He Mine

He Mine
Episode 55


__ADS_3

” Laura ” panggil Linda saat melihat Laura


Laura segera duduk di samping mamanya dan melihat Bella yang berada di hadapannya.


” aku Laura, aku putrinya ” ucap Laura


” nak.. ” panggil Linda lirih


Bella yang melihat Laura duduk hadapannya hanya diam, sedangkan Linda kaget karena tidak menyangka bahwa putri nya sedari tadi sudah berada di cafe dan mendengar percakapan antara dia dan Bella.


” aku hanya ingin melihat wanita yang menjadi selingkuhan papa ku selama dua tahun ini, melihat ****** macam seperti apa yang membuat papaku meninggalkan keluarga nya dan memaksa istri nya untuk bercerai ” ucap Laura menatap Bella


” Laura.. ” cegah Linda


Bella hanya diam saat mendengar ucapan-ucapan yang keluar dari mulut putri kekasihnya itu, dia menggenggam ujung baju nya dari bawah meja, Bella menahan tangisannya saat dirinya di rendahkan oleh Laura.


” dan kini aku tau alasannya ” ucap Laura


” diam lah Laura ” ucap Linda


” apa kurangnya dirimu? apa kurangnya wanita muda yang bernama Bella? apa kau harus melakukan ini? Apa kau tak memikirkan keluarga nya? ” tanya Laura dengan berturut-turut


” apa kau tau adik ku masih kelas 6 SD. Kau tak memikirkan luka dan trauma yang kita terima? Tanya Laura


Linda menggenggam tangan putrinya agar dia memberhentikan ucapannya, tetapi Laura saat ini sudah tidak bisa di cegah dengan ucapan apapun, sekalipun itu mamanya sendiri yang menghentikan nya.


” Apa kata orang tuamu? Apa mereka tau bahwa putrinya telah menghancurkan keluarga orang lain? Atau mereka sudah tau dan bertepuk tangan sekarang karena bangga? ” ucap Laura


” Laura sudah cukup sayang ” ucap Linda


” apa kau tau apa arti dari pernikahan? pernikahan adalah untuk dua orang yang masih lajang, dan tugas seorang suami sekaligus papa menyayangi dan melindungi keluarganya. Kau menyukaiku papa ku dan kau mengabaikan kebenaran nya? Kau mencintai papaku? ” tanya Laura


” jawab aku jika kau tak merasa bersalah ” sambung Laura


Bella hanya menangis dan menunduk, dia tidak berani mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Laura. Linda yang melihat diamnya Bella itu hanya diam, Linda sendiri sudah tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan Laura, sedangkan Laura terus berbicara dan memojokkan Bella.


” kapan kalian menikah? Jika kalian benar-benar menikah tolong undang kami, kami sekeluarga akan menabur kan bunga untuk kalian saat di atas pelaminan. ” ucap Laura sedikit mengejek


Bella menarik nafasnya dan mengangkat kepala nya untuk melihat wajah Laura yang sedari tadi terus berbicara.


” kenapa kau menatap ku seperti itu? Apa kau merasa ini tidak adil bagimu? Atau apa yang sedari tadi ku katakan itu salah? ” tanya Laura


” tidak. Aku disini tidak akan membenarkan diri, aku tau aku salah dan aku juga sadar kemarahan mu ini sangat beralasan. Tapi ini bukan tentang siapa yang salah dan siapa yang benar. Bahkan aku sendiri sudah meminta maaf kepada mamamu karena dosa yang kami perbuat kepada mu dan mamamu ” Ucap Bella membuka suara


” jelas kau berdosa, kau yang menghancurkan keluarga orang lain, tapi sampai kapanpun dosa mu itu tidak akan pernah terhapus walaupun kau bertobat berkali-kali pada tuhan. Karena aku tidak akan memaafkan kalian sampai kalian mati ” ucap Laura


” Laura!! sudah cukup... Ayo kita pergi dari sini ” ucap Linda yang sudah berdiri


” Bella aku mohon maaf atas perilaku putriku padamu, Laura tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu, aku mohon maaf ” ucap Linda


Linda segera mengajak Laura keluar dari cafe dan meninggalkan Bella seorang diri. Linda keluar dengan terus mengandeng tangan putrinya, mereka berdua berjalan ke arah mobil milik Laura yang terparkir di sana. Dan saat keduanya sudah berada di dalam mobil, Linda menoleh dan memandangi wajah putrinya.

