
” Dia ayahku ” jawab Laura
Laura yang melihat ayahnya keluar dari sana segera menyusul nya dan mengikuti langkah ayahnya, Steven yang melihat Laura menyusul ayahnya dia segera menyusul Laura.
Laura terus berusaha mengikuti ayahnya, dan saat dia melihat ayahnya masuk kedalam lift, Laura berusaha menyusulnya tapi sayang lift sudah tertutup, dia melihat lift turun ke lantai parkir, Laura segera mencari letak di mana tangga darurat, sedang Steven terus mengejar kekasihnya.
Ketika Laura menemukan tangga darurat, dia terus berlari menuruni anak tangga. Setelah sampai di tempat parkir dia mencari keberadaan ayahnya, saat dia melihat ayahnya masuk dan mengemudikan mobilnya, dia mengejar ayahnya dengan terus berlari.
Steven yang melihat Laura terus berlari dia segera mengambil mobilnya yang untung pada saat itu lantai parkir nya sama dengan dimana papa nya Laura parkir, dia masuk dan mengemudikan mobilnya menyusul Laura.
Laura menghentikan larinya, dia mengatur nafasnya yang memburu, Mobil Steven tiba-tiba sudah berada di dekatnya, Steven menurunkan kacanya dan menyuruh Laura untuk masuk.
” ayo masuk sayang ” ucap Steven
Laura segera membuka pintu mobil tersebut dan naik. Steven segera melajukan mobil untuk mengikuti papa Laura dari belakang.
” lebih kencang Steve, jangan sampai kehilangan jejaknya ” ucap Laura dengan nafas yang memburu
Steven melirik ke arah kekasihnya itu dan melihat betapa marahnya dia saat melihat papanya sedang bersama wanita lain. Steven segera melajukan mobil nya dengan kencang agar tidak kehilangan jejak.
Mobil milik Hardi berhenti di depan apartemen, dia tidak mengetahui putrinya sedang mengikutinya dari belakang, Dia keluar bersama Bella dan masuk ke dalam apartemen. Mobil milik Steven pun berhenti setelah mobil milik Hardi berhenti, Laura melihat papanya masuk ke dalam apartemen itu dengan menggandeng mesra wanita yang bersama dengan Hardi.
Laura segera turun dan berlari untuk menyusul papanya, sesampai nya di lobi, Laura melihat ayahnya sudah masuk kedalam lift dan pintu sudah hampir tertutup.
” PAPA!! ” teriak Laura
Tapi panggilan dari Laura tidak terdengar oleh Hardi, Laura segera menekan tombol lift untuk mengejar orang tuanya, namun lagi dan lagi lift tidak terbuka dengan cepat, dia melihat lantai kemana papanya naik, dia segera mencari pintu tangga darurat dan masuk, Laura berlari dengan nafas yang mungkin segera habis. Sesampainya di lantai delapan, dia membuka pintu tersebut dan melihat papanya yang akan masuk ke dalam kamar apartemen itu.
” PAPA ” teriak Laura
Hardi yang mendengar suara putrinya itu segera menoleh, dia melihat putrinya yang berdiri dengan nafas yang memburu dan keringat memenuhi wajah nya. Hardi segera menyuruh Bella untuk segera masuk dan mengunci kamarnya.
Hardi segera menghampiri putri sulungnya yang sudah berjalan mendekat, Dia mencegah putri nya itu untuk membuat keributan di sana.
” Laura ” Panggil Hardi yang mencegah putrinya berjalan ke arah kamar Bella
” Siapa dia? ” tanya Laura
” Laura jangan membuat keributan disini, ayoo kita bicarakan ini di luar ” ucap Hardi
Hardi menyentuh pundak putrinya yang akan mengajak untuk turun dan keluar, tapi dengan kasar Laura menepis tangan Hardi. Laura menatap wajah papanya dengan sangat tajam.
” Siapa dia papa? ” tanya Laura lagi
Hardi yang melihat kemarahan dari putrinya itu hanya membuang nafasnya.
” Dia Bella, kekasih papa ” jawab Hardi dengan jujur
__ADS_1
Deg...
Laura yang mendengar jawaban dari papanya itu sangat hancur, dia meneteskan air matanya saat melihat papanya yang ternyata sudah mengkhianati mamanya.
” apa? Kekasih? ” tanya Laura lirih
” hhmm iya ” jawab Hardi
” sudah berapa lama papa menjalin hubungan dengannya? ” tanya Laura
” dua tahun ” jawab Hardi yang menatap putri nya
” mama tau? ” tanya Laura lagi
Hardi hanya mengangguk, Laura yang berdiri itu segera jatuh duduk kebawah, dia sangat hancur saat ini dan merasakan sakit sekali di dalam hatinya. Seorang figur papa yang dia sayangi,dia hormati dan selalu dia bangga-banggakan ternyata sudah mendua dengan wanita lain yang jauh lebih muda dari mamanya, dan sedangkan kan mama nya sudah tau kejadian ini.
