
Setelah melakukan pemotretan, Aurel lebih dulu maksud ke dalam ruang ganti, Aurel meninggalkan Senja dan Laura begitu saja, dia masih merasakan sakit hati dengan sikap Senja tadi. Saat dia masuk ke dalam ruangan itu dan melihat Mayang yang duduk dan menatap nya. Mayang memang sudah berniat menunggu calon menantunya itu dalam.
” sudah selesai? ” tanya Mayang saat melihat Aurel
” iya bu ” jawab Aurel biasa
” kau marah dengan ibu? ” tanya Mayang
Langkah Aurel terhenti dia melihat Mayang yang sedang duduk dengan tenang, ingin sekali Aurel saat itu berteriak di telinga Mayang.
” aku hanya kecewa bu ” jawab Aurel
” bagaimana bisa ibu hanya melihat saat aku dipermalukan seperti tadi ” sambung Aurel
” Aurel, ibu tidak bermaksud seperti itu, diamnya ibu saat ini juga memiliki alasan ” Jelas Mayang
Mayang berdiri dan mendekat ke arah Aurel, dia berdiri tepat di hadapan Aurel dan melihat calon menantu nya itu sedang merajuk.
” ibu juga tidak mau sebenarnya hanya berdiam diri seperti tadi, ibu juga ingin membalas atau menegur nya. Tapi percayalah rel, untuk saat ini diam nya ibu juga akan memberikan hasil yang bagus untuk mu dan Deon nanti ” ucap Mayang
Aurel yang mendengar penjelasan Mayang itu menatapnya, entah apa yang di sembunyikan oleh Mayang pada dirinya, Aurel pun juga tidak berani bertanya apa-apa kepada Mayang, dia hanya mengangguk.
Saat Aurel dan Mayang sedang berbicara, pintu ruangan itu terbuka dan masuklah Senja, Senja segera duduk di depan kacanya menutup matanya.
” El, bersihkan makeup ku ” suruh Senja
” Baik nona ” jawab Ela
Laura pun juga segera duduk di sebelah Senja, dia mengeluarkan tisu basahnya untuk menghapus makeup yang ada pada wajahnya.
” Kau akan langsung pulang? ” tanya Laura ke pada Senja
” tidak, why? Kau mau mengajakku kemana? ” tanya Senja yang masih menutup mata nya
” bagaimana kalau kita pergi ke cafe tempat kita dulu sering datangi ” Tawar Laura
” hhmm boleh juga ” jawab Senja
Mayang dan Aurel yang hanya mendengar pembicaraan antar Laura dan Senja itu hanya diam saja.
” ibu akan menunggu mu di mobil ” ucap Mayang
” iya bu ” jawab Aurel
Mayang segera pergi keluar tanpa berpamitan dengan Senja, Aurel yang melihat Senja itu berjalan ke arah tas nya dan mengambil kue kering yang di bawa.
” ini untukmu ” ucap Aurel yang memberikan kue ke hadapan Senja
Senja segera membuka matanya dan melihat toples kue di hadapannya, dia mengambil dan melihat toples tersebut.
” ini untukmu ” ucap Senja kepada Laura
” itu kan untuk mu kenapa kau berikan kepadaku ” ucap Laura yang masih membersihkan makeup nya
” aku tidak mau ” jawab Senja meletakkan toples itu ke atas meja Laura
Aurel yang melihat sikap Senja itu segera memutar kursi Senja, dia menatap Senja dengan tajam.
__ADS_1
” apa maksudmu Senja ” tanya Aurel
” Bagaimana kau bisa tidak menghargai pemberian ku, aku bahkan masih bersikap baik padamu saat kau telah mempermalukan ku ” ucap Aurel
Senja tidak menggubris ucapan Aurel yang sedang marah saat ini ,dia memutarkan kembali kursinya nya menghadap kaca, dia melihat Aurel yang yang sedang mengatur nafasnya.
” maaf nona Aurel, nona Senja tidak bermaksud untuk menolak secara tidak baik pemberian anda, tapi non Senja memiliki alergi Kacang. Karena itu nona Senja tidak menerima kue yang anda berikan ” ucap Ela yang menjelaskan
” Apa pun itu, bukankah___ ” ucapan Aurel terhenti
” Tunggu, kau memiliki alergi kacang? ” tanya Aurel kepada Senja
” iya nona Aurel, maaf jika penolakan nona Senja tidak baik ” jawab Ela
Aurel terdiam dan melihat pantulan wajah Senja di kaca yang sedang menutup matanya
” bukankah Deon dan ayah Bagas juga memiliki alergi kacang. Dan senja juga memiliki alergi kacang sekarang, tidak mungkin kan ini kebetulan yang tiba-tiba ” Ucap Aurel dalam hati
” Apa mulai dari kecil dia memiliki alergi kacang? ” tanya Aurel pada Ela
” iya nona, Nona senja mengikuti gen keturunan dari keluarga tuan Bagas ” jawab Ela
Aurel hanya diam saat mendapatkan jawaban dari Ela, dia mengambil tas nya dan pergi begitu saja, dia keluar dari ruangan itu dan mengambil ponselnya di dalam tasnya.
” Aku harus memastikannya sendiri ” Ucap Aurel dalam hati
...----------------...
