He Mine

He Mine
Episode 7


__ADS_3

Pagi hari Senja merasakan ada tangan kekar yang sedang melingkar di atas perutnya, Senja pun terbangun dari tidur nya. dia begitu kaget saat melihat Evan tidur dengan posisi memeluk nya.


” Apa dia tidur dengan posisi seperti ini semalam?” tanya Senja dalam hati


Senja pun melihat dan mengamati setiap inci wajah suami nya. Dia melihat bibir suami nya yang begitu manis, melihat hidung nya yang begitu mancung melihat mata nya yang indah walau sedang tertutup dan rahang yang Kokoh.


Tanpa sadar Senja pun meraba wajah Evan, dia mengusap bibir Evan.


" Sangat sempurna ” Ucap Senja dalam hati


Evan pun yang merasa wajahnya tersentuh membuka matanya, Kini mata Evan dan Senja saling bertemu, mereka sedang memandangi satu sama lain, Pandangan yang sangat dalam.


” kau sudah bangun ” Evan membuka suaranya yang serak


Senja hanya mengangguk kan kepala nya, tangan nya pun masih menyentuh bibir Evan.


” Why? ” Tanya Evan


” you like? ” Tanya sekali lagi


Pandangan Senja langsung tertuju ke bibir Evan


” apa boleh? ” Tanya Senja


Tanpa menjawab pertanyaan Senja, Evan pun mencium bibir Senja. Evan mengecup bibir senja secara perlahan, ******* bibir istrinya dengan begitu lembut, tidak ada perlawanan atau bahkan penolakan dari Senja, Senja hanya berdiam dan membiarkan Evan mencium nya, Namun perlahan lahan Senja pun membalas setiap lumatkan Evan. Mereka saling mencium dan menyalurkan hasratnya masing-masing.


15 menit mereka pun akhirnya mengakhirinya. Evan pun memandang Senja dan mengusap bibir istrinya yang basah.


” Apa pun yang akan terjadi jangan pernah khawatir, aku akan selalu menjagamu ” Ucap Evan


Senja hanya tersenyum, entah apa yang dia rasakan saat ini. dia merasakan ada rasa yang aneh di hatinya. merasakan rasa yang asing, rasa yang tidak pernah dia miliki.


Senja pun duduk dan bersandar, Evan pun mengikuti pergerakan istri nya.


” apa yang kau butuhkan ” Tanya Evan


" Tidak ada ” Jawab Senja


” Kalau kau butuh apa apa katakan ” Ucap Evan


” heemm, Kau tidak pergi ke kantor? ” Tanya Senja


” Iya aku akan pergi, Kau mau mandi? ” jawab dan tanya Evan


” Hemm ” Jawab senja mengangguk


” Pergilah mandi. setelah itu aku akan mandi ” Ucap Evan


Senja pun turun dari kasur dan melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi. Setelah Senja masuk ke dalam kamar mandi Evan pun bangun dan melihat Handphone nya, terlihat ada satu pesan yang masuk, Evan pun membuka pesan tersebut.


” Aurel ” ucap Evan dalam hati


...----------------...


Siang ini Senja dan Ela datang ke lokasi pemotretan, Senja masuk ke ruangan dan duduk di ruang tunggu di temani Ela.


Seorang wanita masuk dan melihat Senja pun menghampiri nya.


” Wow, Sedang apa kau disini ” tanya Clarissa

__ADS_1


Clarissa adalah seorang model yang terkenal, dia di kontrak oleh beberapa perusahaan untuk menjadi model brand mereka, termasuk perusahaan yang di pimpin tuan Bagas.


Senja yang mendapatkan pertanyaan dari Clarissa pun tidak menjawab nya atau bahkan menggubris nya.


” Senja, aku dengar kau sudah menikah? ” Tanya Clarissa sekali lagi


” itu bukan urusanmu ” Jawab senja datar


”hahahaha Aku dengar kau di jodohkan bukan. berarti bisa di bilang pernikahan mu bukan pernikahan yang di dasari cinta? ” Tanya Clarissa seperti mengejeknya


Senja pun menoleh ke arah Clarissa, dia melihat Clarissa dan tertawa meremehkan.


” Clarissa. kau tidak mau menebali makeup mu ” Tanya Senja


” maksudmu ” Tanya Clarissa


” you look so ugly” ucap Senja mengejek


Clarissa yang mendapatkan ejekan dari Senja pun meradang, dia berdiri dan bersiap untuk menghampiri Senja, Sebelum Clarissa menghampiri Senja Tuan Bagas sudah datang.


” Ada apa ini ” Tanya tuan Bagas


Senja pun sedikit menoleh melihat ayah nya yang sudah berdiri di depan pintu. Senja pun berdiri


” Usir wanita ini, atau aku yang pergi ” Ucap Senja yang langsung berjalan memasuki ruangan makeup.


...----------------...


