
Sekarang Kesalahan di masa lalu tak ingin mereka ulang lagi. Mereka akan menyayangi keponakan nya dengan sepenuh hati.
"Ganteng ya kak, kaya ua nya" Ucap Rama sambil menunjuk wajahnya.
"Jangan-jangan dia anak kamu ram?" Ucap Dewa dengan berbisik tentunya, dia tak ingin mengganggu ketiga orang keluarganya yang sedang ber-drama di sampingnya itu.
Puk..
Rama memukul bahu kakaknya itu.
"Jangan ngomong sembarangan kak, bisa repot"
"Iya iya, bercanda doang. Tapi benar ram, dia sangat tampan, sini aku mau gendong ram."
Rama memberikan Baby boy itu ke pada kakaknya. lalu Rama menyuruh untuk kakaknya menunggu di luar.
"Bawa ke luar kak, aku akan bantu menjelaskan pada ayah"
Dewa mengangguk lalu segera di bawanya keluar bayi itu, dia duduk di kursi tunggu, sembari memeluk mengusap-ngusap lalu menciumi dengan gemas pipi merah itu.
Rama menghampiri ayahnya.
"Yah maafkan dia yah, dia anak ayah, anak kesayangan ayah, ayah begitu menyayanginya lebih dari menyayangi aku dan kak Dewa, sampai-sampai dulu membuat kami iri pada nya, dan membencinya. Sekarang kami sudah menyayanginya lalu apa ayah tega kepada putri ayah ini, maafkan dia yah."
Oe oe oe.
Suara tangisan bayi itu terdengar begitu jelas ditelinga cantik dan keluarganya, naluri seorang ibu sungguh sangat kuat.
"Dimana anak ku kak?" dilihatnya tak ada di ranjang nya.
Dewa datang membawa baby boy kehadapan adiknya itu.
"Sepertinya dia haus Cantik" ucap dewa, sembari menyerahkan bayi itu kepada ibunya.
Walau Asi nya belum lancar, cantik tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang ibu.
Dia meringis kesakitan saat dengan rakusnya bayinya melahap bagian sensitifnya itu.
__ADS_1
Seketika Raut wajah ayah yang tadi sangat terbakar emosi berubah meluluh, emosinya kini tergantikan dengan rasa sakit, ia begitu sakit melihat anaknya menanggung beban selama ini sendiri, tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang pelajar, dan mampu mendapat nilai terbaik, walau dia memikul beban yang sangat berat.
"Kenapa kamu menyembunyikan keadaan ini neng? kenapa tidak sejak awal kamu katakan pada kami, bukankah itu akan meringankan beban mu, kenapa malah kau pikul sendiri beban seberat ini?" ucap ayah sembari mengelus pucuk kepala anaknya itu.
"Yah jika aku mengatakannya, bukan hanya orang yang aku sayangi saja yang kecewa, mungkin aku akan dikeluarkan dari sekolah, hidupku sudah hancur, lalu apa aku juga harus menghancurkan pendidikanku" ucapnya dengan sedih.
Sungguh dengan berat hati akhirnya Ayah memaafkan anaknya itu, dia memeluk anaknya, lalu menggendong bayi yang sudah mendapatkan asupan nutrisi langsung dari ibunya itu.
Di cium nya kening bayi itu. "Maafkan Abah nak! Abah menyayangi mu"
Rasa bahagia tentu Cantik rasakan saat ini, keluarga nya sangat bisa menerima bayinya, mereka menyayangi anaknya itu, itu rasanya cukup meringankan beban hidupnya yang selama ini terasa begitu berat.
Ayah kembali menciumi cucunya itu. tiba-tiba..
Puk... ibu memukul mulut ayah yang sudah di monyong kan untuk mencium cucunya.
"Ayah jangan di ciumi terus kasihan nanti bayi itu 'tuturiheun'.." Ucap ibu.
(Geng's tuturiheun apa ya bahasa Indonesianya ane bingung ini, tuturiheun itu saat bayi menngeliat dan wajahnya nampak merah kesakitan).
Benar kata Rama tadi, Siapapun yang melihat Bayi ini pasti dia akan menyayanginya. dan tentunya akan jatuh cinta pada pandangan pertama.
