He Mine

He Mine
Episode 23


__ADS_3

Bagas saat ini sudah berada di kamarnya, dia tak sadarkan diri setelah mendengar kabar putrinya yang kritis, Mayang yang berada di samping nya berusaha untuk membangunkan suaminya, sudah 20 menit Bagas tak sadarkan diri.


Steven yang masih berada di sana juga berusaha membatu Mayang untuk membangunkan Ayah dari kakak iparnya.


” Tante apa tidak sebaiknya kita membawa om ke rumah sakit ” Tanya Steven


” Tidak perlu, pelayan sudah memanggil dokter keluarga Maheswari untuk datang, sebentar lagi pasti sampai ” Jawab Mayang


Setelah beberapa menit dokter pun datang dan segera memeriksa keada Bagas, Mayang dan Steven masih berada di kamar melihat dokter memeriksa keadaannya.


” Tuan Bagas hanya syok, apa ada sesuatu yang membuat tuan Bagas kaget ” Tanya dokter


” Dia pingsan setelah mendengar kabar bahwa Senja masuk rumah sakit dok ” Ucap Mayang


” Nona Senja masuk rumah sakit? Iya mungkin itulah yang menyebabkan tuan Bagas tak sadar diri. Sebaiknya berikan penjelasan yang sangat pelan untuknya, agar tidak memicu keadaan yang semakin drop ” Jelas Dokter


” ini ada resep obat yang harus di tebus, pastikan jangan memberikan berita yang bisa memicu keadaannya semakin parah. Baiklah Kalau begitu saya pamit ” Pamit dokter


Dokter pun segera di antar pelayang untuk keluar, Mayang yang masih di sana terus berusaha membuat suaminya untuk sadar.


Bagas pun memberikan respon nya, dia telah menyadarkan dirinya, dia segera bangun dan berusaha untuk berdiri, tapi di cegah oleh Mayang.


” Sayang, kau jangan langsung berdiri ” Ucap Mayang


” Aku ingin ke rumah sakit, aku ingin melihat keadaan putri ku ” Ucap Bagas bersikeras


” Iya, kita ke rumah sakit, tapi aku mohon tenangkan dirimu terlebih dahulu ” Ucap Mayang


Bagas menurut dia membuang nafasnya, dia menangis, dia mencemaskan keadaan putrinya sekarang.


” Om tenang saja, di sana sudah ada kak Evan dan Ela yang menemani Senja, dan mungkin sebentar lagi orang tua saya juga akan segera kesana ” Ucap Steven


Steven sendiri sudah mengabari kedua orang tua tentang keadaan Senja saat ini, Saat di perjalanan ke mansion keluarga Maheswari Steven mengabari mamanya melalui telepon, dia menghubungi mamanya dan mengabarkan keadaan Senja yang kritis di rumah sakit, Mama nya yang mendapat kabar dari putra nya pun segera ke rumah sakit.


...----------------...


Kini di rumah sakit Evan sudah masuk ke dalam ruangan ICU dimana Senja terbaring lemah di sana, Evan melihat dan terus memandangi Istrinya yang tidur pulang di atas kasur rumah sakit. Dia memegangi tangan istrinya yang lemas itu.


” Bangunlah Senja ” Ucap Evan


” Aku mohon bangunlah ” Sambung Evan

__ADS_1


Evan terus menggenggam tangan Senja, dia menciumi tangan Senja. Dia menangis, dia menumpahkan semua rasa sedihnya sekarang di hadapan Senja.


” Aku tidak bisa melihat keadaan mu seperti ini, lekas bangunlah dan ayo kita berdebat saja Senja, jangan menyiksa ku dengan keadaan mu yang seperti ini ” Ucap Evan


Sedangkan di luar Ela hanya bisa melihat mereka berdua dari luar, Dia terus saja berdiri di sana untuk selalu memastikan Senja baik baik saja, Bahkan dia sama sekali tidak minum dan makan setelah kejadian itu. Arnold datang dan melihat bagaimana setianya seorang yang bernama Ela terhadap majikannya, Dia mendekati Ela dan menyodorkannya satu kantong kresek yan dia bawa.


” Minum dan makan lah aku membelikan mu roti dan air mineral ” Ucap Arnold


” Aku tidak haus apalagi lapar ” Ucap Ela


” Kau sedari tadi sudah berdiri di sini, Jadi minumlah ” Suruh Arnold


” Apa kau tuli aku tidak haus ” Ucap Ela


Arnold segera memegang tangan Ela dan menariknya untuk duduk di bangku, Dia menyodorkan kreseknya di hadapan Ela.


