He Mine

He Mine
Episode 56


__ADS_3

Deon duduk di hadapan ibunya dengan menundukkan kepalanya, Mayang sudah menceritakan semua bagaimana masa lalunya saat dulu, bagaimana dia bisa mendapatkan Deon hingga sampai Bagas meninggalkan nya. Aurel sendiri sudah di antar supir keluarga Maheswari untuk kembali ke apartemen nya.


” kenapa ibu menyembunyikan semua nya? ” tanya Deon


” ibu tidak berniat menyembunyikan Deon, tetapi karena keadaan yang membuat ibu terpaksa harus merahasiakan nya darimu ” jawab Mayang


Deon menoleh ke arah ibunya, dia melihat kedua mata ibunya yang telah basah karena menangis saat menceritakan kejadian masa lalu, Deon mendekati ibunya dan duduk di bawah Mayang, Deon menggenggam tangan milik ibunya dan menciumnya.


” mulai saat ini, apa pun itu tolong katakan dan ceritakan semua padaku Bu, jangan pernah memendam semua nya sendirian, apa ibu faham? ” tanya Deon


” iya Deon ibu faham, maafkan ibu ya ” ucap Mayang


Deon segera memeluk ibunya dengan hangat, memberikan kekuatan untuk ibunya, Deon merasa bersalah dengan ibunya, tidak seharusnya dia mengucapkan semua perkataan yang tidak pantas di depan Mayang, bagaimana pun ibunya sudah sangat menderita sejak lama.


” maafkan Deon Bu ” ucap Deon


” ibu sudah memaafkan mu nak, ibu juga tidak akan marah, bagaimana pun kau memang tidak tau bagaimana kejadian nya. Jadi tidak apa-apa nak ” ucap Mayang


Kini Mayang dan Deon sudah kembali hangat seperti biasanya, Mayang sendiri juga meminta kepada Deon agar dia tidak mengungkit masalah ini di depan ayahnya, Mayang meminta Deon agar bersikap seolah dia tidak tahu apa-apa tentang rahasia nya dan Bagas.


...----------------...


Sore ini Steven sudah berada di depan rumah milik Laura untuk menjemput kekasihnya , Sudah dari sepuluh menit Steven menunggu Laura di depan tetapi Laura juga belum keluar juga.


Sedangkan di dalam Laura baru saja turun dari kamar, dia melihat ibunya yang sibuk berada di dapur.


” mama Sedangan apa? ” tanya Laura


” eehh kau sayang ” sapa Linda saat melihat kehadiran putrinya


” ini mama sedang buat rendang untukmu dan adik mu ” jawab Linda


” tapi kenapa banyak sekali ma..? ” tanya Laura


” iya, untuk persiapan saja ” jawab Linda


” persiapan? Persiapan apa? ” tanya Laura lagi


” untuk persiapan makan ke depannya, tadi juga vano meminta rendang ” jawab Linda


” iya tapi tidak seperti biasanya mama membuat rendang sebanyak ini ” ucap Laura yang heran


” sudahlah, kau mau kemana sayang? ” tanya Linda


” aku mau keluar ma, ada undangan dari temanku ” jawab Laura


” lelaki? ” tanya Linda


Laura hanya tersenyum malu saat mendapatkan pertanyaan dari mamanya.


” iya ma, nanti sepulang aku dari rumahnya aku akan cerita semua kepada mam ” jawab Luara


” hhmm pergilah nak, hati-hati ya ” ucap Linda


Laura segera keluar dari rumahnya, dia melihat Steven di luar yang sedang menunggu nya.


” kau sudah lama? ” tanya Laura saat sudah di depan Steven


” hhmm tidak terlalu lama ” jawab Steven


Steven melihat ke arah rumah milik Laura, dia berharap bisa bertemu dengan orang tua kekasihnya itu.

__ADS_1


” mama sedang ada di dalam ” ucap Laura yang tau maksud Steven


” apa aku tidak perlu berpamitan? ” tanya Steven


” tidak perlu Steve, nanti saja sepulang dari sini aku akan mengenalkan mu kepada mama ” jawab Laura


Steven hanya menganggukkan kepalanya, dia juga tidak ingin memaksa Laura agar cepat-cepat mengenalkan nya kepada orang tua Laura. Steven membukakan pintu mobilnya untuk Laura, setelah itu dia juga segera masuk dan melakukan mobilnya.


Di dalam perjalanan Steven sedikit melirik ke arah Laura, Steven penasaran dengan hubungan kekasihnya itu dengan papanya, tapi tidak memberanikan diri untuk bertanya kepada Laura. Laura yang merasa Steven terus melirik nya membuka suaranya.


” katakan jika ada pertanyaan yang ingin kau tanya Steve ” ucap Laura


” hhhmm bagaimana hubungan mu dengan papamu? ” tanya Steven


” sudah berakhir ” jawab Laura singkat


” keluarga ku hancur, mama dan papaku akan segera bercerai dan mengakhiri pernikahan nya ” ucap Laura


Steven sangat merasa bersalah sekali kepada Laura, seharusnya dia bisa menahan keinginan tahunya tentang keluarga Laura.


