
Evan kini sudah di depan kamar Senja, Ketika dia hendak membuka pintu, pintu itu sudah terbuka dulu, dia melihat Ela yang keluar dari kamar itu.
” Dimana Senja ” Tanya Evan
” Apa yang terjadi tuan ” Ela bertanya balik
” Aku bertanya dimana Senja Ela ” Evan bertanya lagi
” Nona ada di dalam, biarkan dia istirahat tuan ” Jawab Ela
” Aku ingin berbicara dengannya ” Ucap Evan
Evan yang akan masuk ke dalam kamar di cegah oleh Ela.
” Maaf tuan jika saya melakukan lancang terhadap tuan, tapi apa pun yang menyangkut nona Senja berarti juga menyangkut saya ” Ucap Ela
” El, aku tidak ingin berdebat denganmu jadi sebaiknya kau minggir ” Ucap Evan
Evan pun tidak memperdulikan Ela yang menghalanginya, Dia segera membuka pintu, tapi sebelum Evan membuka pintu nya ucapan Ela menghentikan nya.
” Nona Senja pernah hampir mengakhiri hidupnya ” Ucap Ela
Evan berhenti dan menoleh ke arah Ela.
” mengakhiri hidupnya? ” Tanya Evan
” iya, Karena trauma trauma yang di alami oleh nona ” Jawab Ela
” Tuan. Tolong jauhi nona Senja ” Ucap Ela
Evan kaget dengan ucapan Ela barusan.
” Apa maksudmu Ela, Siapa kau hingga berhak menyuruhku menjauhi istriku sendiri ” Ucap Evan tak terima
” Lalu jika nona adalah istri anda, Apakah pantas seorang suami meremehkan trauma istrinya ” tanya Ela
” Aku tidak meremehkan trauma Senja El, aku han__”
” Hanya berusaha membuat nona sadar? ” potong Ela.
” Seseorang anak yang berumur 8 tahun kehilangan ibundanya di depan matanya, melihat seseorang membunuh ibundanya. Dan keadilan belum dia dapat selama ini. Lantas kesadaran seperti apa yang anda minta tuan Evan Mahendra ” Ucap Ela dengan lantang
” Lalu ada seseorang yang tidak mengenal dia, tidak mengetahui apa apa tentang dia dengan mudah nya mengatakan bahwa bukan hanya dia saja yang terluka di dunia ini? ” Sabung Ela
Evan hanya diam mendengarkan asisten istrinya yang terus membuka suaranya.
” Saya sangat senang tuan, ketika ada seseorang yang begitu perduli terhadap nona. Suami yang berusaha melindungi dan mencintai nona. Tapi anda hanya orang yang baru saja datang ke kehidupan nona dan tidak sepantasnya anda mengucapkan itu semua ” ucap Ela
__ADS_1
” Jadi tanpa mengurangi rasa hormat saya, saya mohon biarkan nona Senja saat ini istirahat dan menenangkan dirinya ” Sambung Ela
Evan mengakui semua ucapan Ela benar, Dia tidak membalas semua perkataan perkataan Ela.
Arnold yang baru saja naik dan melihat Ela bersikap tidak sopan terhadap Evan bergegas menghentikan nya.
” Ela ” Panggil Arnold dari tangga
Arnold pun mendekat dan berdiri di hadapan Ela.
” jaga bicaramu, kau sedang berbica__ ”
” Aku tahu aku sedang berbicara dengan siapa Arnold ” Ela memotong perkataan Arnold
” Tuan Evan Mahendra, menantu dari keluarga Maheswari dan suami dari Nona ku ” Sambung Ela
” Kau tidak perlu mengatakan semuanya Arnold aku sudah tahu, Jika kau berpihak kepada majikanmu, Sikap ku yang seperti juga menandakan bahwa aku juga sedang berpihak kepada majikanku. Jadi apa pun yang di sampaikan kepada majikan ku, aku pun juga harus menyampaikan nya ” Ucap Ela yang melawan Arnold
Arnold yang mendapatkan serangan kata kata dari Ela juga hanya diam. Evan pun menghembuskan nafasnya.
” Malam ini aku akan tidur di kamar tamu, jaga Senja ” Ucap Evan kepada Ela
Evan pun pergi dan menuju kamar tamu. Arnold dan Ela yang masih berdiri di sana sama sama membungkam mulut mereka. Arnold yang merasa canggung pun membuka suaranya.
