He Mine

He Mine
Episode 58


__ADS_3

Malam sudah sangat larut, Steven kini sedang mengantar Laura untuk pulang, Steven menoleh ke arah Laura yang duduk dengan gusar. Setelah Laura menghubungi mamanya berkali-kali tapi tidak ada jawaban, Laura merasakan perasaannya yang tidak enak.


” Lau ” panggil Steven


” iya ” jawab Laura


” kau tenanglah ” ucap Steven


” hhmm iya Steve ” ucap Laura


Steven segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Laura tidak protes sama sekali saat Steven mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah sampai di rumah Laura segera keluar dari mobil Steven, dia melihat rumah nya begitu gelap gulita. Steven pun juga keluar dari mobilnya dan melihat rumah milik Laura yang gelap.


” kenapa rumahmu gelap? ” tanya Steven


” aku juga tidak tau ” jawab Laura


” apa mama lupa menyalakan nya ” ucap Laura sendiri


Laura segera masuk ke dalam rumah dan di ikuti Steven dari belakang, Steven mengambil ponselnya agar menerangi rumah milik Laura, Laura segera mencari saklar lampu dan menyalakan, Rumahnya saat ini begitu sepi sekali.


” Maa ” panggil Laura


” Mama ” panggil luara sekali lagi


Saat dia hendak menaiki tangga, dia melihat dapur yang tadi di pakai mama nya masak sudah sangat rapi, Laura melanjutkan langkah kakinya untuk menaiki anak tangga, dia berjalan ke arah kamar milik mamanya, namun saat dia dan Steven tidak jauh dari kamar milik mamanya, mereka berdua mendengar suara anak laki-laki sedang menangis. Dengan cepat Laura segera berlari untuk masuk ke dalam kamar milik mamanya.


Clekk..


Deg....


Laura menghentikan langkah nya, dia membuka matanya lebar-lebar dan menutup mulutnya. Linda yang berada di kamar sudah tergantung di atas. iya Linda akhirnya memilih mengakhiri hidupnya dari pada harus memilih mengakhiri rumah tangganya, Steven yang masuk melihat kejadian itu segera menutup mata Laura dari belakang, Dia menarik tubuh Laura ke dalam dekapannya.


Steven menoleh ke arah sisi kanan dan melihat seorang anak laki-laki yang menangis tepat di bawah mamanya yang tergantung.


” Mama ” ucap Laura lirih


...----------------...


Senja yang berada di dalam kamar kini sedang bersiap-siap untuk tidur, sedangkan Evan baru saja keluar dari kamar mndi untuk membersihkan diri, Evan sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidur miliknya, Dia segera menyusul Senja untuk masuk ke dalam selimut.


” Van ” panggil Senja


” iya sayang ” jawab Evan


” aku ingin makan buah mangga muda ” ucap Senja


” mangga muda? ” tanya Senja


” iya ” jawab Senja


” hhmm baiklah sayang, besok aku akan mencari nya dan membelikan nya untuk mu ” ucap Evan


” tapi sekarang aku ingin makan pisang ” ucap Senja


” pisang? ” tanya Evan


” iyaa, aku ingin makan pisang yang di campur dengan susu, hhmm kedengarannya pasti sangat enak ” ucap Senja yang ngiler


” tapi ini sudah malam sayang, kau kan juga sudah bersih-bersih, kita tunggu besok saja ya ” ucap Evan menawar


” kenapa semua nya harus menunggu besok, apa sekarang pisang juga tidak ada di mansion? ” tanya Senja

__ADS_1


” bukan tidak ada sayang, tapi lihatlah ini sudah malam ” ucap Evan


” lalu apa kau pikir ini keinginan ku, ini semua keinginan bayiku Evan, aku sendiri juga sebenarnya sudah mengantuk, tapi mau bagaimana lagi ” ucap Senja yang sudah mulai merajuk


Senja melipatkan tangan nga di dada dan menoleh ke arah lain, mata nya kini pun sudah mulai berkaca-kaca. Semenjak Senja hamil, dia memang selalu sensitif sekali, mood nya pun terkadang juga berubah-ubah.


Evan yang melihat istrinya sedang merajuk itu pun segera turun dari ranjang dan berputar ke arah sisi Senja, Evan berjongkok di depan istrinya untuk melihat wajah Senja, Evan melihat air mata Senja sudah keluar dan menetes dari matanya.


” sayang.. Jangan menangis ya ” ucap Evan lembut


” aku tidak bermaksud membuat mu marah, hanya saja aku benar-benar tidak tau jika kau benar-benar ingin memakan pisangnya sekarang ” ucap Evan


” sudah jangan menangis ya... Iya aku yang salah sayang ” sambung Evan mengusap airmata milik Senja


Senja membuang nafasnya saat melihat Evan, Sungguh ini bukan maksud dia untuk merepotkan Evan terus-menerus.


” apa aku menyusahkan mu? ” tanya Senja


” tidak sayang, kau sama sekali tida merepotkan ” jawab Evan dengan cepat


” maafkan aku Van ” ucap Senja menunduk


” maafkan aku jika terus membuat mu susah, Aku sendiri juga tidak tau mengapa aku selalu sangat sensitif ” ucap Senja


Evan segera bangun dan duduk di samping Senja, dia merangkul Senja dan menenangkannya.


