
Di sisi lain, Evan dan Senja sudah sampai di mansion milik orang tua Evan. Mereka sudah pulang dari rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Senja, Evan menuntut istrinya untuk turun dan masuk kedalam dan Kehadiran mereka di sambut oleh Rita, Hendra, Arnold dan Ela.
” Bagian mana sayang? ” tanya Rita
” apa kalian sudah memeriksakan nya? ” tanya Rita lagi
” Ma, biarkan menantu mu untuk duduk dulu, jangan dulu kau berikan pertanyaan-pertanyaan itu, Senja pasti saat ini lelah ” Ucap Hendra menasehati istrinya
Semua orang di sana tersenyum, Evan segera menuntut istrinya untuk duduk di sofa, semua orang di sana pun ikut duduk, mereka tidak sabar mendengarkan bagaimana perkembangan kehamilan Senja.
” Bagaimana sayang ” tanya Rita lagi
” Bayi nya sehat ma, dan kehamilan ku sudah memasuki dua Minggu ” jawab Senja
” syukurlah ” ucap Rita bahagia
” lalu bagaimana dengan jenis kelamin nya nak? ” tanya Hendra
” paa.. Kehamilan Senja masih dua bulan, bagaimana bisa mengetahui jenis kelamin bayinya ” ucap Rita
” memang tidak bisa? ” tanya Hendra
” tidak bisalah pa, harus menunggu usia kehamilan 18-20 minggu atau sekitar 4-5 bulan baru bisa di lihat ” ucap Rita menjelaskan
” hhmm, tidak masalah nak dengan apapun jenis kelamin dari bayimu, yang terpenting kau dan bayimu sehat-sehat ” Ucap Hendra
Semua orang di sana tersenyum bahagia, Senja pun menyampaikan semua penjelasan dari dokter kandungan yang di datangi. Saat Senja sedang menjelaskan dan mereka semua yang ada di sana mendengar cerita dari Senja, Steven tiba-tiba masuk dengan wajah yang di tekuk.
” Steve ” panggil Rita saat melihat putra masuk
Steven menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah mamanya yang menyapa nya.
” iya ma ” jawab Steven
” kau dari mana? Kenapa wajahmu kau tekuk seperti itu? ” tanya Rita
” aku baru keluar bersama dengan Laura ” jawab Steven
” lalu di mana dia sekarang? ” tanya Senja
” dia pulang kak ” jawab Steven
” kau bertengkar dengannya? ” tanya Rita
” tidak ma ” jawab Steven
” aku naik dulu ya ” ucap Steven
__ADS_1
Steven segera naik ke atas dan masuk ke kamarnya, semua orang di sana sangat heran dengan sikap Steven saat ini, mereka semua sudah tau bahwa Steven kini sudah menjalin hubungan dengan Laura. Dan Steven pun sudah mendapatkan dukungan dan lampu hijau dari kedua orangtuanya.
...----------------...
Brakkk...
Linda dan Hardi segera berlari menuju ke kamar Laura, mereka berdua membuka kamar Laura dan melihat putrinya sedang mengamuk di dalam, barang-barang yang ada di dalam kamar saat ini berantakan dan berserakan.
Linda segera berlari dan memeluk putrinya itu, Linda berusaha untuk menenangkan Laura yang sedang mengamuk hebat.
” Sudah sayang sudah.... ” ucap Linda
Tapi Laura masih terus memberontak dan menangis di dalam pelukan mamanya, dia menatap Hardi dengan sangat tajam.
” aku tidak perduli dengan pohon hijau abadi atau pohon berdaun lebar. Kau membenarkan perselingkuhan dan mempermainkan keluarga mu seperti ini? ” ucap Laura yang menangis
” papa juga sudah menahan diri dan sangat menahan nya, tapi mau bagaimana lagi? ” ucap Hardi
” apa papa harus berlutut? apa papa harus memohon agar kau merasa lebih baik? ” tanya Hardi
” Manusia mengotori ini!! Di drama atau pun buku novel yang menceritakan betapa indahnya tentang cinta, namun ternyata tidak!! Karena mu aku mengetahui betapa sakitnya tentang cinta dan aku tidak akan mencintai siapapun!!! ” ucap Laura menangis
” sudah nakk, sudahhh ” ucap Linda menenangkan Laura
Laura segera melepaskan pelukan mamanya dan menatap wajahnya wanita yang berbeda di depan nya, dia melihat wajah Linda yang sudah penuh dengan air mata.
” bagaimana bisa dia berkhianat seperti ini ma!! ” ucap Laura
” bagaimana pun dia adalah papamu lau, jangan bersikap tidak sopan di depannya ” sambung Linda
” lalu bagaimana kebenarannya? kebenaran tidak akan pernah berubah ma. Atau kerena hubungan darah? Bahkan bintang sekali pun tidak pantas di perlukan seperti ini ma!! ” ucap Laura
” hentikan Laura, sudahh sayang... Kita bicarakan dengan baik-baik ya... ” ucap Linda
Laura segera menghentikan tangisannya, dia menoleh ke arah papanya yang berdiri di depan pintu kamarnya.