” Kau mau kopi ” Tanya Arnold
” Seperti biasa, Gula 1 sendok aku butuh kafein sekarang ” Ucap Ela yang pergi mengarah ke balkon
Arnold tersenyum kecil dan langsung pergi turun menuju ke dapur untuk membuat dua kopi untuk mereka.
Setelah selesai membuat kopi Arnold kembali untuk naik dan menuju ke balkon menghampiri Ela.
” Ini ” Ucap Arnold menyodorkan secangkir kopi untuk Ela
Ela menerima nya dan Arnold langsung dudu di samping Ela.
” Aku baru tau kau ternyata memiliki keberanian yang cukup ” Ucap Arnold
” apa maksudmu ” Tanya Ela
” Berdebat dengan seorang Evan Mahendra ” ucap Arnold
” Aku tidak mendebatnya ” ucap Ela
” Tapi kita juga harus tahu batasan Ela, bagaimana pun Tuan Evan adalah majikan kita ” Ucap Arnold menasehati Ela
” kita tidak bisa mengikut campuri uran rumah tangga mereka ” Sambung Arnold
__ADS_1
” Arnold, apa kau akan diam saja jika tuan mu di sakiti ” Tanya Ela
” Pasti, bagaimana pun tuan Evan adalah saudara angkat ku, keluarga tuan sudah menampung dan membesarkan ku, bahkan memberikan nama mereka untukku ” Jawab Arnold
” Jawaban nya sudah kau jawab. Keluarga ku sudah mengabdi puluhan tahun di keluarga Maheswari, jadi apa yang aku lakukan itu adalah untuk melindungi majikan ku ” Ucap Ela
Malam ini pesta ulang tahun tuan bagas telah selesai, walaupun Senja maupun Evan tidak mengikuti pesta hingga selesai. Kini suami istri itu tidur terpisah, dengan suasana hati yang yang tidak baik-baik saja.
...----------------...
Pagi telah tiba kini semua orang sudah siap untuk sarapan, tapi Senja dan Ela belum juga memunculkan diri. Evan dan Arnold juga sudah siap untuk pergi ke kantor ya.
tidak berselang lama Senja dan Ela pun turun dan duduk di kursi mereka untuk menyantap sarapan mereka. Senja yang masih diam dan bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arah Evan yang sedang memandangi nya.
” Senja suami mu sudah menunggu mu, apakah pantas jika kau datang terlambat ” Ucap Mayang
” Jika tidak ingin menunggu kalian bisa melangsungkan sarapan masing masing ” Jawab Senja
” kami tidak mengajarimu seperti ini Senja ” Ucap Mayang
” bahkan kau tidak turun tadi malam ketika mertua berpamitan pulang. Apakah seperti itu ajaran keluarga dari Maheswari ” Sambung Mayang
Prangg...Senja melepaskan sendok dari tangan nya, Dia berdiri dan meninggalkan meja makan.
Bagas pun yang melihat sikap putrinya hanya diam tidak bersuara.
Evan yang melihat kepergian istrinya pun segera menyusul nya. Dia memberhentikan sarapannya dan langsung pergi.
” ayah ibu saya pamit untuk ke kantor, kita akan langsung pulang ” Ucap Evan Berpamitan
Evan dan Arnold pun segera menyusul Senja dan Ela. Evan menghentikan langkah Senja yang akan menaiki mobilnya
” Senja tunggu ” Panggil Evan
Senja pun berhenti dan menoleh ke arah Evan.
” kita akan satu mobil ” Ucap Evan
” tidak perlu, aku akan langsung pergi ke tempat latihan ” Jawab senja yang langsung masuk mobil
Ela pun membungkuk dan menyusul Senja masuk ke dalam mobil. Mobil Senja pun keluar dari mansion. Evan yang masih mendapatkan sikap dingin Senja hanya membuang nafasnya.
” tuan kita__”
” langsung ke kantor ” Evan memotong ucapan Arnold
Evan dan Arnold pun segera masuk kedalam mobil dan juga keluar dari mansion. Keadaan nya masih sama seperti tadi malam, Senja masih dingin dan enggan berbicara.
__ADS_1
Bersambung........