Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3
Manipulasi


__ADS_3

Mencari tahu, itu tugasku sekarang. Tapi sebelumnya, aku mesti membatalkan janji dengan Rizki.


《 Kak, maaf. Aku berubah pikiran. Aku akan memikirkan semuanya lebih matang.


Huffft... apa pun pendapat kak Rizki tentang kelabilan dan sikap plinplan-ku, aku akan terima.


》 Bagus. Kakak senang mendengarnya. Kakak doakan semua hal yang terbaik untukmu, ya.


Ah, ternyata responsnya malah begitu baik. Aku merasa dia seperti sosok kakak sungguhan untukku. Maksudku -- seperti kakak kandung bagiku.


"Lalu sekarang? Emm... Kayla. Aku harus bertanya kepada Kayla. Kalau pendapatku benar tentang dia -- bahwa dialah pelaku atas pembunuhan Salsya, mungkin dia masih di sana waktu itu. Mungkin dia yang merekam suara Mas Reza. Bisa jadi."


Eh?


Aku tertegun sendiri. Kusadari, pemikiran itu menggambarkan bahwa aku berharap itu benar: kalimat ijab itu terucap pada malam pembunuhan itu, bukan pada akad pernikahan sungguhan. Dan aku berharap mendapatkan kesaksian dari Kayla. Kupikir, aku akan percaya pada Kayla. Tetapi...

__ADS_1


"Apa-apaan ini? Akunku diblokir?" Aku bingung. "Ada apa ini? Apa salahku, Kay? Kenapa aku diblokir?" Dan sejumlah pertanyaan lain ikut bermunculan.


Pusing! Aku terus berpikir keras, dan otakku mengarahkan aku pada beberapa kesimpulan. Mungkin Kayla terganggu karena aku merepotkannya dengan banyak pertanyaan. Atau mungkin Kayla ingin menata hidup baru dan melupakan semua orang di masa lalunya? Atau kesimpulan ketiga, mungkin dia dan Aarin bekerja sama untuk mempermainkan aku?


Entahlah.


Tidak punya pilihan. Aku mesti bertanya pada Aarin, pikirku.


《 Whatsapp darimu tadi sempat membuatku sedih, tapi sekarang pikiranku sudah kembali jernih. Ini era modern, bukti video saja bisa dimanipulasi, apalagi sekadar rekaman suara. Jadi aku tidak akan percaya begitu saja pada rekaman itu, kecuali kamu bisa menunjukkan bukti videonya, baru aku akan percaya.


Tapi Aarin tidak langsung merespons whatsapp dariku kendati tanda conteng dua sudah menghijau. Dia membalas whatsapp-ku tiga hari kemudian, tepat jam 00.00 WIB, hari ulang tahunku ke-26.


》 Selamat ulang tahun. Ini video yang Mbak tunggu-tunggu.


Dengan melapazkan nama Tuhan, kuberanikan diri menekan tombol play.

__ADS_1


Hmm... video itu menggelitik hatiku. Sebuah ruangan kecil dengan beberapa orang, dan sepasang pengantin yang nampak dari belakang, dengan jas dan kebaya serta kain penutup kepala, di mana ada seorang penghulu duduk di depan mereka. Audio-nya masih sama, suara Reza yang pelan dan nampak tertekan.


Nah, pertanyaan baru pun muncul, kenapa video itu begitu singkat? Harusnya, minimal menampakkan wajah sang pengantin meski rekaman itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi.


Huh! Aku tidak tahu video itu hasil comot dari mana, atau Aarin sengaja mengumpulkan beberapa orang untuk melakukan drama pernikahan?


Ya ampun, sebegitu niatnya Aarin menyiapkan video itu untuk mempermainkan aku. Tapi satu hal yang pasti, meski dari belakang -- aku tahu benar itu bukan perawakan Reza. Dan bahkan sekalipun rambutnya terikat, aku tahu bagaimana persisnya rambut suamiku. Dan pria di dalam video itu, sama sekali tak punya kesamaan dengan seorang Reza Dinata.


Oh, Rin, kalau kamu ingin membuat pentas seni, kamu harus belajar dulu padaku.


Fix, rekaman tempo hari dan video itu hanyalah manipulasi yang dilakukan oleh Aarin. Tapi itu tak lantas membuatku bisa percaya pada Reza begitu saja. Aku butuh bukti yang benar-benar valid bahwa -- tidak ada pernikahan di antara dia dan Salsya.


Mungkin kau pikir aku ini tak jelas dan banyak maunya, bodoh, idiot, payah, dan sebagainya. Tapi aku tidak tahu, hatiku yang menuntut demikian.


Jika kami memang berjodoh sehidup dan berjodoh sampai mati, aku mohon tunjukkan keajaibanmu Tuhan. Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2