” apa kau juga ingin mengakhiri hubungan kita? ” tanya Laura tiba-tiba


” apa maksudmu Lau? ” tanya Steven kaget


” iya mungkin saja kau ingin mengakhiri hubungan kita sekarang, karena status keluarga ku saat ini ” jawab Laura


” Kenapa kau memiliki pikiran seperti itu Lau? ” tanya Steven yang tidak habis pikir dengan kekasihnya itu


” Steve, kau berasal dari keluarga baik-baik, sedangkan aku, aku miliki cacat atas keluargaku, papaku berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dan lebih memilih mengakhiri pernikahan nya. Apa menurutmu keluarga mu bisa menerima ku dengan semudah itu? ” tanya Laura


” hhmm bisa, karena keluarga ku tidak seperti apa yang ada di pikiran mu saat ini Lau ” jawab Steven


Steven menggenggam tangan Laura, dia menoleh sekilas dan melihat wajah Laura.


Laura meneteskan air matanya lalu segera mengusap nya, dia menoleh ke arah Steven dan memberikan senyuman manisnya.


” terimakasih ” ucap Laura


Mobil Steven kini memasuki halaman mansion nya, mobilnya nya berhenti dan dia segera keluar, Steven membukakan pintu untuk Laura, dia menggenggam tangan Laura dan mengajaknya untuk masuk. Steven dan Laura masuk kedalam dan berjalan ke arah ruang tengah, di sana dia melihat Ela dan mamanya sedang duduk.


” ma ” panggil Steven


Rita segera menoleh ke arah putranya, dia melihat kehadiran Laura dan segera berdiri.


” Hay Laura ” sapa Rita dengan hangat


” halo Tante ” sapa Laura


” bagaimana kabarmu? ” tanya Rita


” saya baik Tante ” jawab Laura


Ela segera mendekatkan dirinya dan memeluk Laura.


” dimana Senja? ” tanya Laura kepada Ela


” nona Senja sedang ada di kamar, mungkin sedang mandi ” jawab Ela


” oohh ” ucap Laura mengangguk


Mereka berempat segera duduk, dan Rita memanggil pelayan untuk menyuruhnya membuatkan minuman untuk Laura.

__ADS_1


” berarti kunjungan mu saat ini sudah sah sebagai calon menantu keluarga Mahendra? ” tanya Rita menggoda


Laura hanya tersenyum malu saat mendengar godaan dari mamanya Steven.


” iya Tante ” jawab Laura


” berarti kurang satu lagi Steve ” ucap Rita kepada Steven


” apanya ma? ” tanya Steven tidak mengerti


” iya kurang satu lagi calon menantu mama yang belum di sahkan hubungan nya ” jawab Rita melirik Ela


Ela yang awal nya merasakan sedang di goda itu membuang wajahnya ke arah lain, Saat semua sedang tertawa melihat salah tingkah nya Ela, senja keluar dari kamar, dia melihat Laura yang sudah duduk di ruang itu segera mendekat.


” lau ” panggil Senja


Laura segera menoleh arah suara tersebut, dia melihat Senja yang berjalan menghampiri nya segera berdiri, Laura menerima pelukan dari sahabatnya itu.


” kau sudah lama datang? ” tanya Senja


” tidak, baru saja ” jawab Laura


Senja segera duduk di tengah-tengah antara Rita dan Ela.


” bagaimana kandungan mu, apa sudah kau periksakan? ” tanya Laura


” hhmm sudah ” jawab Senja tersenyum


” jadi sudah berjalan berapa bulan? ” tanya Laura


” kandungan ku sedang berjalan 3 Minggu lau, dan bisa di bilang berjalan ke satu bulan ” jawab Senja


” apa masih mual-mual? ” tanya Laura


” iya, setiap pagi selalu mual-mual. Dan berhenti ketika jam sepuluhan ” jawab Senja


” sabar ya sayang ” ucap Rita kepada Senja


” iya maa ” jawab Senja kepada Rita


” oh iya lau, bagaimana kabar mama dan papa mu? Mereka sehat? ” tanya Senja


Steven yang mendengar pertanyaan dari kakak ipar nya itu segera menoleh ke arah Laura, Steven melihat perubahan wajah Laura yang awal nya tersenyum tulus, ini di ubah menjadi senyuman paksa.


” hhmm mereka sehat, mereka semua baik ” jawab Laura


” lali bagaimana dengan adikmu? waktu terakhir kali aku melihat adikmu masih bayi kan ” ucap Senja


” vano juga baik, dia sekarang sudah kelas enam SD ” jawab Luara


” wahh udah besar ya ” ucap Senja


Saat mereka sedang tengah mengobrol, seorang pelayan datang dan membawa minuman, dan bersamaan juga Evan, Arnold dan Hendra datang.


” kalian sudah berkumpul ” sapa Hendra


” iya, kenapa kelian lama sekali ” ucap Rita


” di jalan macet ma ” jawab Evan


” yasudah kalau begitu kita bersih-bersih dulu, cepat siapkan makan malam nya ” ucap Hendra

__ADS_1


Hendra naik ke atas di temani oleh Rita, sedangkan Evan dan Arnold masuk kedalam kamarnya untuk mandi dan bersiap untuk makan malam.


Bersambung....


__ADS_2