He Mine

He Mine
Episode 66


__ADS_3

” El !! ” bentak Senja


Laura dan Steven yang mendengar bentakan dari Senja itu kaget, ini adalah pertama kali di seumur hidup Senja membentak seseorang yang bernama Ela, bahkan hanya sekedar memarahi nya saja Senja tidak pernah melakukan itu kepada Ela.


Ela yang mendapatkan bentakan dari Senja itu tidak merespon apa-apa, Bahkan dia sama sekali tidak memasang wajah marah atau pun sedih. Ela sangatlah faham bagaimana dengan kondisi Senja saat ini, Ibu yang hamil itu memang terkadang berubah-ubah mood-nya.


Senja segera sadar saat setelah membentak sahabat nya tersebut, ini adalah hal yang paling di benci Senja saat ini, tidak bisa menguasai dirinya saat sedang dalam berada di mood yang berantakan. Senja menarik nafasnya dalam-dalam untuk mengontrol moodnya itu.


” El ” panggil Senja melemah


Tanpa menjawab panggilan dari Senja, Ela berjalan melewati Senja dan menghampiri Aurel yang tersenyum itu. Ela berdiri tepat di hadapan Aurel yang juga memandang nya.


” nona Aurel, saya sepertinya tidak perlu menjelaskan kondisi nona Senja saat ini. Karena saya tau betul anda pasti melihat nona Senja saat ini yang sedang mengandung ” ucap Ela


” dari pada memperdulikan saya yang membawakan barang-barang milik nona Senja, sebaiknya nona Aurel memikirkan bagaimana hubungan anda dengan tuan Deon. Anda tau betul bukan bahwa nona Senja adalah putri kesayangan dari tuan Bagas. Jika saya melaporkan sikap anda sekarang kepada tuan Bagas, Bagaimana reaksinya ya? ” sambung Ela


Aurel yang mendengar ucapan Ela yang seperti mengancamnya itu segera memudarkan senyuman.


” kau ” ucap Aurel


” sebaiknya anda melanjutkan kegiatan anda saat ini, masuklah dan bersenang-senang lah nona. Jangan biarkan anda kehilangan kesempatan untuk menjadi menantu dari keluarga Maheswari karena sikap anda ” ucap Aurel


Mata Aurel menatap tajam ke arah Ela yang berdiri di hadapannya. Dia menahan emosinya saat ini. sedangkan Ela berjalan ke lebih dekat ke arah Aurel dan tepat di sisi telinga Aurel.


” jangan biarkan kehidupan anda hancur karena salah memilih lawan ” bisik Ela


Ela memutarkan badan nya dan menatap ke arah Senja, dia tersenyum kepada Senja.


” nona waktu sudah mulai sore, tuan Evan akan segera pulang. Lebih baik kita segera pulang ” ucap Ela


Laura dan Steven sangatlah takjub dengan Ela, Ela benar-benar mengerti dengan keadaan Senja yang sedang memiliki mood yang sering berubah-ubah itu. Senja berjalan ke arah Ela dan melihat Aurel yang berdiri di samping asisten nya itu.


” Aurel aku juga akan memperingati mu sekali lagi. Jangan pernah kau coba-coba dekat dengan Suamiku lagi dengan alasan apapun, jika kau masih bersikeras mengganggu rumah tangga ku. Aku akan pastikan hidupmu tidak akan pernah bahagia dan berantakan ” ucap Senja


Senja berjalan ke arah keluar dan ikuti Ela dari belakang, sedang kan Laura dan Steven masih terus menatap Aurel dan menggelengkan kepalanya, Meraka berdua sungguh tidak habis pikir dengan jalan pikiran Aurel saat ini.


” kau salah lawan ” ucap Laura saat melewati Aurel


” Berubah Lah kak ” ucap Steven


Aurel mengepalkan tangannya saat ini, dia mengatur nafasnya dan berbalik badan untuk melihat punggung keempat orang yang meninggalkan dia sendirian.


” hhmm baiklah Senja, kau sendiri yang menantang ku sekarang. Jadi aku tidak akan sungkan-sungkan untuk menghancurkan mu sekarang ” ucap Aurel Sendiri


...----------------...


Di dalam mobil Steven kini Laura duduk di sebelah nya dan Senja duduk di depan belakang bersama dengan Ela. Tidak ada obrolan di antara mereka, Senja yang masih canggung dengan Ela atas kejadian yang dia lakukan tadi tidak berniat untuk membuka obrolan. Steven mengintip dari kaca dan melihat kedua wanita dia kenal yang sedang duduk di belakang itu hanya berdiam diri dan duduk sedikit berjauhan.


” kak bagaimana dengan kandunganmu ” tanya Steven berusaha mencarikan suasana nya


” hhmm baik Steve ” jawab Senja


” apa kau sudah memeriksakan kandunganmu lagi? ” tanya Steven


” belum, tetapi mungkin bulan depan baru aku periksa lagi ” jawab Senja

__ADS_1


Laura menoleh ke arah Steven, dia tahu apa yang di lakukan kekasihnya saat ini. Laura pun juga mencari akal untuk membantu Steven yang berusaha untuk mencairkan suasana.


” eemm El ” panggil Laura


” iya Lau ” jawab Ela


” apa aku boleh mengatakan sesuatu kepadamu? ” tanya Laura


” hhmm katakan saja ” jawab Ela


” apakah Senja masih memiliki jadwal-jadwal yang padat? ” tanya Laura


” jelas tidak Lau, apa kau lupa kalau dia sedang hamil? ” tanya Ela balik


Senja menoleh ke arah Ela dan cemberut saat mendengar ucapan dari Ela.


