He Mine

He Mine
Episode 65


__ADS_3

Laura dan Steven berjalan keluar dari dalam apartemen milik Laura, Dia berjalan beriringan dan masuk kedalam lift untuk turun ke bawah. Tangan milik Steven terus menggenggam tangan Laura, Saat sudah berada di bawah, Laura juga mengantar Steven untuk keluar dan mengambil mobilnya.


” Lau ” panggil Steven menghentikan langkahnya


Laura pun juga menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah Steven yang sudah menatapnya.


” kenapa? ” tanya Laura balik


” Bersandarlah padaku ” ucap Steven


Laura hanya menatap wajah Steven, dia tidak mengedipkan matanya sama sekali. Hembusan angin malam ini menyelimuti suasana malam yang tenang ini.


” Aku mohon bersandarlah kepada ku mulai dari sekarang ” sambung Steven


Laura diam saat mendengar ucapan dari Steven, dia menatap Steven dan terus memandangi wajah milik Steven.


” Tapi kau harus tau satu hal dari ku Steve saat kau menawarkan itu kepada ku ” ucap Laura


” apa itu? ” tanya Steven


” aku jauh lebih berat dari yang kau kira. Ketika kau berencana menopang ku lebih jauh kau harus ingat, bahwa Sekarang aku bersama dengan Vano ” jawab Laura


” Dan kau juga harus tau satu hal Lau, Bahwa aku jauh lebih kuat dari yang kau kira, Aku bisa menjadi sandaran antara dirimu dan Vano. kedua bahuku sudah sangat cukup untuk merangkul kalian ” ucap Steven menjawab ucapan Laura


” karena aku tidak menganggap bahwa kau dan adikmu adalah sesuatu yang berat saat aku pikul ” sambung Steven


Laura yang mendengar ucapan yang tulus dari kekasihnya itu segera mendaratkan pelukannya ke tubuh Steven. Steven yang dengan senang hati menerima pelukan dari Laura.


” aku mohon apa pun yang terjadi padamu dan Vano, jadikan lah aku orang yang pertama tau keadaan kalian ” ucap Steven yang masih memeluk tubuh Laura


Laura sangat nyaman sekali berada di pelukan Steven, kehangatan yang Steven berikan kepada Laura dan Vano hari ini adalah obat yang benar-benar mujarab untuk luka yang dia dan adiknya rasakan saat ini.


Laura melepaskan pelukannya dan menatap wajah Steven, wajah yang benar-benar meneduhkan hatinya saat dia sedang di Landa badai. Kehadiran Steven saat ini benar-benar sedang di butuhkan olehnya untuk menjadi penguatnya agar terus bertahan dalam takdir yang dia sedang hadapi.


” i love you ” ucap Laura


” i love you tou ” jawab Steven yang mengecup bibir milik Laura


...----------------...


Satu Minggu telah berlalu, Senja dan Evan kini telah kembali ke mansion nya setelah memperpanjang waktu menginap nya di kediaman Rita. Hubungan Laura dan keluarga Steven pun juga semakin dekat, Rita sangat welcome sekali kepada Laura dan Vano, bahkan beberapa hari ini Vano sering sekali berada di mansion milik Steven saat Laura sedang bekerja. Rita pun juga sering sekali menjemput Vano yang pulang sekolah dan menjaganya.


Saat ini kehamilan Senja sudah menginjak satu bulan, Ela yang terus berada di samping Senja itu terus memerhatikan setiap pergerakan yang Senja lakukan. Gangguan dari Aurel pun tidak ada, tetapi itu tidak membuat Evan lengah untuk memantau setiap pergerakan dari mantan kekasihnya itu.


Siang ini Senja sedang berada di sebuah toko buku di temani oleh Ela, Dia sedang memilih jadul buku novel yang dia akan baca untuk menemani waktunya yang senggang saat di rumah. Senja terus berjalan perlahan sambil melihat-lihat buku-buku yang ada di sana dan sedangkan Ela terus saja membuntuti nya dari belakang. Tak terasa mereka berdua sudah satu jam setengah berada di dalam toko buku, Ela mendekati Senja untuk memperingati bahwa dia butuh untuk duduk dan istirahat.


” nona ” panggil Ela


” hhmm ” jawab senja yang masih fokus pada buku yang di pegang

__ADS_1


” sudah satu jam setengah kau berdiri, kau butuh waktu untuk istirahat ” ucap Ela memperingati


Senja menoleh ke arah Ela dan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, Memang benar sudah lama ternyata dia berputar-putar di dalam toko buku ini, Senja meletakkan buku yang di pegang dan mengangguk.


Senja berjalan ke arah kasih untuk membayar buku-buku yang di pilih untuk di beli. Ela meletakkan buku-buku pilihan Senja ke atas meja kasir. Setelah Senja melakukan pembayaran mereka berdua segera keluar dari dalam toko buku itu dan berjalan mencari tempat untuk mereka istirahat.


” nona, Laura akan menyusul kita disini ” ucap Ela


” Laura? Di Sudah selesai dengan pemotretan nya? ” tanya Senja yang masih terus berjalan


” iya nona ” jawab Ela


” hhmm baiklah ” ucap Senja


Senja memutuskan masuk ke dalam restoran jepang untuk mengistirahatkan dirinya dan sedangkan Ela hanya mengikuti Senja yang memilih restoran itu. Mereka berdua memilih tempat duduk paling ujung dan segera memesan pesanan makanannya.


