
Makan malam sudah tersaji di atas meja, Senja, Ela ,Laura dan Steven pun sudah duduk di tempat masing-masing. Mereka hanya menunggu kehadiran kedua orang tua Steven, Evan dan Arnold. Evan keluar terlebih dahulu dari kamarnya, dia berjalan ke arah ruang makan dan duduk di sebelah kursi milik istrinya.
” hai sayang ” sapa Evan mencium kening Senja
” bagaimana kamar kita, apa belum jadi? ” tanya Senja
” Belum sayang, tapi aku sudah menginformasikan mereka untuk cepat-cepat menyelesaikan nya ” jawab Evan
Senja hanya mengangguk mengerti, Evan menoleh ke arah Laura dan Steven.
” kau sudah dari tadi lau? ” tanya Evan
” iya ” jawab Laura
Laura bingung sebenarnya untuk memanggil Evan apa. Steven menoleh ke arah kekasihnya itu dan tersenyum, Steven mengetahui apa yang saat ini Laura pikirkan.
” Panggil dia kakak ipar ” ucap Steven berbisik
” kakak ipar? ” tanya Luara berbisik juga
” iya ” jawab Steven
” apa tidak berlebihan? ” tanya Laura
” tidak sayang ” jawab Steven
Arnold dan kedua orang Steven pun juga datang, mereka segera bergabung di meja makan.
” maaf menunggu lama ” ucap Rita
Arnold segera mengambil kursi di dekat Ela, Ela yang merasa tidak nyaman itu berusaha untuk bersikap normal. Makan malam pun di mulai, satu persatu dari mereka mengambil nasi dan hidangan lainnya yang tersaji, Tidak ada suara di sana hanya dentangan sendok dan garpu yang mengiringi makan malam.
Setelah makan malam selesai, mereka menyambung lagi obrolan yang tertunda tadi, Laura yang berada di samping ruangan tengah itu sedang menghubungi mama nya untuk memberikan kabar kalau dia mungkin akan pulang terlambat, namun sudah berulang kali Laura menghubungi mama nya tidak ada satu pun panggilannya yang tersambung.
” kemana mama, tidak seperti biasanya mama tidak mengangkat teleponku ” ucap Laura sendiri
Senja menghampiri sahabat nya itu yang terlihat sedang gusar.
” Lau ” panggil Senja
Laura segera menoleh ke arah Senja yang memanggil nya.
” kau sedang apa? ” tanya Senja
” sedang menghubungi mamaku ” jawab Laura
” lalu?, kenapa kau seperti sedang gusar sekali ” tanya Senja
” tidak ada jawaban sama sekali dari mama, tidak seperti biasanya mama seperti ini ” ucap Laura
” mungkin mama mu sudah tidur Lau, coba kau hubungi papa mu ” ucap Senja
Laura hanya menundukkan kepalanya saat mendengar ucapan dari Senja, sedangkan Senja sendiri tidak tau bagaimana keadaan keluarga dari Laura.
__ADS_1
” mama dan papa ku pisah Senja ” ucap lirih Laura
Senja yang mendengar ucapan dari sahabat nya itu kaget, dia mendekatkan dirinya ke Laura, dia mengangkat dagu Laura agar dia menatap Senja.
” Lau, apa maksudmu? ” tanya Senja
” mama dan papa ku akan segera berpisah ” ucap Laura dengan mata berkaca-kaca
” kenapa? apa alasannya? ” tanya Senja lagi
” papa ku berselingkuh Senja, dia berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari mamaku ” ucap Laura menangis
Senja segera memeluk sahabatnya itu, dia berusaha menenangkan Laura yang sedang menangis, Senja merasa sangat bersalah kerana tidak tau bagaimana keadaan sahabatnya itu.
” kenapa kau tidak bercerita padaku? ” tanya Senja
” aku malu Senja ” jawab Laura
” kenapa kau malu, Aku sahabat mu Lau ” ucap Senja
Laura melepaskan pelukannya dari Senja, dia mengusap air matanya dan menatap Senja.
” aku malu pernah membanggakan dia Senja, Aku malu bahwa ternyata papaku tidak seperti apa yang selama ini aku ceritakan pada kalian ” ucap Laura
” Dia ternyata lebih buruk dari binatang ” sambung Laura
” kapan itu semua terjadi? ” tanya Senja
” perselingkuhan mereka sudah dua tahun, tetapi aku baru saja mengetahui kebenaran nya baru kemarin ” jawab Laura
Senja kembali memeluk sahabatnya itu, Senja sangat memahami apa yang Laura saat ini rasakan, dia benar-benar tidak habis pikir, bagaimana lelaki yang selama ini Laura bangga-banggakan ternyata bisa melukai keluarnya dengan separah ini.
” Kau harus yang kuat ya Lau, Bagaimana pun masih ada adik dan mamamu yang harus kau jaga saat ini, dan aku mohon jangan kau pendam sendirian ya masalah ini, kau harus menceritakan apa pun keadaanmu padaku, agar hatimu tidak terluka parah ” ucap Senja
Steven yang menyusul kekasihnya itu melihat Laura sedang menangis di pelukan Kakak iparnya itu, Steven menghentikan langkah nya dan melihat dari mereka berdua dari kejauhan, Steven merasa saat ini Senja pasti sudah tau apa yang di terjadi kepada sahabatnya itu.
