
Di kediaman keluarga Maheswari Mayang kini sedang menikmati teh di ruang keluarga, Dia menemani Suaminya yang sedang melihat tv. Mayang melirik Bagas yang sedang fokus terhadap berita yang dia lihat.
” Kapan kau akan mengumumkan pewaris keluarga Maheswari sayang ” Tanya Mayang
” Masih banyak waktu untuk itu ” Jawab Bagas yang tidak mengalihkan pandangannya
” Apa kau masih memikirkan siapa yang akan menjadi pewaris keluarga ini ” Tanya Mayang lagi
” Mayang, Senja adalah putriku hubungan ku dan dia saat ini semakin jauh, Jadi aku juga harus memikirkan putriku ” Jawab Bagas
” Deon juga putramu Bagas!!, Jangan kau lupakan tentang itu juga ” Ucap Mayang
Bagas hanya menarik nafas nya, Dia menoleh ke arah Mayang yang sedang melihat nya dengan tatapan tajam.
” Aku tau, tapi jika Senja tau semuanya bukankah itu juga akan memperkeruh hubungan ku dengan Senja ” Ucap Bagas
” Jadi aku mohon mengertilah ” Ucap Bagas
” Sampai kapan aku terus harus mengerti? Sampai kapan aku harus terus mengalah? Bukankah 40 tahun ini aku sudah terlalu banyak mengalah. Jika kau tidak segera mengumumkan nya, makan biarkan aku pergi dari sini bersama Deon ” Ucap Mayang yang langsung pergi
Bagas memegangi kepala nya yang terasa pusing. Dia belum siap jika Senja benar-benar akan memusuhi nya seumur hidupnya.
Deon sebenarnya adalah putra kandung dari Bagas, Mayang saat itu mengandung anak dari hasil hubungannya dan Bagas, Bagas saat itu sebenarnya ingin menikahi Mayang, Namun kedua orang tuanya tidak menyetujui nya karena Mayang hanya seorang pelayan. Lalu kedua orang tuanya menjodohkan dia dengan Rantih.
Tidak ada satu orang pun yang tahu kebenaran tentang ini, Bagas menutupi nya dengan sangat amat rapat. Dulu sebelum Mayang melahirkan, Mayang menikah dengan orang yang sudah di bayar Bagas untuk menutupi kehamilan nya, Lalu melahirkan seorang bayi laki- laki yang sebenarnya adalah anak dari Bagas. Setelah anak itu berusia 3 tahun, Bagas dan Rantih menikah dan setelah 1 tahun pernikahan nya dengan Rantih, mereka di karuniai seorang putri yang cantik yang di beri nama Senja Maheswari. Tidak berhenti di situ saja, Mayang dan Bagas masih berhubungan walau sudah menikah dengan Rantih, Tepat saat usia Senja 8 tahun, Bagas pergi ke Jepang untu perjalanan bisnis nya, dan saat itu juga dia tidak tahu bahwa Rantih meninggal karena terbunuh, Kepolisian menduga itu adalah kasus perampokan yang berakhir dengan pembunuhan.
Kasus itu di tangani kepolisian selama 5 bulan, Namun pelaku menghilangkan jejaknya dan kasus itu pun di tutup, Pada akhirnya setelah kepergian Rantih, Suami bayaran Mayang pun tewas karena kecelakaan dan saat itu juga Bagas berencana akan menikah dengan Mayang. Mereka menikah dan Bagas memberikan namanya untuk Deon, tapi Bagas tidak berfikir bahwa itu akan berdampak dengan hubungan nya dan Senja menjauh. Bagas pikir bahwa lembat tahun Senja akan menerima kehadiran Mayang secara perlahan, tapi bukan hubungan yang membaik justru hubungannya dengan Senja semakin berjarak jauh.
Mayang naik ke atas dan menuju kamarnya, saat sampai di atas dia melihat foto keluarga Maheswari. Di Sana ada dia, suaminya Bagas , Deon dan juga Senja, Senja di foto itu tidak tersenyum sama sekali, menunjukkan wajahnya yang datar.
” Seharusnya kau tidak berada di sana saat itu Senja ” Ucap Mayang yang langsung menuju kamarnya.
Sesampainya dia kamar dia mengambil handphone nya dan menghubungi seseorang.
” Temui aku malam ini di tempat biasa dan jam biasa ” Ucap Mayang saat telfon nya sudah terhubung
Mayang langsung mematikan panggilan nya dan menghapus riwayat daftar telepon nya, melempar kan ponsel di atas kasur.
” Mungkin sudah saat Senja kau harus menyusul Bundamu ” Ucap Mayang
__ADS_1
...----------------...
Malam telah tiba, para pelayan pun menyiapkan hidangan makan malam, semua hidangan sudah tersusun rapi di atas meja makan. Evan yang baru saja turun segera menuju kursinya untuk makan malam. Saat dia di tangga terakhir dia melihat pintu kamar Senja yang masih tertutup rapat.
