
Senja saat ini merasakan dirinya sedang berada di dunia lain, Dia melihat begitu banyak bunga bunga yang indah di sana, Dia melihat banyak kupu-kupu yang berterbangan di sana. Senja melangkah kan kaki nya untuk menyusuri taman yang indah di sana, Senja menghentikan langkah kaki nya ketika melihat seorang perempuan sedang bermain ayunan di bawah pohon yang besar. Senja mencoba melangkahkan kaki nya lagi dan mendekati wanita itu.
” Siapa kau ” Ucap Senja
Wanita itu menoleh dan tersenyum saat melihat Senja.
” Kau sudah datang ” Ucap wanita itu tersenyum
” Bunda ” Panggil Senja lirih
” Bunda sudah menunggu mu lama sekali sayang ” Ucap Rantih yang turun dari ayunan itu
Senja bergegas lari ke arah Bundanya, Setelah dia sudah di hadapan bunda nya, dia segera memeluk Rantih. Senja menangis di pelukan ibundanya, Ini adalah momen yang Senja tunggu tunggu dari dulu, bisa memeluk kembali bunda nya.
” Ini bunda kan? ” Tanya Senja tak percaya
” Iya sayang, ini bunda ” Ucap Rantih
” Bunda, Senja rindu sekali ” Ucap Senja menangis
” Bunda juga sangat merindukan mu putri kecilku ” Ucap Rantih
Senja kembali memeluk Ibundanya itu. Rantih pun memeluk erat putri nya dan mengelus elus rambut panjang putri itu.
” Bagaimana dengan kabar ayah mu ” Tanya Rantih
” Kenapa bunda menanyakan ayah ” Ucap Senja melepaskan pelukannya
” Apa kalian masih bertengkar ” tanya Rantih
” dia sendiri yang menginginkan hubungan kita jauh ” Jawab Senja
” Sayang, Ayah mu Sangat menyayangi mu, jauh dari yang kau tau ” Ucap Ranti membelai rambut Senja
” Kau harus tau keadaannya sekarang, Dia menangis setiap malam melihat mu yang tidak kunjung bangun ” Ucap Rantih
” Berbaikan lah dengan ayahmu Senja ” Suruh Rantih
” Dia tidak menyayangi ku bunda, Dia bahkan tidak menyayangi bunda ” Ucap Senja
” Bagaimana seorang ayah justru memilih wanita lain dari pada putri nya sendiri ” sambung Senja
” Tidak sayang, kau salah. Ayahmu adalah orang yang paling menyayangi mu di dunia. Apa kau tau permintaan apa yang di minta ayah mu saat melihat mu tidak sadarkan diri? ” Tanya Rantih
__ADS_1
Senja hanya menjawab dengan menggeleng kan kepalanya.
” Dia meminta bunda untuk tidak mengambil mu dari nya, ayah mu bersedia menukar kan nyawa nya untukmu ” Ucap Rantih
” Tapi bunda, ayah memilih wanita lain tepat dimana satu tahun bunda meninggal, apa itu yang bunda katakan dia baik ” Ucap Senja
” Suatu saat kau akan tahu nak ” Ucap Ranti
” Senja, bunda mohon kembalilah, Pulang lah senja. Di sana banyak sekali yang menunggumu ” Ucap Rantih yang menunjukkan pintu
Senja menoleh ke arah pintu itu, dia melihat pintu itu terang sekali.
” Aku tidak mau bunda ” Ucap Senja
” Aku ingin disini bersama bunda ” Ucap Senja lagi
” belum saatnya nak, Jika memang nanti sudah saat nya kau bersama bunda, Bunda sendiri yang akan menjemputmu ” Ucap Rantih
” Sekarang kembali lah nak, Bunda tidak akan pernah meninggalkan mu, Bunda akan selalu berada di samping mu dan melihatmu dari sini ” Ucap Rantih membelai wajah Senja
” Kembalilah Senja ” Ucap Rantih
...----------------...
Di luar semua orang sudah berkumpul, mereka semua menangis saat mendengar bahwa kondisi Senja semakin memburuk. Evan terus memukulkan tangan ke tembok menandakan dia sedang frustasi, Bagas yang di kuat kan besan nya Mahendra, Mayang berpelukan dengan Rita dan Ela yang terus menangis. Mereka semua saat ini sedang tidak baik baik saja. Berbeda dengan Mayang, Mayang yang air mata nya terus keluar, siapa sangka bahwa dia tertawa puas di dalam hatinya.
