He Mine

He Mine
Episode 26


__ADS_3

Senja sudah dua hari di rawat di ruang ICU setelah sadar, kini keadaan nya pun telah membaik. Dia sudah di pindahkan ke kamar inap biasa, Evan meminta kamar VVIP untuk Senja. Kini semua orang telah berkumpul. Deon dan Aurel pun juga ikut berkumpul di sana. Rita dengan telaten menyuapi menantu nya itu.


” mama harap kau segera pulang sayang " Ucap Rita yang menyuapi Senja


” Iya ma ” Ucap Senja tersenyum


” mama berharap kejadian ini juga tidak terulang kembali ” Ucap Rita


Senja hanya tersenyum mendengar ucapan mertua nya.


” Apa pelakunya belum ketemu Van ” Tanya Mahendra


” Belum pa ” Jawab Evan


” Tapi kau sudah melaporkan kasus ini kan ” Tanya Bagas ikut menimpali


” Sudah ayah, tapi memang tidak ada sama sekali di sana jejak yang di tinggalkan pelaku. Bahkan cctv yang di sekitar sana semua mati ” Ucap Mahendra


” Berarti sudah ada yang merencanakan ini semua Van ” Ucap Mahendra


” Van mama harap kau terus bisa menjaga menantu mama, jangan kau buat menangis atau sampai dalam bahaya lagi ” Ucap Rita ke putranya


” Iya ma ” Jawab Evan yang berada di samping senja


” Kalau begitu ayah dan ibu akan pulang dulu ” Pamit Bagas kepada putrinya


” Iya yah ” Jawab Senja


Bagas senang sekali melihat respon baik dari putrinya, Sekarang senja sudah mau memanggil nya ayah lagi setelah sekian lamanya, Walau pun Senja belum memberikan senyumannya untuk Bagas. Bagas mendekat dan mencium puncak kepala Senja. Mayang melihat itu sebenarnya tidak suka, apa lagi Senja saat ini kian membaik keadaannya nya.


” Cepatlah Sembuh ” Ucap Deon untuk Senja


” Iya ” Jawab Senja singkat


Aurel mendekatkan dirinya ke ranjang Senja, dia tersenyum melihat Senja.


” Semoga kau cepat pulih Senja ” Ucap Aurel


” iya ” jawab Senja


Bagas, Mayang , Deon dan Aurel keluar dari ruangan itu. Di sana hanya tinggal keluarga Mahendra dan Ela yang menemani Senja, tapi belum berselang lama mereka pun juga pamit untuk pulang. Kini di sana hanya tinggal Evan,Senja dan Ela, Ela yang membereskan kamar inap di sana melihat kehangatan suami istri itu kembali hanya tersenyum.


” Terimakasih ” Ucap Evan memegang tangan Senja


” Untuk apa ” tanya Senja


” Terimakasih kau telah pulih dengan cepat ” Jawab Evan


” Kau sudah mengatakan kan itu berulang kali Van ” Ucap Senja


” tidak apa-apa, aku bahkan bisa mengucapkannya beribu kali setiap harinya ” Ucap Evan


” Kalau begitu kau harus berterima kasih dengan Bundaku ” Ucap Senja


” Bunda? ” Tanya Evan yang tidak mengerti


” Iya, kau harus berterima kasih dengan nya kalau bukan karena bunda yang menyuruhku kembali, Sudah di pastikan kau tidak akan bertemu denganku lagi hari ini ” Ucap Senja

__ADS_1


Evan yang mendengar ucapan istrinya itu hanya diam, dia sedang berpikir apa yang di maksud dengan senja.


” Kau pasti Bingung kan ” Ucap Senja


” iya, apa maksud dari ucapanmu itu semua sayang ” Tanya Evan yang masih tidak mengerti


” Aku bertemu bunda di sana, Di tempat yang sangat indah ” Jawab Senja menjelaskan


” Bunda sangat cantik sekali Van, Kau tau itu adalah momen dimana yang aku tunggu-tunggu, Aku bisa bertemu dengan orang yang telah melahirkan ku dan juga menyelamatkan nyawaku ” Sambung Senja


Evan yang hanya mendengar penjelasan dari Senja hanya diam, jujur saja dia sudah mulai takut saat Senja mengatakan dia bertemu dengan ibu mertuanya itu, Bukankah berarti waktu itu Senja benar- benar akan pergi.


” Bunda menyuruh ku kembali lagi, karena kata bunda belum saatnya aku pergi, dan jika nanti aku memang benar benar harus pergi, bunda sendiri yang akan menjemput ku ” Ucap Senja


Deg.


Jantung Evan seperti berhenti saat mendengarkan ucapan Senja. Dia tidak menginginkan kepergian Senja, Walau pun dia harus pergi , tapi bukan sekarang, nanti dulu saja saat dia dan senja sudah menua, sudah memiliki cucu banyak, Evan masih belum menerima kalau Senja benar-benar akan meninggalkan nya. Air mata Evan tiba-tiba saja lolos menetes, Senja tertegun saat melihat Evan meneteskan air matanya.


” Kau menangis? ” Tanya Senja


” tidak sayang ” Jawab Evan mengusap air mata nya


” No. kamu menangis Van ” Ucap Senja


” Why? ” tanya Senja


Evan hanya diam dan tersenyum, Dia menggelengkan kepalanya.