” why? kenapa harus selingkuh? ” tanya Laura lirih
Hardi hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari putrinya, dia hanya diam dan tidak berani melakukan apa pun, karena dia tau dia sangat salah.
” jadi ini alasan nya kenapa papa dan mama selalu bertengkar? ” tanya Laura lagi
Laura mengangkat kepalanya untuk menatap wajah papanya dari bawah, dia melihat tidak ada sama sekali wajah bersalah yang papa nya tunjukkan. Laura segera bangkit dan berjalan dengan cepat ke arah kamar 204, dia menggedor pintu kamar milik selingkuhan papanya itu dengan sangat keras.
Hardi yang melihat itu segera menarik Laura untuk menjauh dan tidak membuat keributan di sana. Hardi dengan paksa menyeret Laura ke arah lift, namun Laura terus memberontak.
Hardi tidak memperdulikan ucapan dari Laura, dia terus menyeret Laura.
” Lepaskan , aku ingin menemui Bella, kenapa aku tidak boleh menemui nya ” ucap Laura memberontak
Hardi tidak memperdulikan ucapan Laura dan terus menyeretnya.
” BERHENTI MEMBUAT KERIBUTAN LAURA ” bentak Hardi
” kita bicarakan semua ini di rumah ” sambung Hardi
Hardi dan Laura masuk kedalam lift, Hardi menekan tombol untuk turun ke lantai satu. Di dalam lift Hardi masih menggenggam tangan Laura dengan sangat erat.
” LEPASKAN TANGANKU ” ucap Laura teriak
” jaga sikapmu Laura, jangan perlihatkan sisi buruk mu ” ucap Hardi
” Lalu apa yang papa perlihatkan padaku sekarang? apa kau memperlihatkan figur papa yang hebat dan luar biasa? ” Tanya Laura menangis
Pintu lift terbuka Hardi dengan paksa menyeret tangan Laura dengan kencang agar dia keluar dari lift tersebut. Laura yang sudah merasakan tangannya yang sakit itu hanya pasrah dan mengikuti tarikan dari papanya.
Steven yang masih menunggu di depan, dia melihat Laura yang keluar dengan papanya. Laura pun juga melihat ke arah dimana Steven berada, Laura melihat Steven dan memberi nya kode untuk pulang dulu. Steven yang melihat keadaan Laura saat ini benar-benar sangat kacau, dengan air mata yang terus mengalir dari matanya.
__ADS_1
Laura masuk ke dalam mobil milik Hardi, Hardi pun juga masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya untuk pergi dari sana.
Di dalam mobil itu tidak ada percakapan antar anak dan papa, hanya kesunyian yang ada di antara mereka berdua. Laura mengambil ponsel nya dan mengirimkan pesan untuk Steven
" pulanglah, aku akan pulang bersama papaku ” Isi pesan Laura
Laura memasukkan ponselnya ke dalam tasnya lagi, dia menatap lurus ke depan.
” Jika bukan karena mama, mungkin saat ini aku sudah membunuh mu dan wanita itu ” ucap Laura
” atau bahkan aku akan mengakhiri hidupku " Sambung Laura
Hardi hanya menoleh sekilas putrinya itu, dan kembali fokus dengan jalannya. Sesampainya di rumah Laura segera turun dan berlari masuk ke dalam. setelah dia sampai di dalam di melihat mamanya yang sedang menyirami tanaman Bungan di halaman samping.
Linda yang mendengar suara langkah segera menoleh ke arah tersebut, Linda kaget saat melihat putrinya yang menangis dengan keadaan yang berantakan.
” Laura ” panggil Linda yang meletakkan selang di tangan nya
Laura yang tidak kuasa saat melihat mamanya itu segera berlari ke atas dan masuk ke dalam kamar dan membanting pintu kamarnya.
Brak...
Laura kaget dengan sikap putri itu, Saat hendak menyusul putri nya ke atas, Suara Hardi menghentikan langkah nya.
” Aku ingin berbicara denganmu ” ucap Hardi
Linda segera menoleh dan melihat kehadiran suaminya.
” kenapa dengan Laura? ” tanya Linda
” dia sudah mengetahui semuanya ” jawab Hardi
” apa maksudmu? ” tanya Linda yang belum faham
” Laura sudah tau tentang hubunganku dengan dia ” ucap Hardi menjelaskan
Linda yang mendengar itu kaget, dia menatap suaminya yang berada di depan nya dengan tidak percaya, bagaimana bisa suaminya itu masih bersikap seolah tidak merasa bersalah.
” Kau memberi tahunya? ” tanya Linda menangis
” dia sendiri yang mengetahui nya dan bertanya padaku, lalu aku menjelaskan semuanya ” ucap Hardi
” bagai__ ” Ucapan Linda terpotong saat mendengar kegaduhan di kamar putrinya
” aaahkkkkk...... ” teriak Laura
Bersambung.....
__ADS_1