Begitu pun ayah, rasanya kemarahannya terhapus kan melihat wajah bayi yang begitu tampan ini.
"Bayi kamu sangat tampan neng? apa ayahnya setampan ini?" tanya ayah pada anaknya itu.
Cantik masih terdiam. dia menunduk, mendengar ayah berkata seperti itu mengingatkan nya pada Arief.
Ya ayah, Ayah bayi ini sangat tampan, dia adalah laki-laki paling tampan yang pernah aku lihat.
Ucapnya dalam hati, tentu saja dia tak mengatakannya langsung, dia tak ingin ada yang tau tentang masa lalunya dengan Arief, biarlah luka itu di pendam sendiri.
"Sudah yah, Jangan di tanya terus suatu saat dia akan mengatakan nya sendiri pada kita" timpal ibu menengahi.
Benar kata ibu, pasti suatu saat nanti anaknya itu akan berkata jujur tentang siapa ayah dari anak yang dikandungnya.
Mereka sangat bingung bagai mana selanjutnya, jika orang-orang tau anaknya melahirkan sebelum menikah pasti anaknya itu akan menjadi santapan bagi tetangga-tetangga yang lapar akan bergunjing.
__ADS_1
"Kita hadapi saja, apapun yang mereka katakan, kamu tetap anak ayah dan dia cucu ayah, kuatlah kamu Cantik menghadapi cibiran orang nanti" ucap ayah menguatkan putrinya itu.
Cantik pastinya akan kuat menghadapi gunjingan orang, bukankah selama 18 tahun hidupnya dia selalu menerima hujatan dari orang lain.
Mereka akan membayar biaya persalinan Cantik kepada dokter Nadine, tapi dokter menolak, dia menggratiskan biaya persalinan anak perempuan yang sudah dia anggap sebagai adik sendiri itu.
Mereka membawa Cantik dan anaknya pulang ke rumah.
"Hai boy, siapa namamu? bagai mana kalau namamu boy saja" Ucap Rama sambil mencium pipi bayi lucu itu.
"Biarkan Cantik yang menamainya Ram" Timpal Dewa.
"Aku sudah menyiapkan nama untuk nya kak" ucap cantik.
"Siapa sayang namanya?" tanya ibu.
"Kaede Rukawa"
"Apa? dasar korban Anime" Tentu saja Rama dan Dewa tahu betul siapa Kaede Rukawa itu, anak laki-laki tampan yang cool, di sebuah anime berjudul Slamdunk.
"Nama macam apa itu?
Jangan nama itu, bagai mana kalau namanya Asep saja, kan dia kasep (Tampan) Jadi cocok kalau namanya Asep, iya kan bu?" ucap ayah meyakinkan ibu.
Bukannya setuju dengan ayah, ibu malah menentang keinginan suaminya itu.
"Cantik yang mengandung, Cantik juga yang melahirkan, biarkan dia yang menamainya" ucap ibu.
"Jadi namanya Kaede Rukawa yah, Hai Kay selamat datang di dunia ini, mami sayang kamu Kay" Seperti yang sudah di rencanakan dengan Arief sebelumnya, nama anak mereka Kaede Rukawa, sedangkan Cantik akan di panggil Mami, dan Arief Papi, tapi sekarang Arief sudah tak ada disisinya lagi. tak ada lagi yang akan dipanggil papi oleh anaknya kelak.
Seperti yang sudah mereka duga sebelumnya, kabar bahwa Cantik melahirkan di luar nikah, sungguh sangat menggemparkan orang sekampung.
Mereka mencibir, menyindir, memaki, menjauhi, bukan Cantik yang terkena mental akan omongan orang, tapi malah ibunya, dia sungguh sangat sakit hati mendengar orang menjelekan anak nya, apalagi memanggil cucunya itu dengan sebutan anak haram.
"Biarkan saja Bu, toh memang benar aku yang bersalah, dan Kay memang anak yang terlahir di luar nikah, aku mohon ibu jangan menangis lagi! maafkan aku bu!, aku hanya bisa membuat ibu sedih"
Kabar tentang itu juga akhirnya sampai di telinga pihak kampus, mereka memanggil Cantik dan kedua orang tuanya untuk mengklarifikasi kabar tersebut.
__ADS_1