
Senja keluar dari restoran itu dengan keadaan menangis. Dia berlari dan segera memasuki mobilnya. Setelah di dalam mobil dia berusaha mengehentikan tangisannya, dia mencoba untuk menenangkan dirinya, Ela yang mengejar Senja pun segera masuk ke dalam mobil setelah melihat Senja memasuki mobil.
” Nona ” Panggil Ela yang membuka pintunya
” Kita pulang ” Ucap Senja yang berusaha menahan air matanya
Sedangkan di dalam sana Evan, Steven dan Aurel masih berdiri.
” Ada apa dengan mu kak ” Tanya Steven
” Apa kau sudah tidak mempunyai akal, kenapa kau mengatakan seperti itu di hadapan Senja ” Ucap Steven lagi
” Senja? Apa kau sudah lupa posisinya di keluarga Mahendra Stev ? Tanya Evan
” aku tau kak, dia adalah kakak ipar ku. Tapi apa kau lupa dengan caraku yang mendekat diri pada orang? ” jawab Steven
” Aku disini karena mama, mama menyuruh ku untuk datang kesini dan bertemu dengan Senja. Karena hubungan kalian sedang tidak baik baik saja kan? Mama menyuruh ku untuk mendamaikan kalian lagi, dengan cara aku mengatakan bahwa kau sudah sangat mencintainya. Tapi kau tiba - tiba datang dan memperkeruh keadaan ” Ucap Steven
” Dan kau ” Steven menunjuk ke arah Aurel
” Kau yang mengatakan kepada kak Steven aku disini bukan? Kau yang ada di balik ini semua? ” tanya Steven kepada Aurel
” Stev, aku hanya datang kesini untuk makan siang, aku tidak tau kalau kau dan Senja ada disini. Lagi pula jika kau memiliki rencana seperti itu, bukankah seharusnya mau mengatakan dulu kepada Evan, bagaimana pun ini adalah permasalahan rumah tangganya nya ” Ucap Aurel yang berusaha membuat suasananya memanas
Evan yang mendengar ucapan Aurel pun setuju, dia mengakui apa yang di katakan Aurel adalah benar.
” Apa kau sudah mendengarkannya, Apa kau sudah sadar ” Tanya Evan untuk Steven
Steven pun hanya tertawa mendengar Evan yang membela mantan kekasih nya tersebut.
” Kenapa kak? kenapa kau membela dia? Apa kau masih mencintainya? ” Tanya Steven
” Apa kau sudah gila ” Ucap Evan yang membatah pertanyaan Steven
” Jika benar maka lepaskan Senja kak, biarkan orang lain membahagiakannya ” Ucap Steven
Evan yang mendengar ucapan Steven kaget, Bagaimana bisa melepaskan kan Senja, sedangkan dia sendiri jatuh cinta kepadanya.
” Siapa yang kau maksud stev ” Pancing Aurel
” Siapapun itu, bahkan bisa juga termasuk aku ” Jawab Steven yang langsung meninggal kan mereka berdua
Evan mengepalkan tangannya saat mendengar pernyataan Steven. Dia menahan amarahnya. Evan pun segera pergi dari sana dan meninggalkan Aurel sendiri, dia memasuki mobilnya dan mengemudikan mobilnya ke arah mansion nya, Dia mengejar Senja untuk meminta maaf kepadanya. Kemarahan yang dia rasakan sudah membuat dia semakin menyakiti Senja.
Di sisi lain Senja yang sampai di mansion segera turun dari mobilnya, dia di sambut para pelayan. Senja segera menuju kamarnya, tapi bukan kamarnya yang bersama dengan Evan, melainkan kamar yang di minta tadi pagi kepada Ela.
__ADS_1
” Istirahat lah, aku lelah ” Ucap nya kepada Ela yang terus mengikuti nya
” Baik nona ” Ucap Ela yang menghentikan langkahnya
Ela berbalik badan dan menghampiri para pelayan.
” Kalian sudah memindahkan semua barang barang nona kan? ” Tanya Ela kepada pelayan
” Sudah nona ” Jawab salah satu pelayan
” Bagus, bubar lah ” Perintah Ela
Semua para pelayan membubarkan diri, Ela segera masuk kedalam kamarnya. tidak berselang lama, mobil Evan terparkir di halam mansion. Dia segera masuk dan naik ke atas kamarnya, Tapi saa di membuka pintu kamarnya, dia tidak melihat keberadaan istrinya, dia segera masuk dan mencarinya di kamar mandi.
Tok...Tok...tok...
