
Steven dan Ela sudah menunggu dokter yang memeriksa keadaan Senja selama 1 jam, tapi dokter tidak keluar atau bahkan muncul.
” Apa kau sudah menghubungi kakak ku ” Tanya Steven
” Maaf tuan, saya belum menghubungi nya ” Jawab Ela
Steven pun segera mengambil ponsel nya dan menghubungi kakaknya, tapi berkali-kali dia menghubungi kakak nya itu tidak pernah tersambung sama sekali, akhirnya dia menghubungi kakak nya Arnold.
” Halo kak ” Sapa Steven ketika panggilan nya tersambung
” Halo ada pa stev ” tanya Arnold dari sebrang
” Dimana kak Evan, aku menghubungi nya berkali kali tapi tidak tersambung ” Tanya Steven
” Tuan sedang berada di ruang rapat ” Jawab Arnold
” katakan padanya Senja berada di rumah sakit, dia mengalami penusukan ” Ucap Steven
” APA? Lalu bagaimana dengan keadaan nona sekarang ” tanya Arnold terkejut
” Dia masih di tanganin dokter, cepat kemari ” ucap Arnold
” Baik aku akan segera memberi tahukan nya ” Ucap Arnold
Telpon pun terputus.
...----------------...
Arnold yang mendapatkan kabar tersebut segera menuju ke ruang rapat, dia membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Dia segera mendekat ke arah Evan yang duduk di kursi pemimpinan, Dia melaporkan kan peristiwa yang di alami Senja saat ini.
” Tuan ” Panggil Arnold yang sudah mendekat
” Ada apa? ” Tanya Evan yang bingung melihat sikap Arnold
” Nona Senja, Nona Senja berada di rumah sakit ” Ucap Arnold
” Kenapa lagi dengannya ” tanya Evan yang berusaha tidak khawatir
” Nona di serang seseorang tuan, Dan sekarang keadaan nona kritis ” Ucap Arnold
Evan yang sedari tadi sudah mencoba menahan kekhawatiran nya kini berdiri, Dia kaget dengan apa yang baru saja di sampaikan Arnold.
” Tutup rapat ini ” perintah Evan
Evan bergegas pergi dan menuju ke rumah sakit tanpa di temani Arnold. Di dalam perjalanan dia mengutuk dirinya sendiri, Bagaimana dia bisa membiarkan orang lain menyakiti wanita yang dia cintai, dia melajukan kecepatan mobilnya dengan tinggi, Dan setelah sampai di sana Evan mencari ruangan dimana Senja di periksa.
Langkah Evan terhenti ketika melihat adik laki laki nya berjalan mondar mandir, Dan melihat Ela yang duduk dengan menunduk kan Kepalanya. Evan segera menghampiri kedua orang tersebut.
” Di mana Senja ” Tanya Evan
Ela dan Steven melihat kedatangan Evan seorang diri, dengan nafas yang tersengal-sengal dan keringat yang mengucur di dahinya.
” Dimana Senja ” Tanya Evan Sekali lagi
” Dia ada di masih di dalam kak ” Jawab Steven
” Ela, apa yang terjadi ” Tanya Evan ke Ela
__ADS_1
” Kak__ ” Ucap Steven terpotong
” Aku tidak berbicara denganmu ” Ucap Evan memotong ucapan Steven
” El, Apa yang terjadi ” Tanya Evan Sekali lagi
” Nona tertusuk pisau saat sedang berada di tempat latihannya, dan saya pun tidak tahu tuan siapa orang itu dan apa maksud tujuan nya ” Jelas Ela
Evan hanya menarik nafasnya, Saat semua hening dengan pikirannya masing masing dokter dan beberapa perawatan keluar dari kamar tersebut.
” Dok ” panggil mereka bertiga serentak
” Bagaimana keadaan nona Dok ” Tanya Ela
” Iya bagaimana keadaan istri saya ” sambung Evan
” Pasien banyak kehilangan darah, dan luka tusukkan nya pun terlalu dalam, tapi kita semua sudah mengatasi nya. Dan untuk keadaan pasien sekarang, Kondisi nya masih kritis, Kita akan memindahkan pasien ke ruang ICU untuk memantau nya lebih lanjut ” Ucap sang Dokter
Mereka bertiga hanya menarik nafas nya bersama sama setelah mendengar kejelasan dari dokter. Senja keluar dari ruang itu dan di pindahkan ke ruang ICU, Mereka bertiga melihat keadaan Senja dari kejauhan yang di batasi kaca. Melihat Selang oksigen yang menutupi bagian hidung dan mulutnya, 2 kantong darah yang terhubung di tangannya.
” Apakah itu sakit sayang ” Ucap Evan dalam hati
Evan merasakan perih sekali di hatinya saat melihat kondisi istrinya saat ini.
” Apa kau sudah menghubungi ayah ” Tanya Evan kepada Ela
” Belum tuan, saya khawatir itu akan memicu penyakit jantung tuan Bagas ” jawab Ela
Evan mengangguk mengerti apa yang di maksud Ela, bagaimana pun ayah mertua nya itu memiliki riwayat penyakit jantung, jadi benar benar harus di sampaikan dengan sangat pelan.
