He Mine

He Mine
Episode 16


__ADS_3

” Lalu apa kau akan terus bersikap seperti ini ” Ucap Evan


Malam ini Hujan pun tiba-tiba turun begitu saja, langit yang awal nya cerah kini berubah menjadi mendung dan gelap.


Langkah Senja terhenti ketika mendengar Ucapan Evan, dia berbalik dan melihat Evan yang sedang memandangnya dari jarah yang tidak terlalu jauh.


” Sampaikan, sampaikan Senja kau bersikap seolah hanya kau yang terluka di dunia ini ” Sambung Evan


Evan melangkahkan kaki nya untuk mendekati Senja. Secara perlahan Evan pun sampai di depan senja, kini jarak mereka begitu dekat.


” Senja, jangan kau hanya menganggap trauma itu hanya menyakiti mu, Apa kau tidak pernah bertanya bagaimana dengan trauma ayahmu, bagaimana dengan kehidupan ayahmu dan bagaimana ayahmu berusaha bangkit. Bunda mu melindungi dan mempertaruhkan nyawa nya itu untuk melindungi mu, agar dia bisa memberikan kehidupan untuk putri ya, bukan untuk melihat jarak mu dengan ayah mu semakin jauh ” Ucap Evan


” Aku memang tidak tau dan tidak pernah merasakan di posisimu, Tapi aku juga pasti akan berfikir luka itu bukan hanya membekas di hatimu tapi juga di hati orang lain yang menyayangi bundamu ” Sambung Evan


Senja tidak menjawab apa pun perkataan dari Evan, dia hanya dia dan mendengar kan semua ucapan Evan.


” Senja aku akui aku salah, aku sudah bersalah karena terlalu mengorek masa lalu mu. Tapi aku adalah suami mu senja, Aku juga ingin tau apa yang di rasakan selama ini oleh istriku, Aku hanya ingin bersikap baik layaknya seorang suami yang melindungi istrinya ” Ucap Evan


” Kau sudah selesai ” Tanya Senja


” Apa? ” Tanya Evan yang tidak mengerti


” kenapa segalanya sangat mudah bagimu Van ” Tanya Senja


” Apa? ” Tanya Evan sekali lagi


” Kau kira luka orang lain dan trauma adalah hal yang mudah?, siapa kau yang dengan seenaknya menganggap traumaku, dan lukaku sebagai hal yang mudah?” Ucap Senja datar


” Senja aku tidak bermaksud begitu, aku hanya ingin membuat mu sadar__”


” tidak semua orang bisa sekuat dirimu Van, Kau sedang membicarakan trauma seseorang . Apa kau pikir aku senang dengan rasa itu? Apa kau pikir mudah melupakan nya? Apa kau pikir melihat orang yang kau sayangi terbunuh di depan mata kepala mu adalah hal yang begitu mudah? ” Ucap Senja memberi jeda


” jika kau tidak merasakannya, maka aku harap kau cukup diam dan tutup mulut mu ” Sambung Senja yang sudah menangis


Senja pun langsung meninggalkan Evan yang berdiam diri. Dia melangkah kan kakinya menjauh dari hadapan Evan, Dengan langkah yang tak terhenti dan air mata yang terus mengalir.


Evan yang melihat kepergian Senja pun tidak berani untuk menghentikan nya, Dia bersalah, dia yang sudah keterlaluan, tidak seharusnya Evan mengatakan semua yang seharusnya dia tidak ucapakan.


” Maafkan aku Senja ” Ucap Evan lirih


Di kejauhan saja seseorang tersenyum melihat pertengkaran suami istri itu. Aurel tersenyum puas melihat Evan dan Senja bertengkar hebat, Rencana yang dia sudah sangat matang berhasil membuat keduanya berselisih paham.


” Ternyata kau seorang wanita yang lemah akan masa lalu mu Senja ” Ucap Aurel


...----------------...


Senja pun masuk dan langsung menaiki tangga, Ela dan mama Rita yang sedari tadi mencari keberadaan Senja pun kaget melihat Senja yang masuk dengan keadaan basah dan menangis.


” Senja - nona ” Ucap Ela dan Rita bersamaan

__ADS_1


Ela pun segera mengejar Senja, dia berlari untuk menyusul Senja ke atas. Setelah kepergian Ela, Evan pun masuk dengan keadaan basah kuyup, Rita melihat putra pun segera mendekat.


” Ada apa Van ” Tanya Rita yang melihat keadaan putra nya


” Ma, Evan melakukan kesalahan kepada Senja ” Ucap Lirih Evan


Rita pun segera memeluk putranya, Dia menenangkan putranya itu.


” ada apa Van hemm, ceritakan ke mama mungkin mama bisa membantu mu ” Ucap Rita


Evan pun yang mendapatkan pelukan dari mama nya segera menangis, dia menangis di pelukan mama nya. Rita yang mendengar putra nya menangis pun menjadi penasaran, karena ini adalah pertama kali dia melihat Evan menangis setelah dewasa.


