He Mine

He Mine
episode 34


__ADS_3

Senja yang baru saja selesai melakukan latihan nya, dia menghampiri Ela yang dan mengambil air minumnya dari tangan asisten nya itu. Dia meneguk separuh air putih dari botolnya.


” nona ” panggil Ela


Senja yang telah selesai dengan minumannya menoleh ke arah Ela yang memanggil nya.


” why? ” tanya Senja


” ada produk baru yang akan keluar dari perusahaan, dan anda di mintai untuk menjadi modelnya ” lapor Ela


” kapan ” tanya Senja


” besok kita sudah mulai meeting untuk membahas nya ” jawab Ela


” jam berapa? ” tanya Senja lagi


” seperti nya meeting akan di adakan menjelang siang ,karena tuan juga akan mengajak anda untuk makan siang ” jawab Ela


Senja hanya mengangguk mendengar laporan dari asisten nya itu, Senja bangkit dan menuju ke ruangan nya untuk menganti pakaian nya.


Setelah selesai dia keluar dan akan pulang,dia sudah menghubungi Evan dan mengabarkan dia akan pulang, Evan menyuruh nya untuk menunggu di Arnold di depan, setelah cukup lama Senja dan Ela menunggu, Arnold tiba dan membukakan pintu belakang untuk Senja, saat Senja akan masuk kedalam, langkah nya terhenti ketika mendengar suara perempuan yang menyapanya.


” Senja ” sapa wanita itu


Senja dan Ela menoleh ke arah suara tersebut, dia melihat seorang wanita yang sedang berdiri dan melambaikan tangannya, Senja menyipitkan matanya untuk memastikan orang tersebut.





” Laura ” ucap Senja lirih


Wanita itu berlari menghampiri Senja dan Ela yang masih berdiri di samping mobil. Arnold yang melihat Senja dan Ela di hampiri wanita itu hanya melihat saja.


” Senja, Ela ” sapa Laura bahagia



” Laura ” ucap Senja dan Ela bersamaan


” kau sudah balik dari US ” tanya Senja yang kaget


” iya aku sudah pulang dari US ” jawab Laura tersenyum


” apa kabar kalian semua ” tanya Laura memeluk kedua sahabat nya itu


” kapan kau balik ” tanya Ela heboh


” satu bulan yang lalu ” jawab Laura


” kau menetap disini? ” tanya Senja


” iya aku akan menetap disini ” jawab Laura


Maria Laura Wijaya adalah teman SMA dan kuliah Ela dan Senja, mereka berteman saat awal pertemuan pertama kali Laura pindah dari sekolah lamanya ke sekolah Senja. Laura dulu adalah murid pindahan saat kelas 2. Mereka bertiga sekelas sampai lulus, dan Laura juga mengikuti Senja dan Ela kuliah universitas yang sama, tapi sayangnya Laura harus pindah saat dia sedang semester tiga.


” kalian mau kemana ” tanya Laura


” aku mau pulang ” jawab Senja


” ini sudah saat nya makan siang, bagaimana kalau kita makan siang bersama ” Tawar Laura yang melihat jam tangannya


Ela tidak bisa langsung memberikan jawabannya walau dia ingin sekali berkumpul, Ela melihat Senja untuk menunggu jawaban nya.


” okee ” jawab Senja


Mereka bertiga tertawa lepas, Senja menoleh ke arah Arnold.


” kau ikut saja Arnold ” ucap Senja


” tapi saya harus mengabari tuan Evan terlebih dahulu nona ” Ucap Arnold


Senja yang mendengar ucapan dari Arnold menoleh ke arah sahabat nya.


” kau ingin makan dimana? ” tanya Senja


” di dekat sini aja bagaimana ” jawab Laura

__ADS_1


Senja dan Ela mengangguk setuju, Senja menoleh lagi ke arah Arnold.


” Arnold kau bisa jemput Evan, aku akan mengabari nya dan mengajak nya makan siang bersama ” ucap Senja ke Arnold


” baik nona ” ucap Arnold


Arnold segera masuk kedalam mobilnya dan menancapkan gasnya untuk menjemput Evan.


” lest go ” Ucap mereka bertiga yang langsung berjalan


Mereka bertiga saat ini sedang duduk di meja makan di sebuah restoran yang dekat dengan tempat latihan Senja. Mereka mengobrol untuk melepaskan rindu.


” Lau kau kesini sedang apa tadi ” tanya Senja


” aku sedang menemui kakaknya kekasihku di dekat sini ” Jawab Laura


” kau punya kekasih? ” tanya Ela dan Senja kompak


Ela dan senja kaget saat mendengar kata kekasih dari mulut Laura, bagaimana tidak dulu Laura sangat anti dengan lelaki, bahkan banyak lelaki yang takut dengan Laura. Laura dulu sangat tomboi dan galak terhadap Lawa jenisnya, itulah mengapa Ela dan Senja kaget saat bilang Laura mempunyai kekasih.


” kalian jangan kaget seperti itu, dan kau Senja aku mengikuti semua berita mu. Bahkan pemberitaan mu yang sudah menikah aku juga sudah tau ” ucap Laura


” Kau sudah tau? ” tanya Senja


” siapa yang tidak tau Senja, setiap gerak gerik keluarga mu pasti akan terekspos di berita ” jawab Laura


” hahaha iya aku memang sudah menikah ” ucap Senja


” lalu dengan siapa teman ku ini menikah El? ” tanya Laura kepada Ela


” katanya kau melihat berita nya, tidak mungkin kau tidak tau kan ” jawab Ela


” Evan Mahendra? Dari keluarga Mahendra? ” tanya Laura memastikan


Senja hanya mengangguk dan tersenyum.


