He Mine

He Mine
Episode 39


__ADS_3

Steven telah sampai di depan halaman mansion milik kakak nya itu, dia segera turun dan berputar ke pintu samping, dia membuka dan mengangkat tubuh Laura untuk masuk ke dalam mansion.


Arnold yang mendengar mobil Steven sudah terparkir di depan segera keluar untuk melihat adik nya itu. Betapa kaget nya Arnold saat melihat Steven yang mendekat dengan menggendong seorang wanita.


” stev apa yang kau lakukan, siapa dia? ” tanya Arnold


” kak jangan bertanya apa pun dulu ” ucap Steven yang masuk ke dalam mansion


Saat sudah di ruang tengah, Steven dengan hati-hati meletakkan tubuh Laura ke sofa, Steven juga membenarkan jaket milik nya agar menutupi tubuh Laura. Arnold mengamati dengan seksama wajah dari perempuan yang baru saja Steven gendong, Arnold juga mencium bau alkohol dari tubuh Laura.


” bukankah dia teman nona Senja dan Ela ” ucap Arnold yang mengetahui wanita yang di bawa Steven


” iya ” ucap Steven mengatur nafasnya


” Kau apakan dia? ” tanya Arnold curiga


Steven yang mendapatkan pertanyaan dari Kakak nya itu menoleh ke arah Arnold dan segera memukul lengan Arnold.


” buang jauh-jauh pikiranmu yang tidak-tidak itu ” ucap Steven


” dimana Ela? ” tanya Steven


” dia sedang ada di kamarnya ” jawab Arnold yang masih memandangi Laura


Tanpa sepatah kata Steven segera menuju ke arah kamar Ela, Arnold yang menoleh ke arah Steven segera menarik tangannya dan memberhentikan langkah Steven.


” kau mau kemana? ” tanya Arnold menarik tangan Steven


” memanggil Ela ” jawab Steven


” untuk? ” tanya Arnold lagi


” kak dia adalah teman Ela, biarkan Ela yang mengurus nya ” jawab Steven


” stev, ini sudah malam Ela juga pasti sudah tidur ” ucap Arnold


” terus apa kau yang akan mengurus nya ” tanya Steven


Arnold yang mendapatkan pertanyaan itu langsung diam, tidak mungkin juga kan kalau dia yang mengurus wanita itu, apalagi dia sama sekali tidak pernah mengurus seorang wanita yang mabuk.


” yasudah kau disini saja biar aku yang memanggil Ela ” ucap Arnold


” terserah kaulah kak ” ucap Steven


Arnold segera melangkah dan menuju kamar Ela, saat sudah di kamar Ela, dia masih ragu untuk membangun kan nya, apa lagi seharian tadi dia pasti lelah saat mengurus dan mendampingi Senja. tapi Arnold juga bingung siapa lagi yang akan mengurus Laura yang tak sadarkan diri itu. Arnold memantapkan dirinya untuk mengetuk pintu kamar Ela dengan perlahan-lahan.


Tok..tok..tok..

__ADS_1


Ela yang tidur itu segera bangun saat mendengar beberapa kali ketukan dari pintu kamarnya, Ela segera duduk dan bangkit dari tidurnya, dia mengambil sweater nya untuk menutupi baju tidurnya yang sedikit terbuka.


Ceklekk...


Pintu terbuka dan Ela melihat Arnold yang sedang berdiri di depan pintunya itu.


” Arnold, ada apa? ” tanya Ela


Arnold yang melihat Ela terbangun gara-gara dia merasa tidak enak sekali.


” apa aku membangunkan mu ” tanya Arnold


” jelaslah, kau kan yang mengetuk pintu kamar ku ” ucap Ela


” maaf, tapi ada situasi urgent saat ini El ” ucap Arnold


” situasi urgent? ” tanya Ela yang tidak mengerti


” teman wanita mu yang kemarin sekarang ada disini ” ucap Arnold


” teman wanita ku, siapa? ” tanya Ela yang masih tidak mengerti


” teman mu dan teman nya nona Senja, sorry aku lupa namanya ” jawab Arnold


Ela langsung mengerti siapa wanita yang di maksud Arnold.


” iya Laura, dia ada di ruang tengah sekarang, tapi kondisi nya tidak sadarkan diri ” ucap Arnold


Ela yang mendengar kondisi Laura itu segera berjalan ke arah ruang tengah, Arnold yang di tinggal begitu saja dengan Ela segera menyusul langkah Ela. Saat sudah di ruang tengah Ela melihat Steven yang berdiri dan memandangi Laura yang tertidur di sofa.


” Laura ” panggil Ela


Ela segera mendekat dan Steven menoleh ke arah Ela saat mendengar suara nya. Ela melihat kondisi Laura yang acak-acakan dan dia juga mencium aroma alkohol di tubuh Laura.


