
Bagas dan Mayang sudah sampai di kediaman mereka. Mayang langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk tanpa menunggu suaminya itu. Bagas yang melihat Mayang hanya terheran-heran dengan sikap istrinya hari ini. Mobil Deon pun berhenti, dia melihat ayahnya yang masih di luar itu segera turun dan mendekat, Aurel pun juga segera menyusul.
” Ada apa yah, kenapa ayah masih di luar? " Tanya Deon belakang
Bagas pun menoleh kebelakang melihat putra nya dan Aurel.
” Tidak apa-apa. Segeralah masuk dan ajak Aurel masuk untuk istirahat, nanti kita makan malam bersama ” Ucap Bagas
Bagas berjalan memasuki mansion yang di susul Deon dan Aurel.
Sesampainya di kamar Mayang melemparkan tasnya di kasur, dia menarik dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
” Bodoh kenapa rencana ku selalu gagal, andai saja saat itu Senja ikut lenyap dengan Rantih aku tidak akan se pusing ini ” Ucap Mayang
” Senja juga sudah mulai menyapa ayahnya, bukankah itu akan semakin mempersulit ku ” Sambung nya lagi
Saat Mayang sedang ngomel sendiri, Bagas membuka pintu nya dan melihat istrinya seperti sedang marah-marah.
” sebenarnya kau kenapa Mayang ” Tanya Bagas yang mendekat
Mayang menoleh dan melihat suaminya yang sedang berdiri di depan pintu.
” Sampai kapan kau akan terus memanggilku dengan nama? ” Tanya Mayang
” Apa kau selama ini tidak pernah menganggap ku sebagai istrimu, apa kau selama ini tidak menganggap pernikahan kita ” Ucap Mayang sedikit emosi
” Kau ini kenapa Tiba tiba-tiba marah? ” Tanya Bagas yang bingung dengan istrinya
Mayang akhirnya sadar dengan apa yang dia lakukan, tak seharusnya dia terbawa emosi seperti ini dan membuat Bagas curiga. Dia mengusap wajahnya dan melihat suaminya.
” Maaf, aku hanya lelah ” Ucap Mayang
” Aku akan turun dan menyiapkan untuk makan malam kita ” Ucap Mayang yang langsung pergi
Bagas di kamar hanya diam dan heran dengan sikap Mayang, Bagas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Malam telah tiba kini di meja makan keluarga Maheswari telah tersaji hidangan berbagai makanan. Deon dan Aurel sudah duduk manis di sana menunggu kedatangan Mayang dan Bagas, Kedua orang tua Deon turun untuk menyusul Deon dan Aurel.
Mereka berempat makan malam dengan tenang, tapi tidak dengan Mayang, Mayang yang masih terus memikirkan berbagai rencana untuk menyingkirkan Senja. Aurel yang melihat Mayang diam itu penasaran, tidak seperti biasanya Mayang diam begitu.
” ibu ” Panggil Aurel
” Iya ” Jawab Mayang menoleh
” Kenapa ibu diam saja, apa ibu ada masalah? ” Tanya Aurel
Bagas dan Deon segera melihat wajah Mayang yang sedikit murung itu.
” Tidak ada apa-apa cantik, ibu hanya kelelahan ” Jawab Mayang berusaha tersenyum
” Jika ibu ada masalah atau butuh teman mengobrol ibu bisa bicara denganku ” Tawar Aurel
” Benarkah? ” Tanya Mayang
” Iya ibu ” Jawab Aurel
” Wahh Deon lihatlah, ibu mendapatkan putri yang perduli dengan ibu ” Ucap Mayang menyindir Bagas
Deon dan Aurel tersenyum tetapi tidak Bagas, Bagas tau bahwa istrinya itu menyindir nya.
__ADS_1
...----------------...
Di rumah sakit malam ini hanya ada Senja dan Evan, Ela sudah pulang untuk beristirahat di mansion itupun karena perintah dari Senja. Senja tidak tega melihat Ela yang terus menerus tidur di sofa rumah sakit.
” ada yang kau inginkan kan saat ini? ” Tanya Evan menawari Senja
” Tidak ada Van, aku hanya ingin istirahat karena besok aku sudah di perbolehkan pulang ” jawab Senja
” tapi kau juga harus ingat apa kata dokter, luka mu belum kering jadi di kurangi beraktifitas yang berat-berat ” Ucap Evan
” Iya aku sudah tau Van ” Ucap Senja
Saat mereka berdua sedang asyik mengobrol pintu kamar inap Senja terbuka, Senja dan Evan menoleh ke arah pintu itu dan muncullah Steven di sana.
” Selamat malam semuanya ” sapa Steven
” Kenapa kau disini? ” Tanya Evan
” aku di utus nyonya Rita untuk menemani saudara kandung ku ” Jawab Steven yang menutup pintu
” mama menyuruhmu datang? ” Tanya Senja
” Iya Kakak iparku ” Jawab Steven
” Dimana Kak Arnold, Aku tidak melihatnya hari ini ” tanya Steven
” Di kantor ” Jawab singkat Evan
” Ayolah kak hubungan mu dengan Senja telah membaik apa kau tidak ingin berbaikan dengan ” goda Steven
” aku tidak merasa musuhan denganmu kenapa kita harus berbaikan ” Ucap Evan
” Apa itu ” tanya Senja
” Ini sup ayam dari mama, mama mengutus ku untuk mengantarkan nya kepada menantu kesayangan nya ” jawab Steven berdrama
Senja melihat drama yang di lakukan Steven hanya tersenyum, Berbeda dengan Evan dia sama sekali tidak memperdulikan adiknya itu.
