Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3
Tamparan Masa Lalu


__ADS_3

Sebagian hatiku merasa senang ketika kami kembali menapakkan kaki di Jakarta. Rumah yang sudah lama kami tinggalkan itu masih seperti sediakala. Erik mengurusnya dengan baik. Baik di luar maupun di dalam rumah, semuanya bersih, terawat dan rapi.


Tetapi, sebagian hatiku juga meringis mengingat kepulangan kami dalam keadaan yang jauh dari harapan dan bayanganku sebelum isu pernikahan Reza dan Salsya berhasil memorakporandakan kembali kepercayaanku pada cinta -- dan suami yang kuharapkan kesetiaannya. Aku berharap kepulangan kami dalam keadaan harmonis, kami bisa kembali melewati hari-hari sehangat dulu. Kebersamaan dan romantisme kami di setiap sudut rumah -- tempat-tempat favorit kami memadu kasih -- hangat, manis, dan bebas. Tapi kenyataannya saat ini -- rumah tangga kami sedang berada di ujung tombak.


"Apa yang terjadi?" tanya ibuku.


Setelah aku memindahkan bayi-bayiku ke dalam kamar, ibuku langsung menyidak kami di ruang keluarga. Ia lebih mirip seorang petugas dari tim penyidik, atau bahkan seorang agen FBI dalam film thriller. Menyeramkan. Kesan ibunda kesayangan yang penuh cinta dan kasih seketika rontok begitu saja saat ia menjadi penengah di antara permasalahan anak dan menantunya.


Reza berdeham. "Sebenarnya--"


"Ini kisah yang berulang, Bund," potongku. "Apa yang dulu terjadi pada Bunda sekarang terjadi pada Nara."


Kedua alis ibuku bertaut. "Apa yang terjadi? Jelaskan, Sayang."


"Sayang," kata Reza.


"Kamu diam dulu," lerai ibuku.

__ADS_1


"Tapi, Bund...."


Kupejamkan mataku sejenak karena air mataku sudah menggenang, lagi -- dan akhirnya menetes jua. "Ini seperti masa lalu Bunda yang mengetahui soal perselingkuhan ayah lewat sebuah tulisan. Dan sekarang ini terjadi pada Nara. Sama seperti ayah, Mas Reza juga tukang bohong. Sewaktu di rumah sakit, Nara sudah tanya apa yang terjadi setelah Nara pingsan di malam pembunuhan itu. Tapi Mas Reza tidak jujur. Dia tidak bilang kalau dia mencium Salsya, dia memeluk Salsya dan menyatakan cinta pada Salsya. Dasar tukang bohong! Penipu!"


"Sayang, aku--"


"Apa itu benar, Nak?"


"Jangan bohong kamu, Mas!"


Reza ragu, tapi pada akhirnya dia mengangguk. "Reza terpaksa, Bund. Salsya yang minta," katanya. "Dia sedang sakaratul maut dan itu permintaan terakhirnya. Tolong, Sayang. Kamu bisa memaklumi hal itu, kan? Kalau dia tidak dalam keadaan sekarat, aku juga tidak akan melakukan itu. Aku hanya ingin dia pergi dengan damai."


Dengan perlahan, Reza merosot dari kursinya. Dia menghampiriku dan bersimpuh di depanku. "Percaya padaku, tidak pernah ada pernikahan di antara aku dan Salsya. Tidak pernah sama sekali. Kamu, istriku satu-satunya. Sumpah, demi Tuhan."


"Kamu bahkan pernah bersumpah atas nyawamu, Mas."


Ya Tuhan... suamiku meneteskan air mata.

__ADS_1


Apa arti dari air matamu itu, Mas?


"Siapa yang mengatakan itu padamu? Itu fitnah. Demi Tuhan itu fitnah. Aku tidak pernah menikahi Salsya. Tolong, percaya padaku."


Aku menggeleng lemah. "Seperti inilah ayahku dulu. Iya, kan, Bund? Dia bilang Sandra Wijayanti hanya memfitnahnya. Dia menepis tudingan pernikahan siri di antara mereka. Tapi nyatanya?"


"Kamu tahu hal ini dari siapa? Ada yang mengirimkan pesan tulisan ke kamu?" suara ibuku serak, matanya sudah berkaca-kaca.


Sekali lagi, aku menggeleng lemah. "Kalian tidak perlu tahu aku tahu soal ini dari mana--"


"Tapi itu fitnah, Sayang. Sumpah...."


Kesal, gemas, dan geram. Aku muak. "Aku tidak percaya! Ayahku dulu bahkan berani bersumpah di bawah Al-Qur'an demi menutupi kebohongannya. Aku muak, Mas! Tidak ada lelaki yang bisa kupercayai di dunia ini. Termasuk kamu!"


Dengan menangis, ibuku pergi, dia turun ke lantai bawah. Aku tahu, dia merasakan sakit yang teramat. Setelah hampir dua puluh empat tahun, masa lalu kembali menamparnya dengan cara yang sama.


"Terserah kamu kalau kamu tidak mau mengaku. Obrolan ini memang percuma. Kamu...."

__ADS_1


Argh!


Kehabisan kata-kata. Aku pergi. Meninggalkannya sendiri dengan ketidakberdayaan.


__ADS_2