He Mine

He Mine
Episode 33


__ADS_3

Kini Arnold dan Ela sedang duduk di meja makan, mereka menikmati kopi di dalam ruangan karena di taman belakang saat ini hawanya dingin sekali. Tidak ada obrolan yang keluar dari mulut mereka masing-masing, Ela yang melihat Arnold diam saja membuka suaranya.


” aku sudah berpisah dengan ibuku sejak umur ku sepuluh tahun ” ucap Ela tiba-tiba


Arnold yang mendengar cerita dari Ela mengangkat kepalanya dan menatap Ela yang duduk di hadapannya.



” ibu pergi meninggalkan ku dan ayah saat aku berusia sepuluh tahun, dia meninggalkan kami begitu saja tanpa ada ucapan atau penjelasan ” ucap Ela


” bagi siapapun keluarga itu sangat penting, tapi tidak denganku, yang aku pentingkan saat ini adalah kewarasan ku, bagaimana caranya agar aku tetap waras dengan berbagai keadaan ” sambung Ela


Arnold yang mendengar cerita dari Ela mengangguk mengerti. Bagaimana mana pun dia merasakan apa yang di alami Ela, walau sekarang dia sudah mendapatkan apa itu arti keluarga.


” aku tau, aku faham bagaimana rasanya itu El ” ucap Arnold


” Terkadang memang kita di lahir kan bukan hanya untuk menikmati indahnya dunia, tapi juga untuk harus bisa merasakan bagaimana kepahitan dan tidak adilnya takdir ” sambung Arnold


” terkadang dunia nya yang indah, tapi tidak dengan manusia-manusia nya ” ucap Ela


” apa kau merindukan ibumu? ” tanya Arnold


” dulu iyaa, tapi saat ini seperti tidak akan ” jawab Ela


” kenapa? ” tanya Arnold


” merindukan seseorang yang tidak menginginkan kita itu sangat menyakitkan, jadi agar tidak menyakiti diri sendiri tidak perlu melakukan nya ” jawab Ela


” ternyata kau wanita yang kuat El ” ucap Arnold


” bukan aku yang kuat, tapi aku yang di paksa harus kuat ” ucap Ela


” tapi juga harus ada saatnya kau mengeluh atau menangis El ” ucap Arnold


” apa mengeluh dan menangis akan membuat semua kembali ” tanya Ela


” tidak, tapi setidaknya kau bisa membuat dirimu semakin kuat ” jawab Arnold


Ela yang mendengar ucapan dari Arnold itu tersenyum.


” untuk menjadi kuat tidak perlu menangis atau mengeluh Arnold, cukup terima takdir dan menjalani nya ” ucap Ela


Arnold yang menderita ucapan dari Ela begitu kagum dengan nya, dia adalah wanita yang bisa berfikir secara logika dan akal yang sehat, Arnold merasa malu kepada nya, dia yang laki-laki saja terkadang masih sering menyalahkan tuhan dan takdir yang dia terima. Mereka berdua menikmati dan menghabiskan kopi tersebut, setelah kopi mereka habis, mereka masuk kedalam kamarnya masing-masing untuk istirahat.



...----------------...


Satu Minggu telah berjalan, hubungan Evan dan Senja pun semakin dekat dan romantis selayaknya pasang suami istri pada umumnya, luka Senja juga sudah kering. Pagi ini mereka melakukan sarapan bersama-sama seperti biasanya, Senja dengan telaten mengurus sarapan Evan, dia masukkan nasi kedalam piring suaminya, mengambil kan lauk pauk untuk Evan.


” hari ini jadi latihan? ” tanya Evan kepada Senja


” iya sayang ” jawab Senja


” kalau begitu biar aku yang mengantarkan mu ” ucap Evan

__ADS_1


” apa kau tidak akan kesiangan jika harus mengantar ku dulu ” tanya Senja


” tidak sayang ” jawab Evan tersenyum


Selesai mereka berempat sarapan, Evan dan Arnold segera mengantar Senja dan Ela. Ela dan Arnold duduk di kursi depan sedangkan Senja dan Evan berapa di bangku belakang, Evan terus menggenggam tangan istrinya itu. sesampainya di tempat latihan Evan turun dan berputar untuk membukakan pintu mobil untuk Senja, Senja turun dan terus menggandeng tangan Evan.


Evan mengantarkan istrinya sampai di depan tepat latihan.


” jika kau ingin pulang segera hubungi aku sayang ” ucap Evan


” biar Arnold yang akan menjemput dan mengantar kalian ” sambung nya lagi


” iya sayang ” jawab Senja


Evan pamit dan mencium kening istrinya, dia memasuki mobilnya dan segera melaju ke tempat kantornya. Setelah sudah tidak melihat keberadaan Evan, Senja dan Ela masuk.


