He Mine

He Mine
Episode 67


__ADS_3

” Aku akan mengajakmu makan malam di luar ” Ucap Evan tersenyum


Evan pun menoleh ke arah Laura dan Steven yang juga sedang duduk di ruang tamu.


” kalian berdua juga ikutlah, Lau kau mandi disini saja dan gunakan pakaian milik Senja ” ucap Evan kepada Laura


Laura yang mengerti apa maksud dari Evan itu segera menganggukkan kepalanya, Dia berjalan ke arah Senja dan mengajak nya untuk pergi dari sana.


” Ayo Senja ” ajak Laura


” Biarkan aku membantu mu juga untuk bersiap-siap ” sambung Laura


Senja dan Laura akhirnya masuk ke dalam meninggalkan para lelaki yang masih ada di sana. Evan kembali menoleh ke arah Deon, dia duduk di tempat Senja tadi dan menatap Deon yang masih berdiri.


” Duduklah ” ucap Evan


Deon duduk kembali di tempat nya tadi. Dan sedangkan Steven dan Arnold yang masih di sana hanya melihat interaksi dari Evan dan Deon.


” Bagaimana dengan kabar ayah dan ibu? ” tanya Evan


” mereka baik-baik saja ” jawab Deon


” hhmm, Lalu apa tujuanmu kemari? Tidak mungkin kan kau datang hanya untuk melihat Senja saja ” tanya Evan lagi


” kenapa? apa kau tidak suka dengan kehadiran ku? ” Tanya Deon balik


” hahahaha ucapan tidak suka itu pasti memiliki alasannya bukan ” Ucap Evan


” katakan apa tujuanmu? ” tanya Evan dengan serius


Steven dan Arnold di sana merasakan bahwa suasananya sudah menjadi semakin menegangkan. Deon menatap Evan dengan tidak suka saat mendengar pertanyaan nya yang terakhir.


” Sepertinya aku tidak perlu menjelaskan semuanya kepadamu, Kau hanya ipar dan tidak sepantasnya kau bersikap seperti ini kepadaku ” ucap Deon


” bersikap bagaimana yang kau maksud? ” tanya Evan


” Bukankah kau sudah tau sekarang Senja sudah menjadi istriku, Jadi siapapun yang berurusan dengannya itu sama saja berurusan denganku ” ucap Evan


” Dan aku tidak akan pernah membiarkan siapapun membuat istri ku merasa tidak nyaman, termasuk kau ataupun Ibumu ” sambung Evan


” Hahaha tenang saja Evan, aku disini memiliki alasan kuat kenapa aku harus menemui istrimu ” ucap Deon

__ADS_1


” Aku kemari hanya untuk mengingatkan adikku tentang acara yang sebentar lagi di adakan, Kau tidak perlu khawatir ” sambung Deon


Evan hanya mengangguk-angguk saat mendengarkan ucapan dari Deon. Sedangkan Steven dan Arnold masih diam dan tidak membuka suara mereka.


” Tentang ulang tahun perusahaan ayah? ” tanya Evan


” tapi biasa nya ayah sendiri yang akan kemari dan memberikan kabar itu, tapi kenapa sekarang kau yang datang? ” sambung Evan


” Siapa pun yang datang, Aku atau ayah itu sama saja ” jawab Deon


” aku hafam. tapi jika di lihat-lihat hubunganmu dengan Senja saja tidak baik,itulah kenapa aku memiliki tanda tanya besar di pikiran ku. Sebenarnya apa niat asli mu kemari? ” tanya Evan


Evan sebenarnya hanya ingin memastikan Deon, apakah dia sudah mengetahui tentang kebenaran dan rahasia yang ibu dan ayahnya rahasiakan. Evan hanya memancing Deon agar dia bisa memberikan sedikit petunjuk kepadanya.


” tidak baik bagaimana maksudmu? hubungan ku dengan Senja sangatlah baik ” ucap Deon yang sudah mulai terpancing


” iya seperti yang kita ketahui, Kau dan ibumu adalah hanya orang luar yang masuk ke dalam kehidupan Senja saat bundanya telah tiada. Sedangkan Senja sedari dulu sama sekali tidak mengganggap mu atau ibu ada di kehidupan nya ” jawab Evan


” bisa di bilang kau dan Senja hanya saudara tiri yang tidak memiliki hubungan darah ” sambung Evan


Deon berdiri dan menatap Evan dengan tajam, Rahang milik Deon sudah mulai mengeras dan Deon juga mengepalkan genggaman tangannya, menandakan bahwa Deon saat ini benar-benar sudah mulai marah. Steven pun juga menoleh ke arah kakaknya saat mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Evan, Steven kaget dengan sikap kakaknya yang biasa nya tidak pernah dia seperti ini.


