
Kini matahari pagi telah muncul, Cahaya Sinar matahari memasuki kamar Senja tanpa permisi. Senja pun terbangun dan melihat seorang laki laki yang sedang memakai dasi di depan cermin, siapa lagi dia kalau bukan suami nya, Evan. Senja melihat pemandangan baru pagi ini, melihat laki laki yang sudah menikahi nya mengunakan dasi di hadapannya, dengan rambut yang masih basah berantakan.
" Sempurna" Ucap senja dalam hati
Evan yang sadar dengan kebangunan istrinya pun menoleh ke belakang.
” Kau sudah bangun ” sapa Evan
Senja yang sedari tadi melamun pun tersadar, dia bangkit dari kasur nya, sebelum Senja menapakan kaki nya di lantai Evan pun mencegahnya
” Tunggu ” cegah Evan
Evan pun menghampiri Senja yang duduk dan kebingungan.
” Kenapa ” tanya Senja dengan bingung
” kaki mu masih sakit. jangan di paksa untuk berjalan dulu Senja ” Evan pun mengingatkan Senja
” Oohh iya aku lupa ” Jawab Senja enteng
” Kau mau kemana? ” Tanya Evan
” aku mau ke kamar mandi ” Jawab Senja
Evan pun mengangguk mengerti, Evan pun langsung menggendong Senja, dan lagi lagi Senja pun berusaha menolak apa yang di lakukan Evan.
” Evan... aku bisa sendiri ” Tolak Senja ”
” Aku hanya akan membantu mu Senja, jadi aku mohon untuk diam tanpa ada nya penolakan ” ucap Evan
Lagi dan lagi Senja membiarkan Evan suaminya membantu dia, Evan masuk kedalam kamar mndi dan menurunkan Senja dengan pelan .
” Kau mandilah, setelah selesai kau bisa memanggilku ” Ucap Evan
Evan pun keluar dari kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi. Senja yang mendapatkan perilaku manis dari Evan pun blushing, pipinya kemerahan seperti memakai blush on. Senja segera menyadarkan diri nya untuk tidak berfikir aneh aneh, dan dia pun bergegas untuk segera mandi.
Setelah Senja mndi pintu kamar mandi pun terbuka dan dia melihat Evan sedang duduk di sofa, Evan yang menyadari Senja telah selesai mandi pun dia menghampiri Senja dan menggendong nya untuk duduk di sofa. Senja melihat sudah ada sarapan pagi di kamar nya.
” Kita sarapan di kamar ” tanya senja
” iya, aku menyuruh pelayan untuk mengantarkan sarapan kita di kamar, Supaya kau tidak perlu turun ke bawah ” Jawab Evan
” Ela dan Arnold bagaimana ” tanya Senja lagi
” Mereka akan sarapan di bawah ” Jawab Evan
Senja pun mengangguk mengangguk pertanda dia mengerti apa maksud Evan.
” Kalau begitu biarkan aku mengeringkan rambutku dulu Van ” Ucap Senja
” nanti saja senja, Kau sarapan dulu ” Jawab Evan
__ADS_1
” Nanti aku akan membantumu mengeringkan rambutmu” Tawar Evan
” Tidak perlu, aku bisa sendiri ” tolak Senja
” hheemm baiklah ” Jawab Evan
Senja dan Evan pun sarapan di dalam kamar. Setelah selesai Evan pun berpamitan untuk berangkat ke kantor.
” Aku berangkat, kau di rumah saja ” Ucap Evan
Senja hanya menjawab dengan anggukan. Evan pun keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah.
Dia melihat Arnold dan Ela yang sedang berdebat kecil.
” Kalau begitu tarik kata kata mu yang kemarin ” Ucap Arnold dengan tidak bersahabat
” Aku tidak pernah menarik kata kata ku, jadi jangan bermimpi untuk itu ” Jawab Ela
” Kau... ” Ucap Evan dengan geram
Ela yang melihat Evan sedang berdiri di atas tangga pun berdiri dan membungkuk kan diri.
” Selamat pagi tuan ” Sapa Ela
Evan hanya mengangguk.
” Berdirilah, kau tidak mungkin akan membiarkan tuan Evan menunggu mu bukan ” tanya Ela dengan nada sedikit mengejek
” Ada apa tuan? kenapa tuan tertawa ” Tanya Arnold yang bingung
” Tidak Arnold, hanya aja aku baru tau bahwa ternyata ada seseorang yang barani mendebat mu, dan itu seorang wanita ” Ejek Evan yang sambil berjalan ke arah keluar.