Kini Senja,Ela dan Laura sedang duduk manis di cafe yang mereka datangi, Senja sudah memberikan kabar Kepa Evan bahwa dia sedang berkumpul dengan teman-teman nya saat ini. Ela pun juga sudah di wanti-wanti oleh Senja agar tidak memanggil nya dengan embel-embel nona.
” hhmm jadwal latihan ku penuh Minggu-minggu ini ” jawab Senja meletakkan jus jeruk nya
” why? ” tanya Senja
” tidak ada, hanya saja aku berencana mengajak mu untuk berbelanja di mall ” jawab Laura
” sebenarnya bisa saja Lau, tapi kau tau kan asisten ku membuat jadwal yang sangat padat ” ucap Senja melirik Ela
” El, jangan menyibukkan dia dengan jadwal yang kau buat, biarkan dia menikmati masa pernikahan nya juga ” ucap Laura yang menggoda Ela
” jadi sekarang kau menyalahkan ku, bukan nya kau sendiri yang meminta jadwal latihan mu di perbanyak ” ucap Ela kepada Senja
” Hahahaha ” tawa Senja dan Ela
” Senja, sepertinya asisten mu ini sangat sensitif sekali ” ucap Laura
” tapi kau jangan salah Lau, dia justru lebih cekatan dari pada yang lain ” ucap Senja
Saat mereka sedang asyik bercanda, Reno masuk kedalam cafe dengan membawa amplop cokelat di tangannya. Laura yang menoleh ke arah pintu melihat mantan kekasih nya itu menenteng amplop coklat yang dia bawa, Reno pun juga menatap mantan kekasihnya itu dengan wajah sendu nya.
Dengan tanpa rasa malu Reno menghampiri Laura yang duduk bersama teman-temannya.
__ADS_1
” Laura ” panggil Reno
Laura dan lainnya menoleh ke arah Reno yang berdiri di dekat Laura.
” masih berani kau menunjukkan wajahmu ” ucap Laura
Senja dan Ela yang sadar dengan perubahan sikap Laura itu mengerti, Pasti lelaki ini yang sudah membuat Laura kacau semalam.
” apa aku bisa bicara denganmu? ” tanya Reno
” bukankah kemarin kau sudah banyak bicara ” jawab Laura
” Laura tolong biarkan aku menjelaskan nya ” ucap Reno
Laura tersenyum sinis dan melihat Reno dengan remeh.
” apa yang ingin kau bicarakan? ” tanya Laura
” bisakah kita berbicara empat mata saja ” ucap Reno
Laura segera berdiri dan berjalan untuk ke arah meja lain, dia duduk di sana dengan melipatkan tangannya. Reno pun menyusul dan duduk di hadapan Laura.
” katakan ” ucap Laura
Reno melihat Laura dengan amat sangat dalam, dia menarik nafasnya untuk menyusun kalimat yang tepat untuk diucapkan.
” maaf ” ucap Reno
” aku meminta maaf padamu karena telah melakukan kesalahan ” sambung Reno
Laura tertawa saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Reno, dia tertawa sangat kencang dan mengundang perhatian orang-orang yang berada di cafe tersebut, Senja dan Ela yang mendengar tawa dari sahabatnya itu hanya melihat dari kejauhan.
” Kenapa, apa kau baru sadar bahwa kau tidak akan menjadi apa-apa tanpa ku? Atau karena saat ini kau sudah menjadi gelandangan di luaran sana ” tanya Laura yang mengejek Reno
” hey!! Aku kasih faham padamu, Aku tidak akan pernah memungut sampah yang sudah aku buang ” ucap Laura
” jika bagimu hubungan kita kemarin tidak ada artinya bagimu, maka yang aku lakukan saat ini pun sama. Jika kembali padamu apa kau bisa menjamin kehidupan ku? ” sambung Laura
” Reno, bukan kah kau sendiri yang bilang padaku, kau menjadi seorang pengacara itu karena usahamu sendiri yang giat belajar. Tapi kau juga melupakan satu hal saat itu Ren, jika bukan karena aku yang merekomendasikan dirimu pada papaku, kau bukan lah siapa-siapa, Kau juga tidak akan pernah mudah di kenal di kalangan hukum. Jadi pesan ku adalah jangan mudah sombong saat kau sedang berada di atas, tapi lihat lah saat kau sedang berada di bawah ” Ucap Laura
Laura melihat arloji dan berdiri dari tempat duduknya.
” Aku rasa aku sudah memberikan mu waktu cukup lama, jadi kita selesaikan sampai disini saja ” Ucap Laura
Saat Laura Hendak melangkah Reno dengan cepat mencekal tangan Laura dengan erat-erat.
” YA!!!! ” teriak Laura
” apa menurutmu kau bisa meninggalkan ku begitu saja, setelah kau menghancurkan hidupku ” ucap Reno
” Dan apa kau pikir akan ada lelaki yang bisa menerima mu saat mereka tau kau sudah tidak Suci lagi ” Ucap Reno
Senja dan Ela yang melihat kejadian itu segera berdiri, Tapi saat mereka berdua ingin menghampiri Laura langkah mereka terhenti saat melihat seseorang memukul Reno.
Bughk.....
Bersambung......
__ADS_1