” disini tidak ada kopi? ” Tanya Steven
” Tidak ada. apa kau ingin kopi? ” Tanya Senja
” iya, saat ini yang di butuhkan untuk menjaga mu adalah kopi ” Jawab Steven
” pergi lag untuk membeli nya, keluar lah dengan Evan ” suruh Senja
” Tidak mau, aku disini saja bersama mu ” tolak Evan
” Van temani adik mu, cepat pergilah ” Paksa Senja
Evan yang di paksa istrinya itu akhirnya pasrah, dia berdiri malas-malasan dan keluar, Steven yang mendapat dukungan untuk berbaik dengan Kakak nya itu mengacungi jempol untuk Senja.
Steven dan Evan kini berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk ke kantin. Tidak ada percakapan apa pun di antar mereka berdua.
” Kau masih marah? ” tanya Steven membuka suara nya
” Untuk apa aku marah denganmu ” Jawab Evan
” Ayolah kak sampai kapan hubungan kita canggung seperti ini ” ucap Steven
__ADS_1
” Aku pulang dari London bukan untuk bertengkar denganmu ” sambung Steven
” lalu untuk apa kau pulang ” Tanya Evan
” Aku di sana kesepian ” jawab Steven
Mereka telah sampai di kantin dan berdiri di warung penjual kopi.
” Kopi dua di bungkus ” Ucap Evan memesan kopi
” tidakk, di minum sini pak ” Ucap Steven
Evan yang mendengar itu menoleh ke arah Steven yang cengengesan.
” ayolah kak, kita sambil mencari udara segar ” bujuk Steven
Evan hanya pasrah dia segera duduk di bangku Kantin, Steven yang merasa tidak ada penolakan dari kakak nya itu tersenyum dan menyusul nya untuk duduk berdua.
” kau sangat mencintai Senja? ” Tanya Steven yang tiba-tiba
” aku tidak perlu menjawab nya karena sudah pasti kau tau ” ucap Evan
” jika kau memang mencintai nya cobalah percaya dengan nya ” Ucap Steven
” apa maksudmu ” Tanya Evan
” kau bertengkar dengan kemarin karena kesalahpahaman kan? ” Tanya Steven
” kau salah faham karena Senja mengatakan bahwa Aurel lah yang menyebabkan Ela celaka ” Tanya lagi Steven
” Senja mengatakan itu bukan asal menuduh kak, tetapi memang Aurel lah yang menyebabkan Ela terluka ” ucap Steven
Steven memberikan selembar foto di hadapan Evan, di sana terlihat jelas bahwa Aurel lah yang mengemudikan mobil milik Deon.
” Dapat dari mana kau? ” Tanya Evan
” Dapat dari mana itu tidak penting Kak, yang terpenting adalah cinta lama mu sendiri yang hampir membuat Senja terluka ” ucap Steven
” Kak, Jika kau memang mencintai Senja belajar lah memahami dirinya. Dia bukan wanita yang asal sembarangan menuduh orang, dia itu putri dari keluarga Maheswari, dia pasti memiliki orang orang yang cerdas dan yang dengan mudah mendapatkan bukti siapa pelaku sebenarnya” Sambung Steven
Evan meremas foto itu dengan kuat-kuat, dia menyumpahi kebodohan nya sendiri yang telah membela Aurel saat itu, sedangkan dia lah sebenarnya dalang dari permasalahan nya dengan Senja.
” kau tidak perlu menyalakan dirimu pada saat itu kak, aku memahami pikiran mu waktu itu. Kau pasti berpikir bahwa kau sangat mengenal Aurel dan berpikir tidak mungkin dia melakukan itu semua, tapi kak kau juga harus ingat seseorang bisa berubah dalam sekejap, apalagi di saat itu dia merasakan kehilangan orang yang dia cintai nya ” Ucap Steven panjang lebar
Pesanan kopi mereka telah sampai, Steven menyesap kopi miliknya, dia meletakkan kopi nya di atas meja.
” Kak aku tidak benar benar akan merebut Senja darimu, aku masih waras dan akal ku masih sehat, tidak mungkin aku merebut istri dari kakak ku. Aku waktu itu hanya berusaha membuat mu sadar, jangan sampai kau kehilangan dia baru kau menyadari kebodohan mu sendiri ” Ucap Steven
Evan yang sedari tadi mendengar ucapan Steven kini menatap adiknya dengan tajam.
” kenapa kau menatap ku seperti itu ” Tanya Steven ngeri
” Berani sekali kau mengatakan ku bodoh ” Ucap Evan
” Kapan, aku, apa iya? Wahh kak percayalah itu bukan aku, aku pasti sudah di rasuki penunggu rumah sakit ini ” ucap Steven
” Mana ada hantu yang mau berdekatan dengan mu, sedangkan wanita saja tidak ada yang mau ” Ledek Evan
Steven yang mendapatkan ledekan dari Evan hanya diam, Evan yang melihat ekspresi adik itu tertawa bahak-bahak. Malam ini hubungan antara kakak beradik itu kembali membaik, Evan dan Steven bercanda seperti dulu sebelum pertengkaran terjadi.
__ADS_1
Bersambung.......