He Mine

He Mine
Episode 21


__ADS_3

Malam ini Mayang sedang duduk di sebuah bar, dia menunggu kedatangan seseorang yang dia hubungi tadi siang, setelah 15 menit Mayang menunggu, seorang laki laki tiba dan membungkukkan tubuhnya, laki laki itu pun segera duduk.


” Percepat eksekusi nya ” Ucap Mayang


” Aku sudah tidak mau terlalu lama lagi menunggu ” Sambung Mayang


” Nyonya saat ini orang orang dari Evan sudah terlalu banyak menyelidiki kejadian kejadian yang kemarin ” Lapor lelaki itu


” Menyelidiki? ” Ucap Mayang tak mengerti


” Iya nyoya, Evan telah mengutus orang kepercayaan untuk menyelidiki kejadian kado yang kita berikan itu, dan ini akan mempersulit kita untuk bergerak ” ucap lelaki itu


” Itu masalahnya, bukan kah aku menyuruhmu untuk membunuh nya 16 tahun yang lalu, jika saja kau membunuh nya bersamaan dengan Rantih, pasti saat ini hanya putra ku yang akan menjadi calon pewaris keluarga Maheswari ” Ucap Mayang marah


” aku tidak mau tau, segera singkirkan Senja secepat nya, kalau tidak aku yang akan menyingkirkan keluarga mu ” perintah Mayang


” Baik nyonya ” Ucap lelaki itu dan langsung berdiri


Lelaki itu meninggalkan Mayang seorang diri di bar. Benar Mayang adalah dalang di balik kematian Ibundanya Senja, dia sendir lah yang telah menyusun rencana itu. Mayang pun juga yang telah memanipulasi kematian suami bayaran nya. Dia sudah di puncak kesabaran nya saat itu, Bahas yang berjanji akan menikahi nya tak kunjung juga menikahi nya, dan saat dia tau Bagas keluar negeri untuk menjalani bisnis nya, dia memerintahkan seseorang untuk membunuh Rantih dan juga Senja, tapi Senja saat itu selamat.


Mayang sebenarnya tidak mempermasalahkan Senja yang masih hidup atau tidak, tapi sikap Bagas yang tidak memprioritaskan Deon sebagai calon pewaris membuat dia ingin segera melenyapkan Senja, dan menjadikan Deon calon pewaris satu satu nya di keluarga Maheswari.


...----------------...


Pagi pun telah tiba kini saatnya Evan, Senja, Ela dan Arnold melakukan kegiatan pagi harinya, yaitu sarapan. Kini mereka semua sudah terbiasa dengan suasana keheningan di dalam rumah itu. Senja yang masih tetap dengan sikap dinginnya dan Evan juga membiasakan dirinya tidak perduli dengan Senja.


Evan sudah membiarkan hubungannya dengan Senja semakin jauh, bukan karena Evan tidak mencintai Senja lagi, tapi karena memang benar apa yang di katakan Senja bahwa mungkin hubungan nya dengan Senja tidak akan pernah berhasil.


Evan telah menyelesaikan sarapan nya, Dia berdiri dan bergegas keluar untuk pergi ke kantor dan di susul Arnold. Evan pergi tanpa menoleh atau melihat Senja yang duduk disampingnya.


Senja yang melihat kepergian Evan menoleh, Senja melihat punggung Evan yang semakin jauh.


” kenapa rasa nya sakit ” Ucap Senja dalam hati


Senja telah menyelesaikan sarapan nya, dia meletakkan sendok dan garpu nya di atas piring, lalu dia duduk bersandar di kursinya. Wajah Senja hari ini sedikit pucat.


” Nona ” Panggil Ela yang melihat wajah pucat Senja


” Ada apa? ” Tanya Senja yang menata Ela

__ADS_1


” nona sakit? apa kita di rumah saja non ” Tanya Ela yang khawatir dengan Senja


” Tidak perlu, kita berangkat saja sekarang ” Ucap Senja


Senja pun berdiri dan mengambil tasnya, Dia berusaha menguatkan tubuhnya. Dia berjalan ke arah keluar, saat dia akan masuk ke dalam mobil dia melihat satu mobil yang masuk ke halaman nya. Itu adalah mobil milik Steven, Steven pun keluar dengan wajahnya yang tersenyum.


Dia melangkah mendekat ke arah Senja yang berdiri di depan mobilnya.


” Selamat pagi kakak ipar ” Sapa Steven


” Steven ” Panggil Senja


Saat Steven tepat di hadapan Senja, di melihat wajah Senja yang pucat.


