
Di dalam perjalanan menuju mansion, Senja duduk di belakang dan bersandar di dada suaminya itu, dia memainkan ponselnya dan berkirim kabar dengan Laura.
” Nona tuan sudah memberikan jadwal pemotretan nya ” lapor Ela
” kapan? ” tanya Senja yang masih fokus dengan ponselnya
” besok siang nona ” jawab Ela
” oke ” Jawab Senja
” El ” panggil Senja
” iya nona ” jawab Ela
” besok Laura juga akan kesana ” ucap Senja menatap Ela dari belakang
” untuk apa Laura kesana? ” tanya Ela
” untuk pemotretan juga ” jawab Senja
” Maksudnya? ” tanya Ela tidak mengerti
” aku merekomendasikan dia ke perusahaan ayah, dan ayah baru saja mengabari ku bahwa besok Laura juga sudah bisa ikut pemotretan ” jawab Senja
” Laura kan dari keluarga berada nona, kenapa anda merekomendasikan dia ” tanya Ela
” tidak ada, hanya saja pasti ada keseruan besok ” jawab Senja
Evan yang mendengar ucapan dari Senja mengerutkan kening, sedang kan Ela tau apa yang di maksud keseruan dari Senja hanya menggelengkan kepalanya.
” ada apa memang besok sayang ” tanya Evan
” tidak ada, hanya saja Laura suka sekali dengan tikus jadi aku mengajak nya untuk bermain dengan tikus besok ” jawab Senja
” ppfftt ” Ela menahan tawanya
Arnold yang sedang mengemudikan mobil dan Evan yang merangkul istrinya itu bingung dengan permainan yang di maksud Senja.
...----------------...
Di dalam kamar Laura yang membaca pesan dari Senja itu tersenyum, Dia menggeleng kan kepalanya saat membaca pesan dari Senja.
” ternyata kau masih suka bermain tikus Senja ” Ucap Laura sendiri
” okee aku juga sudah lama tidak bermain-main ” ucap Laura yang membalas pesan dari Senja
Laura melihat jam yang berada di kamarnya, dia segera masuk kedalam mandi untuk melakukan ritual mandinya karena dia akan pergi ke apartemen milik kekasih nya.
Setelah selesai dia keluar dan mengganti pakaian nya, setelah siap dia keluar dari kamar nya dan turun ke bawah, saat di bawah dia mendengar perdebatan antara mama dan papanya, setia hari selalu begini, melihat pertengkaran antara kedua orang tua nya itu, dan Laura sendiri tidak tahu sebenarnya yang mereka ributkan.
Mama nya Laura yang melihat putrinya berdiri di anak tangga, dia menghentikan ucapannya, dia tidak mau kalau anak nya sampai tau apa yang sedang terjadi antar dia dan suaminya.
” Laura ” panggil mamanya Laura
Suami nya pun menoleh dan melihat putri sulungnya nya itu sudah berdiri di sana.
” kau mau kemana sayang ” tanya papa nya
Laura turun dan menghampiri kedua orang tua nya itu, dia melihat mama dan papa nya secara bergantian.
” berhentilah bertengkar, di atas ada Vano ma,pa ” ucap Laura
__ADS_1
” mama dan papa tidak bertengkar sayang ” ucap Linda
” kau mau kemana sayang ” tanya Linda
” aku akan pergi ke tempat Reno ” jawab Laura
” jangan pulang malam-malam ya sayang ” ucap Linda dan langsung naik ke atas
Kini hanya tinggal Laura dan papanya, Laura menatap wajah papanya itu.
” pa, Jangan bertengkar terus dengan mama ” ucap Laura
” papa tidak bertengkar sayang ” Ucap papanya menyangkal
” sudah pergilah nanti keburu malam ” ucap papanya Laura
Papanya pun juga naik ke atas dan menyusul istrinya, Laura yang melihat itu hanya membuang nafas dan segera keluar dari rumah nya.
Dia mengemudikan mobilnya sendiri dan menuju ke apartemen Reno. Saat sampai di apartemen Reno, saat Laura hendak turun dia melihat mobil milik kekasihnya itu keluar dan meninggalkan apartemen. Laura memang sengaja tidak memberikan kabar bahwa dia akan kesana, Laura segera menyalakan mobilnya lagi dan mengikuti Reno dari kejauhan.
Sudah lama Laura mengikuti Reno, mobil Reno berhenti dan terparkir di depan Restoran mewah, dia melihat kekasihnya itu turun dan masuk ke dalam restoran itu. dia melihat Pakaian Reno sangatlah rapi sekali.
Saat hendak membuka pintu mobilnya, tanpa sengaja pintu itu menyenggol seseorang dan membuat orang itu tersungkur ke bawah.
Brak..
” sssttt aahhh ” rintih orang itu
Laura yang kaget segera turun dan berusaha membantu orang itu.
” maaf, maaf ” ucap Laura membatu orang itu
Steven segera berdiri dan melihat Laura.