” Jika kau ingin merawat orang sakit, yang harus kau utamakan adalah kesehatan mu dulu agar kau bisa terus merawatnya ” Ucap Arnold


Ela hanya menunduk kan kepalanya, Tangan nya meremas kresek yang berada di pangkuan nya, Arnold melihat pundak Ela bergetar, dia juga mendengar isakan tangis dari mulut Ela, dan entah kenapa itu membuat nya sakit. Arnold berjongkok di bawah Ela agar dia bisa melihat wanita itu.


” El makan lah, hanya sepotong roti saja lalu minuman lah ” Suruh Arnold dengan lembut


” Aku tidak akan pernah bisa makan sebelum Senja sadar ” Ucap Ela yang menangis


” Jadi aku mohon jangan menyalakan dirimu sendiri atas kejadian ini, ini adalah takdir dan semua orang tidak tau bagaimana takdir yang akan datang ” Sambung Arnold


Ela semakin menangis mendengar perkataan Arnold, Arnold yang tidak tega melihat Ela yang menangis dia mendekap Ela, dia membiarkan Ela menangis di pelukannya.


Saat Arnold berusaha menenangkan Ela, Rita dan Mahendra sampai di rumah sakit dan melihat Arnold dan Ela, Mama Rita mendekatkan dirinya ke dua orang yang sedang berpelukan itu.


” Ela ” Panggil Mama Rita


Arnold yang mendengar suara ibu angkat nya itu segera melepaskan pelukannya nya terhadap Ela, Arnold salah tingkah sendiri saat mama Rita memandangi mereka berdua.


” Dimana Senja El ” Tanya Mama Rita


” Nona Ada di dalam nyonya ” Jawab Ela yang berusaha menghentikan tangisannya


” Evan sendiri dimana ” Tanya mama Rita Lagi


” Evan ada di dalam ma ” Jawab Arnold

__ADS_1


” Bagaimana dengan keadaan Senja ” Tanya Mama Rita


” Kondisinya masih kritis nyonya ” Jawab Ela yang menunduk


Mama Rita yang mendengar ucapan dari Ela kehilangan keseimbangannya, Rita yang ingin roboh segera di rangkul oleh suaminya, Mahendra segera menuntun istri nya agar duduk terlebih dahulu.


” Maa ” panggil Arnold yang khawatir


” Bagaimana bisa Senja tertusuk El ” Tanya Rita


” Kejadiannya begitu cepat nyonya, Maafkan saya karena tidak menjaga Nona ” Ucap Ela menunduk


” Kau tidak perlu minta maaf, Ini adalah kecelakaan bukan salah mu ” Ucap Mahendra


” Apa Evan sudah melaporkan kasus ini ke polisi ” Tanya Mahendra


” Saat ini belum pa, Hanya saja saat ini kita sedang mencari bukti terlebih dahulu ” Jawab Arnold


Mahendra mengangguk mengerti, dia terus saja mendekap istrinya. Beberapa saat kemudian Evan keluar dari ruang ICU itu, Semua yang melihat keadaan Evan begitu sangat tidak tega. Rita segera berdiri dan menghampiri putra sulungnya itu. Rita mendekap putranya ke dalam pelukannya, dia membelai rambut putra menyalurkan kekuatan untuk Evan.


” Sudah sayang sudah ” Ucap Rita


” Senja maa... Senjaaa ” Ucap Evan menangis


” Dia pasti tidak apa apa sayang, Dia pasti segera kembali ” Ucap Rita menenangkan putranya


Bagas, Mayang dan Steven sempai di sana, Rita yang melihat putranya datang bersama besan nya. Rita melepaskan pelukan Evan dia menghampiri Bagas yang sedikit berlari ke arahnya.


” Dimana Senja ” Tanya Bagas tergesa-gesa


” Tenangkan dulu dirimu tuan Bagas ” Ucap Mahendra menenangkan


” Bagaimana bisa aku tenang, putriku sedang di ambang kematian ” Ucap Bagas


” Evan dimana Senja Van, dimana dia ” Tanya Bagas ke Evan


” Ayah, Senja sedang berada di dalam ” Jawab Evan menunjukkan ruang ICU


Bagas segera masuk Namum di tahan oleh Mayang, Mayang memegang tangan Bagas agar tidak masuk ke dalam.


” Itu ruang ICU sayang, Tidak sembarang orang bisa masuk ” Ucap Mayang

__ADS_1


” Kita tunggu dokter ya sayang, kita tunggu izin dokter dulu ya.. ” sambung Mayang


Bersambung......


__ADS_2