Jangan Panggil Aku Cantik...!

Jangan Panggil Aku Cantik...!
Bab 10 Tukang ojek gratis


__ADS_3

"Rangga kamu boleh melihat jawaban punya ku.." Aku menyodorkan buku ku kepada Rangga, entahlah dia mau atau tidak menerima bantuan dari ku..


Rangga hanya melihat kearah ku, matanya masih sama, masih menyeramkan, tapi sepertinya dia tidak menolak bantuan ku..


" Terima kasih.." jawabnya pendek, lalu dia segera menyalin jawaban itu ke dalam bukunya, tentu saja tidak semua, karena ibu guru pasti akan curiga, jika jawaban kami sama...


Bel istirahat pun berbunyi, seperti biasa aku dan Arief menghabiskan waktu bersama , kali ini kami hanya duduk-duduk saja di taman sekolah, hanya sekedar mengobrol dan membaca beberapa komik, Arief sangat suka membaca manga, pokoknya apapun yg berkaitan dengan anime pasti dia menyukainya..


Lama kami mengobrol lalu obrolan kami mengarah pada Rangga, aku menceritakan kepada Arief tentang keadaan Rangga di kelas ,


Arief hanya menanggapinya dengan dingin, sepertinya dia masih tidak menyukai Rangga ,


''Kamu orangnya memang begitu, mau sejahat apapun orang itu kepadamu kamu akan tetap baik pada mereka, aku hanya mengingatkan saja jangan terlalu dekat dengannya, cukup tempat duduk kalian saja yg dekat, tapi tidak hubungan kalian !"


Aku hanya memandangi raut wajah Arief yg nampak masam..


"Lihat saja cantik, aku yakin besok besok dia akan baik kepadamu, dia akan mendekatimu, tapi aku yakin juga dia tidak tulus, dia hanya akan memanfaatkan mu karena telah memberinya contekan padanya, mengerti kan maksud aku apa? aku hanya tak ingin kamu di manfaatkan saja oleh si otak udang Rangga itu"


"Arief kamu kenapa, mengatainya seperti itu?"


"kan memang dia begitu"


"Jangan seperti itu, aku saja sakit hati jika ada yg mengatai ku,"


"Ia, maafkan aku ya,, aku hanya khawatir saja kepadamu"..


Sungguh aku tak mengerti dengan Arief kenapa dia sangat peduli padaku, aku merasa seperti punya Ayah baru, kakak baru, sahabat baru dan ya aku merasa mempunyai seorang kekasih yg sangat perhatian kepada ku,,


Dasar bodoh kamu cantik, bisa-bisanya kamu berfikir seperti itu, sungguh tidak tahu diri...


Tak terasa bel pulang sekolah pun berbunyi, anak-anak berhamburan meninggalkan ruang kelas, mereka mengeluh karena harus pulang berjalan kaki,, tapi tidak denganku , tentu saja karena aku mempunyai tukang ojek gratis,, haha maaf ya Rif...!


Aku dan Arief pulang bersama,


"Cantik, bagai mana kalau kita jalan-jalan dulu."

__ADS_1


"Aku takut Rif jika nanti pulang telat.."


" jangan khawatir, hanya sebentar saja.." Arief berusaha meyakinkan ku.


Akhirnya aku menerima penawaran Arief , kami jalan-jalan dalam artian sesungguhnya, hanya jalan-jalan berkeliling menaiki motor. tapi sungguh hanya seperti itu saja membuat hati ku melayang, seakan akan ada miliaran kupu-kupu bersayap indah yg menemaniku terbang ke angkasa. sungguh bahagia rasanya,


Seperti di film-film Arief menyuruhku untuk memegang pinggangnya.


" pegangan saja, biar tidak jatuh, aku akan ngebut.."


"tidak" aku menolak permintaannya.


"Terserah kamu," lalu Arief menjalankan motornya tiba-tiba dan sontak saja aku memegang pinggangnya dengan erat.


"Dasar kamu" aku memukul punggungnya.


"AW, sakit cantik " lalu Arief tertawa dengan renyah nya setelah, mengerjai ku..