” padahal aku masih bisa jika hanya untuk bergaya-gaya di depan kamera Lau ” ucap Senja ikut menyambung


” hhmm memang bisa, tapi apa kau tega jika aku mendapatkan teguran dari suamimu? ” tanya Ela


” hanya teguran kecil El. Lagian yang tau jadwal-jadwal ku adalah kau, jadi 90% Evan tidak akan tau kalau kau tidak memberitahukan nya ” jawab Senja


” Kau juga jangan lupa dimana kau melakukan pemotretan itu, apakah menurutmu ayahmu akan diam saja dan tidak menegur menantunya saat dia mengetahui putri kesayangannya yang sedang hamil masih saja bekerja ” ucap Ela


” aku tidak bekerja El, aku hanya membantu perusahaan ayah ” Elak Senja


” iya... Tapi kau sekarang adalah seorang istri Senja, sedangkan suamimu bukan orang biasa, apa menurutmu tuan Evan akan diam saja yang melihat istrinya sedang hamil melakukan aktivitas yang berat-berat ” ucap Ela


” menjadi model tidak berat El ” ucap Senja yang masih mengelak


” tidak El ” jawab Senja


Laura yang mendengar kedua sahabatnya itu sedang berdebat hanya tersenyum. Suasa kembali mencair seperti awal, di sepanjang perjalanan Ela dan Senja masih terus berdebat tentang masalah pekerjaan.


Saat mobil Steven memasuki halam rumah, Senja melihat mobil berwarna merah telah terparkir di sana, itu adalah mobil milik Deon. Senja keluar dan berjalan masuk kedalam.


Di sana Deon sudah duduk dengan memainkan ponselnya, Dia menghentikan aktivitasnya saat melihat adik nya itu memasuki rumah bersama dengan Tiga orang dari belakang Senja.


” Sedang apa kau disini? ” tanya Senja tak bersahabat


Deon mematikan ponselnya dan memasukkan nya ke dalam kantong celananya, dia berdiri dan berjalan mendekati Senja.


” kau dari mana? ” tanya Deon tanpa menjawab pertanyaan Senja


” Aku sudah cukup lama menunggu mu ” sambung Deon


” Tapi aku tidak menyuruhmu untuk menunggu ku ataupun datang kesini ” ucap Senja


” Senja.. janganlah kau ketus seperti itu, aku datang kemari untuk melihat kabarmu dan calon keponakan ku ” ucap Deon


Senja meletakkan tasnya ke atas meja dan duduk di sofa. Sedangkan Ela segera masuk untuk meletakkan belanjaan milik Senja ke dalam kamarnya, Steven dan Laura tidak meninggalkan Senja, mereka berdua ikut duduk dan menemui Deon yang bertamu.


” Katakan, ada apa tujuanmu kemari? ” tanya Senja


Deon pun juga duduk dan menyilangkan kakinya, Steven yang melihat sikap songong dari kakak nya Senja itu sebenarnya ingin sekali melemparkan dia ke laut.

__ADS_1


” aku ingin menyampaikan sesuatu padamu ” ucap Deon


” apa? ” tanya Senja


” Minggu depan akan ada acara ulangtahun perusahaan ayah. jadi tujuan ku kemari hanya untuk mengingatkan mu ” ucap Deon


Senja tertawa saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Deon, dia terus tertawa sehingga Steven dan Laura pun bingung dengan Senja. Deon hanya menatap adiknya tersebut tanpa menunjukkan ekspresi apapun.


” Hahahaha sorry ” ucap Senja menghentikan tawanya


” kau lucu sekali Deon ” sambung Senja


” lucu? apa yang lucu? ” tanya Deon


” iya seperti sekarang, Kau memberikan ku informasi seperti itu seakan aku adalah orang luar ” ucap Senja


” padahal tanpa kau sadari kau lah yang orang luar itu ” sambung Senja


Deon tersenyum kecil dan mengalihkan pandangannya ke arah lain, sedikit demi sedikit senyum itu berubah menjadi tawa. Senja yang melihat kakak tirinya itu tertawa menghentikan senyuman nya.


” apa yang ketawa kan? ” tanya Senja


” dirimu ” jawab Deon


Senja memandang Deon dengan keheranan, Suasana di sana pun berubah. Saat Senja ingin mengutarakan pertanyaan lagi ke pada Deon, Evan dan Arnold masuk dan melihat Deon yang masih terus tertawa.


” Sayang ” panggil Evan


Senja dan yang lain menoleh ke arah Evan dan Arnold yang sudah berada di Tengah pintu. Deon menatap kehadiran Evan.


” Evan. Kau sudah pulang? ” tanya Senja berdiri


Evan melangkahkan kaki nya masuk dan menghampiri Senja, Dia meletakkan jas nya yang dia tenteng di atas sofa.


” iya sayang ” jawab Evan


” ternyata ada tamu disini ” ucap Evan menoleh ke arah Deon


” Hhmm iya, Apa kabarmu adik ipar ” ucap Deon mengulurkan tangannya


” Baik ” jawab Evan menerima uluran tangan Deon


” ada kepentingan apa? ” tanya Evan melepaskan jabatan tangannya


” tidak ada, Aku kesini hanya ingin bertemu dengan adikku ” jawab Deon


Evan menoleh sedikit ke arah Senja, Dia melihat raut wajah Senja yang tidak suka dengan kehadiran Deon saat ini.


” sayang, kau segeralah mandi dan bersiap-siap ” ucap Evan


” hhmm bersiap-siap untuk apa? ” tanya Senja bingung


” Aku akan mengajakmu untuk makan malam di luar ” jawab Evan tersenyum


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2