He Mine

He Mine
Episode 69


__ADS_3

Tak lama setelah semua orang riuh dengan kabar kehamilan dari Senja, kedua orang tua Evan hadir. Rita yang berjalan dengan menggandeng suaminya itu tersenyum saat masuk ke dalam gedung, kedua orang tua Evan pun tak luput mendapat ucapan selamat dari semua orang. Mayang yang melihat kehadiran besannya itu segera berjalan untuk menghampiri dan menyambut nya.


” Selamat malam nyonya Rita ” sapa Mayang


” selamat malam nyonya Mayang ” jawab Rita


Rita dan Mayang pun berpelukan untuk saling menyapa. Walaupun Rita tau bagaimana hubungan Mayang dengan Senja yang tidak baik, tetapi dia tetap masih menghormati Mayang sebagai besannya. Mayang pun segera memanggil suaminya Bagas untuk menyampaikan bahwa kedua besannya telah sampai.


” Selamat malam Tuan Hendra ” sapa Bagas


” Selamat malam juga tuan Bagas ” jawab Hendra


” saya ucapkan selamat atas anniversary perusahaan anda, Tidak terasa bahwa sudah 34 tahun anda memimpin perusahaan ini hingga bisa sesukses sekarang ” ucap Hendra


” hahahaha iya, padahal rasanya baru saja kemarin sepertinya saya membangun perusahaan ini ” ucap Bagas


” dan satu lagi tuan, selama untuk kita berdua yang sebentar lagi akan menjadi kakek ” ucap Hendra dengan tertawa


” benar tuan, anda benar sekali saya tidak menyangka bahwa kita sebentar lagi akan menjadi seorang kakek ” ucap Bagas tertawa


” mari, mari tuan silahkan, anda nikmati lah hidangan yang tersedia ” ucap Bagas


Senja yang sedang berdiri dengan Evan dan yang lain menyambut kehadiran mama mertuanya. Senja memeluk Rita untuk menyambutnya kehadirannya.


” kau sudah sampai dari tadi sayang? ” tanya Rita


” tidak ma, kita juga baru saja sampai disini ” jawab Senja


” kau sangat cantik sekali ” ucap Rita kepada Senja


” mama juga ” jawab Senja tersenyum


Rita menoleh melihat Laura dan juga vano yang juga hadir sana, kemudian Rita segera menyapanya, Rita memeluk Laura dan beralih untuk mencium puncak kepala Vano.

__ADS_1


” Kau juga ikut jagoan kecil ” ucap Rita kepada vano


” iya Tante ” jawab Vano tersenyum


” Senja yang menyuruh untuk mengajak Vano tan, karena di apartemen tidak ada orang untuk menjaga nya ” ucap Laura menjelaskan


” iya itu memang harus Lau, Tante mengerti bagaimana pun vano pasti akan kesepian jika dia tidak ikut. Apalagi pasti pesta ini akan selesai sampai malam, kasihan jika Vano harus menunggu terlalu lama” ucap Rita


Rita menoleh ke arah putra sulungnya dan melihat betapa tampannya anak sulungnya tersebut saat mengenakan setelan jas seperti saat ini.


” Steve, ternyata kau bisa tampan seperti ini ya saat mengenakan pakaian bersetelan jas ” ucap Rita menggoda putra nya


” ma. Apa mama pernah melihat ketiga putra mama ini jelek? ” tanya Steven PD


Rita hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat mendengar ocehan dari putra sulungnya tersebut. Suasana pesta malam hari ini sangatlah begitu meriah, Semua orang pun sudah hadir di sana. Bagas pun segera naik ke atas panggung untuk membuka acaranya.


” Selamat malam semuanya yang sudah hadir disini ” ucap Bagas


” Malam ” jawab Semua dengan bersamaan


Para tamu undangan di sana duduk dan menyimak sambutan dari Bagas, Senja yang sedang duduk di depan panggung juga menyimak setiap perkataan demi kata yang ayahnya sampaikan.


” beberapa Minggu yang lalu saya mendapatkan kabar yang sangat membahagiakan dari putri kesayangan saya. Dia datang pagi-pagi ke mansion saya dengan membawakan kabar yang menyenangkan, Dia mengabarkan bahwa dia sedang mengandung anak pertamanya atau bisa di bilang mengandung cucu pertama untuk kedua keluarga. Dan bahkan menurut saya itu bukanlah hanya sekedar sebuah kabar yang membahagiakan, tetapi itu juga anugrah yang tuhan telah berikan kepada saya di hari itu ” ucap Bagas


” untuk putriku, ayah ucapan terimakasih atas semua kebahagiaan yang telah kau berikan untuk kehidupan ayah ” sambung Bagas


Semua orang yang ada di sana bertepuk tangan, Senja tersenyum kepada Bagas dan memberikan isyarat kepada ayahnya untuk tidak menangis. Sedangkan Mayang yang duduk tidak jauh dari meja Senja hanya tersenyum yang bisa di bilang senyum paksa, Mayang sama sekali tidak tersentuh ketika melihat suaminya dan Putri Tirinya itu. Sedangkan Aurel hanya tersenyum, tetapi senyuman Aurel ini memiliki banyak makna yang kita semua tidak tahu.