” baiklah kita bicarakan dengan baik-baik ” ucap Laura
” tapi mama harus pisah dengannya dan memutuskan semua ikatan darinya, bahkan aku juga akan memutuskan hubungan darah ku dengannya ” ucap Laura menunjuk ke Hardi
” Laura... Apa yang kau bicarakan, tidak akan ada dan tidak akan pernah bisa memutuskan darah ” ucap Linda
” kata siapa hubungan darah tidak bisa putus ma ” ucap Laura yang menatap mamanya
” dia sendiri yang sudah memutuskan nya begitu saja. Dia membuang kita dan memilih wanita yang lebih muda dan cantik dan dia pergi meninggalkan kita tanpa ragu!! ” ucap Laura menatap mamanya tapi tangannya menunjuk ke papanya
” DIA TAKUT AKU BERBUAT BURUK PADA WANITANYA DAN DIA TAKUT AKU MENYAKITI NYA!!! ” teriak Laura
__ADS_1
” dan apa mama tau, dia menyeret ku dengan kasar seperti memperlakukan ku seperti binatang!! ” Sambung Laura
Laura kembali menangis histeris, dan Hardi hanya diam saja, Hardi membiarkan putrinya marah. Ini adalah pertama kali Hardi melihat putrinya menunjuk-nunjuk dirinya dan berteriak di depan wajahnya.
Linda menangis saat mendengar ucapan dari putri nya, apa sebegitu teganya suaminya memperlakukan putrinya seperti itu. Laura mencoba menghentikan tangisannya dan mengatur nafasnya untuk kembali normal.
” padahal dia tau anaknya sedang sangat terluka, aku terus menangis karena sakit dan menyuruh nya untuk melepaskan tangannya yang menggenggam tanganku dengan erat ” ucap Laura meneteskan airmata nya
” padahal baru menjalin hubungan dua tahun lalu, tapi wanita itu sangat berharga baginya. Bedebah macam apa yang memperlakukan... ” ucap Laura terpotong
” bedebah? ” tanya Hardi memotong ucapan Laura
Laura menoleh ke arah papanya yang sedang menatap tajam pada nya.
” mau aku jujur? Itu pun tak cukup buruk untuk julukan mu!! ” ucap Laura
” kurang ajar!! ” ucap Hardi
Hardi mengangkat tangannya untuk menampar Laura, tapi belum sempat Hardi menampar Laura, Linda dengan cepat menampar pipi suami nya itu.
Plak....
Hardi yang mendapatkan tamparan dari istrinya itu segera menoleh ke arah istri nya, tapi lagi dan lagi Hardi mendapatkan tamparan dari Linda.
Plak...
Laura yang melihat mamanya menampar papanya itu kaget. Ini adalah pertama kalinya Laura melihat mamanya begitu marah, bahkan Hardi sendiri kaget, waktu pertama kali Linda memergoki dia selingkuh, Linda hanya diam dan berbicara dengan baik-baik padanya, walaupun berakhir dengan pertengkaran.
” rupanya kau benar-benar sudah gila, bagaimana kau bisa memperlakukan putri kandung mu seperti itu dan bagaimana mana bisa kau ingin menampar nya sedangkan kau sendiri disini yang salah ” ucap Linda
” apa kau tidak ingat bagaimana bahagianya kau dulu saat mendapatkan seorang putri dan kau sendiri yang mengatakan bahwa kaulah yang akan menjadi lelaki pertama yang menjadi cinta pertamanya ” ucap Linda lagi
” Aku sudah diam dan membiarkan mu menjalani hubungan dengannya begitu lama, tapi sekarang kau bersikap seolah-olah kita yang salah!!! ” sambung Linda
” ma..” panggil Laura yang melihat mamanya menangis
” aku tidak akan membiarkan siapapun termasuk kau menyentuh putri Hardi!!! ” ucap Linda
” dan tentang perceraian yang selama ini kau minta, aku akan mengabulkan nya. Bawa semua barang-barangmu dan pergi dari ini ” sambung Linda
Dan akhirnya Linda benar-benar sudah menyerah saat ini, dia menuruti semua permintaan suaminya yang sudah dua tahun ini meminta cerai darinya, Linda melepaskan suami untuk benar-benar pergi dari kehidupan nya. Dua tahun dia mencoba untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Hardi dan berharap kelak Hardi akan kembali kepada keluarga nya ternyata sia-sia.
” Cepat kau urus surat perceraian nya, kau tidak perlu khawatir, aku sendiri yang akan membesarkan dan merawat kedua anak kita, Kau hiduplah dengan bahagia bersama wanita pilihanmu ” ucap Linda
Laura yang melihat akhir dari keluarga nya yang dulu sangatlah harmonis dan kini harus berakhir karena keegoisan satu orang.
Hardi yang mendengar ucapan dari istrinya itu segera keluar dari kamar Laura dan pergi dari sana. Linda menatap kembali putrinya, dia mendekati Laura dan segera memeluknya. Linda dan Laura menangis bersama dan tentunya merasakan sakit yang sama.
__ADS_1
” maafkan mama nak, maafkan mama ” ucap Linda menangis
Bersambung....