
Aurel yang mendengar perkataan dari Evan itu menangis, dia mengeluarkan air matanya yang sudah lama dia tahan-tahan.
” apakah kau sudah benar-benar tidak ada rasa padaku ” tanya Aurel yang menangis
Evan menggelengkan kepalanya.
” Sedikit saja tidak ada? ” Tanya Aurel lagi
” tidak ada Aurel ” jawab Evan
” kenapa Van? Bukankah dulu kau begitu sangat mencintaiku? ” Ucap Aurel
” Aurel itu sudah sangat lama sekali, hampir 6 tahun. Dan kau pasti juga tau apa alasannya ” ucap Evan
” hahahaha kau sekarang menyalahkan ku? ” tanya Aurel tertawa tapi menangis
” Kau yang salah disini Evan, jika saja saat itu kau mendukung ku untuk mengejar impianku bukankah sampai saat ini kita masih bersama!! ” ucap Aurel menangis
” kenapa kau egois sekali Van sejak dulu, kenapa kau tidak pernah menanyakan apa keinginan orang lain ” Ucap Aurel yang masih menangis
Evan yang melihat Aurel menangis hanya memejamkan matanya, dia tidak bisa melihat Aurel menangis bagaimana pun Aurel pernah singgah di hatinya dan menempati posisi khusus dihatinya.
” cukup Aurel berhentilah menangis, itu juga tidak akan mengembalikan hubungan kita seperti dulu lagi. Saat ini aku sudah menikah dan aku mencintai istriku, jadi aku mohon hentikan kekonyolan mu ” ucap Evan
Aurel pun menghentikan tangisannya, dia menghapus air matanya dengan kasar, dia melihat dan menatap Evan dengan tajam.
” Baiklah, semoga kau bahagia ” Ucap Aurel yang langsung pergi dari ruangan Evan
” kita lihat saja Evan keadaan seperti apa yang kau akan dapatkan, kebahagiaan atau justru kehancuran. Jika aku tidak bisa memiliki mu karena Senja, maka kau pun juga harus tidak bisa memiliki nya ” Ucap Aurel dalam hati.
...----------------...
Di mansion Evan kini Senja dan Ela sedang meminum teh di taman belakang, mereka berdua sedang menikmati hawa sore yang sejuk. Jangan tanya kemana Steven, Steven sendiri dari tadi asyik dengan game nya.
” El bagaimana menurutmu tentang hubungan ku dengan Evan ” Tanya senja tiba-tiba
” Maksudnya nona ” tanya Ela yang tidak mengerti
” aahh ayolah El ketika sedang tidak ada orang jangan memanggilku dengan embel-embel nona ” ucap Senja
Ela tersenyum mendengar perintah dari Senja, sudah sangat lama sekali Senja tidak merengek seperti ini saat dia ingin Ela memanggil nya hanya dengan sebutan nama.
” okee baiklah, apa maksudmu? ” tanya Ela
” iya seperti yang kau lihat sekarang, hubungan ku dengan Evan kembali lagi menghangat ” jawab Senja
” Senja apa pun yang membuat mu bahagia aku pasti juga bahagia ” ucap Ela
Senja tersenyum mendengar perkataan dari Ela. Ela adalah sahabat nya yang benar-benar bisa mengerti dia dari luar sampe dalam. Saat keduanya asyik mengobrol Steven muncul dari dalam.
” El ” panggil Steven
Ela dan Senja menoleh ke arah Steven yang berdiri di pintu.
” iya tuan ” jawab Ela langsung berdiri
” kau bisa menghubungi kak Arnold, katakan padanya aku titip cukuran kumis ” ucap Steven
” baik tuan ” ucap Ela
Ela masuk kedalam untuk mengambil handphone nya dan segera menghubungi Arnold.
” kenapa tidak kau hubungi sendiri ” tanya Senja
” Batre ku habis ” jawab Steven yang duduk di sebelah Senja
” kau senang hubungan mu dengan kak Evan kembali membaik ” tanya Steven
__ADS_1
Senja menoleh ke arah Steven yang duduk di samping nya, dia tersenyum dan mengangguk.
” itu juga karena berkat kau ” ucap Senja
” aku tidak melakukan apa pun, aku hanya membuat kakak ku sadar ” ucap Steven
” hubunganmu dengannya juga membaik kan ” tanya Senja
” iya, itu harus. Kalau tidak dia akan kehilangan seorang adik yang tampan ” ucap Steven dengan PD nya
Senja yang mendengar perkataan Steven barusan hanya menggelengkan kepalanya.
” apa yang membuatmu menyukai kak Evan ” tanya Steven
” aku juga tidak tahu ” jawab Senja
” pernikahan kita terjadi karena perjodohan, aku tidak bisa menolak sama seperti Kakakmu ” sambung Senja
” tapi kau harus percaya kepadanya Kakak ipar, bahwa dia benar-benar sangat tulus mencintaimu ” ucap Steven menoleh
” heem I know ” ucap Senja
Saat Senja dan Steven berada di taman belakang sedang mengobrol, mobil Evan sudah terparkir di depan, Evan dan Arnold segera turun untuk masuk. pada saat masuk Arnold dan Evan bertemu Ela yang baru saja keluar dari kamarnya.
” selamat sore tuan ” sapa Ela
” Hem, dimana Senja ” tanya Evan
” nona ada sedang di taman belakang bersama tuan Steven ” jawab Ela
Evan segera melangkahkan kaki nya menuju taman belakang untuk menemui istri dan adiknya.