” Aku tidak apa apa sayang ” Jawab Evan


Evan menatap Senja, Dia tahu bahwa Senja sedang mengancam nya saat ini.


” Aku hanya takut ” Ucap Evan


” Takut apa? ” Tanya Senja bingung


” Aku takut kalau kau benar-benar pergi sayang ” Ucap Evan


Evan kemudian menundukkan kepalanya, dia membiarkan kan air matanya mengalir jatuh begitu saja. Senja yang melihat getaran dari pundak Evan dia mengubah dirinya yang awal nya tiduran kini duduk.


” Heyy, van ” Panggil Senja


” Aku hanya takut jika kau benar-benar akan menyusul bundamu, Aku tidak bisa membayangkan seperti apa diriku jika itu benar terjadi ” Ucap Evan menangis


” Aku sendiri bahkan belum membuat mu bahagia ” sambung Evan


” Tapi aku masih disini Van ” Ucap Senja


” Iya aku tau, karena itu aku berterima kasih padamu dan aku juga akan berterima kasih kepada Bunda yang telah mengembalikan mu ” Ucap Evan


” Bagaimana pun Bunda sudah memberikan aku kesempatan ” Sambung Evan


” Kesempatan? ” Tanya Senja


” Iya, bunda memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan ku dengan mu ” jawab Evan


Senja hanya tersenyum mendengar gombalan dari Evan. Hubungan yang dingin kini kembali mencair lagi.

__ADS_1


...---------------...


Disisi lain Mayang saat ini masih dalam mobil bersama suaminya Bagas, sepanjang jalan Bagas hanya tersenyum saja, dia bahagia karena Senja sudah mulai memanggil nya ayah lagi. Tapi berbeda dengan Mayang, ketika semua nya bahagia karena Senja telah sadar kembali Mayang justru murung, dia diam sepanjang perjalanan, Dia juga tidak menggubris Bagas yang bahagia.


” Bagaimana lagi caranya menyingkirkan mu Senja, Bagaimana pun kau tidak boleh terus berada di dunia ini, jika tidak kau pasti akan mengancam posisi putraku ” Ucap Mayang dalam hati


Bagas yang sama sekali tidak mendengar suara istrinya itu menoleh ke arah samping, dia melihat istrinya sedang melamun.


” Apa yang kau pikirkan ” Tanya Bagas


” Tidak ada, hanya saja aku lelah ” Jawab Mayang


” Ketika sampai kau istirahatlah ” Ucap Bagas


” Iya ” Jawab Mayang


Di belakang ada mobil yang di tumpangi Deon membuntuti mobil yang di tumpangi Bagas dan Mayang. Di mobil Deon terus saja menggenggam tangan Aurel yang duduk sebelahnya.


” Deon ” Panggil Aurel


” Iya ” saut Deon


” Bagaimana hubunganmu dengan Senja ” Tanya Aurel


” Hubunganku dengan Senja? Apa maksudmu? ” Tanya Deon yang tidak mengerti


” Iya hubungan persaudaraan mu dengan Senja. Apa kalian Akbar atau dekat? ” Tanya Aurel


” Tidak begitu akrab apa lagi dekat ” Jawab Deon


” Why? Aren't you brothers? ” Tanya Aurel


” Iya aku memang bersaudara dengan nya, tapi kita saudara tiri ” Ucap Deon


” dari kecil dia sudah memberi jarak untuk hubungan kita, padahal aku sebenarnya sama sekali tidak membuat jarak dengannya walaupun dia selalu saja ketus denganku " Jawab Deon


” Apa kau menyayangi nya? ” Tanya Aurel


” bisa dikatakan iya, walaupun dia saudara tiriku tetapi tetap saja dia adalah anak dari ayah tiriku dan bukankah itu berarti dia juga saudara ku” Ucap Deon


” lalu apa kau tidak merasakan terancam? ” Tanya Aurel lagi


” Terancam dari apa? ” Tanya Deon


” Deon keluarga mu adalah keluarga yang di kenal semua orang, siapa yang tidak tahu keluarga Maheswari. Memiliki perusahaan yang terkenal dan bahkan kekayaan keluarga Maheswari tidak bisa di hitung lagi. Dan menurutmu apa apakah kau tidak berhak juga tentang kekayaan dari Maheswari ” Jawab Aurel


” Aurel ayo lah jangan muter-muter. Apa yang kau maksud ” tanya Deon


” Bukankah di keluarga Maheswari hanya satu seorang putra dan satu seorang putri. Lalu menurut mu siapakah yang akan menjadi pewaris keluarga Maheswari kelak. Dan seperti yang kau bilang kau adalah hanya anak tiri dan sedangkan Senja adalah putri sah. Lantas apakah kau tidak merasa bawah posisi mu terancam ” Ucap Mayang


Deon yang mendengar ucapan itu hanya diam, dia tidak menjawab pertanyaan itu, Dia hanya diam dan menatap lurusnya jalan. Tidak di pungkiri bahwa Deon pun sebenarnya menginginkan posisi pewaris itu, jika dia mendapatkan kan nya bukankah berarti dia selama ini sudah di anggap benar-benar menjadi seorang putra dari keluarga Maheswari.


Aurel yang melihat diamnya Deon hanya tersenyum tipis.


” Munafik sekali kau Deon ” ucap Aurel dalam hati


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2