
” Evan itu adalah fakta kebenaran dari keluarga mertua mu, Ayah mertuamu ternyata memiliki anak terlebih dahulu saat sebelum Senja lahir, Hhmm lebih tepatnya saat ayah mertuamu belum menikah dengan ibu nya Senja ” ucap Aurel
” oohh iya satu lagi,apa istri mu sudah tau tentang kebenaran ini? ” tanya Aurel tersenyum
Brakk....
Evan menggebrak meja dan berdiri saat mendengar pertanyaan dari Aurel, Semua orang yang berada di sana kaget termasuk Arnold, namun tidak dengan Aurel, Aurel justru tersenyum dan merasa senang saat melihat reaksi dari Evan.
” jangan pernah kau mengganggu istriku!! ” ucap Evan
” lalu, apa kau akan merahasiakan hal ini dari nya? ” tanya Aurel
” itu bukan urusanmu ” jawab Evan
” Evan, kau harus ingat bagaimana sikap istrimu. dia tidak suka dengan kebohongan, apa lagi jika dia tau kalau kau sendiri yang membohonginya ” ucap Aurel
” Aurel aku peringatkan lagi padamu, jangan ikut campur dalam rumah tanggaku. Dan jangan pernah kau usik kehidupan istriku ” ucap Evan
” wahhh.... Ini adalah pertama kali nya aku mendapatkan ancaman dari mu ” ucap Aurel
” hhmm baiklah untuk saat ini aku akan diam ” ucap Aurel
Aurel berdiri dari duduknya dan mengambil tasnya, dia mendekat ke arah telinga Evan dan membisikkan sesuatu.
” kalau begitu cepat lenyapkan bukti yang sudah aku kirim ke mansion mu, Kalau tidak istrimu akan mengetahui hal ini lebih cepat ” bisik Aurel
Evan segera menoleh ke arah Aurel dan menatapnya tajam.
” Kau!! ” ucap Evan
” aku pergi dulu ” ucap Aurel
Aurel berjalan ke arah keluar dia juga melambaikan tangannya kepada Arnold. Evan pun segera berdiri dan berjalan ke arah keluar, Arnold yang melihat Evan keluar segera mengikuti nya.
” kita ke mansion ” ucap Evan saat masuk kedalam mobil
” Mansion siapa tuan? ” tanya Arnold yang tidak mengerti
” mansion milik ku, Cepat!! ” ucap Evan
Arnold segera melajukan mobilnya dan meninggalkan cafe tersebut. Tanpa Evan sadari sedari tadi seseorang sudah memotret nya saat sedang bersamaan dengan Aurel.
...----------------...
Sedangkan Senja sekarang duduk di taman belakang bersama dengan mertuanya dan Ela. Mereka bertiga sedang bercengkrama dan menikmati teh hangat.
” apa Steven belum pulang juga? ” tanya Rita kepada Senja
” belum ma, Steven sudah menghubungi Evan pagi tadi dan mengatakan bahwa hari ini dia juga masih belum bisa pulang, Steven masih menemani Laura untuk mencari apartemen ” jawab Senja
” apartemen? Untuk siapa? ” tanya Rita
” untuk Laura dan Adiknya ma ” jawab Senja
” bukankah Laura memiliki rumah sayang, untuk apa harus pindah ke apartemen? ” tanya Rita yang tidak mengerti
” iya ma, tapi bagaimana pun rumah itu memiliki kenangan buruk, walaupun memang rumah itu memiliki banyak kenangan yang indah, Tetapi tetap saja ma rumah itu adalah tempat dimana mamanya Laura mengakhiri hidupnya ” jawab Senja
Rita hanya menarik nafasnya dan mengangguk, dia mengerti maksud ucapan dari menantunya itu, Rita mengerti bahwa menjadi Laura pasti tidak lag sangat mudah. Bagaimana mana pun Laura sendiri melihat bagaimana dan dengan cara apa mamanya tewas.
Di saat Senja sedang tengah mengobrol dengan mertuanya, ponsel miliknya berbunyi tanda pesan masuk, Senja membuka ponselnya dan melihat siapa yang ngirim nya pesan. Senja hanya melihat nomor yang dia tidak kenal. Dia membuka pesannya dan melihat foto-foto yang nomor itu kirim.
Mata senja tertuju kepada foto itu, itu adalah foto Evan yang bersama dengan Aurel.
__ADS_1
” Evan ” ucap Senja lirih
Ela dan Rita melihat ekspresi wajah kaget dari Senja itu juga penasaran.
” nona ” panggil Ela
Senja segera mematikan ponselnya saat mendapatkan panggilan dari Ela, dia menatap Ela dan melihat Rita yang sudah menatapnya dari awal.
” iya ” jawab Senja
” ada apa nona? ” tanya Ela
” hhmm tidak, tidak ada apa-apa ” jawab Senja gelagapan
Rita tidak percaya dengan jawaban yang di berikan Senja, dia melihat gelagat aneh dari menantu nya itu, Wajah dan sikap Senja sungguh tidak akan bisa membohongi siapa pun.
” siapa sayang? ” tanya Rita
” bukan siapa-siapa ma ” jawab Senja
” aku masuk ke dalam kamar sebentar ya ” ucap Senja berdiri
Senja berjalan masuk ke dalam sedangkan Rita dan Ela hanya menatap punggung Senja yang memasuki rumah.
