
Evan, Senja, Ela dan Arnold telah sampai di mansion. Mereka berempat turun dari mobil dan segera masuk kedalam mansion, saat Senja berjalan ke masuk tiba-tiba tubuhnya sempoyongan dan seperti ingin tumbang, Evan yang berjalan di samping Senja segera menangkap tubuh istri nya ingin jatuh.
” Sayang... ada apa? ” tanya Evan
” aku tidak tau sayang, tiba-tiba saja kepala ku pusing ” jawab Senja
Ela dan Arnold yang berdiri di belakang Evan dan Senja segera mendekat dan membantu Evan.
” ada apa tuan ” tanya Ela dan Arnold bersamaan
” Seperti nya Senja kelelahan ” jawab Evan
” yasudah sayang biarkan aku menggendong mu untuk naik ke atas ya ” tawar Evan
” tidak perlu sayang, aku masih bisa berjalan kok ” jawab Senja yang menolak tawaran dari Evan
Evan mengambil tas milik Senja dan langsung di berikan kepada Ela, Evan menuntun istrinya untuk menaiki satu persatu anak tangga, Ela pun juga masih mengikuti kedua majikan nya itu naik ke atas kamarnya, Sedang Arnold segera menuju ke dapur dan memerintahkan pelayan untuk menyiapkan teh hangat untuk Senja.
Sesampainya di kamar Evan membaringkan tubuh Senja untuk tiduran di atas kasur, Evan menyelimuti tubuh istri nya itu. Ela meletakkan tas milik Senja ke meja riasnya.
” Istirahatlah sayang kau pasti kelelahan ” ucap Evan
” hhmm iya sayang ” Jawab Senja
” tuan jika anda butuh apa-apa anda bisa menghubungi saya dan anda tidak perlu turun, biarkan saya yang datang ke kamar anda ” ucap Ela
” hhmm terimakasih El ” ucap Evan
Ela membungkukkan badan nya untuk undur diri dan segera keluar dari kamar majikannya itu. Evan melihat wajah Senja yang pucat, dia segera melangkahkan kakinya ke almari dan mengambilkan baju ganti untuk Senja. Saat Evan ingin menggantikan baju Senja pintu kamarnya terketuk.
Tok...tok...tok...
Evan segera melangkahkan kakinya ke arah pintu dan membukanya, Dia melihat Arnold yang membawakan nampan berisikan secangkir teh hangat.
” ini teh hangat nya tuan ” ucap Arnold menyodorkan nampannya
Evan segera mengambil nampan itu.
” hhmm Terimakasih ” ucap Eva
Arnold segera melangkahkan kakinya untuk turun, dan Evan segera menutup pintunya dan segera membantu Senja untu berganti pakaian.
Hari sudah malam, saatnya makan malam di kediaman Evan, dia meja makan sana sudah ada Ela dan Arnold yang menunggu majikan nya untuk turun. Tapi sudah setengah jam Evan dan Senja tidak kunjung turun juga.
” El ” panggil Arnold
” hhm kenapa? ” Jawab Ela
” apa tuan dan nona tidak akan turun untuk makan malam? ” tanya Arnold
” entahlah aku sendiri juga tidak tau, tapi tuan atau nona tidak memberikan kabar, mungkin saja mereka telat untuk turun ” jawab Ela
Sedangkan di kamar Evan terus menemani Senja yang mengeluhkan perutnya sedang tidak enak.
” Sayang kau makan saja di bawah, biarkan aku sendiri di kamar ” ucap Senja
__ADS_1
” tidak akan pernah sayang, tidak akan pernah aku meninggalkan mu sendirian dengan keadaan seperti ini ” tolak Evan
Senja saat ini merasa tubuhnya benar-benar merasa lemas sekali dan tidak memiliki tenaga. Evan yang melihat keadaan istrinya itu tidak tega.
” aku akan turun dan mengambilkan mu makanan ya, sekalian juga mengabari Ela dan Arnold agar mereka makan berdua ” ucap Evan
Senja hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya, Evan segera keluar dan turun dari kamarnya, dia sudah melihat Ela dan Arnold sedang duduk menunggu kedatangan nya dan Senja.
” Kalian makanan lah, aku akan makan di kamar bersama Senja ” ucap Evan yang langsung menuju ke dapur
Ela dan Arnold hanya masih melihat Evan, Evan keluar dari dapur dengan membawa nampan di tangannya.
” tuan, apa tuan akan makan di dalam kamar? ” tanya Ela
” iya El, Senja masih belum membaik ” jawab Evan
” apa tidak sebaiknya di panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan nona tuan? ” tanya Arnold
” tidak perlu, aku sudah menawarkan kepadanya tapi dia menolak nya ” jawab Evan yang memasukkan sup ke dalam mangkuk
” biarkan saya saja tuan yang membawakan nya ” tawar Ela
” tidak usah El, kau makan saja ” tolak Evan
Setelah Evan sudah selesai menyiapkan makanan untuknya dan Senja, dia segera naik lagi ke tas dan masuk ke dalam kamarnya. Dia meletakkan nampan itu di meja sebelah tempat tidurnya.