Arnold hanya membuang nafas nya, memang benar apa yang di katakan Evan, ini adalah pertama kali dalam seumur hidupnya ada seseorang yang berani mendebatnya, dan mengatakan dia bodoh. Ela adalah orang pertama yang berani dengan Arnold, berani mengatakan dia bodoh, dan berani menatap mata nya.
Disisi lain kini Ela dan Senja berada di dalam kamar. Senja yang duduk di sofa panjang dengan majalah nya, dan Ela duduk di sofa single dengan smartphone nya.
” Nona 3 Hari lagi nona akan melakukan pemotretan seperti tuan Bagas tugas kan, aku sudah mengatur jadwal nona. 1 Minggu ke depan tidak ada jadwal lain selain pemotretan " Lapor Ela dengan serius
” Latihan baletku ” Tanya Senja tanpa menoleh
” Apa kau serius dengan pertanyaan mu ” Tanya Ela
” Kau akan berlatih dengan kaki mu ini, Bahkan jalan saja kau masih di gendong ” Ejek Ela
Senja pun yang langsung mendapatkan pernyataan seperti itu melotot ke arah Ela.
” What ” Ucap Senja yang sedikit meninggikan suara nya
” beristirahatlah, Jika kau butuh apa apa kau bisa menghubungi ku, aku di bawah ” Ucap Ela yang langsung berdiri
Ela pun keluar meninggalkan Senja Sendirian, Meninggalkan seorang Senja yang sedang memajukan bibir nya, Tapi bagaimana pun Senja tidak ada bisa marah ke Ela. Senja pun langsung membuka lagi Majalahnya, Dia melakukan rutinitas nya seperti biasa ketika dia memiliki waktu senggang. Tanpa di sadari Senja, di luar gerbang ada seseorang yang mengintai Senja lewat teropong nya, dia melihat Senja dengan jelas.
__ADS_1
” Setelah ini giliran mu gadis kecil ” Ucap orang
tersebut
” Tinggalkan Kotak itu di depan gerbang ” perintah orang tersebut
...----------------...
Ketika mobil Evan akan memasuki Mansion, Evan melihat sebuah kotak yang ditinggalkan di depan gerbang nya.
” Arnold apa itu ” Tanya Evan sambil menunjuk ke arah kotak tersebut
” Saya tidak tau tuan, atau mungkin paket ” Jawab Arnold
” turun dan ambilah ” Suruh Evan
" Baik tuan " Jawab Arnold
Arnold pun turun dan mengambil kotak tersebut. kota itu terbungkus rapi dan bentukannya memang seperti paket, ada nama penerima nya di kota tersebut.
” Aina Senja Maheswari ” Baca Arnold
Arnold pun segera masuk, Evan yang keluar dari mobil pun melihat Arnold yang sudah membawa kotak paket itu.
” apa itu ” Tanya Evan
” Sepertinya ini paket untuk nona senja tuan ” Jawab Arnold sambil memberikan kotak tersebut
Evan pun menerima kotak tersebut dan di putar putar untuk dia lihat, setelah itu pun dia masuk dan naik ke atas kamar nya, setelah membuka pintu dan masuk dia melihat Senja yang baru saja keluar dari kamar mandi.
” Kenapa kau berjalan sendiri ” Tanya Evan mendekat
” why? aku hanya terkilir Van, lagian aku berjalan hanya ke kamar mandi dan sudah tidak merasakan sakit sama sekali, jadi jangan membesar besarkan nya” Ucap Senja yang langsung duduk di depan cermin
Evan yang pendapatan pernyataan yang sedikit menohok pun langsung terdiam.
” Hhmm baiklah, ini ada paket untuk mu ” Ucap Evan memberikan kotak paket
” Paket? untukku ? ” Tanya Senja
” iya ” Jawab Evan singkat
Evan pun berjalan ke arah kasur dia membuka dasi dan jas nya. Senja pun yang bingung dan penasaran pun membuka kotak paketnya.
” aku bahkan tidak pernah memberikan alamat rumah ini untuk semua paketku ” Ucap Senja dalam hati
Senja yang sudah membuka lapisan paket nya segera membuka nya.
” AAHHHKK ” Teriak Senja dan menjatuhkan kotak paket nya
__ADS_1
Bersambung..........