He Mine

He Mine
Episode 12


__ADS_3

Evan dan Arnold sudah sampai di rumah sakit. Setelah kejadian itu mama Rita pun segera menghubungi Evan dan memberitahukan bahwa Ela terluka.


Langkah kaki Evan terhenti saat melihat Senja dan mamanya sedang duduk di ruang tunggu.




” Sayang ” panggil Evan


Senja yang sedari tadi menunduk pun menoleh ke arah suara tersebut.


” Evan ” Ucap Lirih Senja


Evan berlari ke arah Senja dan Senja pun langsung berdiri, Dia segera mendaratkan tubuhnya ke pelukan Evan, Senja menangis di dekapan tubuh Evan.


” Hustt sudah sayang, tidak apa apa ” Evan berusaha menenangkan istrinya


” Mama tidak apa apa ” Tanya Evan khawatir dengan mama nya


” Mama tidak apa apa Van ” Jawab Mama Rita


Arnold pun segera mendekat dan memeluk mama Rita, ketika Arnold mendapatkan kabar itu, Arnold pun langsung memikirkan mama angkat nya. Dia begitu khawatir dan takut akan terjadi apa apa.


” Mama tidak apa apa ” Tanya Arnold khawatir


Mama Rita pun yang mendapat perilaku lembut dari Arnold pun tersenyum, dia mengelus elus punggung anak angkatnya itu dengan penuh kasih kasih sayang. Ini adalah pertama kali seorang Arnold berbicara dengan dengan Rita tanpa canggung.


” Mama tidak apa apa nak ” Ucap mama Rita


Arnold pun melepaskan pelukannya. Mama Rita tersenyum mendengar kekhawatiran anak angkatnya tersebut.


” Bagaimana dengan Ela ma ” Tanya Evan yang masih memeluk istrinya


” Ela masih di dalam, dia masih di periksa dokter ” Jelas mama Rita


” Apa yang sebenarnya terjadi ma ” Tanya Arnold


” Ela menyelamatkan Senja, Senja hampiri saja tertabrak motor ” Jelas mama Rita


Evan pun yang mendengar cerita mama nya langsung melepaskan pelukannya, dia melihat mata istrinya yang sudah bengkak, Dia melihat seluruh tubuh Senja, memastikan bahwa istrinya itu tidak terluka sama sekali.


” Apa ada yang luka sayang hhmm ” Tanya Evan khawatir


Senja hanya menjawab dengan menggeleng kepala nya. Dia susah untuk berbicara karena tangisan nya tidak berhenti sama sekali.


” Senja tidak terluka Van, Ela menyelamatkan Senja tepat waktu ” Jawab Mama Rita


Pintu pun terbuka, keluar lah dokter yang menangani Ela di dalam.


” Bagaimana keadaan Ela dokter ” Tanya Senja dengan isakan tangisan nya


” Nona Ela tidak apa apa, dia hanya terluka bagian tangan nya, pergelangan tangan nya hanya terkilir saja, tidak ada yang perlu di cemas kan nona dan saya pun sudah membalut luka nya ” Jelas dokter tersebut


Senja dan semua nya pun bernafas dengan lega.


” apa bisa kami mengunjungi nya dok ” Tanya mama Rita


” Silakan nyonya, nona Ela juga bisa segera pulang ” Jawab dokter


” Kalau begitu saya permisi ” Ucap Dokter yang langsung pergi

__ADS_1


Semua nya pun masuk dan melihat Ela yang sedang duduk di ranjang pasien. Senja pun segera mendekat kan dirinya.


” Apa masih sakit hmm ” Tanya Senja


” Apa nona terluka ” Tanya balik Ela


Senja pun yang mendengar pertanyaan konyol Ela pun memukul lengan Ela dengan lirih.


” Bodoh, kau yang terlalu Ela ” Omel Senja


Ela pun yang mendapatkan Omelan dari Senja pun hanya bisa tersenyum.


” Jangan kau ulangi lagi, jangan membahayakan dirimu hanya untukku ” Oceh Senja


” itu bisa melukai dirimu sendiri ” Sambung Senja


Senja pun langsung memeluk asisten nya tersebut. Dia menangis kembali di pelukan sang asisten nya. Semua orang yang melihat pemandangan itu pun terharu, termasuk Evan di melihat betapa manis nya hati istri nya tersebut.


...----------------...


Sesampainya Senja,Ela dan Evan di mansion, Senja pun segera membatu Ela masuk ke dalam kamarnya, Sedangkan Evan menunggu istrinya di depan pintu kamar. Setelah Senja selesai mengantarkan Ela ke kamar, Senja pun keluar dari kamar Ela ,dia melihat suami nya yang berdiri dan menunggu nya.


” Kenapa tidak langsung naik ” Tanya Senja mendekat


” Aku sedang menunggu istriku ” Jawab Evan


Sesampainya Senja di hadapan Evan, Evan pun segera meraih tangan istrinya, dia pun menggandeng tangan istrinya untuk naik atas dan masuk ke kamar.


” Apa kau lelah ” Tanya Evan setelah mengunci pintu kamarnya


Senja pun duduk di sofa kamarnya, dia menyenderkan tubuhnya dan membuang nafas panjang. Evan pun segera mendekati istrinya.