” wahhh congrats dear , iya walaupun ucapan dari ku sangat amat terlambat ” ucap Laura


” bukan terlambat Lau, tapi kau yang tidak pernah menghubungi kami ” ucap Ela


Senja dan Ela yang mendengar kesombongan dari sahabat nya itu segera memukulinya, mereka tertawa dengan sangat bahagia, melepaskan kerinduan satu sama lain.


” well kapan ini suami mu akan kesini ” tanya Laura


” seperti nya sebentar lagi akan sampai ” jawab Senja tersenyum


Saat mereka bertiga sedang asyik mengobrol Evan dan Arnold memasuki restoran tersebut, tapi dia juga mengajak Steven. Steven tadi mampir ke kantor Evan untuk memberikan bingkisan dari mamanya untuk Senja, tapi dia menitipkan nya kepada Evan.


” Selamat siang nona-nona ” Sapa Steven


Mereka bertiga menoleh ke arah Steven yang menyapa, saat Laura menoleh Steven terhenti langkah nya.


” gadis ini ” ucap Steven dalam hati


” hai sayang ” sapa Senja untuk Evan


Mereka bertiga berdiri untuk menyambut kedatangan orang orang yang sudah mereka tunggu. Senja memeluk Evan dan mencium nya.


” Kalian sudah lama menunggu ” tanya Evan




” tidak terlalu lama sayang ” jawab Senja


” sayang kenalan kan, dia sahabat ku saat masih di bangku sekolah SMA ” ucap Senja mengenalkan Laura


” halo ” sapa Evan mengulur kan tangan nya


” hello ” jawab Laura menerima uluran tangan Evan


” Lau kenalan kan dia Evan, suamiku ” ucap Senja


” stev kau juga ikut ” tanya Senja

__ADS_1


Steven yang dari tadi tidak membuka suaranya dia terlalu fokus dengan wanita yang yang pernah dia temui di supermarket. Laura menoleh ke arah Steven yang sedari tadi melihat dirinya.


” Stev ” panggil Senja


Steven yang mendapatkan senggolan dari Arnold langsung sadar dari lamunannya, dia melihat senja dan memberikan wajahnya seperti mengatakan ” apa ”.


” kau juga ikut ” tanya Senja sekali lagi


” iya, tadi mama menyuruh ku untuk ke kantor kak Evan ” jawab Steven


” oh. Oh iya kenalan kan dia teman ku ” ucap Senja kepada Steven


Steven langsung menoleh kearah Laura dan sebaliknya juga Laura menoleh ke arah Steven dan tersenyum.


” halo kita bertemu lagi ” sapa Steven



Laura yang mendengar sapaan dari Steven mengerutkan dahinya.


” bertemu lagi? ” tanya Laura yang tidak mengerti


” kau pernah bertemu dengannya? ” tanya Senja kepada Steven


” iya ” jawab Steven


” kau masih ingat dengan ku, aku orang yang menabrak mu saat di supermarket ” ucap Steven mengingat kan Laura


Laura sedang berfikir dan mengingat wajah Steven.


” kau lelaki yang berjalan tanpa menggunakan mata itu ” tanya Laura


” berjalan bukan menggunakan mata nona, tetapi menggunakan kaki ” ucap Steven tersenyum


” tapi mata juga harus di gunakan saat kau sedang berjalan di tempat umum tuan, agar kau tidak menabrak orang sembarangan” Ucap Laura membalas perkataan Steven


Steven yang mendengar ucapan dari Laura itu tersenyum. Senja dan yang lain hanya bengong dan tidak ngerti apa yang mereka bicarakan.


” ayo kita duduk ” ucap Senja memisahkan perdebatan Steven dan Laura


Mereka semua duduk di kursinya masing-masing, dan memulai memesan menu untuk makan siang mereka, setelah mereka memesan pesanan dan menunggu mereka mengobrol untuk mencarikan suasana.


” lalu kesibukan mu disini apa Lau ” tanya Senja


” aku sedang menggeluti dunia modeling ” jawab Laura


” kau menjadi model? ” tanya Ela kaget


” iya El, why? ” jawab Laura dan juga bertanya


Senja dan Ela tertawa mendengar jawaban dari Laura.


” Lau sepertinya kau benar-benar sudah berubah menjadi wanita yang sesungguhnya ” ucap Ela


” apa kau pikir aku selama ini aku wanita jadi-jadian ” tanya Laura tersenyum


” no dear, it's just that we know what you used to be like ” ucap Senja


” what was i like before? ” tanya Laura


” kau dulu sangat tomboi dan juga galak ” jawab Ela


Laura yang mendengar ucapan dari Ela segera memukul pelan lengan Ela. Mereka bertiga mengobrol dengan asyik, sedangkan para lelaki di sana hanya menjadi pendengar saja.


Setelah mereka menyelesaikan makan siangnya, mereka keluar dan berkumpul di luar, senja dan Ela berpamitan dengan Laura yang juga akan pulang.


” kau sudah menyimpan nomor ku dan Ela kan ” tanya Senja


” iya sudah ” jawab Laura


” hubungi aku kapan pun, mengerti!! ” ucap Senja


” iya ” jawab Laura tersenyum


Mereka bertiga berpelukan dan pamit masing masing untuk kembali ke rumah mereka.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2