He Mine

He Mine
Episode 70


__ADS_3

Bagas sedang duduk di salah satu meja kolega nya, dia menemani para tamu undangan dengan secara bergantian. Deon menoleh ke arah samping dan melihat Senja sedang duduk Sendiri. Evan meninggalkan Senja dan menemui kolega kerjanya yang juga hadir di sana. Sedangkan Laura dan Steven menemani Vano yang sedang meminta ice cream yang tersedia di sana. Ela pun turut sibuk untuk membatu ayahnya yang sedang sibuk di sana.


Deon segera berdiri dan berjalan ke arah Senja, Aurel yang melihat kekasihnya itu menghampiri saudara nya hanya diam dan melihat. sebenarnya tidak ada niatan Deon untuk menyakiti hati adiknya itu dengan cara seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, Deon pun juga berhak atas haknya yang sudah lama dia tidak dapat.


” Kau sendirian? ” tanya Deon


Senja menoleh ke arah belakangnya dan melihat Deon sudah berdiri di belakang kursi yang dia sedang duduki.


” hhmm ” jawab Senja


” kau mau ice cream? ” tanya Deon


” tidak, Aku sedang tidak mood untuk memakan ice cream ” jawab Senja


” kenapa? Apa kau marah dengan keputusan ayah? ” tanya Deon lagi


Senja menoleh ke arah Deon dan tersenyum, Dia menggeleng kan kepala nya.


” untuk apa aku harus marah, bukan kah itu yang kau mau ” ucap Senja


” tenang saja, aku tidak gila harta seperti mu, yang aku mau saat ini adalah hidup dengan tenang dan damai. Jadi ambil lah semua harta milik ayah ku. Aku tidak akan perduli. ” Sambung Senja


Deon menarik kursi yang ada di sebelah Senja, dia duduk dan mengambil tisu untuk mengelap telapak tangannya yang berkeringat.


” maaf ” ucap Deon


Senja menoleh dan melihat Deon. ucapan kata ” maaf ” itu adalah, ucapan pertama kali yang keluar dari mulut seseorang yang bernama Deon. Selama hidupnya, Senja tidak pernah sekali mendengar ucapan itu dari Deon.


” maaf? ” tanya Senja


” hhmm maaf jika aku benar-benar seperti yang ada di pikiranmu. Tapi percayalah itu semua pasti ada alasannya ” ucap Deon menoleh ke arah Senja


Senja hanya melihat Deon dan Deon pun melihat Senja, Kedua orang itu bertatapan satu sama lain. Senja sedang berfikir dan mencerna ucapan dari Deon, dia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Dan saat itu pun layar yang berada di atas panggung menyala, dan menunjukkan gambar-gambar Bagas saat masih dulu membangun perusahaannya,layar itu juga menampilkan foto-foto Bagas dengan beberapa koleganya, Semua orang yang berada di dalam gedung itu mengalihkan pandangan nya ke arah layar yang besar. Dan muncul lah video seseorang laki-laki yang seumuran dengannya dan mengucapkan selamat kepada Bagas, Beberapa video lain pun juga bermunculan.


Bagas yang melihat itu tersenyum dan mendapat tepuk tangan yang meriah dari semua orang yang ada di sana. sampai video terkahir muncul lah seorang laki-laki yang telah menjadi musuh bebuyutan Bagas, Dia juga menyampaikan selamat untuknya.


” Selamat untuk tuan Bagas atas pencapaian nya. Saya ikut senang dengan pencapaian anda saat ini. Oh iya dan satu lain tuan Bagas, saya juga menyampaikan selamat atas berkumpul nya anda dengan putra kandung anda. Hahahaha saya tidak habis pikir tuan, Anak laki-laki yang selama ini anda cari ternyata telah hidup bersama dengan anda selama ini. Selamat tuan atas bertemu nya putra kandung anda ” ucap Lelaki itu


Deg..


Jantung Senja saat ini serasa berhenti saat mendengar ucapan dari lelaki itu. Semua orang yang berada di sana juga riuh berbisik-bisik mendengar pernyataan itu. Evan segera menoleh arah Senja yang ternyata sudah duduk bersama Deon.


” Sial!! ” ucap Evan


Wartawan yang berbeda di sana segera meliput berita terbaru yang mereka dapat. Layar yang mati tiba-tiba menyala kembali dan menampilkan gambar kertas putih, itu adalah kertas tes DNA yang Aurel dapat. Senja melihat dan membaca isi kertas tersebut, Betapa kagetnya dia saat melihat kenyataan yang sebenarnya. Dia berdiri dari tempat duduknya dan menoleh ke arah sekelilingnya untuk mencari ayahnya. Deon yang juga melihat itu pun kaget dan memandangi wajah Senja.



Nampak dengan jelas raut wajah Senja yang terkejut. Dia mundur beberapa langkah dengan kaki yang sempoyongan, dia menatap ayahnya dari kejauhan dan juga menatap Deon yang berada di dekatnya.


” ayah ” ucap Senja lirih


” dan kau ” sambung Senja

__ADS_1


Rita yang sedang duduk di meja yang tidak jauh dari Senja itu melihat keadaan menantunya yang sedang tidak sedang baik-baik saja. Rita segera berdiri dan berjalan mendekat ke arah Senja. Senja dengan keadaan syok tersebut hampir saja tumbang, dengan segera sigap Deon meraih tubu Senja yang hampir jatuh.


” Senja!! ” ucap Deon yang sudah meraih tubuh Senja


” Senja ” ucap Evan juga


Senja menoleh ke arah Deon, dengan cepat dia berdiri dan mendorong Deon agar jauh darinya. Rita mendekati menantu nya mencoba menenangkan Senja.


