He Mine

He Mine
Episode 49


__ADS_3

” Kalau begitu di depan kedua orang tua ku dan di depan kakak-kakak ku, apa kau bersedia menerima ku menjadi kekasihmu Laura ” Ucap Steven saat sudah di depan Laura


Laura yang mendapatkan pernyataan cinta dari Steven yang tiba-tiba itu kaget, dia hanya dia dan belum membuka suara nya. Sedangkan semua orang yang berada di sana penasaran dengan jawaban yang akan di berikan Laura.


” Steve ” panggil lirih Laura sambil melirik satu persatu orang yang berada di sana


” Aku serius Lau, aku tidak main-main ” ucap Steven dengan Serius


Laura hanya masih diam. Senja yang melihat Laura tidak nyaman dengan keadaan itu segera mencairkan suasana.


” Steve, bagaimana kalau kau menyatakan cintanya nanti dulu, aku sudah sangat lapar ” ucap Senja dengan wajah sendu nya


Rita tau apa yang di lakukan Senja itu pun segera membuka suaranya.


” hhhmm yasudah kalau begitu kita makan dulu saja ya ” ucap Rita membantu Senja


Semua orang yang di sana akhirnya mengambil kursi masing-masing dan segera duduk, sedangkan Steven masih berdiri di samping Laura yang sudah duduk.


” Steve duduklah ” ucap Mahendra


Steven menghembuskan nafas panjangnya, Dia segera berjalan dan duduk di dekat Arnold. Mereka semua makan dengan tenang.


Setelah melakukan makan malam bersama, semua orang kini sedang duduk di ruang tengah dan saling mengobrol santai, Laura yang duduk bersama dengan para wanita di sana.


” jadi kesibukan mu saat ini apa Lau? ” tanya Rita


” saya hanya seorang model Tante ” jawab Laura


” kau model? ” tanya Rita


” iya Tante ” jawab Laura


Steven yang bersama dengan para lelaki menoleh ke arah Laura yang sedang duduk bersama Senja,Ela dan mamanya. Dia terus menatap Laura dari kejauhan.


” Kau masih menunggu jawaban nya? ” tanya Arnold berbisik


Steven segera menoleh ke arah kakaknya itu, dia hanya menjawab dengan anggukan.


” ajaklah dia mengobrol ” ucap Arnold pelan


” nanti saja ” ucap Steven


Arnold menepuk pelan pundak adiknya itu. Steven kembali menoleh ke arah Laura.


” oh ya Lau, aku ada kabar bahagia untuk mu ” ucap Senja


” apa? ” tanya Laura


” kau sebentar lagi akan menjadi aunty ” jawab Senja tersenyum


Laura membelalakkan matanya sambil menutupi mulutnya.


” kau hamil ” ucap Laura


” iyaaa ” jawab Senja tersenyum


” aahh Senja selamat ” ucap Laura yang turut ikut bahagia


Laura segera berdiri dan mendekati Senja, Laura memeluk senja dengan hangat.


” Thank You ” ucap Senja

__ADS_1


” selamat ya Tante sebentar lagi Tante akan menjadi nenek ” ucap Laura kepada Rita


” iya, terimakasih ya Lau ” ucap Rita


Malam sudah tiba, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11.30. Laura berpamitan kepada semua orang untuk pulang, Steven pun juga berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk mengantarkan Laura pulang. Steve membukakan pintu mobil untuk Laura, Laura segera masuk.


Di perjalanan tidak ada sama sekali percakapan antar mereka berdua, Steven pun juga tidak membuka suaranya untuk bertanya tentang jawaban dari Laura.


Mobil milik Steven berhenti di depan gerbang rumah milik Laura, Dia segera keluar dan berputar arah ke samping untuk membukakan pintu untuk Laura, Laura keluar dan berpamitan kepada Steven.


” thanks. Aku masuk dulu ya ” pamit Laura dan berjalan masuk


” Lau ” panggil Steven


Langkah Laura terhenti saat namanya di panggil, dia menoleh ke belakang dan melihat Steven yang masih berdiri.


” apa kau tidak mau menjawab nya sekarang? ” tanya Steven


” Steve ” panggil Laura


” Berikan jawaban sekarang Lau, apapun jawaban yang akan kau berikan aku pasti akan menerimanya ” ucap Steven


Laura masih diam dan menatap Steven.


” apa yang membuat mu suka kepada ku? ” tanya Laura


” apa yang membuatmu tertarik padaku? ” sambung Laura


Steven melangkahkan kakinya untuk mendekati Laura, setelah sudah berdiri di hadapan Laura, Steven meraih tangan Laura dan menggenggam nya.


” tidak perlu alasan kenapa aku menyukai mu Lau, yang aku tau sekarang aku benar-benar tertarik padamu ” ucap Steven


” apa alasannya kau melarang ku Lau? ” tanya Steven


” karena aku. Karena aku hanya wanita bekas ” jawab Laura menunduk


” tidak ada wanita bekas di dunia ini Lau, yang ada hanyalah masa lalu yang pahit ” ucap Steven


” dan semua orang mempunyai masa lalu ” sambung Steven


Laura hanya diam saja, dia masih menundukkan kepalanya. Dia meneteskan airmata nya, Steven yang melihat pundak Laura bergetar segera memeluknya.