...----------------...


Di kediaman keluarga Maheswari, Mayang sedang mengobrol dengan Aurel di ruang keluarga.


” ibu ini saya bawakan kue kacang untuk ibu,ayah dan Deon ” ucap Aurel menyerahkan kue kacang yang dia bawa


” Aurel kamu kenapa repot-repot sayang ” ucap Mayang


” tidak repot kok bu, hanya saja kemarin Aurel sedang bosan dan akhirnya jadilah kue kacang ” ucap Aurel


” iya terimakasih ya cantik, tapi ini sepertinya akan untuk ibu saja ” ucap Mayang


” kenapa bu, ayah tidak suka? ” tanya Aurel


” bukan tidak suka sayang, ayah Bagas itu alergi dengan kacang, jadi ini untuk ibu saja ” jawab Mayang


” Deon juga mempunyai alergi sayang ” ucap Mayang


” wahh kok bisa samaan iya Bu sama ayah ” ucap Mayang bingung


” iya rel, dari dulu memang terlalu banyak kesamaan antara mereka berdua ” ucap Mayang


” hhmm iya Bu ” Ucap Aurel


” kenapa bisa sama-sama memiliki alergi kacang ” ucap Aurel dalam hati


” oh iya sayang, bagaimana kontrak mu dengan perusahaan Maheswari ” tanya Mayang


” sudah selesai tanda tangan bu, hanya tinggal menunggu jadwal pemotretan ” jawab Aurel tersenyum


” oh iya? Syukurlah kalau begitu ” ucap Mayang Senang


” terimakasih ya bu atas rekomendasi ibu ke ayah ” ucap Aurel


” tidak perlu berterima kasih sayang, kau kan model yang terkenal pasti perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan ” jawab Mayang


” tapi bu, saya tidak enak dengan Senja ” ucap Aurel


” kenapa begitu? ” tanya Mayang

__ADS_1


” biasanya kan Senja yang selalu menjadi model utama di setiap produk yang keluar ” jawab Aurel


” dia kan bukan model, jadi tidak perlu kau merasa tidak enak ” ucap Mayang


” takut saja Bu kalau dia salah faham denganku ” ucap Aurel


” jika dia salah faham biarkan saja, nanti ibu yang akan menjelaskan nya ” ucap Mayang


Aurel mendapatkan kontrak dari perusahaan Maheswari company, itu juga karena Mayang yang membujuk suaminya agar mengambil model, dan dia merekomendasikan Aurel untuk menjadi model di produk yang akan keluar.


Saat mereka berdua sedang asyik mengobrol, tuan Bagas datang dengan menenteng tas kantornya, dia menghampiri Mayang dan Aurel.


” Mayang ” panggil Bagas


Mayang dan Aurel menoleh ke arah suara, dia melihat bagas.


” kau sudah pulang sayang ” tanya Mayang


” iya ” jawab Bagas


” siang ayah ” sapa Aurel


” hheem ” jawab Bagas


” Mayang ikutlah dengan ku, ada yang harus aku bicarakan denganmu ” ajak Bagas


” apa yang akan kau bicarakan sayang? ” tanya Mayang penasaran


” naiklah ke kamar ” ucap Bagas pergi


Setelah Bagas mengatakan apa yang ingin dia ucapkan dia segera menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar nya, Mayang masih duduk sofa itu segera berdiri dan ikut menyusul suaminya.


” Sebentar ya sayang ” ucap Mayang kepada Aurel


” iya ibu ” ucap Aurel


Mayang menaiki tangga menyusul suaminya untuk masuk kedalam kamar, saat dia sudah berada di kamar, Mayang melihat Bagas yang sudah duduk di sofa kamarnya.


” apa yang ingin kau katakan ” tanya Mayang


” aku akan mengumumkan calon pewaris keluarga Maheswari saat acara ulang tahun perusahaan ” jawab Bagas menjelaskan


Mayang yang mendengar itu kaget dan tersenyum, dia duduk di pinggir suami nya dan memegang tangannya.


” apa sayang, apa yang kau katakan ” tanya Mayang yang sudah duduk di sebelah Bagas


” aku akan mengumumkan calon pewaris keluarga Maheswari ” ucap Bagas mengulangi


” siapa? ” tanya Mayang penasaran


” kau akan tau nanti ” jawab Bagas


” ayolah sayang, kau tidak perlu merahasiakan apa pun dariku ” ucap Mayang yang tidak sabaran


Bagas menarik nafasnya dan melihat istrinya itu.

__ADS_1


” Deon ” ucap Bagas


Bersambung......


__ADS_2