Dia mengajak ku untuk mengisi perut dulu, makan bakso di tempat baru yg menurutnya sangat enak, lebih enak dari bakso yg ada di dekat sekolah, jaraknya lumayan jauh dari sekolah,,


Aku selalu menolak semua pemberian nya, tapi dia memaksa, dia mengancam akan memusuhi ku seperti anak yg lainnya jika aku menolak keinginannya,, tentu saja aku tak mau jika si super Hero ini meninggalkan si itik buruk rupa ini..


Sungguh aku merasa menjadi gadis yg paling beruntung di dunia ini, bisa sedekat ini, dan bisa mendapatkan perhatian sebesar ini dari anak paling pintar di kelas 2, dan idola banyak anak perempuan lain nya..


Iya benar, karena dia mendapatkan pararel pertama, otomatis membuat fans Arief semakin banyak, itu artinya semakin banyak juga orang yg memusuhi ku, menganggap ku benalu yg menumpang hidup pada Arief.


Tapi sesungguhnya bukan aku yg mendekati Arief, tapi dia yg selalu datang kepadaku, memberikan semua perhatiannya padaku. kebaikan Arief sangat tulus kepadaku dia tak mengharap apa-apa dariku. karena sungguh aku tak punya apa-apa untuk ku berikan kepadanya selain hati ku..


Sungguh aku ini gadis kecil yg tidak tau batasan, sudah tau masih kecil tapi malah menyimpan perasaan sebesar ini kepada lawan jenis, sungguh aneh diriku ini.


Kadang aku ingin membuang perasaan ini jauh-jauh dan hanya menyisakan perasaan sebagai sahabat biasa saja tapi tak bisa, sungguh aku ini sangat bucin..


Arief mengantarkan aku pulang tepat pukul 17.00 wib. padahal biasanya aku pulang paling lambat pukul 15.00 wib..


"Aku ikut masuk, nanti aku bantu menjelaskannya kepada ibumu..!"

__ADS_1


"tidak usah, nanti ibuku marah, kamu pulang saja..!"


aku menyuruhnya pulang, aku takut kalau Arief ikut masuk, rencana ku akan gagal.


"Besok, kamu tunggu di jalan, nanti kita berangkat bareng lagi ..!"


"Iya, ya sudah pulang sana..!" aku mengusirnya untuk cepat pulang.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam....


Anak gadis ibu kenapa baru pulang??" tanya ibu sambil meletakan kedua tangannya di pinggang..


"Maaf Bu, tadi aku ada tugas yg harus aku selesaikan dulu..!" aku menunduk, tentu saja mata ku tak berani menatap langsung ke arah mata ibu, karena saat ini aku sedang berbohong..


"tugas? kenapa sampai sesore ini?" apa tidak bisa di kerjakan esok hari saja?"


"tidak bisa Bu, maaf kan aku...!"


"Baiklah, ibu maafkan, lain kali kalau ada tugas lagi , kamu beritahu ibu dulu ya..!"


"iya bu"


Ibu akhirnya memaafkan anak nya yg tidak tahu diri ini, yg sudah berani-beraninya membohonginya. walaupun sebenarnya aku sering membohongi ibu.


saat aku menangis ibu selalu bertanya, kenapa menangis? dan jawabanku selalu, mataku kemasukan debu Bu,,


padahal bukan itu alasannya . aku selalu berbohong pada orang tuaku...


Aku melempar tasku sembarangan ke atas ranjang, otomatis barang-barangnya berhamburan. aku biarkan saja dulu, aku harus mandi dulu. Rasanya badanku ini sangat lengket, keringat yg bercampur debu jalanan pun nampaknya sudah sangat tebal melekat di kulitku.


Terlihat bayangan wajahku di cermin yg menempel di lemari baju ku, aku perhatikan wajahku lekat-lekat, ku pegang wajah yg nampak sekali banyak jerawat di keningku, lagi-lagi aku teringat perkataan ibu, kalau jerawat ini muncul karena aku sedang beger.. aku ingin mengakuinya sekarang Bu.


"Gadis kecil ibu yang bernama Cantik Jelita ini sedang benar- benar jatuh Cinta.."

__ADS_1


__ADS_2