Tak berselang lama Laura dan Steven masuk kedalam restoran yang sudah Ela kirimkan. Mereka berjalan dan menghampiri Senja dan Ela yang sudah duduk di sana, Di meja makan sudah tersedia pesanan yang Senja pesan untuknya,untuk Ela dan Untuk kedua orang yang mereka tunggu.


” cepat sekali pemotretan nya? ” tanya Senja saat Laura duduk


” hhmm iya, hanya beberapa sesi saja aku lakukan ” jawab


Laura duduk di hadapan Senja dan Sedangkan Steven duduk di hadapan Ela. Meraka berempat memulai menikmati hidangan yang sudah tersedia.


” bagaimana dengan Vano? ” tanya Senja


” Tante Rita seperti menggantikan sesosok mama yang sudah tiada, Vano merasa sangat senang saat berada di kediaman Steven sekarang. Dan dia bahkan bercerita tanpa henti ketika berbicara soal Tante Rita ” sambung Laura


” hahahaha mama mertua ku memang sangat memiliki rasa sayang yang tinggi terhadap orang lain, apa lagi terhadap orang-orang yang benar-benar dia sudah sayangi ” ucap Senja menceritakan sifat mama mertuanya


Ela yang duduk di hadapan Steven sama sekali tidak membuka suaranya, Dia hanya melihat ketiga orang itu bercerita dan berinteraksi dengan cukup baik. Steven yang merasakan tidak ada suara dari Ela itu melihat Ela dan menatapnya, Steven merasa bahwa Ela akhir-akhir ini banyak diam.


” kau sakit El? ” tanya Steven


” beberapa akhir-akhir ini aku selalu melihat mu diam. Apa kau sedang ada masalah? ” tanya Steven lagi


Senja dan Laura melihat ke arah Ela yang diam saat mendapatkan pertanyaan dari Steven, Dia menghentikan makannya dan melihat ketiga orang itu yang menatapnya dan menunggu jawaban dari nya.


” aku tidak apa-apa ” jawab Ela


” tapi kau terlalu banyak diam akhir-akhir ini ” ucap Steven


” iya El, aku merasakan bahwa kau tidak seperti biasa nya ” sambung Laura


” kau ada masalah El? ” tanya Senja


” tidak ada nona ” jawab Ela


Ela melanjutkan makannya dan tidak memperdulikan ketiga orang di sana yang menatapnya. Senja pun juga merasakan bahwa saat ini Ela benar-benar berubah, seperti sedang menyimpan sesuatu sendirian.

__ADS_1


Ketika mereka berempat telah selesai menyelesaikan makannya, Mereka berempat keluar dari restoran itu dan berjalan turun untuk keluar dari mall. Tepat saat mereka sudah berada di lantai satu, Tatapan Senja tertuju kepada seseorang wanita yang berjalan arah masuk ke mall. Dia adalah Aurel, Aurel yang menenteng tas nya berjalan sendiri di mall.


Aurel pun melihat Senja yang sedang bersama dengan ketiga orang yang dikenalnya, Langkah nya semakin dekat dengan Senja.


” kau disini ” sapa Aurel berhenti tepat di hadapan Senja


Senja tidak menjawab sapaan dari Aurel, dia hanya menatap Aurel dan mengingat kejadian dimana Aurel tengah bersama dengan Evan waktu lalu.


” Bagaimana dengan kandungan mu Senja? ” tanya Aurel


” apa urusanmu menanyakan kandunganku ” ucap Senja ketus


” hahahaha kenapa kau marah Senja, aku hanya bertanya saja, tidak perlu menjawab dengan nada ketus seperti itu ” ucap Aurel


” Hay Laura ” sapa Aurel kepada Laura


Laura hanya memutarkan bola matanya malas saat mendengar sapaan dari Aurel, Dia sangat merasa tidak nyaman sekali saat berhadapan dengan mantan kekasih dari suami Senja itu.


” ternyata kau cepat juga melupakan masalah mu Lau ” sambung Aurel


” Apa kau bisa diam!! ” ucap Senja


” uuhhh tenang Senja, kau jangan-jangan marah-marah seperti ini, ingat kandungan mu ” ucap Aurel


” jangan terlalu membenci seseorang seperti ini, itu tidak baik untuk ibu hamil seperti mu ” sambung Aurel


Senja sebenarnya sangat malas sekali saat berhadapan dengan seseorang yang bernama Aurel itu. Aurel menatap Ela yang berdiri tepat di belakang tiga orang sedang membawa belanjaan milik Senja.


” El, apa kau tidak lelah saat terus membawa barang-barang itu? ” tanya Aurel


Ela yang sedari tadi diam, menatap Aurel yang sedang menyudutkan nya itu. Senja menoleh ke belakang ke arah Ela dan melihat Ela yang membawa semua belanjaan miliknya.


” Terimakasih atas perhatian anda nona Aurel, tapi ini sudah menjadi tugas saya ” jawab Ela


” Senja, jangan kau perlakukan Ela seperti itu. Bagaimana pun dia teman juga kan, kau juga harus ingat kalau dia seorang perempuan ” ucap Aurel


Senja menundukkan kepalanya dan merasa bersalah karena tidak memperhatikan Ela. Dia berjalan ke arah belakang dan mengambil barang-barang nya dari tangan Ela.


” berikan kepadaku El ” ucap Senja yang mengambil belanjanya


” tidak nona, anda sedang hamil jangan terlalu membawa barang-barang yang banyak ” tolak Ela


” aku tidak apa-apa El ” ucap Senja


” tidak perlu nona ” ucap Ela


” El !!! ” Bentak Senja


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2