” sayang ” panggil Rita


” sayang, tenanglah hhmm ” ucap Rita


Senja dengan linglung menoleh dan menatap mama mertuanya yang sedang mendekapnya dari samping.


” ma. ayah, dia ” ucap Senja menunjuk Deon


” tenanglah sayang ” ucap Rita


Bagas dan Evan segera berjalan menghampiri Senja. tetapi saat Senja melihat Bagas dia segera melepaskan dekapan Rita dan berjalan mundur untuk menghindari Bagas. Bagas menghentikan langkahnya dan melihat wajah Senja, dia juga merasakan bahwa Senja saat ini sedang Marasa Jijik atau marah.


” Sayang ” ucap Evan meraih tangan Senja


Senja segera melepaskan pegangan tangan Evan dengan kasar. Dia memegangi kepalanya dan menjebak rambutnya.


” AAAHKKKK!! ” teriak Senja


Senja segera berlari dan keluar dari gedung itu. Semua orang di sana melihat kepergian Senja, Bisik demi bisik pun tak terhindari.


” Senja ” panggil Evan


” bubarkan semuanya!! ” ucap Evan kepada Arnold


” baik tuan-kak ” jawab Steven dan Arnold bersamaan


Evan menoleh ke arah Deon dan menatapnya dengan tajam, dia berjalan dan meraih kera baju milik Deon dan menggenggam nya dengan erat. Mayang dan Rita yang melihat itu segera melerainya.


” Evan lepaskan tanganmu ” ucap Rita


” Evan, lepaskan tanganmu dari anakku ” ucap Mayang


” KAU KAN YANG MERENCANAKAN SEMUA INI??? ” tanya Evan marah


” Kau pikir aku bodoh? apa kau pikir aku akan tega menyakiti adikku sendiri ” jawab Deon


” Evan lepaskan, mama bilang lepas!! ” ucap Rita


Evan mendorong tubuh Deon kebelakang hingga Deon tersungkur, Mayang yang melihat anaknya itu segera menghampiri dan membantu nya untuk berdiri. Evan membuang nafasnya dengan kasar dan masih terus mantap Deon dengan tajam.


” Jika aku tau kau dalangnya, aku tidak akan segan-segan untuk memberikan mu pelajaran!! ” ucap Evan menunjuk Deon


Evan segera meninggalkan gedung itu dan keluar, dia mencari keberadaan Senja saat ini. Evan mengutuk dirinya sekarang karena telah gagal menjaga Senja. Dia terus mencari Senja di seluruh ruang hotel.


Di sisi lain Aurel sedang berada di gudang untuk menemui staf yang sudah bekerja sama dengannya, dia memberikan amplop yang berisikan uang yang banyak untuk staf hotel itu.

__ADS_1


” pergilah, dan ingat jangan pernah menyebut nama ku jika ada masalah. Selesai semua nya dengan sesuai arahan ku. Kau mengerti!! ” ucap Aurel


” baik nona, terimakasih ” ucap Staf itu


Staf itu segera pergi dan meninggalkan Aurel seorang diri. Aurel melipatkan tangannya ke dada dan tersenyum licik. Rencana yang dia buat saat ini benar-benar berhasil.


” selamat atas kehancuran mu Senja ” ucap Aurel tersenyum


...----------------...


Senja saat ini sedang berada di kamar hotel yang dia dapatkan dari ayahnya saat mendapatkan undangan resmi dari Bagas. Dia menekuk kakinya dan duduk dibawah kasur, Dengan keadaan yang acak-acakan dan Senja terus menangis.


” Bunda ” ucap Senja lirih


” sakit sekali bunda ” sambung Senja


Di luar kamar Laura dan Ela terus menggedor-gedor pintu kamar hotel Senja, Laura dan Ela segera mengikuti Senja saat dia berlari, Tapi terlambat Senja telah menutup pintunya dan menguncinya dengan rapat-rapat.


tok....tok....tok


” Senja ” panggil Laura dan Ela terus menerus


Namun Senja tidak menggubris panggilan dari kedua sahabatnya tersebut, meringkukkan tubuhnya dan menangis.


” Kenapa takdir tidak begitu adil bunda, kenapa di saat aku benar-benar sudah memutuskan untuk berdamai dengannya, dia justru menyakiti ku dengan kebenaran seperti ini ” ucap Senja di selah tangisan nya


Senja berdiri dan melihat vas bunga yang tersusun rapi atas meja kamar itu, dia segera berjalan dan mengambil vas bunga itu dan membantingnya di lantai


PYARRR....


” AHHKKKKK ” teriak Senja dengan menangis


Tok...tok...tok...


” Senja buka pintunya Senja ” ucap Laura


” Nona saya mohon buka pintunya nona ” teriak Ela


Kedua sahabat nya itu sangat khawatir dengan keadaan Senja saat ini, apalagi di dalam terdengar teriakkan Senja dan barang yang pecah.


Evan menghentikan larinya saat melihat Laura dan Ela yang menggedor-gedor pintu kamar hotel di ujung lorong. Dengan cepat Evan berlari dan menghampiri kedua sahabat dari istrinya tersebut.


” dimana Senja? ” tanya Evan saat sudah berada di hadapan Ela dan Laura


” Evan, dia ada di dalam. Senja tidak mau membuka pintunya ” ucap Laura melapor


” tuan saya mohon tolong segera buka pintunya tuan ” ucap Ela dengan raut wajah yang khawatir


Evan berusaha mendobrak pintu dengan badannya, Berulangkali Evan mendobrak pintu itu namun masih nihil. Entah pintu itu yang terlalu kuat atau tenaga Evan telah habis karena berlari


PYARR....


Deg

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2