” aku mohon Lau jangan pernah merendahkan diri sendiri ” ucap Steven


Laura melepaskan pegangannya dari Steven, dia menatap mata Steven, Dan segera mencium bibir Steven. Steven yang dapat serangan dari bibir Laura hanya diam karena kaget, dengan perlahan Steven membalas ciuman itu, dia memeluk pinggang Laura dan saling berciuman.


” aku harap kau tidak akan pernah menyesali keputusan mu yang masuk di kehidupanku ” ucap Laura saat melepaskan ciumannya


Steven tersenyum dan mencium kening Laura. Menatap mata Laura dengan sangat dalam.


” tidak akan pernah ada kata penyesalan yang keluar dari mulutku ” ucap Steven


” jadi aku di terima? ” tanya Steven


” apa perlu harus di jawab setelah apa yang aku lakukan padamu ” tanya Laura balik


Steven menggelengkan kepalanya, dia memeluk Laura dan berkali-kali menciumi puncak kepala Laura.


” masuklah, di luar sini sangat dingin ” ucap Steven yang melepaskan pelukannya


” hhmm kau juga segera pulang ya ” ucap Laura

__ADS_1


” iya sayang ” ucap Steven


Laura membuka gerbang nya dan masuk, dia masih berdiri di sana dan melihat Steven yang berjalan ke arah mobilnya, Steven membuka pintu mobilnya dan masuk, dia menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangannya.


Setelah kepergian Steven, Laura segera masuk dan berjalan ke arah kamarnya dengan hati yang berbunga-bunga dan wajah yang bahagia. Langkah Laura terhenti dan raut wajah kebahagiaan nya luntur saat melihat dan mendengar kedua orang tuanya bertengkar.


” Kau sampai kapan seperti ini? Sampai kapan kau akan menyiksa batin ku terus ” Ucap Linda


” Aku lelah Linda, Aku butuh istirahat, aku capek jika harus berdebat denganmu terus menerus seperti ini ” Ucap Hardi


” Kau lelah? Lalu bagaimana denganku Hardi, bagaimana dengan hatiku? ” tanya Linda murka


Laura yang melihat pertengkaran itu yang semakin memanas segera berjalan kearah kedua orang tua nya dan menghentikan pertengkaran mereka.


” Ma!! Pa!! ” panggil Laura


Kedua orang tua Laura menoleh ke arah putri bungsunya itu, Linda dengan cepat menghapus air matanya dan Hardi segera bersikap biasa saja.


” ini sudah malam, apa tidak ada waktu lain untuk bertengkar? ” tanya Laura


” kau sudah pulang sayang? ” tanya Linda mengalihkan pembicaraan


” ada apa sih sebenernya dengan kalian? Kalian ini meributkan apa? ” tanya Laura


Laura benar-benar bingung dengan keadaan orang tuanya yang selalu bertengkar. Laura sendiri juga tidak faham sebenarnya apa yang terjadi dengan kedua orangtuanya itu. Sedangkan dulu mereka selalu hangat dan tidak ada sama sekali pertengkaran di antaranya.


” tidak apa-apa ” jawab Hardi


” mama mu hanya selalu mengomel saat papa pulang telat ” sambung Hardi


Linda segera menatap suaminya itu dan segera membuang wajah nya ke arah lain.


” papa naik dulu untuk membersihkan badan ” ucap Hardi yang segera pergi sana


Kini Laura menatap mamanya dan berjalan ke arah Linda.


” ada apa ma? ” tanya Laura


” tidak ada apa-apa sayang ” jawab Linda


” kalau tidak ada apa-apa, kenapa mama dan papa selalu bertengkar ” ucap Laura selidiki


” mungkin mama yang terlalu sensitif sayang saat melihat papa mu selalu pulang malam ” ucap Linda menutupi


Laura hanya menarik nafas dan membuangnya, dia melihat wanita yang melahirkan nya itu dan segera meraih tangannya, Laura menggenggam tangan milik Linda dengan hangat.


” ma, papa mungkin sedang sedikit sibuk di kantor. Mungkin juga papa terlalu banyak klien saat ini ” ucap Laura


” mama kan tau apa pekerjaan papa, banyak kasus di kantor yang harus segera papa selesaikan ” sambung Laura


Linda segera tersenyum saat melihat putri sulungnya itu, dia membelai pipi Laura dengan saat lembut. Linda tau bagaimana Laura sangat menyayangi papanya.


” iya sayang ” jawab Linda


” yasudah kau cepat naik ke kamar mu, dan segera istirahat ” ucap Linda


Laura hanya menganggukkan kepalanya. Linda melepaskan genggaman putrinya dan segera naik menuju kamarnya.


” Apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian ma,pa ? ” Tanya Laura dalam hati


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2