
Malam ini Senja dan Evan telah berada di kediaman milik Mahendra, Mereka berdua sedang berada di kamar untuk bersiap-siap tidur.
” Sayang ” panggil Evan yang sudah berada di atas ranjang
Senja yang sedang duduk di depan meja rias menoleh ke arah Evan yang memanggil nya.
” iya ” jawab Senja
” tidak sampai beberapa hari lagi kamar kita yang berada di bawah akan selesai, Apa kau langsung ingin pulang ke mansion milik kita? ” tanya Evan
” hhmm iya, sebaiknya kita segera pulang setelah kamar kita selesai di renovasi, Aku tidak enak dengan mama yang terus menerus merawat ku ” jawab Senja
” kenapa? ” tanya Evan bingung
” mama tidak bisa keluar dengan bebas saat aku berada disini, karena terus menemani ku. Kau tau kemarin saja sebenarnya mama memiliki janji dengan teman-temannya, tapi beliau langsung memutuskan janji itu dan tidak pergi, mama berucap kepada teman-teman nya karena ingin menemani ku” ucap Senja
” itu karena mama sayang padamu sayang, mama tidak ingin menantu kesayangan ini merasa sendirian saat berada disini ” ucap Evan
” iya aku tau Van, tapi aku merasa sangat tidak enak dengan mama ” ucap Senja
Senja segera berdiri lalu berjalan untuk ke arah kasurnya, Dia naik dan tidur di sebelah Evan yang sedang sibuk dengan laptop nya.
” apa Steven malam tidak akan pulang lagi? ” tanya Senja
” iya sayang, Steven sudah berbicara tadi kepadaku, dia akan menemani dan menjaga Laura dan Vano untuk malam ini ” jawab Steven
” kenapa hidup bisa bisa berubah dengan secepat itu ” ucap Senja
Evan segera menoleh ke arah istrinya sedang berbaring di sebelahnya, Evan segera mematikan laptop nya dan meletakkan nya di meja samping. Evan merubah posisi nya tidur dengan memiringkan tubuhnya nya agar lebih mudah memeluk Senja dari samping.
” iya seperti inilah hidup sayang. Takdir tidak bisa kita tebak bagaimana kedepannya. Manusia sudah memiliki jalan takdirnya masing-masing, dan kita sebagai manusia hanya bisa mengikuti skenario dari tuhan ” ucap Evan
” takdir yang menyeramkan ” ucap Senja
Evan tersenyum saat mendengar ucapan dari istrinya itu. Evan mencium kening Senja dan membelai rambut panjang senja yang terurai.
” Van ” panggil Senja
” iya sayang ” jawab Evan
” berjanjilah kepadaku kau tidak akan menduakan aku, Apa pun alasannya ” ucap Senja mendongak dan melihat Evan
” hhmm aku berjanji sayang ” ucap Evan
” Kau harus mengetahui bahwa aku membenci perselingkuhan dan perpisahan ” ucap Senja
” iya sayang aku mengerti ” ucap Evan
” sekarang tidurlah dan beristirahat lah, Kau pasti lelah kan ” sambung Evan
Senja hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Senja segera memejamkan matanya untuk tidur, Evan membenarkan selimut milik Senja dan menyusulnya untuk masuk ke dalam dunia mimpi.
...----------------...
Pagi harinya Evan dan Arnold sudah tiba di kantor, Evan memasuki ruangannya dan melepaskan jasnya. Dia duduk di mejanya dan menyalakan laptop nya untuk melihat laporan-laporan yang sudah sekertaris nya kirimkan lewat email.
Saat Evan tentang sibuk dengan pekerjaan dan Arnold yang juga dengan pekerjaan, Pintu kantornya terketuk dan masuklah Sekertaris nya.
” Selamat pagi tuan, maaf saya mengganggu ” ucap Sekretarisnya
” ada apa ” tanya Evan yang melihat sekretarisnya
__ADS_1
Sekertaris Evan maju dan meletakkan amplop yang dia terima tadi pagi.
” ada kiriman untuk anda tuan ” jawab Sekertaris
” dari siapa? ” tanya Evan melihat sekretarisnya itu
” saya tidak tau pengirimannya siapa tuan, Amplop ini di kirim lewat kantor pos dan di tujukan untuk anda ” jawab sekertaris
” hhmm baiklah kalau begitu. Kau bisa keluar sekarang ” ucap Evan
Sekertaris itu pamit dan undur diri, Setelah sekertaris Evan keluar, Evan mengambil amplop itu dan membaca tulisan yang tertera di amplop itu.
” Rumah sakit sejahtera ” ucap Evan
Penasaran dengan isinya Evan segera membuka dan mengambil kertas putih yang berada di dalam amplop itu, Dengan perlahan Evan membaca satu demi satu kata yang tertulis di sana, Evan membelalakkan matanya saat melihat apa isian dari tulisan itu. Di sana tertera bahwa DNA milik Bagas Maheswari dan Deon Maheswari memiliki kecocokan 99% dan menyatakan bahwa Bagas Maheswari adalah ayah biologis dari Deon.
Evan segera melipat kertas laporan itu. Arnold yang melihat wajah terkejut dari Evan itu segera berdiri dan menghampiri kakak angkatnya itu.
” ada apa tuan? ” tanya Arnold
Evan tidak langsung menjawab pertanyaan dari Arnold, Pikirannya saat ini tertuju kepada istrinya, Dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
” Apa senja tau tentang semua ini? ” tanya Evan kepada dirinya
” tuan ” panggil Arnold
Evan menoleh ke arah Arnold yang sedang terus menatapnya, Dia memberikan kertas gang di pegang kepada Arnold , Arnold segera menerimanya dan membuka kerta itu.