Sudah hampir satu jam dokter menangani Senja di dalam, Dia keluar dengan keringat yang bercucuran di dahinya. Semua orang yang melihat dokter keluar segera menghampiri dokter tersebut.
” Bagaimana keadaan istri saya dokter ” Tanya Evan panik
” Iya bagaimana dengan putri ku dok ” Tanya Bagas
” mohon tenang semuanya, Saya akan menjelaskan nya ” Ucap Dokter itu
” Keadaan nona senja sudah stabil, Sekarang ini nona senja sudah sadar ” Ucap Dokter itu
Mayang yang mendengar penjelasan dokter itu seketika kaget, Ini bukan penjelasan yang dia inginkan, Yang dia inginkan adalah kabar kematian Senja.
” Kondisi nya memang masih lemah, tapi nona Senja sudah sadar, kita masih akan terus memantau nya, Jika keadaan nya semakin baik nona bisa segera di pindahkan ke kamar inap biasa ” Ucap dokter
Semua orang di sana lega mendengarkan nya, tapi tidak dengan Mayang, Mayang hanya berpura-pura memberikan senyuman nya.
” Apa bisa saya menemui istri saya dok ” Tanya Evan
__ADS_1
” Bisa tuan, tapi hanya satu orang saja yang bisa masuk ” Ucap Dokter
” Kalau jika di tambah satu orang lagi apa tidak bisa dok ” Tanya Bagas
” Maaf pak tidak bisa, jangan terlalu banyak kunjungan agar pasien pun juga bisa beristirahat ” Ucap Dokter
Bagas menganggukkan kepalanya pertanda dia mengerti.
” Ayah saja yang masuk ” Ucap Evan kepada mertuanya
” Tidak Van, kau saja yang masuk. Kau pasti sangat merindukan istrimu bukan ” ucap Bagas
Evan tersenyum mendengar ucapan dari mertua nya itu, Dia bergegas masuk untuk menemui Senja. Evan yang sudah mensterilkan dirinya segera melangkah masuk, dia melihat Senja yang sedang berbicara dengan seorang perawat di sana. Perawatan yang melihat Evan segera keluar dan memberikan ruang untuk mereka.
Evan melangkahkan kaki nya mendekati Senja, Senja sendiri pun melihat langkah Evan semakin dekat, Senja juga melihat tangan Evan yang memerah seperti luka.
” Ada apa dengan tanganmu ” Tanya Senja lemah di balik alat oksigen yang menutupi hidup dan mulutnya
” Aku tidak apa apa ” jawab Evan
” Bodoh, kau pasti melukai dirimu sendiri kan ” tebak Senja
” Apa sakit ” Tanya Senja lagi
” Tidak sayang, semua sudah terbayar rasa sakitnya ” Ucap Evan tersenyum
Senja yang mendapatkan panggilan sayang lagi dari Evan tersenyum, Dia membenarkan apa yang di katakan bundanya, Bahwa ternyata ada yang menunggu nya kembali. Evan menggenggam tangan Senja senja dia menciumi punggung tangan Senja berkali-kali, saat ini Evan sudah membuang semua egonya, Yang dia pikirkan sekarang adalah berbaik dengan Senja jauh lebih penting dari apa pun.
” Terimakasih ” Ucap Evan
” Untuk apa? ” Tanya Senja
” Terima kasih kau telah kembali sayang ” jawab Evan
Senja hanya tersenyum mendengar ucapannya Evan. Dia pikir berbaikan dengan Evan adalah jalan yang terbaik saat ini.
” Jangan kau ulangi lagi ” Ucap Senja
” Aku mohon jangan kau ulangi lagi menyakiti hatiku, atau aku akan benar-benar pergi ” Ucap Senja
” Aku berjanji sayang, aku berjanji tidak akan pernah menyakiti hatimu lagi aku berjanji ” Ucap Evan yang menangis
Senja tersenyum mendengar janji yang Evan ucapkan. Mereka berdua di dalam melepaskan rindu nya masing masing, dan telah mengungkapkan isi hati mereka masing masing. Akhirnya Evan dan Senja pun telah kembali berbaikan.
__ADS_1
Bersambung........