Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3
Secuil Informasi


__ADS_3

》Ada waktu? Aku mau bertemu kamu. Tapi cuma berdua. Tanpa Reza. Siang ini, jam 11, aku tunggu di cafe di depan gerbang komplek.


Messenger dari Kayla pagi-pagi sudah nangkring dan menghiasi layar ponselku. Dan itu praktis memengaruhi pikiranku sepanjang pagi. Kenapa dia ingin bertemu denganku? Apa yang hendak ia sampaiakan? Atau justru...?


Please, Nara. Berpikir positif.


Tapi yang menjadi PR bagiku adalah: bagaimana caranya bertemu dengannya sendirian? Itu mustahil. Mana mungkin aku diizinkan keluar sendirian, apalagi tanpa sepengetahuan Reza. Aku juga merasa berat jika keluar rumah tanpa izinnya, dia suamiku.


Tetapi, aku mesti bertemu Kayla. Pasti dia ingin menyampaikan sebuah informasi yang penting padaku.


Ayo, Nara... pikirkan bagaimana caranya bisa keluar tanpa Mas Reza tapi tetap dengan izinnya.


Bermenit-menit waktu terbuang untuk berpikir dan menemukan cara supaya aku bisa keluar, dan pada akhirnya aku mendapatkan sebuah ilham.


Ayahku.


Yah, aku pasti bisa keluar jika bersama ayahku.


《 Pagi, Yah. Bisa aku minta tolong?


Satu menit, ponselku berdenting. Balasan whatsapp dari ayahku.


》Apa, Nak? Apa pun itu. Pasti Ayah penuhi.


《 Aku mau keluar rumah untuk menemui seseorang jam 11 nanti. Dia minta aku datang tanpa Mas Reza. Ayah bisa bantu aku? Temani aku. Ayah pura-pura datang ke sini dan ajak aku pergi. Tolong.

__ADS_1


》Oke, Sayang.


Siang itu Reza ke rumah sakit menjenguk Alfi. Itu semakin mempermudahku untuk meminta izin, bahkan ayahku sendiri yang meneleponnya hingga ia mengiyakan, ibuku dan Ihsan pun pada akhirnya mengizinkan. Kukatakan pada mereka bahwa aku kepingin menghabiskan waktu berdua dengan ayahku, menebus masa dua puluh dua tahun yang berlalu tanpanya. Tanpa curiga, semua orang memaklumi.


"Asal semua bodyguard ikut," kata Reza.


"Iya, Mas. Pasti."


"Jangan melakukan hal-hal yang aneh."


"Iya, janji. Kan aku pergi dengan ayahku."


"Ya sudah. Hati-hati, ya, Sayang."


"Iya. Sudah, ya. Aku pergi dulu."


Sesampainya di cafe, Kayla belum datang. Aku dan ayahku sudah masuk dan duduk lebih dulu di meja paling sudut dan menempel ke dinding. Kami memiliki kesamaan tentang kenyamanan meja di pojokan. Aku baru tahu hal aneh itu ternyata menurun darinya.


"Permisi, mau pesan sekarang?" tanya seorang pramusaji.


Aku memesan jus alpukat dengan ekstra susu cokelat, sementara ayahku hanya memesan secangkir kopi hitam. Termasuk para bodyguard yang duduk di meja agak jauh dari kami, meski mereka menikmati kopi, tapi kefokusan mereka tetap kepadaku.


Cukup lama, Kayla pun datang dan disambut dengan kurang nyaman. Tanpa terduga, para bodyguard itu menggeledah tubuhnya dan tas tangannya. Aku sempat melarang, tapi kata mereka -- maksudku salah satu dari mereka mengatakan kalau mereka hanya menjalankan perintah suamiku dan itu tidak bisa diabaikan. Jadi, sekali lagi, ya sudahlah.


"Maaf, Kay," kataku.

__ADS_1


Dia hanya mengangguk, dan kami pun duduk. "Maaf, tapi ini di luar kesepakatan," katanya seraya memerhatikan ayahku.


"Tenang saja," kataku. "Ini ayahku. Aku tidak diperbolehkan keluar sendiri. Kurasa, ini tidak jadi masalah, bukan? Yang penting aku tidak datang bersama Mas Reza. Hmm?"


Bagai tak punya pilihan dan tak ingin membuang waktu, ia pun memaklumi. Kemudian...


"Apa yang ingin kamu sampaikan?"


Dia tidak menyahut, hanya merogoh ke dalam tasnya dan mengeluarkan selembar foto seorang lelaki berbadan tegap dan berisi, dengan kening sedikit mengerut tanpa bisa ditutupi.


"Nicholas?" kata ayahku.


Aku menyeringai. "Ayah kenal?"


"Ya," katanya. "Pengacara juga. Pernah satu tim dengan Rizki."


Aku menatap lagi pada Kayla. "Aku tidak kenal. Bisa tolong jelaskan? Apa maksudmu mengajakku bertemu dan apa hubungannya dengan lelaki ini?"


"Itu mantan tunanganku. Pengacara yang membantu Salsya terbebas dari Alvaro."


Oh halus lolos dari bibirku. "Lalu?"


"Dia ayah kandung Aulian. Lelaki yang menghamili Salsya."


Aku terbelalak, menganga, dan...

__ADS_1


Speecless....


__ADS_2