” Kau sakit? ” Tanya Steven memegang pipi Senja


” Aku tidak apa-apa ” jawab Senja yang menghindar


Senja pun kembali ingin masuk ke dalam mobil, tapi lengan Senja langsung di cekal Steven.


” mau kemana ” Tanya Steven


” kau sakit Senja, biarkan aku membawa mu ke rumah sakit ” paksa Steven


Ela yang melihat Steven memaksa kan dirinya segera mendekat untu memisahkan mereka, tapi belum sempat Ela memisahkan, Senja sudah terlebih dahulu melepaskan tangan Steven.


” apa urusanmu jika aku sakit, itu semua tidak ada urusannya denganmu ” Ucap Senja


” Ayo El ” Ajak Senja yang langsung masuk kedalam mobil


Ela pun berputar ke pintu sebelah dan segera masuk kedalam mobil. Mobil yang di tumpangi Senja dan Ela pun keluar dari mansion. Steven segera masuk ke dalam mobilnya dan segera mengikuti mobil Senja.


Di dalam mobil Senja hanya memejamkan matanya saja, dia sama sekali tidak berniat untuk melakukan aktivitas apa pun sebenarnya, Namum untuk membuat hati dan perasaan nya kembali ke dalam moodnya, Dia meminta Ela untuk pergi tempat latihan balet.


Ela memandangi wajah pucat Senja, dia melihat keringat keluar dari dahi majikan nya tersebut.


” Apa kita sebaiknya tidak pergi ke dokter ” Tanya Ela


” tidak perlu El, aku hanya butuh tempat yang tenang saat ini ” Jawab Senja yang masih menutup matanya

__ADS_1


” Tapi kau pucat sekali Senja, Lihatlah kau berkeringat dingin ” Jelas Ela


” Aku tidak apa-apa El, yang tahu tentang tubuh ku adalah aku, Jadi jangan khawatir ” Ucap Senja yang membuka matanya dan melihat Ela


di belakang mobil Steven masih tetap mengikuti mobil Senja, Dan sesampai nya dia tempat latihan, Senja dan Ela keluar dari mobil dia berjalan untuk masuk ke dalam tempat latihan nya, Steven menghentikan mobil nya dan berniat keluar, tapi saat dia ingin keluar, dia melihat seorang laki laki yang berjalan ke arah Senja, laki laki itu memakai pakaian serba hitam, dan yang lebih mengejutkan lagi Steven melihat laki laki tersebut membawa senjata tajam di tangannya.


Steven pun bergegas keluar dan berlari ke arah Senja.


” SENJA AWAS ” teriak Steven


Senja pun menoleh dan melihat Steven yang berlari dari arah belakang nya, Tanpa disadari Senja seorang laki- laki berjalan mendekat ke arahnya.


Steven menghentikan dirinya, Senja dan laki laki itu pun saling memandangi. Senja meraba perutnya yang terasa perih, dia melihat darah yang mengalir dari perutnya. Lelaki itu berhasil menancapkan pisau yang dia bawa ke tubuh Senja, Kemudian laki laki itu menarik pisaunya lalu mendorong Senja, Senja terjatuh dengan luka tusukan.


” NONA ” teriak Ela


Steven berlari menuju ke arah Senja yang jatuh, Laki laki yang sudah mencelakai Senja melarikan dirinya. Ela mengangkat kepala Senja di pangkuan nya.


” Nona ” Ucap Panik Ela


Uhuk...uhuk..


Darah keluar dari mulut senja, Steven yang sampai di sana segera mengambil alih tubuh Senja.


” Senja, Senja ” Panggil Steven


” sa-sakit ” Ucap Senja pelan


” Ayo bawa dia ke dalam mobilku ” Ucap Steven


Steven menggendong tubuh Senja, dia membawa nya masuk ke dalam mobilnya, Ela yang sudah masuk kedalam mobil, menaruh pelan kepala Senja di pangkuan nya, Steven masuk kedalam mobil nya dan segera mengemudi kan mobilnya, Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, sesekali dia menyalakan klakson nya agar mobil yang menghalanginya segera menepi.


” Nona.. Hikss.. Hikss... ” Panggil Ela yang menangis


” Cepat tuan Steven ” Ucap Ela


Steven menambahkan kecepatan nya. Mobil Steven kini sudah sampai di rumah sakit, Steven segera mengarah ke belakang dan membuka pintunya, dia menggendong senja lalu masuk ke dalam rumah sakit yang di buntuti Ela di belakang nya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2