” kau ” ucap Steven dan Laura bersamaan
” aaahh kau mencoba membalas ku ” tanya Steven
” membalas mu? ” tanya Laura tidak mengerti
” iya kau membalas ku kan, karena aku pernah membuat mu jatuh ” ucap Steven
” kau gila? Bahkan aku tidak tau kalau kau yang terjatuh ” ucap Laura
” oh iya? ” tanya Steven
Laura tidak menggubris ucapan Steven, dia pergi begitu saja meninggalkan Steven, Steven yang melihat wanita itu pergi begitu saja langsung menyusul nya.
Laura masuk kedalam restoran tersebut dan mencari keberadaan kekasihnya, Pandangan nya terhenti saat melihat Reno duduk berhadapan dengan seorang wanita, dia melihat Reno mengelus pipi wanita tersebut dengan mesra. Dengan capat Laura melangkahkan kaki nya untuk menghampiri Reno.
” RENO ” panggil Laura berteriak
Saat itu kondisi restoran tersebut tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang di sana. Semua orang termasuk Reno dan wanita itu menoleh ke arah suara tersebut. Reno kaget saat melihat Laura juga berada di sana, Reno segera berdiri saat Laura sudah di hadapan nya.
” Laura ” ucap Reno lirih
” Siapa dia? ” tanya Laura
” Beb kamu jangan salah faham dulu ya, dia itu_hhm dia itu hanya klien ku ” ucap Reno mencari alasan
” klien? Apa kau pikir aku buta dan bodoh, dia adalah karyawan papaku Ren!! ” Ucap Laura
__ADS_1
Steven yang sudah masuk kedalam restoran itu, melihat Laura yang sedang marah-marah di sana.
” Laura aku bisah menjelaskan nya ” Ucap Reno yang meraih tangan Laura
Dengan cepat Laura menepis tangan Reno yang berusaha untuk memegangnya. Reno yang mendapatkan tepisan dari Laura dia menatap Laura.
” Kau berselingkuh dengannya ” Tanya Laura
Reno hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Laura. Pelayan yang melihat kegaduhan itu segera menghampiri Laura dan menghentikannya.
” Permisi nona, mohon maaf apa anda bisa keluar, jangan membuat kegaduhan disini . Anda mengganggu pengunjung yang lain ” Ucap pelayan tersebut
Laura menoleh kearah pelayan itu dan menatap nya.
” Suruh mereka keluar jika terganggu, aku kan mengganti sepuluh kali lipat kerugian nya ” ucap Laura
Laura menoleh lagi ke arah Reno. Dan melihat Reno masih berdiam diri dan membisu. Steven yang melihat kejadian itu segera menghampiri seorang pelayan yang berdiri dan sedang melihat keributan itu.
” Berikan aku satu botol wine ” ucap Steven
Pelayan itu kaget dan menoleh ke arah Steven, dia melihat Steven yang berdiri tepat di belakangnya.
” tunggu apa lagi ” ucap Steven
Pelayanan itu segera masuk kedalam mengambil kan sebotol wine yang Steven minta, dia keluar dan memberikan satu botol wine kepada Steven, Steven melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah Laura.
” katakan saja yang sebenernya, kenapa kau berselingkuh dariku?” tanya Laura kepada Reno
Reno menarik nafasnya dan memandang Laura.
” aku bisa bilang apa, kalau aku sudah tidak mencintaimu lagi ” ucap Reno
” kalau begitu bukankah kau harus mengatakan nya, dan putus denganku. Tapi kenapa kau menjadi bedebah dan berselingkuh dariku ” ucap Laura
” Karena papamu, karena aku bekerja di firma hukum papamu. Karena aku tidak ingin memperburuk keadaan dan jelas aku tidak mau di pecat ” ucap Reno
” Aku hanya ingin bertahan sampai aku memiliki firma sendiri ” Sambung Reno
” jadi itu alasanmu? ” tanya Laura
Reno hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan Laura lagi.
” kau benar, jika bukan karena aku kau tidak akan pernah masuk ke dalam firma milik papaku, apa lagi menjadi pengacara ” Ucap Laura yang menangis
” LAURA!! ” teriak Reno
” Aku menjadi pengacara karena aku belajar dengan giat bukan karena mu. kau tau betapa aku muak nya melihat mu dan berpura-pura murah hati menyayangimu ” ucap Reno
” Bukankah kau dulu pernah bilang seleraku bagus, bukankah kau juga bilang akan membalas ku stelah kau sukses. Tapi karena kini kau sudah sukses harga dirimu terluka? ” ucap Laura dengan air mata yang menetes
” dan itu juga alasan mu berselingkuh dengan wanita remeh seperti dia? Agar kau merasa mempunyai martabat?. Baiklah karena ini kita berbeda, kau hanya bisa sejauh ini. ” Ucap Laura
Evan yang melihat pertengkaran antar Laura dengan kekasihnya itu semakin memanas , tapi dia tidak bisa berbuat apa pun dan hanya masih melihatnya. Laura yang tertawa dengan tangisan nya, dia merasa sangat bodoh saat ini.
” karena inilah kita harus mencari pacar yang selevel dengan kita ” Ucap Laura membalikkan badannya

Laura menghapus air matanya dan melihat Steven yang sudah berdiri tepat di belakangnya, dia melihat Steven melangkahkan kaki nya yang mendekati dia, Steven memberikan botol wine yang sedari tadi dia bawa.
Bersambung.......
__ADS_1