
Sesampainya mereka di bioskop, Senja turun di bantu dengan Evan, dan di susul ketika orang yang ikut bersama mereka. Mereka semua masuk kedalam ruangan dan duduk di bangku tengah, di ruangan itu hanya ada merek berlima, bioskop pun sudah sepi dan gelap.
Senja memilih film yang bergenre Romantis. Senja duduk di samping Evan sang bersandar di pundak Evan. Setengah film berjalan Senja tertidur pulas di pundak Evan, sedangkan mereka berempat justru yang menonton film itu hingga selesai.
Saat film itu sudah selesai Evan menyadari bahwa Senja sudah tertidur pulas di pundaknya. Dia menatap wajah istrinya itu sangat dalam. Evan merasa aneh pada Senja hari ini, tidak seperti biasanya Senja bersikap seperti ini.
Steven dan yang lain melihat Senja yang tertidur itu hanya menggelengkan kepalanya.
” Dia jauh-jauh kesini hanya untuk tidur ” ucap Steven
Steven segera mendapatkan pukulan dari Arnold yang berada di sampingnya, dia juga mendapatkan tatapan maut dari Evan.
” pelan kan suaramu ” ucap Ela
Evan dengan hati-hati segera menggendong istrinya untuk keluar dari gedung bioskop itu. Evan masukkan Senja ke dalan mobil, dia menyuruh Arnold untuk mengemudikan mobilnya agar Evan bisa mendekap tubuh Senja yang tertidur.
Arnol segera melajukan mobilnya ke arah Mension dan di ikuti mobil Steven yang di tumpangi dia dan Ela. Sesampainya mereka dia mansion, Evan segera menggendong Senja masuk dan menuju kamarnya, dia membaringkan istrinya dan menyelimuti tubuh Senja.
Waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi, mereka semua akhirnya menyusul senja dan tidur di kamar masing-masing.
...----------------...
Di pagi hari Senja terbangun dari tidurnya, dia merasakan mual dan segera berlari ke arah kamar mandi dan memuntahkan muntahan nya, Senja beberapakali muntah dalam kamar mandi.
” EVAN ” teriak Senja dalam kamar mandi
Evan yang mendengar teriakkan dari Senja itu segera membuka matanya, dia melihat Senja sudah tidak ada di sampingnya.
” sayang ” panggil Evan
” Van ” teriak Senja yang mulai lemas
Evan segera bangun dan berlari ke arah kamar mandi, dia melihat Senja yang sudah duduk lemas di bawah closed.
” sayang kamu kenapa? ” tanya Evan
Evan segera menghampiri Senja dan membantu nya untuk berdiri, Namun tubuh Senja benar-benar lemas saat itu dan tidak kuat berdiri. Evan dengan sigap mengangkat tubuh istrinya itu dan keluar dari kamar mndi.
Evan membaringkan tubuh Senja dan menyingkapkan rambut Senja yang terurai. Dia melihat wajah Senja yang sudah penuh dengan keringat.
” apa yang kau rasakan saat ini sayang? ” tanya Evan
” tubuhku sangat lemas sayang ” jawab Senja lemas
” aku panggilkan dokter ya sayang ” ucap Evan
Senja tidak menolak atau pun membantah, tubuhnya saat ini benar-benar membutuhkan dokter untu memeriksa nya.
Evan segera mengambil ponsel nya dan menghubungi dokter, dia segera menyuruh dokter untuk segera datang ke mansion nya.
Setelah cukup lama Evan menunggu dokternya, Arnold dan Ela masuk tanpa mengetuk pintunya dan membawa dokter segera masuk ke dalam kamarnya.
” tuan ” panggil Arnold saat membuka kamar Evan
” Dokter sudah tiba ” ucap Arnold
Dokter pun segera masuk dan memeriksa keadaan Senja, Dokter itu hanya tersenyum saat selesai memeriksa keadaan Senja.
__ADS_1
” bagaimana keadaan istri saya dok, apa harus rawat inap? Atau atau bagaimana? ” tanya Evan Khawatir
” tuan Evan tidak perlu khawatir, ini sudah biasa di alami wanita-wanita yang sudah menikah ” jawab Dokter yang membuat semuanya penasaran
” Apa nona Senja hamil dok? ” tanya Ela yang langsung mendapatkan tatapan dari semua orang
Dokter itu tersenyum saat mendengar pertanyaan dari Ela.
” dok? ” panggil Evan penasaran
” benar tuan Evan, nona senja saat ini sedang mengandung ” jawab Dokter tersebut
Evan dan semua orang di sana kaget saat mendengar jawab dari Dokter. Evan segera menoleh ke arah Senja yang juga kaget.
” jadi sebentar lagi aku akan menjadi ayah? ” tanya Evan
” iya tuan Evan, saya ucapkan selamat atas kehamilan dari istri anda ” ucap Dokter tersebut
Evan segera menghampiri Senja dan duduk di sebelah ranjang istrinya.