” disini pun saya juga akan menyampaikan kabar yang penting. Saya merasa bahwa semakin hari dan semakin tahun umur saya semakin menua, saya pun juga sudah sangat lelah untuk terus memimpin perusahaan. Dan Malam ini saya akan mengumumkan pewaris dari keluarga Maheswari, mengumumkan calon penerus perusahaan yang saya bangun sendiri ” ucap Bagas


Mayang yang mendengar itu tersenyum bahagia, Saat inilah momen yang dia tunggu-tunggu. Semua orang yang hadir di sana pun juga ikut penasaran, siapakah yang manjadi penerus perusahaan milik Bagas. Deon dengan percaya diri tersenyum dan membenarkan jasnya, seolah-olah dia sudah tau dengan jawabannya.


” Calon pewaris keluarga Maheswari adalah.. Deon Maheswari, putra sulung saya ” ucap Bagas

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana terkaget-kaget saat mendengar nama Deon lah yang menjadi calon pewaris. Semua tau bahwa Deon adalah anak tiri dari pernikahan Bagas dan Mayang , Kenapa bukan nama Senja yang Bagas sebut, Senja adalah putri sah dari pernikahan pertamanya dengan Linda.


Berbeda dengan semua orang, Senja justru hanya diam dan tersenyum kepada ayahnya. Dia mengerti apa maksud dan alasan ayahnya memilih Deon. Tidak ada sama sekali wajah kecewa yang Senja tunjukkan. Evan segera menoleh ke arah istirnya, Evan hanya melihat wajah Senja yang tenang tanpa amarah ataupun kekecewaan.


” Kau tidak apa-apa sayang? ” tanya Evan kepada Senja berbisik


” aku? memang kenapa aku? ” tanya Senja tidak mengerti


” tentang calon pewaris itu ” jawab Evan


” hahahaha, kau tenang saja sayang, aku tidak apa-apa ” ucap Senja


” hhmm syukurlah ” ucap Evan tersenyum


” tapi kau tenang saja sayang. Suamimu ini jauh lebih kaya. Jadi aku akan memberikan semua kekayaan ku kepadamu ” ucap Evan menghibur Senja


Senja hanya tersenyum saat mendengar ucapan dari Evan, Dia mengangguk mengerti apa yang di maksud Evan. Dia tahu bahwa suaminya mengatakan itu hanya untuk menghibur hatinya. Bagas yang berada di atas panggung itu menatap putrinya. Rasa bersalah muncul pada diri Bagas, tapi dia pun tidak memiliki pilihan lain, Bagas juga tidak mau di tinggalkan oleh putra dan istrinya tersebut. Dia ingin menikmati masa tua nya tidak sendirian, bagaimana pun Mayang adalah wanita yang benar-benar dia cintai. Itu juga alasan Bagas kenapa menikah kan dia dengan Evan, Agar senja masih bisa ada yang menopangnya. Dan Bagas sangat bersyukur sekali saat melihat pernikahan Senja dan Evan berjalan dengan baik-baik saja.


Semua orang bertepuk tangan, dan Deon pun segera berdiri untuk membungkuk kan badan nya kepada semua orang. Mayang tersenyum lebar, Rencananya selama ini tidak sia-sia untuk menjadikan putranya pewaris keluarga Maheswari. Aurel juga tersenyum saat Mayang memandanginya, Dia menoleh ke arah Senja dan melihat raut wajah Senja, Tapi sayangnya Aurel tidak menemukan kekecewaan dari wajah Senja.


”hhmm sepertinya kau baik-baik saja Senja, Tapi apa sebentar lagi kau juga akan merasakan baik-baik saja jika mengetahui kenyataan yang sesungguhnya ” ucap Aurel dalam hati


Bagas segera turun dari atas panggung dan berjalan ke arah Senja, dia meraih tangan putrinya itu dan menggenggam nya. Rasanya Bagas saat ini sangat malu jika harus menghadapi putrinya.


” maafkan ayah ” ucap Bagas


” maaf untuk apa yah? ” tanya Senja


” maaf telah melakukan ketidak adilan terhadap mu ” jawab Bagas


” Tidak ayah, ayah sangat adil. Meskipun ayah memberikan semua harta ayah ke pada Senja, Senja pun juga tidak akan bisa mengembangkan nya. Lihatlah sekarang Senja sudah repot dengan keluarga baru ku, Tidak ada waktu untuk mengurus perusahaan ” ucap Senja


Bagas tersenyum kepada Senja saat mendengar respon yang baik dari putrinya, Bagas segera memeluk putrinya dan membeli rambutnya. Bagas sungguh berterima kasih kepada tuhan karena telah memperbaiki hubungannya dengan putri kesayangan nya itu. Senja pun juga sangat mencoba untuk berdamai dengan masa lalu nya dan menerima kembali ayahnya.

__ADS_1


Aurel yang sedang dudu dan menikmati hidangannya menoleh ke arah salah satu staf hotel di sana, dia mengangguk kan kepalanya untuk memberikan kode agar rencananya segera di jalankan, dan staf itu pun mengangguk tanda mengerti. Staf itu berjalan ke arah ruang monitor dan meletakkan flashdisk di sana, setelah mengerjakan tugasnya staf itu segera keluar dan meninggalkan tempat itu.


Bersambung......


__ADS_2