
Steven dan Arnold belum sadar ketika pintu kamar Evan terbuka, Evan yang sudah membuka pintu kamar nya itu melihat kedua adiknya yang sedang berdebat tepat di depan kamarnya.
” Apa yang kalian lakukan malam-malam seperti ini ” tegur Evan
Steven dan Arnold kaget saat mendengar teguran dari Evan, mereka berdua menoleh ke arah pintu dan melihat Evan sudah berdiri dan menatap tajam mereka berdua.
” maaf tuan ” ucap Arnold
Evan segera menutup pintunya setelah melihat Steven yang mengintip dari luar.
” apa yang kau lakukan ” tanya Evan kepada Steven
” dimana Senja ” tanya Steven
” kau berdebat dengan Arnold hanya untuk menanyakan istri ku malam-malam seperti ini ” tanya Evan kesal
Steven menjawab dengan menganggukkan kepalanya, Evan menarik nafasnya dan membuang nya secara kasar. Evan menatap Steven yang memberikan wajahnya tanpa dosanya itu.
” kenapa kau mencari istri ku ” tanya Evan mencoba bersabar
” di bawah tepatnya di kamar Ela sekarang ada sahabat nya istrimu ” jawab Steven
” sahabat istriku, siapa? ” tanya Evan menoleh ke arah Arnold
” nona Laura tuan ” jawab Arnold
” kenapa dia bertamu malam-malam seperti ini ” tanya Evan
” dia tida bertamu kak, aku yang membawa nya kemari ” saut Steven
” kenapa kau membawanya kemari malam-malam seperti ini ” tanya Evan lagi
Steven yang terus mendapatkan pertanyaan dari kakak nya itu hanya menarik nafasnya dalam-dalam, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
” kak cepat bangun kan senja saja dulu, nanti aku akan menjelaskan nya ” Ucap Steven frustasi
” Aku hanya ingin tahu alasan nya Stev ” ucap Evan
” jika kau tidak membangunkan Senja sekarang biarkan aku yang membangun kan nya ” ucap Steven yang mau membuka pintu kamar
Evan segera mencegah nya dan mendorong adiknya itu.
” tunggu!! biar aku yang membangun kan nya ” ucap Evan dengan kesal
Evan membuka pintu nya dan masuk, setelah masuk dengan cepat-cepat dia menutup dan mengunci kamarnya. Evan berjalan ke arah ranjang nya dan membangun kan Senja yang tidur.
” Sayang.....” panggil Evan pelan
” sayang bangun dulu, ada teman mu di bawah ” ucap Evan berusaha membangunkan Senja
Senja yang merasa dirinya di panggil segera membuka matanya, dia melihat suaminya yang sudah duduk di pinggiran kasur.
” ada apa sayang? ” tanya Senja dengan suara seraknya
” bangun sebentar ya ” ucap Evan
Senja segera bangun dan duduk, dia melihat suaminya itu dengan mata kantuknya.
” ada apa sayang? ” tanya Senja sekali lagi
__ADS_1
” di bawah katanya ada temanmu ” ucap Evan
” temanku? Siapa? ” tanya Senja
” Laura ” jawab Evan
Senja yang mendengar nama sahabat nya itu langsung sadar.
” Laura? ” tanya Senja memastikan
” iya sayang ” jawab Evan
” kenapa dia kesini malam-malam? ” tanya Senja
” aku juga tidak tahu sayang, dia ada di bawah katanya, di kamar Ela ” ucap Evan menjelaskan
” ayo kita turun ” ajak Senja berusaha turun dari kasurnya
Evan segera mencegah Senja yang akan langsung turun.
” kenakan dulu bajumu sayang ” ucap Evan
Senja langsung sadar bahwa saat ini dia sedang tidak menggenakan apapun, dia Segara mencari baju nya, Evan tau apa yang di cari istrinya itu segera memberikan bajunya. Dengan cepat Senja menerima nya dan langsung memakai nya.
Evan dan Senja membuka pintu kamarnya, Senja kaget saat di depan kamarnya sudah ada Steven dan Arnold yang berdiri di depan kamarnya.
” ngapain kalian disini ” tanya Senja
” kenapa kau lama sekali kakak ipar ” ucap Steven
” mana Laura ” tanya Senja yang mencari keberadaan sahabat nya itu
” dia tidak sadarkan diri ” Sambung Steven
Senja yang mendengar Laura tidak sadarkan diri segara berlari turun dari kamarnya, dia segera menuju kamar asistennya, setelah sudah berada di depan kamarnya Ela, Senja segera mengetuk pintu kamar Ela.
Tok..tok..tok..
Senja menunggu Ela membuka kamarnya, ketika pintu kamar Ela terbuka Senja segera masuk dan melihat Sahabatnya itu sudah tertidur di atas ranjang Ela.
” ada apa ini El? ” tanya Senja kepada Ela
” aku juga tidak tau, tapi Steven yang membawa nya kemari dengan keadaan seperti ini ” jawab Ela
Senja langsung menghampiri Steven yang berada di luar kamar Ela, Steven berdiri bersama kedua Kakaknya.
