengerti dengan isyarat dari Evan mengangguk mengerti. Arnold berbicara kepada ketiga klien Evan untuk menghentikan pembahasan mereka, ketiga klien itu mengerti dan berpamitan keluar dan diantar Arnold.
Kini di dalam ruangan kantor Evan yang ada dia dan Aurel.
” apa yang ingin kau jelaskan ” Ucap Evan
” apa kau sudah tau siapa yang menabrak Ela ” tanya Aurel to the point
Evan melihat Aurel dan mengangguk.
” lalu kenapa kau diam saja ” tanya Aurel
” Aurel aku tidak diam saja saat aku tau siapa orang yang hampir saja mencelakai istriku ” jawab Evan
” lalu kenapa kau tidak langsung menghampiri ku Van? Apa karena kau masih mencintai ku? ” Tanya Aurel lagi
” mencintaimu? ” ucap Evan mengulang ucapan Aurel
” aku sudah berhenti mencintaimu saat kau meninggalkan ku Aurel, bahkan rasa sedikit saat ini untukmu sudah tidak ada ” Ucap Evan
” oh iya? Lalu kenapa kau diam saja saat kau tau aku lah yang hampir mencelakai istrimu? ” tanya Aurel lagi
” aku tidak diam saja Aurel, pada saat aku tau siapa orang yang hampir membuat Senja terluka aku ingin sekali menghabisi nya walaupun dia seorang wanita ” jawab Evan
__ADS_1
” aku tidak memberikan mu perhitungan atau melaporkan mu kepada polisi, bukan karena aku masih mencintaimu. Tapi karena aku ingat bahwa bagaimana pun kau adalah orang yang pernah singgah di kehidupan ku, tapi jika aku mendengar atau mengetahui bahwasanya kau masih berusaha mencelakai istriku lagi, aku sendiri yang akan menyeret mu kantor polisi ” Sambung Evan
Bersambung......