Evan pun segera mendekat di meja makan, dia menarik kursi nya dan duduk di sana, Arnold pun keluar dari kamar nya dan melihat Evan sudah duduk di sana.
” Selamat malam tuan ” Sapa Arnold
” Malam, duduklah ” Jawab Evan
Arnold yang tidak melihat keberadaan Senja pun tidak berani bertanya. Tapi saat Arnold bertanya dengan dirinya sendiri, pintu kamar tamu yang di tempati Senja terbuka dan keluarlah Senja dan Ela dari sana, Arnold yang bingung dengan keluarnya Senja dari kamar tamu hanya mengangkat alisnya.
” Selamat malam tuan ” Sapa Ela
” Malam, duduklah ” Jawab Evan
Senja dan Ela duduk di tempat nya masing masing. Senja sama sekali tidak melihat ataupun menoleh ke arah Evan, Evan yang mendapat perilaku Senja yang seperti itu hanya bisa pasrah.
” Apa kau nyaman di kamar itu ” Tanya Evan memecahkan keheningan
” nyaman ” Jawab Senja yang memasukan nasi kedalam piringnya
” Tidak perlu ” Jawab singkat Senja
Makan malam ini terus di iringi dengan keheningan, hanya dentangan suara sendok yang yang terdengar, Setelah makam malam selesai Senja pun bergegas untuk masuk kedalam kamarnya. Evan yang melihat kepergian Senja hanya membuang nafasnya.
” Aku akan ke atas dulu ” Ucap Evan kepada Ela dan Arnold yang masih menyelesaikan makan malam nya.
Arnold dan Ela lun berdiri membungkuk kan badannya, Evan berdiri dan berjalan ke arah atas dan menuju ke dalam kamarnya.
Di sana di tempat meja makan hanya tersisa Arnold dan Ela yang masih menyelesaikan makan malamnya.
” El, ada apa dengan tuan dan nona ” Tanya Arnold yang sedari tadi sudah penasaran
” jangan terlalu tertarik dengan cerita mereka ” Ucap Ela yang memasukkan makanan nya kedalam mulut
” Tapi suasananya menjadi aneh sekarang ” Ucap Arnold yang telah menyelesaikan makan malam nya
” Tidak ada yang aneh, Hubungan mereka masih tetap sama seperti saat pertama kali mereka menikah ” Jawab Ela yang juga telah menyelesaikan makanan nya
__ADS_1
Ela pun menatap Arnold yang sedari tadi sudah menatapnya.
” Kau mau temani aku minum malam ini ” Tanya Ela
” Minum? ” Tanya Arnold
” bukan kita butuh kehangatan di saat perang dingin ini ” Ucap Ela yang langsung berdiri
” Bawa wine nya ke taman belakang, aku tunggu ” Ucap Ela yang langsung pergi ke taman belakang
Arnold pun segera berdiri dan mengambil wine yang di minta Ela, dia juga mengambil 2 gelas untuk meminum Wine nya.
Arnold meletakkan wine dan gelas yang dia bawa di meja, dia pun duduk di hadapan Ela. Arnold menuang kan wine ke dalam 2 gelas dan menyerahkan 1 gelas untuk Ela.
” Apa yang ingin kau tahu ” Tanya Ela yang menerima gelas dari tangan Arnold
” ada apa dengan tuan dan nona ” Tanya Arnold
” Mereka mungkin sedang saling menenangkan diri mereka masing masing ” Jawab Ela yang telah meminum wine nya
” apa karena masalah kemarin ” Tanya Arnold
” Hanya mereka sendiri yang tau ” Jawab Ela
” Kenapa nona mu sangat susah di tebak El ” Tanya Arnold
” Maksudmu ” Jawab Ela yang menuangkan Wine ke dalam gelasnya
” Bukankah nona Senja telah menerima tuan Evan, Bukan kah hubungan mereka telah baik baik saja beberapa hari ini. Lalu kenapa nona Senja bersikap dingin kembali ” Tanya Arnold keheranan dengan sikap Senja
Ela hanya tersenyum mendengar ucapan Arnold.
” Kita tidak akan bisa menebak hati seseorang yang sudah terlalu banyak memendam luka, Jika nona Senja bersikap dingin sekarang, maka pertanyaan kepada tuanmu, Apa yang sudah dia lakukan hingga es batu yang telah mencair kini berubah menjadi beku lagi ” Ucap Ela
” Tapi tuan sudah berusaha untuk memperbaiki nya bukan? ” Tanya Arnold
” Memperbaiki bukan berarti tidak meninggalkan bekas Arnold, Nona sudah berusaha membuka hatinya untuk tuan Evan, tapi dengan satu kata tuan Evan telah mengunci dan menutup rapat rapat hati Nona Senja ” Jawab Ela
Bersambung........
__ADS_1