” apa yang terjadi tuan Stev ” tanya Ela


” ceritanya panjang, sekarang lebih baik kau pindahkan dia ke kamar mu dan cepat ganti pakaian nya ” ucap Steven


” Kau yang laki-laki disini stev, jadi gendong dia dan bawa ke kamar ku ” ucap Ela


” El bukan hanya aku saja disini yang laki-laki, ada kak Arnold juga disini, lagian aku sudah menggendong nya dari tadi ” ucap Steven


” kan kau yang membawanya kesini, jadi kau lah yang menggendong dia, Kenapa jadi aku ” ucap Arnold tak terima


” ayolah kak bantu aku ” ucap Steven memohon


Di saat Arnold dan Steven berdebat antar siapa yang akan menggendong Laura, Ela hanya memijit keningnya yang pusing mendengar perdebatan antara kedua orang itu. Tanpa banyak bicara Ela segera membangunkan Laura, Steven dan Arnold yang melihat Ela hendak membangunkan Laura langsung di bantu dengan Steven.

__ADS_1


” apa yang kau lakukan ” tanya Steven


” memapahnya untuk masuk ke kamar ku ” ucap Ela santai


” badan mu itu kecil El, yang ada kau dan dia tersungkur di lantai ” ucap Steven


” kalau kau sudah tau, maka gendong lah dia ” ucap Ela


Steven hanya membuang nafas nya dan segera menggendong Laura, Steven melangkahkan kaki nya menuju ke kamar Ela, Ela dan Arnold mengikuti Steven dari belakang, saat sudah di depan pintu kamar Ela, Ela dengan cepat membuka pintunya agar Steven mudah masuk ke dalam kamarnya.


Steven menidurkan tubuh Laura di atas kasur, Laura bergerak dan merangkul tangan Steven, Steven yang kaget dengan pergerakan Laura hanya diam saja, Steven menatapi wajah Laura yang memejamkan mata nya, dia melihat betapa cantik nya wanita yang berada di depan nya saat ini, dia melihat betapa indahnya ciptaan tuhan satu ini.


Ela menepuk pundak Steven, Steven menoleh ke arah Ela, Ela memberikan isyarat dengan tangannya agar Steven menyingkir, Steven melepaskan tangan Laura dan bergeser, Ela mendekat lalu menyelimuti Laura.


” kalian keluarlah, biar aku mengganti pakaian nya ” ucap Ela


” apa kau butuh bantuan ” tanya Steven bercanda


” tidak perlu tuan ” jawab Ela


” oh ya Arnold apa kau bisa membangun kan dan memberi tahu nona Senja bahwa Laura sedang ada di sini ” ucap Ela


” apa tidak apa-apa jika membangunkan nya malam-malam seperti ini? ” tanya Arnold


” tidak apa-apa, justru jika nona tau nanti pagi dia akan marah ” jawab Ela.


Arnold menjawab dengan anggukan, Arnold menyeret tangan Steven agar dia juga ikut keluar. Setelah mereka berdua keluar Ela menutup pintu dan menguncinya. Ela berjalan ke arah almarinya untuk mengambil satu setel baju tidurnya, dia berjalan ke arah ranjang nya dan memulai mengganti pakaian yang di kenakan Laura.


Arnold dan Steven naik ke atas dan berjalan ke arah kamar Evan dan Senja, setelah di depan kamar milik evan mereka berdua justru berdebat. Mereka mendebatkan antara siapa yang harus mengetuk pintunya.


” kau saja yang mengetuk pintunya ” suruh Arnold


” kak apa kau gila? Kalau aku yang mengetuk pintu kamar kak Evan, bisa-bisa aku pulang hanya membawa nama saja ” ucap Steven menolak


” dan kalau aku yang mengetuk pintunya itu sama saja aku mengganggu istirahat mereka berdua ” ucap Arnold


” iya berarti sama saja dong kak kalau aku yang mengetuk itu berarti aku juga mengganggu mereka berdua ” ucap Steven yang tak mau kalah


” beda stev, kau kan adiknya ” ucap Arnold


” tidak ada bedanya kak, kau kan juga adiknya ” ucap Steven


Di dalam kamar sana Evan yang tertidur terbangun gara-gara mendengar suara ribut-ribut di luar kamarnya, Evan menoleh ke arah istrinya yang tertidur dengan lelap. Evan bangun dan berdiri dengan hati-hati, lalu dia memunguti satu persatu pakaiannya dan Senja di lantai, dia segera memakai celana dan bajunya. Dia berjalan ke arah Senja dan menyelimuti tubuh istri nya yang tanpa menggunakan busana.


Evan berjalan ke arah pintu dan membukanya, dia melihat kedua adiknya itu sedang berdebat di kamarnya.


” Apa yang kalian lakukan malam-malam seperti ini ” ucap Evan

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2