Di sisi lain Senja pun masuk ke dalam kamarnya, Dia jatuhkan dirinya di bawah kasur, Ela yang pun segera menyusul dan masuk ke dalam kamar Senja. Ela melihat Senja yang duduk di bawah dan sedang menangis.


” Senja ” Panggil Ela lirih


Senja pun mengangkat kepalanya dan melihat Ela yang sudah masuk di kamarnya.


” El ” Ucap Senja yang masih menangis


Ela pun segera mendekat dirinya, dia memeluk tubuh Senja.


” Apa apa Senja ” Tanya Ela lirih


” apa yang sedang saat ini kau rasakan hmm ? ” Tanya Ela lagi


” Aku ingin berhenti, aku ingin menyerah, aku ingin berhenti berpura-pura kuat aku ingin menyusul Bunda El ”


Deg


Ela yang mendengar perkataan Senja kaget, Ini adalah ke dua kalinya Senja mengatakan seperti itu, terkahir kali Senja mengatakan itu waktu dia masih berusia 15 tahun, dimana dia benar benar-benar melakukan sesuatu yang hampir merenggut nyawa, dan barusan Senja mengatakan kan nya lagi.


” Senja, aku mohon jangan mengatakan itu lagi ya hhmm ” Ucap Ela yang juga menangis


” Aku lelah El, aku capek aku sudah tidak kuat ” Ucap Senja yang semakin meraung raung


Ela Pun berusaha menenangkannya. Dia memeluk sahabatnya dan memberikan kekuatan untuk Senja.


...----------------...


Di bawah Evan yang duduk dengan mamanya, dia sudah mengatakan semua kepada mamanya, dia sudah menceritakan semua pertengkaran yang dia alami dengan Senja.


” Apa kau pikir itu yang akan membuat Senja jauh lebih tenang ” Tanya Rita


” Aku salah ma, aku salah ” Ucap Evan


” Kau memang salah Van, Kau tidak bisa membahas begitu saja tentang trauma seseorang ” Ucap Rita


” Kita ubah keadaannya. Jika kau melihat mama di Sakiti dan di bunuh seseorang, apa kau bisa akan langsung memaafkan nya, apa kematian mama tidak meninggalkan bekas luka di hatimu, apa kematian mama tidak akan meninggalkan sakit untukmu ” sambung Rita

__ADS_1


” maa, jangan mengucapkan yang tidak tidak ” Ucap Evan yang langsung memegang tanga mama nya


” Kenapa, apa kau takut ” Tanya Rita


” Jelas ma, bagaimana aku tidak takut, bagaimana aku___ ”


” tapi kenapa kau bisa mengatakan itu kepada Senja Van, sedangkan kau saja takut dengan kejadian yang belum terjadi ” Potong Rita


” Sedangkan Senja, dia sudah mengalami nya ” Sambung Rita


” Maaf ma ” Ucap Evan


” Jangan meminta maaf kepada mama Van, kau harus meminta maaf kepada Senja ” Ucap Rita


” Bagaimana mana pun yang tersakiti hatinya adalah Senja ” Sambung Rita


” Evan, kau tidak tau bagaimana kesedihan orang lain , kau tidak tau kisah orang lain, kau tidak tau bagaimana mereka berusaha berjuang untuk tetap hidup, Jadi jangan hanya karena kau berfikir pendapat mu baik kau memaksakan orang lain untuk melakukan nya ” ucap mama Rita


” Pergilah, temui istri mu, meminta maaflah kepadanya ” Suruh Rita


” Iya ma ” Jawab Evan yang berdiri


Sebelum Evan pergi menyusul istrinya Mayang datang dan melihat keadaan menantu nya.


” Evan, kenapa dengan pakaian mu? Kenapa basah? ” Tanya Mayang


” Tidak apa apa Bu ” Jawab Evan


” Nyonya Rita kenapa Evan ” Tanya Mayang


” Tidak ada apa apa, hanya saja dia kehujanan di tadi ” Jawab Rita


” ooh, segera ganti baju Van nanti kau sakit ” Ucap Mayang


” Dimana Senja, ibu dari tadi tidak melihat keberadaan nya ” Tanya Mayang


” Senja sedang berada di kamar, kata nya dia sedang tidak enak badan ” Jawab Rita


Mayang yang melihat gerak gerik besan dan menantunya itu jadi penasaran. Apa yang sedang di sembunyikan besan dan menantu nya itu.


” Cepat ganti baju Van ” Suruh Rita


Evan pun segera naik ke atas dan menuju kamar nya.


” Tidak terjadi apa apa kan nyonya Rita ” Tanya Mayang


” Tidak ada nyonya Mayang, mari kita ke depan untuk menemui para tamu ” Ajak Rita


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2