Steven membalikkan badannya untuk meninggalkan mereka berdua, tetapi saat berbalik tubuhnya menabrak Ela yang.
” eehhh ” ucap Steven yang menangkap tubu Ela
” kau tidak apa-apa? ” tanya Steven
” hhmm tidak apa ” jawab Ela
Ela kembali berjalan menuju ke arah Senja dan Laura, sedangkan Steven kembali masuk dan mengurungkan niatnya untuk menemui Laura.
...----------------...
Deon yang baru saja masuk kedalam mansion melihat ibu dan ayahnya sedang duduk berdua di ruang keluar, Deon mendekatkan dirinya ke arah ibunya untuk menyapa dan mencium ibunya.
” kau baru pulang? ” tanya Mayang
” hhmm iya Bu ” jawab Deon
__ADS_1
” apa Aurel langsung pulang? Apa dia tidak menginap disini? ” tanya Mayang lagi
” tidak bu, Aurel langsung pulang ke apartemen nya, saudara nya baru saja datang dari Singapore untuk berkunjung kesini ” jawab Deon
” ohh iya, hhmm ibu ingin sekali bertemu dengan keluarga Aurel, bagaimana pun kan kita belum pernah bertemu dengan keluarga nya ” ucap Mayang
” Mungkin nanti ma, aku juga tidak mungkin menemui kedua orang tuanya dengan status ku yang masih begini-begini saja ” ucap Deon menyindir ayahnya
Bagas yang mendengar ucapan dari anaknya itu segera menoleh ke arah Deon putranya.
” memang kenapa dengan status mu? ” tanya Bagas
Deon menoleh ke arah ayahnya dan kembali menoleh ke arah ibunya.
” iya tidak mungkin kan Bu aku menemui calon mertua di saat posisi ku disini masih bukan siapa-siapa ” ucap Deon kepada Mayang
” hhhmm kau benar, kau tenang saja jika kau masih memiliki niatan untuk membuka usaha mu di luar negeri kembali, ibu akan mendukung nya dan ibu juga akan ikut denganmu dan tinggal di sana ” uca Mayang
” tapi sekarang kau cepatlah naik dan masuk ke dalam kamarmu, cepatlah istirahat ” sambung Mayang
Deon segera naik ke dalam kamarnya tanpa menoleh atau menyapa ayahnya, sedangkan Bagas di sana sudah menatap istrinya itu.
” apa maksudmu Mayang? ” tanya Bagas
” yang mana? ” tanya Mayang balik tanpa menoleh ke arah Bagas
” yang baru saja jau katakan ” jawab Bagas
” kenapa? Apa ada yang salah? ” tanya Mayang
” bukankah aku sudah menjelaskan semua padamu Mayang, meskipun nama Deon tidak aku cantumkan dalam calon pewaris, tapi aku akan menyisihkan tiga puluh lima persen kekayaan ku untuk Deon ” ucap Bagas
Mayang segera menutup majalah nya dan menoleh ke arah Bagas.
” bukan kah kau sendiri yang sudah berjanji kepadaku untuk menyantumkan nama Deon kedalam buku Calon pewaris, Lalu sekarang kenapa kau hanya menyisihkan tiga puluh lima persen dari hartamu? ” ucap Mayang
” Mayang, Bagaimana pun Senja adalah putriku, dia yang lebih pantas untuk menerima harta warisan keluar Maheswari
” Cukup Bagas!! Kau selalu mengatakan Senja adalah putrimu. Apa kau tidak tau bagaimana sakitnya saat aku mendengar itu? Lalu disini apa kau anggap Deon adalah orang luar? ” tanya Mayang
” bukan seperti itu May__ ” ucapan Bagas terpotong
” kalau begitu berhentilah mengingatkan ku tentang Senja itu adalah putrimu, Aku tau dia adalah putrimu, tetapi disini Deon juga putramu, anak mu, darah dagingmu ” ucap Mayang
Mayang meletakkan majalah yang di pegang ke atas meja, Dia berdiri dari duduknya, dia menatap kembali wajah suaminya itu.
” aku sudah pernah mengatakan padamu bukan, Jika kau tidak menentukan nya sekarang, maka Aku dan Deon yang akan pergi ” ucap Mayang
” kau akan meninggalkan ku sendiri? ” tanya Bagas
” aku tidak meninggalkan mu sendiri, tapi kau sendiri yang memaksa ku untuk pergi. Ingat Bagas, aku sudah terlalu lama mengerti keadaanmu, mengerti semua tentang dirimu, tapi apakah ada sedikit saja di hatimu bertanya bagaimana keadaan ku saat itu? bahkan sampaikan sekarang ” ucap Mayang
” sudahlah jangan terlalu banyak debat disini, Deon sedang berada di kamarnya, aku tidak mau dia tau kebenarannya, bahwa di sebenarnya seorang putra dari keluarga Maheswari ” Sambung Mayang
__ADS_1
Bersambung....