” apa yang terjadi Stev? ” tanya senja
” bagaimana kalau kita duduk saja, aku akan menjelaskan nya ” ucap Steven
” iya sayang kita duduk saja ya dan mendengarkan kan cerita dari Steven ” ucap Evan
Senja mengangguk dan berjalan ke arah ruang tengah. Mereka semua berkumpul di ruang tengah untuk mendengarkan cerita dari Steven.
” Jelaskan sekarang ” ucap Senja membuka suara
” aku bertemu dengan nya di restoran yang dekat rumah, dia sedang mengikuti kekasih nya yang juga berada di restoran tersebut ” Ucap Steven menjelaskan
” saat dia masuk ke dalam restoran itu, ternyata kekasih nya ada di sana bersama wanita lain yang ternyata adalah karyawan papanya ” sambung Steven
__ADS_1
” lalu? ” tanya Senja
” dia mengamuk di sana, dia mempermalukan kekasihnya itu depan umum. Dia juga mengambil semua barang-barang yang pernah dia belikan untuk kekasihnya itu ” jawab Steven
Senja dan Ela yang mendengar cerita dari Steven itu tidak kaget, Mereka berdua sudah tau bagaimana sisi buruk Laura saat melawan musuhnya.
” tapi kenapa dia bisa sampai tak sadarkan diri stev? Apa lagi aku juga mencium bau alkohol dari mulutnya ” kini Ela yang bertanya
” setelah dia mengamuk di restoran dia keluar dengan keadaan yang kacau, aku berusaha menenangkannya dan mengajak nya untuk minum di cafe dekat sana, tapi aku tidak menyangka dia memesan beberapa minuman yang beralkohol, dia meneguk semua minuman itu ” jawab Steven
” aku berusaha menghentikan dia, tapi dia justru semakin mengamuk dan menangis di sana. Saat aku menawarkan diri untuk mengantarkan nya pulang, belum sempat dia menjawab dia jatuh pingsan dan tak sadarkan diri ” Ucap Steven
” aku juga tidak ada pilihan lain selain membawa nya kesini, kalau aku membawa nya ke hotel itu akan menjadi bahan gosip wartawan, Karena aku sadar siapa aku, dan pasti banyak orang di luaran sana mengenal ku ” sambung Steven
” memang nya kau siapa? ” tanya Evan
Steven melihat kakaknya itu dia menggeleng kan kepalanya, bisa-bisanya di saat situasi seperti ini Evan masih bisa menggoda nya.
” kenapa kau tidak membawa nya pulang saja ” tanya Arnold
” kau ingin aku di panggang hidup-hidup sama papa, dan mendengar kan ceramah mama selama satu bulan ” ucap Steven menjawab pertanyaan konyol dari Arnold
” aku tidak ada pilihan lagi, aku tau kakak ipar dan Ela bersahabat dengan nya, jadi aku langsung membawanya kemari ” ucap Steven
” lalu bagaimana dengan barang-barang milik Laura dan mobilnya ” tanya Senja
” tas nya ada di dalam mobilku, tapi mobilnya aku tinggal di parkiran restoran, lagian mana bisa sih kak aku membawa dua mobil sekaligus ” jawab Steven
Senja membuang nafasnya, dia memejamkan matanya dan bersandar di sofa, dia penasaran siapa lelaki brengsek yang sudah membuat sahabat nya itu menjadi seperti ini.
” kau tidak apa-apa sayang? ” tanya Evan
” tidak ” jawab Senja menggelengkan kepalanya
” El ” panggil Senja yang memandang Ela
” iya nona ” jawab Ela
” malam ini kau tidur dengannya, pagi-pagi sekali suruh pelayanan membuat kan sup untuk menghilangkan rasa pengar nya ” Ucap Senja
” baik nona ” jawab Ela
” aku akan menghubungi ayah untuk mengundurkan jadwal pemotretan jika dia masih merasa tidak enak badannya ” ucap Senja
” dan kau stev, malam ini kau juga tidur disini saja. Bagaimana pun dia datang bersama mu, jadi besok kau antar dia untuk mengambil mobilnya ” ucap Senja kepada Steven
” iya kak ” jawab Steven
” kalian kembalilah beristirahat, ini sudah mau menjelang pagi ” ucap Senja
Senja berdiri berjalan ke arah tangga. Evan yang melihat istrinya itu menuju kamar, segera dia menyusulnya. Di ruang tengah itu masih ada tiga orang yang belum bangkit dari duduknya.
” kau tidurlah bersamaku ” ucap Arnold
Steven hanya menganggukkan kepalanya, Arnold berdiri dan berjalan ke arah kamarnya. Ela pun juga segera berdiri.
” cepatlah tidur ” ucap Ela
Ela berjalan ke arah kamarnya dan masuk, hanya tinggal Steven yang masih di duduk di ruang tengah. Dia memandang lurus dan melihat jam yang sudah hampir menunjukkan puluk tiga pagi, Steven pun akhirnya menyusul Arnold untuk tidur.
__ADS_1
Bersambung......