” Aku dan Senja bukanlah saudara tiri, aku dan Senja adalah saudara kandung asal kau tau Van ” ucap Deon yang akhirnya sudah terpancing


” Saudara kandung? ” tanya Evan yang berpura-pura tidak mengerti


Deon segera menyadarkan dirinya, dia mengutuk mulut nya dan membodoh-bodohkan dirinya karena telah mengatakan itu kepada Evan, Dia memutarkan otaknya agar untuk mencari alasan dan penjelasan yang masuk akal untuk Evan.


” maksudku.. Aku sudah di anggap menjadi anak kandung oleh ayah sejak dulu, dan aku pun juga sudah menganggap Senja bukan hanya saudara tiri ” ucap Deon beralasan


” terlepas apapun itu, Senja sendiri lah menganggap aku dan ibu hanyalah orang luar, sedangkan aku tidak mempunyai pikiran seperti itu ” sambung Deon


Evan tersenyum dan menatap ke mata Deon. Evan sudah menemukan jawab yang dia cari, Dia menemukan kebohongan yang besar dari ucapan yang keluar dari mulut iparnya tersebut.


” Hhmm baiklah, katakan kepada ayah, tidak perlu khawatir sebab aku dan Senja pasti akan datang di acara yang penting bagi keluarga Maheswari ” ucap Deon


” hhmm baiklah ” jawab Deon


Deon berdiri dan membenarkan jasnya, dia berubah untuk menghilangkan kegugupan nya karena telah hampir saja dia mengungkapkan fakta yang akan membuat dia berada di ujung tanduk.


” kalau begitu aku pulang, berikan salam ku kepada Senja ” ucap Deon pamit

__ADS_1


” iya ” jawab Evan yang masih duduk


Deon berjalan ke arah keluar dan meninggalkan mansion milik Evan. Steven segera menoleh ke arah kakak nya untuk bersiap-siap memberikan sederetan pertanyaan yang sudah dia susun rapi dalam otaknya.


” ada apa denganmu kak? kenapa kau bersikap seperti itu kepada kakak iparmu? Tidak biasanya bukan kau bersikap seperti ini? ”. ucap Steven dengan berbagai macam pertanyaan


Evan menoleh ke arah adiknya, dia hanya diam dan tidak langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Steven. Dia memandang lurus dan bergelut dengan pikirannya, Saat ini yang memenuhi otak Evan adalah Senja. Banyak sekali kata ” Bagaimana ” saat Senja tau semua.


Bagaimana jika Senja tau, Bagaimana jika Senja marah, Bagaimana jika Senja tidak bisa menerima kenyataannya dan banyak lagi ” Bagaimana ” yang ada di otak Evan.


” kak ” panggil Steven


” Banyak rahasia dari keluarga Maheswari yang tidak di ketahui oleh Senja ” ucap Evan


” entah itu adalah satu-satunya rahasia atau masih ada rahasia-rahasia lain ” sambung Evan


Steven mengerutkan keningnya dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, dia bingung dengan jawab yang di berikan oleh Evan.


” apa yang kau maksud kak? ” tanya Steven bingung


Sedangkan Arnold yang mengetahui dan faham apa yang di maksud Evan hanya diam, Dia pasti mengerti bagaimana pusingnya Evan sekarang, dan pastinya dia sedang mencari kata-kata untuk Senja saat menjelaskan semua permasalahan keluarganya.


Evan segera berdiri dari duduknya, dia melihat Steven yang masih menatap nya dengan tatapan bingung.


” Cepatlah untuk bersiap-siap. dan kau juga Arnold cepat lah untuk membersihkan dirimu dan segeralah pesan meja di restoran biasanya untuk kita makan malam ” ucap Evan kepada Steven dan Arnold


” baik tuan ” jawab Arnold


Evan segera melangkahkan kakinya untuk masuk dan berjalan ke arah kamarnya. Sedangkan Senja saat ini telah selesai mandi dan sedang duduk di depan cermin meja riasnya. Dia sedang di bantu Laura dan Ela untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


Senja tidak banyak bicara saat ini, dia terus masih saja memikirkan ucapan dari kakak tirinya tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi dan apa yang tidak Senja ketahui, itulah isi pikiran Senja saat ini.


Tanpa permisi Evan masuk dan melihat istrinya sedang duduk di meja rias untuk bersiap-siap. Ela dan Laura yang melihat kedatangan Evan pun menghentikan aktivitas nya.


” lanjutkan saja, Aku akan mandi di kamar atas ” ucap Evan


” sayang aku ke kamar atas ya ” ucap Evan kepada Senja


” hhmm iya ” jawab Senja


Evan kembali menutup kamarnya dan Segera menuju kamarnya yang ada di atas, Sebenarnya tidak ada niatan Evan untuk mengajak nya makan di luar, tapi itu semua dia lakukan adalah untuk mengalihkan perhatian Senja saja.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2