” kenapa kau tidak menjawab teleponku ” tanya Ela ke pada Arnold
” kau menghubungi ku ” tanya balik Arnold
” ada apa El? sorry nada deringnya ku ubah senyap ” tanya Arnold
” tidak ada yang penting hanya tuan Steven tadi ingin menitipkan sesuatu padamu ” jawab Ela
Arnold hanya ber oh ria saat mendengar jawab dari Ela. di taman belakang Evan melihat istrinya sedang mengobrol dengan Steven, dia mendekatkan diri untuk lebih dekat.
” sayang ” panggil Evan
Senja dan Steven yang mendengar suara Evan menoleh ke arah tersebut, Senja tersenyum dan langsung berdiri, dia segera berjalan mendekati suaminya.
” kau sudah pulang? ” tanya Senja yang sudah di hadapan Evan
” iya sayang ” jawab Evan
” bagaimana dengan lukamu, apa masih terasa sakit ” tanya Evan memastikan luka Senja
” tidak Van, sudah tidak sakit ” jawab Senja
” kak mana titipan ku ” tanya Steven yang berdiri
” titipan apa? ” tanya balik Evan yang tidak mengerti
” aku menyuruh Ela menghubungi kak Arnold untuk mengatakan jika pulang mampir lah ke supermarket untuk membeli cukuran kumis untuk ku ” jawab Steven yang sudah berdiri di dekat Evan dan Senja
” aku tidak tau, coba kau tanyakan Arnold ” suruh Evan
” aku tidak bawa ” ucap Arnold
Langkah Steven terhenti saat mendengar suara Arnold.
” kau tidak membelinya? ” tanya Steven
__ADS_1
” tidak, aku juga tidak tau saat Ela menghubungi ku ” jawab Arnold
” yasudah lah kalau begitu aku pulang saja kalau begitu ” ucap Steven
” kau tidak makan malam disini ” tanya Senja menghentikan langkah Steven
” tidak aku akan pulang saja ” ucap Steven
Steven langsung melangkah untuk keluar.
” kalau begitu kalian berdua segera mandi ” ucap Senja kepada Arnold dan Evan
” baik nona ” jawab Arnold
Senja dan Evan naik ke atas kamarnya, Ela pun juga sudah berada di dapur untuk membantu para pelayan menyiapkan makan malam.
” Sayang ” panggil Senja saat sudah berada di kamar
Evan yang sedang membuka kemejanya menoleh dan melihat istrinya, dia tersenyum saat mendengar panggilan sayang dari Senja untuknya. Evan melangkah kan kaki nya dan memeluk Senja dari belakang.
” ada apa sayang ” tanya Evan berbisik di telinga Senja
” Van kau membuat ku geli ” ucap Senja yang kegelian
” kenapa panggilan nya kau rubah ” tanya Evan berbisik lagi
” Evan hentikan ” ucap Senja yang melepaskan pelukan Evan
” sayang ayolah ganti panggilan ku dari menjadi sayang ” rengek Evan
Senja yang melihat tingkah laku suaminya menggemaskan itu tertawa. Dia mendekatkan dirinya di hadapan Evan, Lalu melingkarkan tangan nya di leher Evan.
” Sayang, apa seperti ini ” tanya Senja
Evan yang mendapatkan rangkulan dari istrinya itu segera membalas nya, Dia merangkul pinggang istrinya agar Senja semakin mendekat.
” iya seperti itu sayang ” jawab Evan
” aku ingin kau terus memanggil ku dengan kata sayang setiap hari ” Ucap Evan
Senja hanya tersenyum, dia melihat dengan jelas wajah suami nya, Evan pun juga menatap wajah Senja, dia melihat begitu indah senyuman dari istri nya, lalu pandangan nya turun ke arah bibir manis istrinya yang membuat dia candu.
” apa benar lukamu sudah tidak sakit sayang ” tanya Evan yang terus masih memandangi bibir Senja
Senja menjawab pertanyaan Evan dengan mengangguk kan kepalanya.
” jadi apa boleh aku melakukannya sekarang? ” tanya Evan yang menatap wajah Senja
” lalu bagaimana dengan makan malam kita ” tanya Senja
” masih ada banyak waktu sayang ” jawab Evan
Senja hanya tersenyum dan memberikan anggukan lagi, Evan yang mengerti dari anggukan istrinya segera menggendong Senja dan berjalan menuju kasur. Evan meletakkan Senja dengan pelan-pelan ke atas kasur.
” kau siap sayang ” tanya Evan sekali lagi
” Hem aku siap ” jawab Senja malu
Evan segera mendaratkan bibirnya ke bibir Senja, Dia mencumbui bibir Senja yang sudah menjadi candu buat nya, bibir Evan turun ke leher istrinya dan memberikan tanpa kepemilikan nya di sana, Evan melepaskan satu persatu kancing bajunya, dan membuang ke lantai, Evan dengan halusnya juga membuka semua pakaian Senja yang dia kenakan, Kini mereka berdua sudah sama sama tidak memakai apapun. Senja merasa malu saat Evan terus menatap tubuhnya dia menyilangkan tangan nya untuk menutupi badannya.
” tidak perlu malu sayang ” ucap Evan
” tidak akan sakitkan? ” tanya Senja
” tidak sayang, aku akan melakukan nya dengan sangat pelan ” ucap Evan dengan suara beratnya.
Evan dan Senja saat sudah melakukan malam pertamanya yang sangat lama tertunda, dan Senja kini sudah benar-benar menjadi milik Evan seutuhnya. Mereka berdua melakukan dengan durasi yang cukup lama dan melupakan makan malam nya.
__ADS_1
Bersambung.......