” sayang itu sudah biasa sayang, kau kan sedang hamil. Itu hormon dari kehamilan mu, jadi jangan menyalakan dirimu sendiri ya ” ucap Evan


Evan berusaha menenangkan istrinya, memang butuh ekstra sabar untuk menangani ibu yang sedang hamil ini.


” kau tunggu disini ya, aku akan menyuruh pelayan untuk membawakan keinginan mu ” ucap Evan yang berdiri


” ada apa sayang? ” tanya Evan


” aku ikut ya ” ucap Senja


” tidak perlu sayang, biarkan pelayan yang melayani mu ” ucap Evan


” tapi aku maunya kau sendiri yang membuat pisang susu untuk ku Van, dan aku ingin melihat nya dengan mata kepalaku sendiri ” ucap Senja merengek


Evan yang mendengar rengekan dari senja itu tersenyum, dia sangat gemas sekali melihat istrinya yang manja ini.


” hhmm baiklah tuan putri ” ucap Evan yang tidak bisa menolak


Evan segera membantu Senja untuk berdiri, dia menggandeng tangan istrinya untuk keluar dari kamar, mereka berdua berjalan untuk menuju ke arah dapur. Saat sampai di dapur Evan dan Senja melihat Ela yang duduk sendiri yang sedang menikmati secangkir kopinya.


” Ela ” panggil Senja


Ela segera menoleh dan melihat kedua majikan nya itu segera berdiri dan membungkukkan badan nya memberikan hormat.


” kau belum tidur ” tanya Senja yang sudah di depan Ela


” belum nona ” jawab Ela


” kau minum kopi sendirian? ” tanya Evan


” iya tuan ” jawab Ela


” Diaman Arnold?, biasanya bukankah dia selalu menemani mu ” tanya Evan


” Arnold mungkin berbeda di kamarnya tuan, saya juga sendiri baru saja keluar dari kamar dan membuat kopi ” jawab Ela

__ADS_1


” jangan terlalu banyak minum kopi El, itu tidak baik untuk kesehatan mu” ucap Senja


Ela hanya tersenyum dan mengangguk.


” ada apa tuan dan nona keluar? apa ada yang di butuhkan? ” tanya Ela


” tidak, hanya saja Senja menginginkan makan pisang saat ini ” jawab Evan


” kalau begitu biar saya yang menyiapkan nya ” ucap Ela


” ehh tidak perlu El, biarkan Evan saja ” ucap Senja menahan Ela


” tapi nona ” ucap Ela


” tidak ada tapi-tapian El, anak ku yang menginginkan papanya untuk menyiapkan dan membuat nya ” ucap Senja


” kau duduk saja dan temani aku menunggu pesanan ku ” sambung Senja


Senja segera menarik tangan Ela agar duduk di sebelahnya, Sedang Evan segera berjalan menuju dapur dan membuat kan pisang sang di campur susu sesuai keinginan istrinya.


” apa Steven belum pulang? ” tanya Senja


” belum nona, mungkin masih di mampir di rumah Laura ” jawab Ela


” hhmm mungkin. kau tau aku tidak menyangka bahwa Steven dan Laura akan menjalin hubungan, dan sepertinya hubungan ku dengan Laura tidak hanya akan menjadi sahabat saja, tetapi juga akan menjadi saudara ipar ” ucap Senja


” iya nona ” jawab Ela


Senja menatap Ela yang sedang menikmati kopinya.


” lalu bagaimana denganmu? ” tanya Senja


Ela segera menghentikan teguhkan nya, dia menoleh ke arah Senja dan menatap nya.


” aku? kenapa denganku? ” tanya Ela balik


” apa kau juga tidak mau menjalani hubungan? ” tanya Senja


” hahaha kau sedang bercanda, hubungan dengan siapa yang kau maksud ” ucap Ela


” Arnold ” jawab Senja


Ela diam seketika saat Senja menyebut nama Arnold, dia menoleh ke arah Senja dan melihat nya, sedangkan senja terus menatap Ela tanpa mengalihkan pandangannya. Senja sebenarnya tau bahwa Arnold memiliki rasa pada Ela, namun Senja belum bisa menebak bagaimana isi hati seorang Ela.


Ela adalah seorang wanita yang sulit di tebak pikiran nya, dan Ela sendiri juga lebih suka memendam apa dia rasakan, sedih, bahagia bahkan jatuh cinta dia pendam sendiri. Semenjak ibu dan ayahnya berpisah, Ela memang lebih banyak berubah, dia menjadi seorang yang tertutup dan tidak suka membuka dirinya untuk orang lain.


” apa yang kau bicarakan nona, Aku tidak ada hubungan apa-apa atau rasa kepada Arnold ” ucap Ela


” kau yakin? ” tanya Senja


” hhmn aku yakin ” jawab Ela mengangguk


Saat Senja dan Ela sedang berbicara Evan keluar dari dapur membawakan semangkok pisang yang sudah dia lembutkan bercampur dengan susu bersamaan itu ponsel milik Senja juga bergetar, melihatkan nama Steven di layarnya yang sedang menghubungi nya. Senja segera menjawab panggilan dari iparnya tersebut.


” halo Steve ” sapa Senja


Evan meletakkan mangkok yang dia bawa ke atas meja dan duduk di sebelah Senja, Ela dan Evan melihat raut wajah Senja yang tiba-tiba kaget saat mengangkat panggilan dari Steven.


” Apa!!! ” ucap Senja


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2