” Surat tes DNA? ” tanya Arnold
Arnold kembali membacanya dan kaget saat mengetahui DNA siapa yang ada di sana.
” tuan ” panggil Arnold
” baik tuan ” ucap Arnold
Arnold langsung keluar dari ruangan itu dan segera mencari tau siapa yang mengirim laporan DNA kepada Evan.
Sedangkan Evan di dalam ruangannya terus memandangi kertas putih itu di atas mejanya. Pandangan Evan beralih ke ponsel nya saat seseorang menghubunginya. Nama Aurel terpampang saat Evan melihat Ponselnya.
” halo ” sapa Evan saat menerima panggilan dari Aurel
” kau sudah menerima kiriman ku ” tanya Aurel langsung
” jadi kau yang mengirimnya? ” tanya Evan
” bersantai lah sayang, nada mu tidak perlu ketus seperti itu. Jika kau ingin mengetahui penjelasannya, bagaimana kalau kita bertem**u sekarang** ” ucap Aurel
” apa maumu Aurel ” tanya Evan
” aku tidak mau apa-apa van, aku hanya merindukan mu ” jawab Aurel
” baiklah tentukan dimana kita bisa bertemu ” ucap Evan
” oohh sayang ternyata kau juga merindukan ku ” ucap Aurel menggoda Evan
” hhmm baiklah aku akan mengirim alamat tempat kita untuk bertemu ” sambung Aurel lalu mematikan panggilan nya
Evan meletakkan ponsel nya ke atas meja dan mengepalkan tangannya.
” kau mencoba bermain-main denganku Aurel ” ucap Evan
__ADS_1
Evan segera berdiri dan menyambar jas nya lalu keluar dari ruangannya, Dia segera turun melalui lift. Evan keluar dan melihat Arnold yang sedang berada di resepsionis untuk melakukan tugasnya yang di berikan Evan.
” Arnold ” Panggi Evan
Semua karyawan yang berada di sana membungkukkan badannya untuk menyapa Bos mudanya.
” iya tuan ” ucap Arnold saat sudah berada di depannya
” ikut aku dan segera siapkan mobilnya ” ucap Evan
Evan segera berjalan ke arah keluar dan Arnold berjalan ke arah tempat parkir untuk mengambil mobil. Setelah keduanya berada di mobil, Evan memberikan ponselnya kepada Arnold.
” kita pergi ke alamat itu ” ucap Evan
Arnold bingung saat melihat ponsel milik Evan, dia melihat pesan itu di kirim oleh Aurel. Tanpa banyak bicara Arnold segera mengemudikan mobilnya untuk menuju ke alamat itu.
tidak butuh waktu lama mobil milik Evan berhenti tepat di depan cafe di mana Aurel sendiri yang memilihnya, Evan dan Arnold keluar dari dalam mobil dan berjalan untuk memasuki cafe itu.
Evan masuk dan mengarahkan pandangannya ke setiap sudut untuk mencari sesosok Aurel, Pandangan nya berhenti saat melihat Aurel duduk manis di dekat jendela yang berada di paling ujung.
Evan berjalan ke arah Aurel dan di ikuti Arnold dari belakang. Aurel yang melihat kedatangan mantan kekasihnya tersenyum saat melihat jarak Evan semakin dekat.
” kau sudah datang ” ucap Aurel
” Katakan ” ucap Evan ketus
” duduklah dulu sayang, aku sudah memesankan minuman kesukaan mu ” ucap Aurel
” dan kau, kau juga bisa memesan minuman yang kau inginkan ” ucap Aurel kepada Arnold
Evan segera menarik kursi dan duduk di hadapan Aurel. Arnold yang baru saja menarik kursi di samping Evan itu segera berhenti saat Aurel mencegah nya.
” aku hanya ingin berbicara empat mata dengan mu ” ucap Aurel kepada Evan
Evan menoleh ke arah Arnold dan memberikan kode agar dia mencari tempat duduk yang lain. Arnold segera pergi dari sana dan duduk sedikit menjauh dari Evan dan Aurel.
” bicaralah ” ucap Evan
” ternyata kau masih tetap sama seperti dulu Van, kau adalah orang yang tidak suka menunggu ” ucap Aurel menatap wajah Evan
” jika kau sudah tau bagaimana aku, maka sekarang cepat katakan ” ucap Evan
” apa yang ingin kau tau? ” tanya Aurel
” apa maksud dari DNA itu? ” tanya Evan
” bukankah sudah jelas di sana, Bahwa ayah mertua mu adalah orang tua kandung dari Deon ” jawab Aurel
” apa kau yakin? ” tanya Evan
Seorang barista datang membawakan pesanan yang di pesan Aurel, Aurel memesan minuman untuknya dan untuk Evan.
” Kau bisa langsung menanyakan nya kepada mertua mu sendiri Van jika kau ragu ” ucap Aurel yang mengambil minumannya
” bisa saja kau memanipulasi DNA itu untuk menghancurkan keluarga istriku ” ucap Evan
” memanipulasinya ? hahahahah ” ucap Aurel meletakkan gelasnya
” Evan itu adalah fakta kebenaran dari keluarga mertua mu, Ayah mertuamu ternyata memiliki anak terlebih dahulu saat sebelum Senja lahir, Hhmm lebih tepatnya saat ayah mertuamu belum menikah dengan ibu nya Senja ” ucap Aurel
Bersambung....
__ADS_1