” Biarkan aku saja yang akan menghubungi nya ” ucap Evan
” El, Aku akan pulang dulu, aku akan mengabari keluarga ku ” Ucap Steven kepada Ela
” Biarkan aku yang mengabari mama ” Ucap Evan
” kau jangan keras kepala kak, Kenapa? Karena dia orang tua mu? Tapi apa kau lupa bahwa dia juga mama ku, tetaplah disi jangan tinggalkan Senja ” Ucap Steven yang langsung pergi
Evan hanya diam dan mendengarkan ucapan Steven, Saat ini dia akan membuang egonya dan fokus dengan Senja.
...----------------...
” Bagaimana kau berhasil ” Tanya Mayang yang meletakkan gelas minuman nya di meja
” Iya nyonya " Jawab Lelaki itu
” Kau tidak akan meninggalkan jejak kan ” Tanya nya lagi
” Saya sudah merencanakan nya dengan sangat hati hati nyonya ” Jawab lelaki itu
Mayang yang mendengar berita itu hanya tersenyum, dia puas dengan apa yang di kerjakan laki laki itu, baginya saat ini adalah kedudukan putra nya itu jauh lebih penting dari pada apa pun. Deon harus mendapatkan hak nya yang sempat di rebut, Bagaimana pun Deon adalah anak pertama dan anak laki laki satu satu nya dari Bagas Maheswari yang lebih pantas menjadi calon pewaris Maheswari.
” Dan satu lagi, Jangan sampai kejadian ini semua tercium siapa pun, Suamiku maupun menantuku ” Ucap Mayang
” Baik nyonya ” Ucap laki laki tersebut
” Baiklah aku akan pergi sekarang, Aku akan menunggu kabar bagus di sana " Ucap Mayang tersenyum
” Baik nyonya ”
__ADS_1
Mayang pun pergi dari restoran tersebut, dia memasuki mobilnya dan segera kembali ke mansion nya.
Setelah sampai Mayang segera masuk ke dalam, Dia melihat Deon yang baru saja turun dari tangga.
” Kau mau pergi kemana " Tanya Mayang tersenyum
” Aku ada janji dengan Aurel ibu ” Jawa Deon
Deon yang melihat tingkah ibu nya itu mengkerut kan dahinya, Tidak seperti biasa ibunya ini terlihat sangat bahagia.
” ibu kenapa ” Tanya Deon
” Kenapa apa nya sayang ” Mayang bertanya balik
” Iya kenapa ibu ku ini terlihat sangat bahagia ” Ucap Deon
” Ibu bahagia? Pasti ibu sangat bahagia Deon, Karena ibu memiliki putra yang tampan sepertimu ” Ucap Mayang
Deon yang hanya tersenyum melihat tingkah ibunya, Dia pun berpamitan dan segera berangkat ke tempat Aurel.
Mayang duduk manis di taman dan memerintahkan seorang pelayan untuk membuatkan nya teh hangat, Saat Mayang sedang duduk dan menikmati teh nya, terdengar suara mobil yang terparkir di halaman nya, Mayang pun segera keluar dan melihat siapa yang datang.
Mayang keluar dan melihat mobil yang asing terparkir di halaman nya, Saat terus mengamati siapa yang berada di dalam mobil itu, pintu mobil itu pun terbuka dan turun lah seorang laki laki.
” Steven ” Ucap Mayang
Steven yang baru saja keluar dari mobilnya dia melihat Mayang yang sudah berdiri di depan pintu melihat nya. Steven berjalan mendekati Mayang.
” Siang Tante ” Sapa Steven
” ooh Steven, Siang stev ” Ucap Mayang
” Boleh saya bertemu dengan om Bagas ” Tanya Steven
” Suamiku sedang ada di luar stev, ada apa ” Tanya Mayang
” ada yang harus saya sampaikan ” Ucap Mayang
” Kalau begitu masuklah dan kita bicarakan di dalam ” Ajak Mayang
Steven pun mengangguk dan masuk mengikuti langkah Mayang. Mereka duduk di ruang tamu.
” Apa stev katakan ” Ucap Mayang
” Saya mengabarkan bahwa Senja saat ini sedang berada di rumah sakit ” Ucap Steven
” Rumah sakit? Ada apa dengan Senja? ” Tanya Mayang yang sedang bersandiwara
” Senja mengalami penusukan Tante ” Jawab Steven
Mayang mendengar itu membuat wajah terkejut nya, Tapi siapa sangka bahwa di dalam hati Mayang dia tertawa terbahak-bahak mendengar kabar tersebut.
” Lalu bagaimana mana dengan keadaan nya sekarang stev ” tanya Mayang yang menangis
” Senja kritis Tante ” Jawab Steve
” Apa....” Ucap Bagas
Steven dan Mayang menoleh ke arah pintu, mereka melihat Bagas yang sudah berdiri di sana, Bagas memegangi dadanya yang terasa sakit, Steven pun segera menghampiri nya.
__ADS_1
Bersambung.........