
Rasanya tak rela melihatnya turun terlebih dahulu, rasanya aku ingin mengekor nya sampai ke rumah. tapi ash sudah lah...
Sepanjang hari, sepanjang malam aku tersenyum tanpa henti bagaikan orang gila, ya memang saat ini aku memang sedang tergila-gila dengan gadis Cantik yang orang lain anggap buruk rupa itu...
Sampai saat ini aku heran kenapa orang-orang berkata bahwa cantik itu jelek, apa mereka buta. ?
Ya aku yakin, mereka hanya tidak mengenalnya saja, jika mereka mengenalnya lebih dekat aku yakin mereka akan dengan mudah menyukai Cantik.
Ya contohnya Seperti Si otak udang itu.
Dulu dia sangat membenci Cantik, tapi setelah menjadi teman sebangkunya dia menjadi menyukai Cantik.
'Eh tapi awas kau Rangga, sekarang dia pacarku, jangan berani-berani kamu mendekatinya awas kau!!'
Beberapa Minggu berlalu, aku masih selalu mengawasi gerak-gerik Rangga, benar saja dia slalu mencari perhatian Cantik, apa maksudnya Coba? dia melakukan hal itu? apa dia benar-benar menyukai Cantik atau hanya ingin memanfaatkan nya saja..
Tanpa sepengetahuan cantik aku mendatangi Rangga dan menyeretnya ke belakang sekolah...
"Heh kau, Maksud kamu apa selalu mendekati Cantik?"
"Apa urusannya dengan mu, terserah aku mau mendekati siapapun" jawabnya menantang ku...
"Apa urusannya denganku? kau tau siapa aku ini hah?" ucapku seraya memegang kerah bajunya..
"tau lah, kamu ketos yang kurang kerjaan, kerjanya cuman ngintilin cantik kemanapun dia pergi.." jawabnya meledekku..
Aku semakin emosi mendengar dia berbicara seperti itu.
"apa kau bilang? dia pacarku jangan sekali-kali kau berniat mendekatinya, awas kau!" ancam ku kepadanya.
__ADS_1
"Yang menikah saja masih bisa bercerai, apalagi kalian yang hanya pacaran" ucapnya sambil pergi begitu saja..
Awas kau Rangga , jangan macam-macam dengan ku.
Sungguh anak itu tidak tau diri.
Semakin hari semakin menggunung perasan ku kepada Cantik, aku juga semakin cemburu pada si Rangga yang terus mendekati Cantik tanpa tahu malu itu, walaupun cantik tak pernah mengindahkan semua sikap manis Rangga padanya, tetap saja itu membuatku marah pada anak laki-laki itu.
Akhirnya kenaikan kelas tiba, dan saat kelas 3 aku bisa sekelas lagi dengan gadis yg sangat aku sayangi itu, aku duduk di sampingnya...
Setiap hari setiap saat kami menghabiskan waktu bersama dengan belajar dan belajar, mungkin sungguh membosankan bagi orang lain, tapi tidak dengan kami.
Kami sangat memanfaatkan momen ini untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi, apa lagi setelah memasuki semester kedua, aku melepas jabatan ku sebagai ketua OSIS, jadi lebih banyak waktu untuk ku mempersiapkan diri untuk ujian nasional....
Aku lulus dengan angka yang hampir sempurna, sementara Cantik mengekor di belakangku, prestasinya sungguh sangat mengagumkan, dari biasa saja menjadi hebat seperti sekarang, ya itu karena kami selalu belajar bersama..
Tapi syukurlah semua tuduhan mereka tidak terbukti benar, Cantik mendapat nilai bagus karena kerja kerasnya belajar dengan baik selama ini.
Karena prestasi kami yang baik akhirnya kami bisa masuk SMA terbaik dengan beasiswa, kami masuk sekolah itu tanpa biaya sepeserpun, sebenarnya biaya bukan halangan bagi ku tapi kalau ada yang gratis kenapa harus repot-repot bayar... hahaha
Sangat sulit bagiku mendapatkan izin dari orang tuaku untuk tetap tinggal dan bersekolah di daerah ini, itu karena papa dipindah tugaskan lagi ke salah satu daerah di pulau Kalimantan.