” Senja kau di dalam ” Panggil Evan dari luar kamar mndi.
sudah beberapa kali Evan memanggil tidak ada sautan dari dalam, Evan pun membuka dan memang ternyata kosong di kamar mandi tersebut.
” Dimana dia, mobilnya sudah terparkir di depan ” Tanya Evan sendiri
Evan keluar kamar dan turun, mengetuk kamarnya Ela untuk bertanya di mana keberadaan sang istrinya.
Tok..tok..tok..
” El, dimana senja ” Tanya Evan
” Untuk apa tuan bertanya, untuk menyakiti nya lagi ” Sindir Ela
” El ada yang harus katakan padanya ” Ucap Evan
” Apa perkataan seperti tadi belum cukup tuan ” Tanya Ela
Evan membuang nafasnya, Dia tidak bisa berkata kata lagi, Namum Senja saat itu keluar dari kamar tamu yang berada di sebelah kamar Ela. Evan menoleh dan melihat Senja yang keluar dari kamar tamu tersebut.
” Senja ” panggil Evan
” Kau masuklah, Ada yang harus aku bicarakan dengan dia ” Suruh Senja kepada Ela
Ela pun mengangguk dan membukukan badannya dia segera masuk ke dalam kamarnya.
” Kita bicara di taman belakang ” Ucap Senja yang langsung meninggalkan Evan
Evan segera menyusul Senja yang berjalan ke arah taman belakang. Senja duduk dan Di ikuti oleh Evan.
__ADS_1
” katakan ” Ucap Senja
” Untuk yang tadi, aku meminta maaf Senja ” Ucap Senja
” Dan untuk yang kemarin ” Tanya Senja kembali
” Aku juga akan meminta maaf ” Ucap Evan
Senja yang mendengar ucapan Evan hanya tersenyum, dia melihat Evan yang sedang duduk di hadapannya.
” Kau tau makna dari kata maaf? ” Tanya Senja
” Banyak sekali orang menggunakan kata maaf setelah mereka berbuat kesalahan, Tapi tanpa mereka tau makna dari kata maaf ” Sambung senja
” permintaan maaf tanpa perubahan itu adalah manipulasi, kamu bisa bilang maaf berkali-kali, tapi kalau kamu tidak membuat perubahan apa pun itu tidak akan ada artinya. Seperti contohnya kamu meminta maaf kepada gelas yang pecah, apakah itu akan membuat gelas menjadi utuh kembali? ” Sambung Senja
Evan hanya diam tanpa menyela pembicaraan Senja, Dia hanya diam dan mendengar semua kata satu perkata dari Senja. Dia hanya melihat bahwa Senja saat ini benar benar terluka dan kecewa dengan dia.
” Apa kau pikir hidup tanpa didikan seorang ibu adalah lelucon bagimu ” Tanya Senja yang menatap Evan
” tidak senja, Aku___”
” Aku sudah dari umur 8 tahun hidup sendiri Van, Tanpa adanya bimbingan dari siapa pun. Kau tau apa yang pertama kali aku rasakan ketika ayah ku menikah lagi ” Ucapan Evan terpotong
” Tidak ” Jawab Evan
” Seorang istri yang melahirkan kan anaknya, seorang istri yang melindungi anaknya dari pembunuhan bisa secepat itu terlupakan, Bagaimana dengan ku Van, yang bahkan saja aku tidak tau untuk apa aku di lahir kan di dunia ini ” Ucap Senja
” Evan, Mari kita kembali seperti awal dimana kita baru saling bertemu, Mari menjalani pernikahan kita dengan kesepakatan yang sudah kita katakan di awal ” Sambung Senja
Evan hanya diam saat mendengarkan ucapan Senja. Dia meremas tangan nya untuk menahan rasa sakit di hatinya.
” Kita tidak akan berhasil dengan hubungan ini ” Ucap Senja
Evan masih diam dan berusaha mengontrol dirinya. Dia menarik nafas nya dalam dalam dan membuang nya, setelah perasaan nya sudah mulai terkontrol Evan membuka suaranya.
” Baiklah, Jika itu keinginan mu ” Ucap Evan
Senja yang awalnya melihat ke arah bawah kini melihat wajah Evan, dia melihat Evan yang begitu tenang.
” sepertinya kita sudah selesai berbicara bukan, aku masih ada urusan lain ” Ucap Evan yang langsung berdiri
Senja hanya menjawab dengan anggukan, Evan pergi meninggalkan Senja sendiri. Senja hanya tersenyum melihat kepergian Evan.
” Kau tidak bisa membohongi hatimu Van, bahwa ternyata kau masih mencintai Aurel ” Ucap Senja sendiri
__ADS_1
Bersambung......