Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3
Aku Milikmu


__ADS_3

Malam itu langit nampak cerah dan bertabur bintang. Setelah kedua bayiku pulas, aku segera keluar dari kamar dan menuruni tangga sambil mengendap-endap. Reza baru saja mengirim pesan whatsapp sekitar lima menit yang lalu. Dia sudah menungguku di tepi kolam.


Sesampainya aku di bawah, aku pun menggeser pintu dan mendapati Reza duduk bersandar di kursi khusus dinner romantis itu. Dan aku jadi cekikikan saat menyadari bahwa dia berpenampilan necis. Dia memakai setelan kemejanya dan dengan beberapa camilan dan jus buah di atas meja, juga lilin-lilin kecil yang sebenarnya menghangatkan suasana. Sungguh di luar dugaanku. Dan ia malah tercengang begitu melihatku yang tak berdandan sama sekali dan hanya memakai gaun tidur.


"Kita kan sudah makan malam," kataku.


Dia merengut. "Kamu sih, ditanya kita mau apa malah diam saja. Aku pikir kamu mau dandan, makanya aku...." Dia berdiri dan memunggungiku.


Duh, rasa malu itu membuatnya merajuk.


"Maaf...," kataku sambil berusaha menahan tawa dan menghampirinya. Kupeluk ia dari belakang. "Tidak apa-apa, kok. Kamu tampan. Tapi sayangnya aku mau mengajakmu berenang, bukannya...." Aku berhenti tertawa, kuputar ia menghadapku, lalu mengecup pipinya dan melepas kancing-kancing kemejanya. "Temani aku berenang. Aku sudah lama tidak memanjakan diriku sendiri."


Tapi begitu aku melirik lagi ke meja, kupikir mubazir kalau camilan-camilan itu tidak dimakan, minimal harus kucicipi demi menghargai usahanya. Ada beberapa tusuk sate, cumi bakar, udang goreng, dan kentang goreng terhidang di atas meja.


"Kita makan dulu saja, yuk?" ajakku. "Ayo duduk."


Reza menurut, ia pun duduk dan disusul *antat seksi milik istrinya ini -- mendarat di atas pangkuannya. Kemudian kuambil sepotong cumi, menggigitnya dan menyuapkan sisanya ke mulut Reza. "Masih tidak jijik, kan, makan dari bekas gigitanku?"


"Kapan, sih, aku jijik? Tidak pernah."

__ADS_1


Aku tertawa sedikit. "Baguslah," kataku, lalu aku menatap lekat kedua matanya.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanyanya. Dia mulai merasa janggal.


"Tidak ada. Aku hanya ingin melihat cinta yang ada di sana. Masih ada, kan?"


"Masih dong, Sayang...," singitnya. "Ada-ada saja kamu. Pertanyaanmu aneh."


"Nah, kalau begitu... kamu mau, kan, menemaniku berenang? Jangan bilang kalau kamu takut dingin."


"Sama sekali tidak. Tapi aku takut kalau kamu sampai sakit. Jadi... jangan aneh-aneh. Oke, Nyonya? Jangan ngeyel. Bisa dengar aku?"


"Bukan begitu...," katanya lagi. "Tapi kita bisa bermesraan di kamar. Jangan di sini."


Kalau di kamar aku tidak bisa menyembunyikan wajahku dalam cahaya temaram, Mas. Aku tidak bisa menyembunyikan wajahku darimu.


Sungguh, aku berada dalam posisi yang serba salah. Aku tidak ingin siapa pun tahu keadaan hatiku. Aku masih ingin menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri dan menjaga keutuhan rumah tanggaku meski hatiku tertawan dalam penyanggahan, tapi aku tetap tidak ingin dia melihat penolakan itu dari mataku.


Dan beruntung, Reza tak pernah tahan melihatku kecewa. Rajukanku juga salah satu jurus jitu yang bisa meluluhkan hatinya. Dia pun mau menuruti kemauanku.

__ADS_1


"Ayo," ajaknya. "Aku temani kamu berenang. Be happy, ya, Sayang. Aku tidak tahan melihatmu kecewa."


Dan...


"Terima kasih." Kukecup pipinya sekali lagi dan aku mulai melepaskan pakaian yang membungkus tubuhnya. Kemudian...


Byuuurrr....


"Bagaimana kalau ada yang melihat?"


"Biar saja, mereka tidak akan mengganggu."


"Ya, tapi kan malu. Memangnya kita anak ABG?"


"Ssst... tidak akan ada yang meledek. Tidak akan ada yang merekam apalagi menyebarluaskan. Please, rileks, dan cium aku. Aku milikmu."


Hmm... betapa manisnya momen ini jika saja tak ada pergolakan di dalam hatiku. Jika saja aku bisa menerima ciumannya tanpa harus memaksakan diri. Di dalam air, kusalungkan tanganku dan kubiarkan diriku menempel padanya. Dan dalam kesunyian, aku punya alasan menahan desaha*.


Biarkan saja suara kecipak air menjadi ritme yang menemani malam.

__ADS_1


__ADS_2