He Mine

He Mine
Episode 41


__ADS_3

Pagi telah tiba, kini jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, Laura yang merasakan badannya remuk segera bangun dari tidurnya, dia mengusap matanya dan melihat sekeliling kamar itu. Dia kaget saat dia sudah sadar dia sedang berada di tempat lain di, Laura menurunkan kakinya dan melihat baju asing yang dia kenakan.


” baju siapa ini ” tanya Laura pada dirinya sendiri


Laura memegangi kepalanya yang terasa nyut-nyutan. Dia berusaha mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam. Dia membelalakkan matanya saat dia ingat Steven.


” bukannya tadi malam aku bersama adik iparnya Senja, tapi kenapa aku disini ” ucap Laura sendiri


Saat Laura sedang sibuk dengan pikirannya, pintu kamar itu terbuka dan muncullah Ela. Laura semakin kaget saat melihat kehadiran Ela.


” Ela ” panggil Laura


” kau sudah sadar ” tanya Ela menghampiri


” kenapa aku disini ” tanya Laura bingung


” mangkanya jangan minum terlalu banyak, lihat kau jadi pusing kan ” ucap Ela


” El, aku dimana? ” tanya Laura


” di mansion milik Senja ” jawab Ela


” haa? kok bisa? ” tanya Laura


” bertanyalah nanti ya, sekarang cepat lah bangun, Senja sudah menunggu mu sedari tadi ” ucap Ela


Laura pun akhirnya turun dari kasur dan mengikuti Ela keluar dari kamar, mereka berdua menuju ke ruang makan, di sana sudah ada Senja yang duduk dan Steven yang makan.


” kau sudah bangun ” sapa Senja


” makanlah, sup mu sudah berulang kali di panaskan ” ucap Steven


Senja menarik tangan Laura untuk duduk di samping nya, dia meletakkan sup hangat di depan Laura.


” makan lah untuk meredakan rasa pengar mu ”


Laura segera mengambil sendok untuk mengaduk sup yang ada di hadapannya, Dia memasukkan sup itu kedalam mulutnya. saat dia sudah selesai mengabiskan sup nya, Laura merasa ringan di kepala nya, dan hangat di perut nya.


” Bagaimana, sudah mendingan? ” tanya Senja


” hhmm ” jawab Laura


Senja tersenyum mendengarnya. Laura memandangi satu persatu ketiga orang yang ada di sana.


” thks ” ucap Laura


” kau mengucap kan terimakasih untuk siapa? ” tanya Steven yang menggoda Laura


” everything ” jawab Laura tersenyum


” tidak usah di pikirkan lau, lelaki brengsek sepertinya tidak pantas mendapatkan wanita baik seperti mu ” ucap Senja


Laura menoleh ke arah Senja ,dia tersenyum dan mengangguk. Steven yang melihat senyuman dari Laura itu gemas sekali.

__ADS_1


” di mana suami mu ” tanya Laura yang tidak melihat Evan sama sekali


” dia sudah berangkat ke kantornya, ada meeting pagi-pagi sekali soalnya ” jawab Senja


” apa kau masih tidak enak badan, jika iya aku akan menghubungi ayah untuk memundurkan jadwal pemotretan kita ” tanya Senja


” tidak, aku sudah jauh lebih enakan ” jawab Laura


” kau yakin? ” tanya Senja memastikan


” iya ” jawab Laura tersenyum


” ohh iya dimana tas ku? ” tanya Laura


” ada di mobilku, akan aku ambilkan ” Ucap Steven yang langsung berdiri


Steven berjalan keluar menunju mobilnya, dia membuka mobilnya dan mengambil tasnya, saat dia hendak menutup mobilnya, Steven melihat gantungan tas milik Laura, itu adalah gambar foto kekasihnya ( ralat mantan kekasih), Steven segera menarik gantungan itu dan membuangnya di tempat sampah.


” kau pantas disitu ” ucap Steven yang langsung masuk


Ketika Steven sampai, dia memberikan tas itu kepada Laura, Laura segera menerima nya, dia menyalakan ponsel nya dan mengirim pesan kepada supir di rumahnya untuk mengambil mobilnya.


” kau menghubungi siapa? ” tanya Senja


” supir di rumah, aku menyuruhnya untuk mengambil mobil ” jawab Laura


” kuncinya bukan nya kau bawa ” ucap Steven


” ada duplikat nya di rumah ” jawab Laura


” iyaa, bajunya akan di siapkan pelayan ” ucap Senja


Laura hanya tersenyum mengangguk mengerti, dia masuk kedalam kamar milik Ela dan segera mandi.