” Menurut mu siapa ya El? Kenapa Senja seperti kaget ya saat membaca pesan tadi. Kau juga melihat nya kan El?” tanya Rita
” iya nyonya saya melihatnya. Tapi saya sendiri juga tidak tau nyonya siapa yang mengirim nona Senja pesan barusan ” Jawab Ela
Senja yang sudah di dalam kamarnya itu segera menyalakan ponselnya dan melihat lagi pesan yang dikirim dari nomor yang dia tidak kenal, Senja menghubungi nomor itu namun nomor itu sudah tidak aktif lagi. Namun dengan cepat Senja menghubungi nomor Evan tapi nomor Evan pun juga tidak dapat di hubungi, Senja segera menghubungi nomor kantor milik Evan, tidak butuh lama telpon nya di angkat oleh sekretarisnya Evan.
” Halo ” ucap Sekertaris Evan
” halo ini aku Senja istri dari Evan ” ucap Senja
” aku menghubungi Evan tapi tidak tersambung, Dimana dia? ” tanya Senja
” maaf nyonya, tuan Evan sedang keluar ” jawab Sekertaris tersebut
” keluar? kemana? ” tanya Senja lagi
” saya juga tidak tau nyonya, apa ada pesan yang harus saya sampaikan nanti ketika tuan datang? ” tanya Sekertaris
” tidak perlu. Dan satu lagi jangan beritahu dia kalau aku menghubunginya, kau faham!! ” Ucap Senja
” Baik nona ” jawab sekertaris itu
Senja memutuskan sambungan telponnya dan menggenggam ponsel miliknya dengan sangat erat-erat.
...----------------...
Sedangkan di kini Evan dan Arnold sudah tiba di mansion miliknya, mereka berdua segera turun dan masuk, pelayan yang melihat kedatangan tuannya itu segera menghampiri dan menundukkan badannya nya.
” apa tidak ada paket atau semacam kiriman apa pun untuk Senja? ” tanya Evan
” ada tuan, Tadi pagi petugas pos mengirimkan kiriman yang di tujukan untuk nona muda ” jawab pelayan tersebut
” mana? berikan kepada ku” ucap Evan
Pelayan lainnya segera datang dan memberikan amplop berwarna coklat, itu adalah kiriman yang yang sama persis dia dapat tadi pagi, Evan segera membuka nya dan melihat nya. Setelah mengetahui isinya Evan memasukkan kembali lembaran kertas itu kedalam amplop dan menyerahkan kepada Arnold.
” simpan amplop ini di ruanganku ” ucap Evan
” baik tuan ” jawab Arnold
__ADS_1
Arnold segera berjalan ke ruangan kerja Evan dan menyimpan nya di sana. Sedangkan Evan mengumpulkan semua para pelayan dan pekerja di sana.
” Dengarkan aku baik-baik, Siapapun yang menerima paket atau kiriman berbentuk apapun untuk ku atau pun untuk Senja segera lapor kepadaku atau Arnold, jangan biarkan Senja menerima nya atau bahkan melihatnya terlebih dahulu, Mengerti kalian semua!! ” ucap Evan
” baik tuan ” jawab Serentak para pekerja
” hhmm bubar lah ” ucap Evan
Semua para pekerja di sana bubar dan kembali untuk bekerja, Sedangkan Arnold kembali dan menghadap ke Evan.
” tuan ” Panggil Arnold
” bagaimana? ” tanya Evan
” saya sudah menyimpannya di tumpukan berkas-berkas anda Tuan ” jawab Arnold
” hhmm Baguslah” ucap Evan
” Kau terus awasi setiap pergerakan dari Aurel, Jangan buat dia memiliki celah untuk menyakiti istriku ” ucap Evan
” Baik tuan ” ucap Arnold
...----------------...
Sore telah tiba. Senja sedari tadi tidak keluar sama sekali dari kamarnya setelah dia masuk, Rita yang tidak melihat menantunya keluar dari kamarnya itu merasakan cemas dan gelisah. Saat Ela keluar dari kamar nya dan ingin membantu untuk menyiapkan makan malam, Rita segera memanggil nya saat melihat Ela keluar dan berjalan ke arah dapur.
” Ela ” panggil Rita
” iya nyonya ” jawab Ela menoleh
Ela segera melangkah berjalan untuk mendekati Rita yang sedang duduk di ruang keluarga.
” ada apa nyonya? Ada yang bisa saya bantu? ” tanya Ela
” kenapa senja tidak keluar dari kamarnya sedari tadi ya? ” tanya Rita
” saya sendiri juga tidak mengerti nyonya ” jawab Ela
” apa perlu saya melihat nya nyonya? ” tanya Ela menawarkan diri
” tidak perlu El, mungkin dia ingin sendiri ” jawab Rita
” baiklah nyonya, kalau begitu saya undur diri untuk pergi dapur membantu para pelayan untuk menghidangkan makan malam ” ucap Ela
” hhmm iya ” ucap Rita
Ela pergi dari sana dan melangkah berjalan kearah dapur. Saat Rita khawatir dengan murungnya Senja, Evan dan Arnold tiba dan masuk ke dalam mansion. Rita yang melihat putra sulungnya datang itu segera memanggilnya.
” Evan ” panggil Rita
Evan dan Arnold menoleh ke arah Rita dan berjalan mendekati Rita.
” ada apa ma? ” tanya Evan
” Van sedari tadi Senja tidak keluar dari kamarnya, dia mengurung dirinya dan tidak keluar sama sekali ” ucap Rita
” memang kenapa dengan Senja ma? ” tanya Evan khawatir
” mama sendiri juga tidak Van, tadi dia mendapatkan pesan entah dari siapa, tapi setelah mendapatkan pesan tersebut dia bergegas pergi kedalam kamarnya dan tidak keluar sampai sekarang. Coba kau lihat istri mu Van ” jawab Rita menjelaskan
Evan yang mendapatkan laporan dari mamanya itu segera berjalan cepat ke arah kamarnya untuk melihat keadaan istrinya. Dia takut bahwa Aurel benar-benar nekat memberikan informasi tentang DNA ayah mertuanya dan Deon.
Bersambung....
__ADS_1