” sayang ayo makan dikit saja ” ucap Evan
Senja segera bangkit dan duduk, Evan membenarkan batal milik istrinya agar bisa di jadikan Senja sandaran.
Evan dengan telaten menyuapi Senja dengan pelan-pelan, tapi saat sendok ke tiga senja segera menjauhkan tangan Evan yang berada di depan mulut Senja. Senja segera turun dan berlari ke arah kamar mndi, dia memuntahkan semua yang ada di isi perutnya, Evan segera meletakkan piringnya dan berlari menyusul Senja masuk ke dalam kamar mandi.
” Sayang kamu kenapa? ” tanya Evan
Evan segera memijit-mijit tengkuk kepala Senja dengan pelan-pelan, Senja yang sudah memuntahkan semua isian di perut nya sekita merasa lemas badannya.
” sudah sayang? ” tanya Evan
” hhmm sudah ” jawab Senja
Evan segera membantu Senja untuk berdiri, dengan sigap Evan langsung menggendong Senja keluar dari kamar mandi, Senja pun sendiri tidak menolak, dia benar-benar merasa lemas sekali sekarang. Evan perlahan-lahan membaringkan tubuh senja ke atas kasur
” di lanjut ya makanya ” ucap Evan
” tidak sayang, aku tidak mau. Aku benar-benar ingin muntah rasanya saat merasakan makanan itu ” tolak Senja
” kenapa memangnya sayang dengan masakan ini? ” tanta Evan
” sayang itu rasanya benar-benar amis sekali, aku tidak suka sayang ” jawab Senja
Evan segera mengambil piring nya dan memasukkan nasi kedalam mulutnya, dengan perlahan Evan mengunyah makanan itu, tapi tidak ada yang adeh dengan makanan ini, bahkan sangat enak seperti biasanya.
” ini enak sayang ” ucap Evan
” tidak sayang, itu amis sekali bahkan aku tidak kuat mencium baunya ” ucap Senja
__ADS_1
” ini masakan seperti biasa nya sayang ” ucap Evan
” tidak mau Van dan tolong jauhkan makanan itu dari sini. segera semprot ruang ini ” ucap Senja
” lalu kalau tidak mau makan? Kau makan apa sayang? ” tanya Evan
” aku pengen pisang ” jawab Senja dengan cepat
” aku pengen makan pisang sayang ” ucap Senja manja
Evan yang mendengar permintaan istrinya itu langsung berdiri.
” baiklah sayang, aku membawa semua makanan ini keluar dan mengambilkan pisang untukmu ” ucap Evan
” jangan lupa pengharum ruangan nya ” ucap Senja
” iya sayang ” ucap Evan
Evan segera keluar dari kamar dan turun membawa nampan yang dia bawa tadi, Ela dan Arnold menoleh saat melihat Evan kembali turun dan membawa nampan berisikan makan yang dia bawa tadi.
” ada apa tuan? ” tanya Ela yang langsung berdiri
” tidak ada apa-apa, selesaikan makanan mu ” ucap Evan
Evan masuk ke dalam dapur dan meletakkan nampan yang di bawa, dia membuka kulkas nya dan mencari pisang di dalam sana, tapi sayang nya tidak ada sama sekali buah pisang di dalam kulkas itu. Evan kembali keluar dan menghampiri Arnold dan Ela yang sedang makan.
” apa tidak ada pisang sama sekali di mansion ini ” tanya Evan yang tiba-tiba
Arnold yang akan memasukkan suapan makanannya ke dalam mulutnya itu terhenti, Dia menoleh dan melihat Evan yang berdiri.
” tuan bukankah tuan tidak suka pisang? ” tanya Arnold
” tapi disini aku tidak hidup hanya sendirian kan, mungkin untukmu, atau untuk Ela ” jawab Evan
” saya juga tidak suka pisang tuan ” jawab Ela
” tapi saat ini Senja menginginkan makan pisang El ” ucap Evan
Ela yang mendengar perkataan dari Evan itu mengkerut kan dahinya, setahu dia Senja pun tidak suka dengan pisang, lalu kenapa saat ini dia ingin makan pisang.
” tapi tuan, nona Senja juga tida menyukai buah pisang ” ucap Ela
” tapi buktinya dia ingin makan pisang Ela ” ucap Evan
” apa perlu saya mencari nya tuan ” tawar Arnold
” tidak perlu, kau makan saja bersama Ela ” tolak Evan
” aku akan menghubungi Steven dan menyuruh nya kemari untuk membelikan pisang untuk Senja ” ucap Evan
Evan segera merogoh sakunya dan menekan nomor adiknya itu, setelah Steven mengangkat panggilan nya, Evan segera berbicara ke intinya tanpa menyapa Steven terlebih dahulu.
” kau di mana? Segeralah kemari dan bawakan aku pisang. Aku tunggu!! ” ucap Evan yang langsung mematikan panggilan nya
Bersambung....
__ADS_1