Senja kini sedang melakukan sesi pemotretan. Dia melakukan pemotretan dengan sangat baik, walau Senja bukan seorang model tapi dia begitu lihai di depan kamera.



” Dimana Evan ” Tanya tuan Bagas


” Kantor ” jawab Senja singkat


” Hubungi dia, katakan kita akan makan siang bersama, ayah akan menunggu kalian di restoran biasanya ” Ucap tuan Bagas


Setalah mengatakan itu tuan Bagas pun keluar dari ruangan tersebut. Senja pun mengambil handphone nya dan segera menghubungi Evan.


...----------------...


Di tempat lain Evan sedang melamun, Dia masih memikirkan pesan yang di Aurel tadi pagi.


” Dia akan pulang? ” Ucap Evan lirih


Tok..Tok..Tok... suara ketukan pintu menyadarkan lamunan Evan.


” Masuk ” Jawab Evan


Arnold pun masuk dan membungkuk kan badan nya.


” Tuan baru saja Ela mengabari saya, Tuan Bagas mengajak anda untuk makan siang bersama ” lapor Arnold


” Kenapa tidak Senja sendiri yang menghubungi ku ” Tanya Evan


” Nona sudah menghubungi tuan, tapi Tidak ada respons dari tuan ” Jawab Arnold


Evan pun segera mengecek Handphone nya, Benar saja 3X panggilan tak terjawab dan 2 pesan dari Senja. Evan pun segera berdiri dan mengambil Jas nya, dia berjalan ke arah keluar dan turun, lalu segera menuju restoran.

__ADS_1


Senja yang baru memasuki restoran melihat ibu tirinya dan ayah nya sudah duduk manis di tempat, bukan hanya itu saja Saudara tirinya pun turut hadir di sana.


” Nona saya akan menunggu di meja lain ” Ucap Ela


Senja hanya menjawab dengan anggukan. Senja pun melangkah kan kaki nya mendekati meja yang di isi keluarga nya.


” Halo adek ku ” ucap Deon kakak tiri senja


Senja tidak menjawab sapaan Deon dan langsung duduk di kursi.


” Dimana Evan senja ” Tanya tuan Bagas


” di perjalanan, sebentar lagi akan sampai ” Jawab Senja


Tidak lama Evan dan Arnold pun datang. Arnold yang melihat Ela duduk sendirian segera dia menyusul Ela.


” Salamat siang ” Sapa Evan


” wahh menanti ku sudah datang ” ucap Ibu tiri senja


Evan pulang langsung dudu di sebelah Senja, mereka semua pun segera memesan makanan. Makan siang pun sudah tersaji semua kini sedang menikmati makanan siang mereka.


” Ayah, sepertinya aku akan lama di Indonesia ” Ucap Deon


” kenapa? Lalu bagaimana dengan usaha mu di sana ” Tanya tuan Bagas


” usahaku sudah tidak ada, aku di tipu dengan rekanku sendiri ” jawab Deon menunduk


” APA ” kaget Bagas dan ibu nya bersamaan


” Kenapa kau tidak bilang dari awal sayang ” ucap Mayang


” ibu.. aku hanya tidak mau membuat ibu dan ayah khawatir ” Ucap Deon


” Lalu bagaimana kau bisa bertahan di sana, kau pasti mendapatkan banyak penderita sayang ” Ucap Sedih Mayang


” Aku bertahan di sana dengan sisa sia uang yang ada Bu.. aku tidak mungkin membuat ayah dan ibu khawatir ” Ucap Deon


Mayang pun sedih dengan pernyataan putranya, Bagas dan Evan hanya menyimak percakapan antara ibu dan putranya, berbeda dengan Senja, senja hanya tertawa pelan.


” Lemah ” Ledek senja pelan


” Apa maksudmu Senja ” Tanya Mayang


” Apa ucapanku kurang jelas?, baiklah aku akan mengulangi nya lagi. L-E-M-A-H ” ucap Senja dengan sedikit menekan kata kata nya


” hahaha Kau bisa mengatakan seperti itu karena kau tidak pernah mengalami nya, Kau sendiri hidup enak bukan disini ” Ucap Deon


” Tentu. Aku hidup enak dan nyaman, karena aku memang terlahir dari keluarga kaya bukan ” Jawab enteng Senja


Deon pun mengepalkan tangan nya, Ucapan yang baru saja Senja ucapakan tidak lebih untuk menyinggung Deon.


” Sebenarnya beban mu tidak banyak, Hanya saja kau yang lemah. Dan semakin kau lemah beban mu itu juga akan semakin berat ” Ucap Senja yang mengakhiri makan nya.


Mayang yang mendengar perkataan Senja pun menimpali nya.


” Lalu, Apa kau hidup bahagia sekarang sayang ” Tanya Mayang dengan tersenyum


” Kurasa kata kebahagiaan bisa membuat orang sengsara. maksudku bukankah semua orang hidup seperti ini, Menanggung deritanya masing masing i-bu ” Ucap Senja dengan melihat ibu tirinya.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2