” Sayang ” panggil Evan
mata Evan sudah berkaca-kaca saat melihat Senja, Senja pun sudah menangis saat mendengar kabar baik di paginya.
Arnold dan Ela segera membantu Dokter untuk keluar dan memberikan ruang untuk sepasang suami istri itu.
” terimakasih sayang ” ucap Evan menangis
” terimakasih untuk kado terindah nya ” sambung Evan
Di bawah saat Ela dan Arnold sedang mengantar dokter ke depan, mereka berpapasan dengan Steven yang baru bangun tidur. Steven melihat dokter itu segera menyapa nya, dan setelah menyapa Steven dokter tersebut pamit untuk pergi.
” Senja sakit lagi? ” tanya Steven yang tidak tau
Bukan nya menjawab pertanyaan Steven Arnold dan Ela hanya tersenyum.
” woyy aku bertanya, malah kalian tersenyum ” ucap Steven
” nanti kau akan tau sendiri jawabannya ” ucap Arnold
Steven yang semakin bingung hanya memasang wajah penasaran nya. ketika mereka bertiga berkumpul, Senja dan Evan turun.
Evan membantu Senja untuk menuruni anak tangga yang banyak itu dengan sangat hati-hati. Setelah sampai di anak tangga terkahir, Ketiga orang itu menghampiri mereka berdua.
” kak ” panggil Steven
Evan tidak menjawab penggilan dari Steven, dan terus menuntun istrinya untuk duduk di sofa.
” Ela, kumpulan semua pelayan yang ada di mansion ini ” ucap Evan
” baik tuan ” jawab Ela
Ela segera pergi untuk memanggil semua para pelayan dan meminta mereka semua berkumpul dia ruang tengah. Steven pun ikut duduk di sana bersama Arnold menunggu para pelayan berkumpul. Steven tidak banyak bertanya apa-apa lagi, tapi dia sangat penasaran dengan wajah Senja dan Evan yang sepertinya habis menangis.
Para pelayan semua sudah berkumpul termasuk dengan tukang kebun bahkan sampai para penjaga mansion.
” Dengarkan aku semua ” ucap Evan kepada semua orang di sana
__ADS_1
” aku mengumpulkan kan kalian semua di sini untuk memberitahukan kabar yang membahagiakan ” ucap Evan
” Aku ingin kalian semua membantu ku untuk menjaga istriku, karena saat ini Senja bukan hanya menjadi nona, tetapi juga akan menjadi nyoya ” sambung Senja
Steven dan para pelayan di sana tidak mengerti apa yang di ucapkan Evan.
” kak jangan berbelit-belit, ucapkan dengan jelas ” pinta Steven yang tidak faham
” Steve aku juga meminta mu sekarang untuk membantu ku menjaga kakak ipar mu, karena sebentar lagi kau akan menjadi uncle ” ucap Evan
” ohh.... Hahh?? ” ucap Steven kaget
” maksudmu kakak ipar hamil ” tanya Steven
” hhmm iyaa ” jawab Evan
Steven segera berdiri dari duduknya dan menampar Arnold.
plakk...
” aaww ” ucap Arnold kesakitan
” apa-apaan kau ini ” ucap Arnold tak terima
” sakit kak? ” tanya Steven
” sakit lah ” jawab Arnold
” berarti aku tidak mimpi kak ” ucap Steven bahagia
Steven segera berjoget-joget dan mengajak tukang kebun di sana berjoget-joget, Arnold yang melihat tingkah adiknya itu hanya menggelengkan kepalanya, Ela yang melihat Steven itu tersenyum. Semua orang di mansion itu turut bahagia saat mendengar kabar bahagia dari majikannya.
”yeeeee aku sebentar lagi akan menjadi uncle yeeee ” sorak Steven
” jadi aku mohon semua untuk turut mengawasi setiap gerak-gerik istriku, jangan sampai membiarkan dia kelelahan atau mengerjakan pekerjaan nya sendirian. Layani dia dengan sangat baik ” ucap Evan
” baik tuan ” Jawab Semua orang yang berada di mansion
” Arnold berikan semua para pekerja bonus hari ini , berikan mereka sepuluh juta untuk satu orang ” ucap Evan memberikan perintah
” Baik tuan ” jawab Arnold
” bubar lah semua, nanti aku akan memberikan bonus dari tuan ” ucap Arnold
Semua para pelayan di sana sangat bahagia saat mendengar kata bonus dari majikannya, mereka semua bubar dan kembali mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
” kak kau sudah mengabari mama? ” tanya Steven
” belum, nanti saja. jangan sampai bocor dulu berita ini, fahammm!!! ” ucap Evan
” siap kak ” jawab Steven
” dan kau Arnold segera kau atur perbaikan kamar tamu untuk ku dan Senja setelah ini. Lantai dua terlalu beresiko untuk Senja yang sedang hamil ” ucap Evan
” Baik tuan ” jawab Arnold
Bersambung......
__ADS_1