” Kenapa ” Tanya Evan dengan lembut


” Kalau begitu mandilah lalu istirahat ” Suruh Evan


” Biarkan aku seperti ini dulu Van ” Jawab Senja


” Kalau begitu aku mandi dulu ” Ucap Evan yang meninggalkan Senja


Evan masuk ke dalam kamar mandi, dia menyegarkan tubuhnya di bawah guyuran air shower. Dia memikirkan kejadian yang tadi


” Siapa yang berusaha mencelakai mu Senja dan apa tujuannya ” Tanya Evan dalam hati


Setelah Evan mandi dia pun keluar dari kamar mandi, dia melihat istrinya yang sudah tertidur lelap di sofa dengan posisi yang sama seperti awal. Evan pun mendekat dan menggendong Senja, dia memindahkan Istrinya di atas kasur.


Evan melihat wajah istrinya nya yang nampak sangat kelelahan, Evan membenarkan selimut nya untuk menutupi tubuh istri kecil nya itu. Evan pun segera Menganti pakaian nya dan segera menyusul istrinya untuk masuk ke alam mimpi.


...----------------...


” Ini bayaran untukmu ” Aurel pun melemparkan Amplop yang berisi uang


Laki laki itu pun membuka dan menghitung jumlah uang yang di berikan Aurel. setelah puas dengan bayarannya laki laki itu pergi.


” Itu adalah peringatan untukmu Senja ” Ucap Aurel yang memandangi foto Senja


” Ini masih awal, masih banyak permainan yang akan aku mainkan ” Sambung Aurel


...----------------...


” Senja sini sayang, sini nak peluk bunda. ”

__ADS_1


*” Dia ada di dalam, dobrak saja pintu ” *


” Jangan pernah keluar, sebelum ayah datang. Mengerti ”


Dor.....Dor....Dor


” BUNDA....” teriak Senja yang terbangun dari tidurnya


Wajah nya penuh dengan keringat dan nafas nya yang tersengal sengal. Iya , dia baru saja bermimpi kejadian itu lagi, ini bukan lah hal yang pertama untuk Senja.


Evan yang mendengar teriakan istrinya pun terbangun, Evan segera duduk dan melihat istrinya.


” ada apa sayang ” Tanya Evan dengan suara seraknya


Senja masih belum menjawab pertanyaan Evan, dia sedang mengatur nafas nya, Evan pun segera turun dan mengambil kan air putih untuk istrinya.


” Ini sayang ” Ucap Evan yang memberikan segelas air putih


Senja pun mengambil dan meminum nya.


” Terimakasih ” Ucap Senja menyerahkan gelas nya


Evan segera menerima gelas dan menaruhnya di atas meja, Evan segera duduk di pinggir kasur sebelah Senja.


” Ada apa hemm ” Tanya Evan


” Aku hanya bermimpi ” Jawab Senja


” Mimpi bunda? ” Tanya Evan sekali lagi


Senja hanya menjawab dengan anggukan.


” Yasudah sekarang lanjutkan tidurmu lagi ya sayang ” Suruh Evan yang membenarkan batal Senja


Senja pun kembali memejamkan matanya, Evan yang begitu setia menemani Senja hingga terlelap kembali. Saat Evan menemani senja yang sudah terlelap pintu kamar terketuk


Tok tok tok.


Evan pun berdiri dan membuka pintu nya, Arnold pun segera membungkuk kan tubuh nya.


” tuan saya sudah memeriksa cctv yang berada di sekitar kejadian ” Lapor Arnold


” Kita bicarakan itu di ruangan kerja ku ” Ajak Evan


Evan pun melihat ke arah Senja, dia ingin memastikan bahwa istrinya benar benar sudah terlelap, pintu tertutup Evan dang Arnold segera turun dan menuju ke ruangan kerjanya Evan.


” Katakan ” Ucap Evan


” saya sudah memeriksa semua cctv yang mengarah pada tempat kejadian, dan saya rasa kejadian ini sudah di rencanakan tuan ” jelas Arnold yang memberikan laporannya


” Apa kau yakin? ” Tanya Evan


” iya tuan, saya sudah memastikan semua ” Jawab Arnold yang menyodorkan handphone nya


” Ini adalah motor yang hampir menabrak nona Senja, motor ini sudah menunggu sekitar 47 menit, dia melaksanakan aksinya ketika sudah melihat nona Senja keluar dari mall, dan lebih aneh nya lagi tuan ada sebuah mobil merah yang mengawasi motor tersebut, saya yakini bahwa yang di dalam mobil ini adalah dalang di balik kejadian tadi siang ” Jelas Arnold


Evan yang melihat video rekaman dari ponsel Arnold pun mengepalkan tangannya.


” Siapa yang sudah mau main main dengan istriku ” Ucap Evan


” Arnold cari tau siapa dalang di balik ini semua, aku tidak akan memberikan siapapun menyakiti istri ku. KAU HAFAM!! ” perintah Evan

__ADS_1


” Baik tuan ” jawab Arnold


Bersambung........


__ADS_2