__ADS_1


” apa yang tadi kau lakukan Laura? ” tanya Linda


” aku hanya melakukan yang seharusnya aku lakukan ma ” jawab Laura tanpa melihat mamanya


” tapi yang kau lakukan itu salah nak ” ucap Linda


” di mana letak kesalahannya ma? ” tanya Laura balik dan menatap mamanya


” jelas yang kau lakukan tadi salah nak, bagaimana pun kesalahan itu bukan hanya Bella yang bersalah, ada papamu dan mama yang juga turut salah ” jawab Linda


” kenapa jadi mama yang bersalah disini ma? ” tanya Laura


” mama bersalah Karena mama tidak bisa menjadi seorang wanita atau istri yang bisa membuat papamu terus hidup dengan satu wanita, mama mungkin tidak memiliki kelebihan yang Bella punya, hingga papa mu berpaling dari mama ” jawab Linda


Laura hanya tersenyum saat mendengar jawaban dari mamanya, dia tidak habis pikir dengan pikiran mamanya yang justru menyalahkan dirinya sendiri.


” ma, jika memang benar karena itu, lalu kenapa baru dua tahun yang lalu papa berselingkuh, kenapa harus menunggu ku dewasa dan menunggu vano hadir? Kenapa harus menunggu selama itu? ” tanya Laura


” Jangan menyalahkan diri mama untuk menutupi keburukan lelaki bedebah seperti dia, karena dia sama sekali tidak pantas mendapatkan itu ” sambung Laura


” Laura, jangan memanggil papamu dengan sebutan itu, karena bagaimana pun kedepannya dia tetap akan menjadi papamu. Hormati dia seperti dulu sebelum kau mengetahui keburukan nya nak ” ucap Linda memberikan nasehat kepada Laura


” aku sudah kehilangan rasa hormat ku kepada nya saat dia menyeret ku seperti binatang ” ucap Laura yang memandang lurus ke depan.


Laura segera menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya untuk pulang, sedangkan Linda hanya dia dan tidak mendebat putrinya lagi, karena dia tau bagaimana Laura saat sedang marah.


...----------------...


” kau sedang apa kak? ” tanya Steven


” membaca novel ” jawab Senja singkat


Rita melihat kehadiran putra bungsunya itu segera menoleh.


” jangan ganggu kakakmu ” ucap Rita


” oh ayolah ma, aku tidak menggangu nya, aku hanya bertanya ” ucap Steven


” dimana Laura Steve? ” tanya Rita


” mungkin di rumahnya ” jawab Steven


” kenapa tidak main kesini? Apa kalian sedang bertengkar? ” tanya Rita selidik


Senja yang mendengar pertanyaan dari mertuanya itu segera menoleh ke arah Steven dan menunggu jawabannya.


” tidak ma, dia hanya sedang memiliki kesibukan ” jawab Steven


” kesibukan apa tuan Steven? Yang saya tau saat ini Laura tidak memiliki jadwal pemotretan ” tanya Ela yang ikut menyambung


” mana aku tau ” jawab Steven

__ADS_1


” bagaimana mana ku bisa tidak tau Steve, Laura kan kekasih mu ” ucap Senja


” oh ayolah kak, walaupun aku kekasih nya bukan berarti aku tau apa saja jadwalnya ” ucap Steven


” kalau begitu hubungi dia, tanya apa malam ini dia memiliki acara atau tidak, jika tidak ajak dia makan malam bersama kita ” ucap Rita memberikan perintah


” iya ma ” jawab Steven


Steven segera merogoh sakunya dan mengambil ponselnya dan segera menghubungi Laura. tidak butuh lama Laura menjawab panggilan dari Steven.


” halo Steve ” sapa Laura dari seberang


” halo Lau, kau sedang berada dimana sekarang? ” tanya Steven


” aku baru saja sampai rumah, kenapa? ” ucap Laura


” mama mengundang mu untuk makan malam di sini, apa kau sibuk? ” tanya Steven


” tidak, jam berapa? ” tanya Laura


” mungkin sore ini aku akan menjemputmu ” jawab Steven


” baiklah, kau bisa menjemput ku ” ucap Laura


” hhm baiklah ” ucap Steven yang menutup panggilan nya


” sudah? Begitu saja? ” tanya Senja


” lalu harus bagaimana kak? ” tanya Steve balik


” kau tidak romantis sekali Steve, kenapa Laura bisa menerima mu menjadi kekasih nya ” ucap Senja yang kembali membaca novelnya


Rita dan Laura tertawa saat mendengar ejekan dari Senja untuk Steven.


” jangan tertawa ma, apa lagi kau El, kau meledek ku? ” tanya Steven


” tidak tuan, hanya saja apa yang di ucapkan Nona Senja benar sekali ” jawab Ela tersenyum


” lalu kau sendiri bagaimana? Hubungan mu saja dengan kak Arnold tidak jelas ” ucap Steven mengejek Ela


Rita yang mendengar ucapan Steven segera menoleh melihat Ela, dia melihat Ela yang langsung salah tingkah saat mendapatkan ucapan dari Steven.


” eehh ada apa ini? kenapa pipimu menjadi merah seperti tomat? ” tanya Rita


” tidak nyonya ” jawab Ela gelagapan


” apa mama akan mendapatkan calon menantu lagi Senja? ” tanya Rita kepada Senja


” mungkin ma ” jawab Senja tersenyum


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2