...----------------...


Di tempat lain Aurel sudah sampai di tempat pemotretan, dia datang dengan Mayang menggunakan mobil milik Mayang, mereka berdua masuk dan menuju keruang makeup. Ketika Mayang dan Aurel masuk mereka berdua di sambut oleh para staf yang ada di ruang itu.


” selamat siang nyonya Mayang ” sapa lelaki kemayu yang berada di sana


” hhmm siang Marta ” jawab Mayang


” duhh siapa ini nyonya, apa ini yang di kabarkan akan menjadi menantu dari keluarga Maheswari ” tanya Marta


” iya, dia kekasih Deon ” jawab Mayang


” hhm cucok ya nekk, menantu mu tidak kaleng-kaleng semua ” ucap Marta


” hhmm , segera makeup i dia ” suruh Mayang


Aurel berjalan dan duduk di depan kaca, sedangkan Mayang menunggu sambil membaca tabloid yang sudah di sediakan di sana.


Tidak berselang lama Senja datang membuka pintu itu, Senja datang bersama Ela dan Laura. Semua orang yang ada di sana menoleh ke arah Senja.

__ADS_1


” Kau baru datang? ” tanya Mayang saat Senja sudah berada di dalam


Senja tidak menggubris sama sekali pertanyaan dari ibu tirinya itu, sedangkan Aurel hanya melirik Senja melalui kaca. Senja berjalan ke arah Aurel.


” halo Senja ” sapa Aurel


Senja juga tidak menggubris sapaan dari Aurel, dia terus memandangi Aurel lewat kaca.


” Ela ” panggil Senja


” iya nona ” jawab Ela mendekat


” ambilkan aku kursi ” suruh Senja


Ela segera menarik kursi yang ada di sebelah Aurel dan langung meletakkan nya di hadapan Senja.


” kenapa menaruhnya di depanku, taruh di depan Cermin ” suruh Senja


Ela segera membenarkan kursinya dan meletakkan di sebah Aurel, Mayang yang mendengar itu melirik Senja yang berdiri tepat di samping Aurel. Senja segera mendorong kursi yang di duduki Aurel dengan kakinya, orang yang berada dia sana kaget semua termasuk Mayang.


” sebelah sini, ini meja nomor satu untuk ku ” ucap Senja


Ela segera menarik kursinya dan meletakkan di depan kaca. Laura segera duduk di meja rias nomor 2 tepat sebelah Senja.


” bisa di mulai ” ucap Senja kepada Marta yang masih kaget


” Senja, kenapa kau bersikap seperti itu kepada calon kakak ipar mu ” tegur Mayang


” ibu ” panggil Senja yang melihat Mayang dari kaca


” jika dia tetap duduk disini, dia harus mengulangi lagi makeup nya, karena aku akan membuatnya menangis ” sambung Senja


Mayang yang mendengar ucapan dari Senja sebenarnya ingin marah sekali, tapi dia tahan karena Bagas yang memintanya agar bisa merebut hati Senja. Aurel yang mendapatkan perilaku buruk dari Senja dia berdiri dan mendekat ke arah Senja.


” masih banyak kursi disini, kenapa kau menendang ku ” ucap Aurel tak terima


” jangan terlalu banyak bicara, Sudah baik aku tidak menendang mu keluar dari sini. Apa kau lupa perusahaan ini milik siapa, jadi terserah ku mau bersikap seperti apa ” ucap Senja


”Aurel sudah, kau duduk saja di ujung sana ” ucap Mayang menunjukkan meja rias nomor tiga


Aurel yang tidak mendapatkan pembelaan dari Mayang itu sebenarnya ingin sekali mengumpat kasar di hadapan wanita tua itu, tapi dengan terpaksa Aurel menahan nya. Aurel berjalan ke arah meja rias nomor tiga dan duduk di sana.


Laura yang melihat kelakuan sahabat nya itu menahan tawanya. Mayang yang melihat kehadiran orang asing itu membuka suaranya.


” Siapa kau ” tanya Mayang


Laura menoleh ke arah Mayang, dia tersenyum dan bangga nya dia menyebut kan nama nya.


” Maria Laura Wijaya ” jawab Laura


” jangan bertanya padanya, dia adalah temanku ” ucap Senja


” apa salahnya jika ibu bertanya Senja ” ucap Aurel menyahuti

__ADS_1


” dan kau sebaiknya diam saja, urusi saja makeup mu. Bukankah susah memiliki dua muka ” ucap Senja


Bersambung......


__ADS_2