Ada 2 opsi bagiku, ikut dengan papa atau ikut dengan mama kembali ke Jakarta, tentu saja itu bukan pilihan yang tepat bagiku, aku ingin tetap tinggal di sini melanjutkan sekolah di sini.
"Aku ingin tetap di sini ma, pa,.."
"ga bisa dong sayang, mama harus kembali ke Jakarta di sana adikmu bersekolah, dia sendirian, kalau kamu tidak ikut mama, bagai mana kamu disini yang sendirian, mama ga tega sayang"
"aku bisa ma sendiri di sini, mama cukup berikan aku pembantu saja untuk mengurus rumah ini, itu cukup, lagian kan kak Nadine ada di Dekat sini juga, jadi sesekali aku bisa mendatanginya"
__ADS_1
Tak berselang lama papa datang membawa solusi yang baik menurutnya...
"Baiklah Rif papa akan izinkan kamu untuk tetap tinggal disini, tapi dengan satu syarat Rif.."
"syarat, syarat apa itu pa?"
Pria jangkung besar itu berseringai memasang senyum licik nya, entah apa yang akan menjadi rencana nya saat ini.
"Setelah lulus SMA nanti kamu harus mengikuti pendidikan militer seperti apa yang papa mau, bagai mana solusi terbaik kan, dan kamu papa izinkan untuk tetap stay di sini ,,"
Ya itu lagi, sudah berapa kali aku tak mau menjadi tentara seperti papa, tapi biarlah untuk sementara waktu aku turuti saja kemauan nya itu, 3 tahun bukan waktu yang sebentar, akan cukup banyak waktu untukku menghindar dari rencana papa itu..
Aku menyetujui permintaan papa, dan mereka juga meng ACC keinginanku untuk tetap tinggal di sini..
Perusahaan Yang mama dirikan secara mandiri tanpa papa ikut campur di dalamnya, semakin berkembang pesat di Jakarta tentu saja aku juga sedikit berandil dalam kemajuan itu, sebenarnya perusahaan akan lebih membutuhkan kehadiranku di sana, tapi aku lebih membutuhkan Cantik untuk saat ini.
Sebenarnya Mama masih punya Arga yang bisa membantunya, tapi adikku tidak berminat sama sekali dengan pekerjaan itu, dia hanya ingin menjadi anak normal yang bersekolah saja, tentu saja papa dan mama menyetujui nya, karena mereka sebenarnya juga membolehkan aku jika hanya ingin bersekolah saja.
tapi tidak dengan ku, aku punya kemampuan, jadi untuk apa aku sia-siakan jika hobi ku bisa menjadi rupiah...
Arga orang yang bertolak belakang denganku, sikap nya lebih condong ke arah papa, yang tegas dingin dan tentunya mempunyai minat untuk menjadi seperti papa.
Sementara aku, Lebih hangat dan fleksible seperti mama, tapi wajah kami berdua sekilas mirip. sama sama tampan... hahaha sungguh ke pedean aku ini, ya itu karena mama masih ada keturunan bule, jadi aku bisa setampan ini...
Itulah penyebab banyak sekali anak perempuan di sekolah ku yang menyukai ku, ihh apa-apaan mereka itu, memang aku cowo apaan, mau dengan mereka yang keganjenan itu, Pacarku ya hanya satu Cantik Jelita, tak akan ada yang lainnya.
Selama masa SMA penghasilanku dari membantu mama semakin besar, walaupun aku hanya bekerja dari jarak jauh saja, kadang juga aku di haruskan bertemu dengan klien mama dan mendengar semua keinginan mereka lalu merealisasikan nya dalam sebuah desain gambar yang bagus...
Dan sebagian kecilnya aku berikan untuk Pacarku itu....
__ADS_1